BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Wanitaku


__ADS_3

Happy Reading 😘


Lindsay menatap tuan Fredy dengan tatapan penuh rasa penasaran. Sedang kan Stuard juga merasa heran dan kemudian menghampiri papa nya.


"Kenapa Papa ingin bertemu dengan Mira?" tanya Stuard curiga.


Dia sudah sangat hafal dengan kelakuan dari papa nya itu.


"Aku hanya ingin bertemu dengan wanita yang bernama Mira karena Papa mengenalnya!" jawab tuan Fredy.


Stuard memicingkan matanya, dia tidak percaya kalau papa nya itu mengenal wanita yang bernama Mira. Atau mungkin Mira yang berbeda dengan Mira yang dia kenal.


"Dari mana papa kenal? aku saja baru pertama kali melihat nya" tanya Stuard.


"Apa kamu tidak percaya dengan Papa? padahal aku sangat ingin mengenalkan wanita yang papa temui itu denganmu, dia wanita yang sungguh manis dan cantik" jawab tuan Fredy tersenyum.


Lindsay yang mendengar itu tidak terima karena papa Stuard akan memperkenalkan wanita lain kepada pria tampan yang akan menjadi tunangannya itu.


"Apa maksudnya ini? kenapa tuan Fredy ingin memperkenalkan Stuartd pada wanita lain? bukankah kita akan segera bertunangan?" tanya Lindsay.


"Ya aku tahu nona Lindsay, papa mu dan aku memang berencana untuk menjodohkan kalian berdua, tapi sebagai orang tua tentu saja aku akan memberi waktu untuk kalian berfikir dulu dan akan sangat menghormati keputusan dari kalian" jawab tuan Fredy.


"Tapi aku sangat setuju dengan perjodohan ini karena aku sangat menyukai Stuard" ucap Lindsay.


Stuard memandang wanita di depan nya itu dengan tatapan tidak suka. Saat pertama kali melihat nya saja pria itu sudah merasa malas dengan Lindsay.


Bahkan entah kenapa dia berharap bahwa Mira lah yang akan dijodohkan dengan nya.


"Lindsay sebaiknya cepat berikan nomer Mira dan setelah itu pulanglah" ucap Stuard tanpa merasa bersalah.


Lindsay yang sudah berjanji akan memberi kan nomer Mira hanya menurut.


"Tapi kamu harus ingat dengan janjimu tadi Stuard, aku akan memberikan nomer Mira asal kamu tidak membatalkan pertunangan kita" ucap Lindsay.


"Kamu tenang saja sayang, kita pasti tetap akan bertunangan" jawab Stuard sambil membelai pipi Lindsay.


Membuat wanita itu bersemu dan sangat senang. Tapi berbeda dengan Stuard yang tersenyum sinis dan berucap dalam hati.


"Hanya tunangan kan, tapi setelah menikmati tubuhmu aku akan mencampakan dirimu begitu saja" Batin Stuard.


Akhirnya Lindsay memberikan nomer Mira dan di sambut Stuard dengan senang hati. Setelah itu Lindsay berpamitan dengan Stuard dan tuan Fredy.


"Apa Papa akan menjodohkan ku dengan Mira?" tanya Stuard yang saat ini sudah duduk disofa depan papanya itu.


Dia sangat tahu bahwa papanya ingin dirinya segera menikah, sudah sering kali tuan Fredy mengenalkan banyak wanita seksi dan cantik padanya, tapi Stuard masih belum ingin melepas masa lajang nya dan masih ingin selalu bersenang-senang.


Hal itu membuat tuan Fredy selalu mencarikan jodoh untuk putranya itu.


"Ya, kalau saja Mira belum mempunyai suami tentu saja aku akan langsung menjadikan dia calon menantuku, tapi sepertinya kali ini tidak akan berhasil juga" jawab tuan Fredy sambil menyeruput kopi hitamnya.


"Aku tidak peduli Pa, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan wanita itu" ucap Stuard.


"Apa maksudmu nak? jangan bermain-main dengan wanita yang sudah menikah"


"Tapi pa bagaimana kalau aku akan mengabulkan permintaan Papa dengan pernikahan ku tapi aku mau kalau calon istriku adalah Mira" ucap Stuard.


"Hahaha, jangan bercanda nak, lebih baik kamu menikah dengan Lindsay saja" jawab tuan Fredy tergelak.

__ADS_1


Stuard hanya diam saja tidak menanggapi papanya, dia juga masih bisa memilih wanita lain selain Lindsay untuk menjadi istrinya, tapi entah kenapa tiba-tiba dia memikirkan Mira.


Pertemuan singkatnya dengan wanita yang keras kepala itu membuat Stuard merasa bahwa Mira wanita yang berbeda dengan yang lainnya.


Meskipun Mira jauh dari kata seksi seperti wanita-wanitanya selama ini, tapi ada daya tarik sendiri dibagian aura wanita itu.


"Aku tidak peduli dia sudah menikah atau belum, jangan panggil Stuard kalau aku tidak bisa menahlukan nya dan memilikinya" ucap Stuard.


Kemudian pria itu berdiri dan pergi dari hadapan sang papa.


###


Pagi itu Mira bangun dengan kondisi tubuh yang penuh dengan tanda merah diseluruh tubuhnya.


"Ya Tuhan, Kevin membuatku seperti tersengat ribuan lebah saja" gerutu Mira saat berusaha bangkit dari tidurnya.


Dia menatap sang suami yang masih terlelap, Mira tersenyum mengingat kejadian tadi malam dimana Kevin selalu membuat alasan ingin segera mempunyai Baby jadi harus sering lembur.


Mira mengusap perutnya yang masih datar jujur dia juga sudah sangat menginginkan hadirnya janin diperutnya.


"Semoga Tuhan segera mengabulkan doa-doa kami" gumam Mira.


Tiba-tiba Ponsel nya di atas nakas berdering, Mira menoleh dan melihat siapa yang menelepon pagi buta seperti ini.


"Nomer tidak dikenal? siapa yang menelepon ya?" gumam wanita itu.


Mira mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan itu.


"Halo?"


"Hai, ini aku Stuard"


"Ada keperluan apa tuan menelepon saya?" tanya Mira.


"Aku hanya ingin meminta tolong saja, bisakah kita bertemu nanti siang?"


Mira menoleh ke arah Kevin dan melihat suaminya itu masih terlelap.


"Maaf tuan, aku ada urusan nanti siang, bye"


Mira mematikan panggilan nya itu, dia tidak mempedulikan lagi dengan Stuard, kemudian wanita itu berdiri dan berjalan menuju kamqr mandi.


Dengan mengguyur tubuhnya dibawah shower Mira masih merasa seluruh badannya pegal-pegal.


"Ada tukang pijat gak ya di Amerika? atau tukang jamu? rasanya badanku ini remuk redam! Dasar bule mesum, huh inilah resiko punya suami bule yang katanya memang sangat kuat dan tahan lama" gerutu Mira disela mandinya.


"Sayang, aku mendengarnya!!" teriak Kevin dari luar kamar mandi.


Pria itu membuka pintu dan masuk begitu saja tanpa menggunakan pakaian sama sekali.


Ya seperti nya Kevin memang belum semoat memakai pakaian nya setelah pertempuran tadi malam.


"Kevinn!!! kenapa kamu masuk kesini!!" seru Mira.


"Aku tadi mendengar ada suara orang mengomel dari dalam sini, katanya seluruh badannya pegal-pegal semua" jawab Kevin ikut mandi di bawah guyuran air dari shower.


"Ah tidak, kamu salah dengar"

__ADS_1


"Mana yang pegal sayang, aku pijitin sini" ucap Kevin memegang dua berlian kesukaannya itu.


"Aaakk Dasar suami mesum!!"


###


Siang ini Mira memutuskan untuk berbelanja di Mall, setelah perdebatan dengan Kevin tadi pagi di kamar mandi, dia mengancam akan membeli pakaian-pakaian mahal bermerek terkenal.


Tentu saja Kevin langsung memberikan black card limitid edition miliknya. Bahkan dia menyarankan istrinya untuk membeli lingerie yang banyak.


Saat ini Mira sudah selesai memilih pakaian yang menurutnya cocok dengan tubuhnya yang mungil itu.


"Aku akan memakai ini" ucap Mira pada salah satu pegawai toko.


Kemudian Mira pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Setelah beberapa saat Mira keluar dan segera membayar semua barang belanjaannya. Saat akan keluar dari dalam salah satu toko pakaian branded tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiri nya.


"Hei, tunggu dulu! baju itu sudah aku pilih ya, jangan sembarangan mengambil milik orang!" seru wanita itu.


Mira menatap wanita seksi tersebut.


"Maaf ya nona, tapi baju ini sudah saya bayar, berarti ini milik saya" jawab Mira santai.


"Tapi baju itu sudah akan aku bayar ketika kamu mengambilnya, sekarang serahkan padaku!"


"Eh enak aja, ngaku-ngaku miliknya tapi belum bayar" gerutu Mira dengan memakai bahasanya.


"Kamu ngomong apa?" tanya wanita itu.


"Tidak ada, kenapa kamu sangat ingin baju ini? bukankah masih banyak yang lain di toko!" ucap Mira.


"Itu baju limited edition yang sudah aku incar, sekarang kamu harus memberikannya padaku!"


Mira merasa geram dengan wanita di depannya saat ini. Tiba-tiba dari arah belakang wanita itu seseorang muncul sambil memeluknya dari belakang.


"Ada apa honey?" tanya seorang pria yang tak lain adalah Stuard pada wanita seksi itu.


"Honey, lihatlah wanita itu mengambil baju limited edition yang sudah aku pilih"


Mira menatap kedua orang dihadapannya itu malas. Sedangkan Stuard merasa terkejut dan berdebar-debar ketika melihat wanita yang ditunjuk oleh kekasihnya.


"Mira!" seru Stuard.


"Maaf tuan Stuard, baju ini sudah saya bayar, tapi kekasih anda masih berusaha merebut barang yang sudah menjadi milik saya" Adu Mira.


Seketika Stuard langsung melepaskan pelukannya pada kekasihnya itu.


"Mira, dengar dulu dia bukan kekasihku, dia hanya wanita yang menyukai uangku saja" ucap Stuard menjelaskan seakan dia merasa seperti ketahuan selingkuh saja.


"Aku tidak peduli tuan, tolong bilang pada wanita anda agar bisa lebih menjaga sikap, permisi" jawab Mira kemudian pergi dari hadapan kedua orang tersebut.


"Stuard!! apa yang kamu katakan tadi bahwa aku bukan kekasihmu!! siapa wanita itu sebenarnya!!" teriak kekasih Stuard tidak terima.


Pria itu terus saja menatap kepergian Mira dengan masih merasa berdebar. Entah kenapa dia merasakan perasaan yang aneh pada dirinya terhadap Mira.


"Dia adalah wanitaku!" jawab Stuard.

__ADS_1


Bersambung ...


Mohon like, vote dan komen ya🙏🏻😘


__ADS_2