BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Rasa yang ada


__ADS_3

Happy Reading 😔


"King Wijaya Abraham" Seru semua orang yang ada di ruang itu.


"Nama yang bagus sekali" seru Oma Carrol.


"Kenapa harus king?" Tanya Alea sang kakak.


"King artinya adalah raja, aku ingin putraku bisa menjadi seorang pemimpin dan raja di dunia ini" jawab Kevin.


"Bagus, mudah-mudahan segala keinginan terkabul dan doa yang terbaik untuk King" ucap Steven merangkul bahu istrinya.


"Jadi Stela dan Ara punya sepupu seumuran ya, saat ini mereka sudah 1 tahun, jadi besok pasti bisa besar bersama" ucap Alea berbinar.


"Iya kakak ipar, ku harap semua anak-anak kita bisa menjadi anak yang bisa membanggakan semua orang terutama ke dua orang tuanya" ucap Mira


Oeekk ... oeekk ...


Terdengar suara baby King menangis, dia terbangun dari tidur lelapnya karena lapar.


"Seperti nya baby King haus, sini sayang minum Asi dulu ya?" Ucap Mommy Carrol mengambil King dari baby box nya.


Lalu menyerahkan baby pada sang Mama, Mira masih berusaha belajar untuk menggendong bayi.


"Ehm, sebaiknya kalian tidak usah melihat baby King menyusu!" Ucap Kevin pada keluarga nya.


"Memangnya kenapa Kevin?" Tanya tuan Richard Papa sari Steven.


"Tidak ada, hanya saja aku tidak mau tubuh istriku di lihat oleh orang lain" jawab Kevin membuat semua orang menggelengkan kepala.


"Kami semua sudah punya, jadi gak bakalan pengen" ucap Steven.


"Ya tetap saja ini harus privasi"


"Sayang!" Seru Mira merasa malu dengan sikap sang suami yang begitu posesif itu.


Semua orang hanya tertawa melihat Kevin yang seperti itu. Tentu saja Kevin tidak mau dua berlian favorit nya dilihat orang lain. Hanya dia saja yang boleh menikmati nya.


Setelah di rawat di rumah sakit selama 2 hari Mira sudah diperbolehkan untuk pulang.


Kevin dan Mira sudah pulang ke apartemen, baby King terlihat sangat gemuk dan aktif. Kevin menyewa seorang Baby sitter untuk membantu istrinya untuk merawat King.


"Uluh-uluh baby King embul" Mira tersenyum melihat Nana sang Baby sitter itu sedang memandikan King.


Terlihat baby yang baru berumur beberapa hari itu terlihat sangat menyukai baby sitternya.

__ADS_1


Bahkan King lebih suka kalau di gendong oleh gadis berusia 20 tahun itu.


"Sini sayang, pakai baju sama Mama ya?" Mira mengambil baby King dari gendongan Nana setelah selesai mandi.


Tapi ternyata baby King malah menangis.


"Aduh anaknya Mama kenapa nangis? Cup cup sayang" ucap Mira menenangkan sang putra.


"Biar saya yang pakai kan baju nya baby King Nona," ucap Nana mengambil alih King dari gendongan Mira.


Dan ya sang Baby langsung diam dan tertawa.


"Kenapa dia lebih menyukai mu dari pada aku Mamanya Nana?"


"Entahlah Nona Mira, mungkin dia lebih suka sama saya" jawab Nana terkekeh.


Mira hanya menggeleng kan kepalanya, memang benar baby King hanya mencari Mira kalau dia mau menyusu saja.


"Baiklah King, kalau begitu minta Asi saja sama suster Nana ya, jangan minta sama Mama" ucap Mira kepada putranya itu.


Entahlah sifat King memang sudah terlihat seperti baby yang sudah mengerti saja, padahal biasanya baby umur segitu masih belum paham dan mengerti.


Sedangkan di sebuah villa.


Lindsay terlihat sedang menyiram bunga di taman belakang, dia benar-benar merasa bosan berada di villa itu selama Dua bulan ini tanpa kemana-mana.


"Nona, makanan lah buah-buahan ini dulu" seru Inez.


Lindsay menoleh dan dia menghentikan kegiatannya.


"Inez, aku mau bertanya padamu?"


"Mau tanya apa Nona?" Tanya Inez.


"Sudah ku bilang jangan panggil aku Nona, panggil Lindsay saja" ucap Lindsay duduk di kursi teras belakang.


"Baiklah karena kamu yang memaksa, jadi mau tanya apa Linds?" Ucap Inez.


"Sebenarnya di mana rumah mu? Apa kamu tidak merindukan keluarga mu?" Tanya Lindsay.


Inez nampak sedikit terkejut, tapi kemudian dia berhasil menetralkan dirinya.


"Ehm, aku hanya seorang yatim piatu, jadi ya aku harus bekerja untuk mencari nafkah" jawab Inez.


"Begitu ya? Ehmm lalu mobil itu punya mu juga?"

__ADS_1


"Itu mobil yang aku beli dari hasil nyicil Linds, sudah lama aku bekerja bisa membeli mobil itu" jawab Inez sedikit gugup.


Lindsay merasa heran pada wanita di depannya ini, kalau dia hanya sebatang kara kenapa dia mempunyai mobil yang bagus dan mahal seperti itu.


Tapi setelah dia tahu kalau Inez hanya membelinya kredit mungkin itu bisa saja, mengingat Inez juga sudah menabung selama ini.


"Apa kamu tidak mempunyai seorang kekasih?" Tanya Lindsay lagi.


"Hahaha, aku tidak pernah memikirkan tentang pria apalagi memiliki kekasih, hidupku hanya untuk bekerja dan bekerja, kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti ini Linds?" Ucap Inez.


Lindsay terdiam, entah kenapa dia juga bertanya hal privasi seperti itu.


"Sebenarnya aku merasa bosan di villa ini, aku mau minta satu hal padamu, bawa aku jalan-jalan sebentar saja" mohon Lindsay sambil menangkupkan kedua tangan nya.


Inez sebenarnya paham dengan kondisi Lindsay saat ini, wanita hamil memang kadang butuh refreshing agar tidak stres, apalagi dua bulan kemudian Lindsay sudah akan melahirkan.


"Baiklah, aku akan membawamu jalan-jalan tapi dengan satu syarat" ucap Inez.


"Syarat apa?" Tanya Lindsay antusias.


"Kita harus menyamar, jangan sampai ada orang yang tahu kalau itu adalah kita, bagaimana?"


Ternyata syaratnya hanya itu, mudah sekali. Kenapa tidak dari dulu-saja aku meminta Inez untuk mengantarkan ku pergi kalau ternyata syaratnya cuma harus menyamar. Batin Lindsay menjerit.


"Oke aku setuju"


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk keluar villa, penyamaran pun sudah mereka lakukan.


Inez mengajak Lindsay ke Mall untuk belanja kebutuhan dapur, setelah semuanya selesai mereka naik ke lantai atas untuk membeli beberapa paka8 karena baju Lindsay sudah banyak yang tidak muat.


"Pakaian hamil sudah, sekarang saatnya kita makan siang" seru Inez.


Lindsay tersenyum dan mengangguk.


Mereka memutuskan untuk makan di mall itu saja.


Saat mereka sudah duduk di sebuah restoran tiba-tiba Lindsay melihat seseorang yang sangat dia kenal sedang berjalan masuk ke resto itu sambil menggandeng tangan seorang wanita.


"Kenzo" guman Lindsay.


Kenzo datang bersama Jennifer dan makan siang di restoran yang sama dengan Lindsay.


Wanita yang tengah hamil 7 bulan itu melihat ayah biologis dari bayi nya sedang tertawa bersama wanita lain.


Ada rasa yang menusuk di hati Lindsay, sakit sekali rasanya, entah kenapa dia merasa tidak rela melihat Kenzo mesra dengan wanita lain, padahal itu juga hak dia.

__ADS_1


Bersambung ..


Gimana dengan sikap Lindsay ya?


__ADS_2