
Happy Reading 😊
Mira dan Kevin datang ke sebuah restoran untuk undangan seorang kolega Kevin.
"Selamat datang Tuan Kevin, apakah ini istri anda?" tanya seorang pria paruh baya yang tak lain adalah tuan Fredy.
"Maaf membuatmu menunggu tuan Fredy, iya ini istriku namanya Mira, sayang ini adalah tuan Fredy kolega penting di perusahaan ku" ucap Kevin.
"Halo tuan Fredy, senang bertemu dengan anda kembali" ucap Mira mengulurkan tangannya.
"Halo nona Mira, jadi anda adalah istri tuan Kevin?" tanya tuan Fredy sambil menjabat tangan Mira.
"Iya tuan Fredy, saya adalah istri Kevin" jawab Mira tersenyum.
"Wah sayang sekali ya anda sudah menikah, kalau belum rencananya aku ingin memperkenalkan putra ku padamu nona Mira" ucap tuan Fredy tergelak.
"Apa kalian sudah saling bertemu?" tanya Kevin menatap istrinya.
"Iya sayang, tuan Fredy ini lah yang aku ceritakan padamu waktu itu" jawab Mira.
"Hahaha tuan Kevin, kami bertemu di perusahaan mu waktu itu pada waktu setelah kita membahas kerja sama" ucap tuan Fredy.
"Owh iya tuan, istriku sudah menceritakan nya tapi aku yang lupa" jawab Kevin.
"Ya sudahlah, sekarang kita mulai acarq makan malamnya, biar nanti aku yang membayarnya." Ucap tuan Ferdy.
Sebenarnya pria paruh baya itu sudah tahu bahwa Mira adalah istri dari Kevin, dia sengaja mengajak makan malam Kevin beserta istrinya itu.
Entah kenapa tiba-tiba keinginan dia untuk bisa membuat Mira bersama Stuard tidak jadi dan dia urungkan karena ternyata setelah melihat Kevin dan Mira mereka seperti saling mencintai sama lain.
Biarlah Stuard mendapatkan gadis lain yang masih single.
Akhirnya setelah memesan makanan dan makanan pun datang, mereka menikmati makan malam itu.
Ke esokan harinya.
Lindsay datang ke ruang kerja Kevin karena dirinya di panggil oleh sang atasan.
"Lindsay, aku tahu kinerjamu selama ini sangatlah baik, tapi akhir-akhir ini aku sangat tidak suka dengan sikapmu yang membuat malu istriku" ucap Kevin tajam.
Lindsay sedikit terkejut ketika Kevin sudah mengetahui peristiwa waktu itu.
"Kevin, apa maksudmu?" tanya Lindsay khawatir.
"Seharusnya kamu sudah tahu dengan apa yang aku ucapkan!" seru Kevin.
"Aku tidak mengerti"
Kevin berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Lindsay yang duduk di seberang meja kerjanya.
"Linds, kamu adalah sahabat terbaik-ku selama ini, tapi karena kelakuan mu yang sangat tidak patut seperti itu dengan berat hati aku memecatmu dari perusahaan Benecdit Group" ucap Kevin.
"Tidak Kevin, jangan pecat aku!" seru Lindsay tidak terima.
"Itu sudah menjadi keputusan ku, gaji dan bonus untukmu akan segera di transfer jadi setelah ini sebaiknya kamu segera undur diri" ucap Kevin berjalan membuka pintu ruangannya.
Mempersilahkan Lindsay untuk pergi dari dari ruangan nya itu.
__ADS_1
"Kevin, ku mohon jangan memecatku, aku bisa menjelaskan masalah Mira pada waktu itu!" seru Lindsay.
Tapi Kevin hanya diam saja dan tetap pada pendiriannya.
Wanita itu mengepalkan tangannya kuat, dia merasa Kevin tidak adil terhadapnya.
Semua ini gara-gara Mira, aku tidak akan tinggal diam begitu saja. Batin Lindsay.
Kemudian wanita itu berdiri dan pergi dari ruangan Kevin dengan sebuah dendam yang membara di hatinya.
####
Siang itu Mira baru saja pulang dari kantor kakak iparnya Steven Austin untuk melamar pekerjaan.
Pada saat itu SA Group sedang mencari calon sekretaris baru karena sekretaris lamanya mengundurkan diri.
Sungguh sangat bosan apabila Mira harus berdiam diri di apartemen tanpa harus melakukan apa-apa.
Mira adalah gadis yang cerdas dan mandiri, dulu sebelum menikah dia juga sudah bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan.
Mira mengemudikan mobilnya perlahan karena pada waktu itu dia sudah hampir sampai di tempat yang akan dia tuju.
Sebuah toko kue yang sangat dia inginkan, entah kenapa dia tiba-tiba merasa sangat ingin makan kue brownis.
Membayangkan Brownis saja sudah membuat Mira ngiler. Akhirnya dia sampai ke tempat tujuannya dan memarkirkan mobilnya.
Saat akan keluar dari dalam mobil Mira merasa ada sebuah mobil yang sedari tadi mengikutinya.
Diapun menoleh ke belakang tapi tidak melihat ada mobil yang mencurigakan.
"Seperti nya hanya perasaanku saja" gumam Mira.
Ddrrtttt ....
Ponsel Mira berdering, kemudian gadis itu mengambil ponsel dan melihat siapa yang meneleponnya.
"Stuard? ada perlu apa dia meneleponku!" gumam Mira.
Dengan malas Mira mengangkat panggilan nya.
"Halo"
"Halo, kamu sekarang dimana?" tanya Stuard di seberang telepon.
"Bukan urusanmu, ada perlu apa?" tanya Mira kesal.
"Aku hanya ingin mendengarkan suaramu"
"Dasar aneh, orang gila tidak berguna! jangan meneleponku kalau tidak ada kepentingan!" seru Mira.
Kemudian secara sepihak Mira langsung mematikan panggilannya dan memasukan ponselnya ke dalanm tas.
"Nona, ini brownis coklat pesanan anda" ucap pegawai toko menyerahkan paper bag berisi brownis pesanan Mira.
"Terima kasih" jawab Mira tersenyum.
Setelah membayar pesanan nya gadis itu keluar dari toko kue tersebut.
__ADS_1
Mira membawa paper bag itu sambil mengambil ponsel dan akan menghubungi suaminya.
Rencananya dia ingin pergi ke kantor Kevin untuk meminta izin agar dia diperbolehkan kerja kembali.
Saat berjalan menuju ke mobilnya tiba-tiba dari belakang ada sebuah mobil berjalan sangat kencang.
Mira yang saat itu tidak sadar akan ada bahaya akhirnya hanya bisa menjerit ketika ada seseorang yang mendorongnya.
BRUUKKKK!!! Mira terjatuh di samping mobilnya.
"Aaaaakkkkkk!!!" Jerit Mira ketika melihat seseorang yang telah mendorong nya itu tertabrak mobil.
BRRRUUAAKKKK!!!
Mobil berwarna putih itu menabrak seseorang sampai orang itu terpental sejauh 10 meter dari tempat nya.
"Ya Tuhan, tolong siapa saja selamatkan orang itu!!" teriak Mira.
Sudah banyak kerumunan warga yang menolong, Mira terlihat sangat shock ketika melihat siapa orang yang telah menyelamatkan nyawanya.
"STUARD!!"
Sedangkan mobil putih itu langsung melarikan diri dari tempat kejadian.
Tidak lama setelah itu ambulan datang dan langsung membawa Stuard yang sudah tidak sadarkan diri itu.
###
Mira, Kevin dan tuan Fredy masih menunggu di depan ruang operasi, sungguh kejadian tak di inginkan yang menimpa Stuard saat itu.
Pria itu telah menyelamatkan nyawa Mira. Gadis itu masih menangis dalam pelukan suaminya.
"Hiks, hiks Kevin aku takut, aku merasa bersalah" lirih Mira.
"Tenanglah sayang, semuanya pasti baik-baik saja" ucap Kevin menenangkan istrinya.
"Tuan Fredy, maafkan aku" ucap Mira masih sesegukan.
"Tidak nona, itu bukan salahmu, aku tahu putraku hanya berusaha melindungi mu" jawab tuan Fredy.
Pria paruh baya itu sangat tahu apa yang dipikirkan oleh putranya, Stuard berusaha melindungi Mira dari seseorang yang akan menyakiti gadis itu.
Setelah beberapa saat seorang dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana kondisi putra saya dok" seru tuan fredy.
"Pasien mengalami benturan di kepalanya sehingga menyebabkan dia harus ditangani oleh ahlinya, saat ini dia belum sadarkan diri" jawab dokter tersebut.
"Terma kasih dok atas pertolongannya," jawab tuan Fredy.
Mira dan Kevin masih bisa belum lega kalau Stuard belum sadar.
Bersambung ....
Siapakah yang menabrak Stuard??
jangan lupa Like, vote dan komen ya 😁 😅
__ADS_1
kunjungi juga channel youtube ku Navizza