
Happy Reading 😊
"Jadi menurut mu apakah aku harus mempercayai kata-katamu," tanya Kenzo.
"Tentu saja, tolong berikan pengertian dan penjelasan pada istrimu itu,"
Terlihat dimata Jennifer terpancar keseriusan saat wanita itu mengungkapkan itu.
Kenzo mengusap wajahnya, emosi yang tadinya sudah menggebu tiba-tiba surut begitu saja saat mendengar ucapan Jennifer yang mengatakan bahwa orang tua Lindsay yang notabene adalah mertuanya itu telah bercerai.
Apalagi Jenn mengatakan bahwa perceraian itu dikarenakan penghianatan oleh sang Mama, apa yang akan Lindsay lakukan ketika dia mengetahui kenyataan yang sangat menyakitkan ini.
Bagi seorang anak perpisahan orang tua adalah hal terburuk dalam hidupnya, tidak ada anak yang menginginkan kedua orang tuanya sampai berpisah, apalagi dengan hadirnya orang ketiga.
"Aku akan menjelaskannya pada Lindsay tapi sebelum itu aku ingin bertemu dengan tuan Thomas terlebih dahulu," ucap Kenzo.
"Baiklah, nanti aku akan mengatakan pada tuan Thomas bahwa menantunya ingin bertemu," jawab Jennifer terkekeh.
Kenzo menaikan alisnya ketika mendengar jawaban wanita itu.
"Apa sekarang kamu sudah merelakan ku Jenn? kalau iya aku harap kamu merestui hubunganku dan Lindsay, jangan ikut campur dalam masalah rumah tanggaku lagi, carilah pendamping hidup yang lebih baik dari pada aku," ucap Kenzo menatap wanita di depannya ini.
Jennifer terkesiap mendengar ucapan dari Kenzo, entah kenapa tiba-tiba dia merasa sudah tidak ingin memiliki Kenzo lagi, apakah hatinya benar-benar sudah berubah dan rasa cinta untuk Kenzo sudah berpindah tempat, Jennifer masih belum mengerti.
Yang jelas di hatinya saat ini wanita itu lebih nyaman apalagi dekat dengan Thomas, pria yang usianya jauh lebih tua darinya.
"Ehem, Ken sebenarnya aku juga tidak tahu bagaimana perasaan ku ini berubah begitu saja, yang aku inginkan hanyalah membalas rasa sakit hatinya Thomas, padahal pria itu benar-benar mencintai istrinya Sarah, tapi yang dia dapatkan adalah penghianatan, aku merasa sangat tidak terima pria sebaik Thom diperlakukan seperti itu," ucap Jennifer dengan mata yang menatap lurus ke depan.
Perkataannya benar-benar menunjukkan keseriusan. Kenzo menarik sudut bibirnya tipis dan hampir tidak terlihat, tapi pria itu cukup merasa lega dengan perubahan Jenn, berharap apa yang diucapkan wanita itu semuanya adalah benar.
"Terima kasih Jenn karena kamu mau membantu kami, tapi sekali lagi tolong relakan aku dan restui pernikahan ku dan Lindsay, kamu adalah teman terbaikku Jenn, jangan sampai persahabatan ini merenggang hanya karena perasaan dan keegoisanmu," ucap Kenzo.
"Hahaha, iya-iya aku merestui kalian, aduh aku sudah seperti Mama tiri saja," jawab Jennifer tergelak.
"Ya tidak apa-apa kalau kamu ingin menjadi Mama tiriku? tidak ada salahnya kan? Tuhan maha membolak-balikkan hati, yang tadinya kamu mencintaiku tapi dengan sekejap perasaan mu itu berpindah tempat," ucap Kenzo membuat Jennifer berhenti tertawa.
__ADS_1
"Apaan sih Ken, siapa juga yang akan jadi Mama tiri mu, ah sudahlah aku kembali ke meja kerjaku" Jennifer pergi dari ruangan Kenzo dengan pipi bersemu merah.
Rasanya begitu malu mendengar ucapan dari Kenzo yang mengatakan bahwa dia setuju untuk menjadikan Jenn sebagai Mama tirinya.
"Aduh Jenn, kenapa otakmu sekarang tambah tidak waras hanya karena ucapan seperti itu," gerutu Jennifer pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Jennifer melihat nama yang tertera di layar dan tiba-tiba jantungnya berdetak dua kali lipat.
"Thomas, ada apa dia menelponku?" gumam Jennifer memegang dadanya.
"Angkat, tidak, angkat, tidak! aahhh angkat aja deh!" seru Jennifer yang membuat orang yang berada di sana menatapnya dengan tatapan aneh.
"Apa lihat-lihat!" seru Jennifer kepada orang-orang itu.
Kemudian dia mengangkat panggilan dari Thomas.
"Halo Thom?" sapa Jenn sambil menetralkan degupan jantungnya.
"Halo Jenn, masih sibuk ya? maaf aku menelponmu di jam kerja seperti ini, aku cuma ingin mengatakan bahwa nanti malam kita ketemuan bisa? ehm maksudku kita membicarakan masama putriku, aku sudah sangat merindukannya? bisakah secepatnya aku bertemu dengan Lindsay?" ucap Thomas.
"Ehm, iya, baiklah, nanti kita bertemu di restoran kemarin," jawan Jennifer senang.
"Eh, gak apa-apa kok, gak ganggu juga, soalnya aku lagi gak sibuk," jawab Jenn.
"Baguslah kalau begitu sampai jumpa nanti malam, oh ya aku akan menjemputmu saja bagaimana, apa kamu tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak keberatan," jawab Jenn cepat.
"Baiklah Jenn, sampai jumpa" ucap Thomas mengakhiri teleponnya.
"Sampai jumpa Thom,"
Jennifer menaruh ponselnya di dadanya, wanita itu merasa sangat senang, seperti seorang remaja yang sedang kasmaran saja.
"Aku harus dandan maksimal," gumam Jennifer.
__ADS_1
Wanita itu berjalan ke arah mejanya sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa Jenn, dari mana saja?" tanya salah satu sahabat Jenn yang duduk di sebelahnya.
"Aku di suruh datang ke ruangan tuan Kenzo, memangnya kenapa?" ucap Jennifer sinis.
"Tidak apa-apa," jawab wanita itu yang kemudian fokus kembali pada komputernya.
Sedangkan di sisi lain.
Thomas yang berada di ruang kerjanya itu menatap sebuah foto yang berada ditangannya.
Foto dirinya bersama dua wanita cantik yaitu Sarah dan Lindsay. Thomas ingat foto itu di ambil ketika Lindsay sudah lulus kuliah dan pada waktu putrinya itu di wisuda.
Terpancar senyuman bahagia pada foto tersebut, tapi sekarang senyum itu lenyap begitu saja setelah Thom mengetahui perselingkuhan sang istri ketika itu.
Di sudut hatinya yang paling dalam masih tersimpan rasa cinta untuk Sarah, mereka hidup berumah tangga tidak sebentar. Sarah sudah menemani Thomah lebih dari dua puluh lima tahun.
Tapi Thom juga tidak menyangka selama menjalani biduk rumah tangga bersama Sarah ternyata wanita itu telah bermain api di belakangnya sudah sejak lama.
Thomas meremas foto itu, dia begitu merasakan sakit hati dan kekecewaan yang mendalam terhadap Sarah, wanita yang begitu dia cintai sepenuh hati dan ibu dari putri tunggalnya.
"Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku Sarah!! aku begitu mencintaimu tapi apa yang kudapatkan!!! sebuah balasan yang menghempas ku ke dasar jurang penuh duri tajam!! lihat saja Jason, Sarah kalian berdua akan menyesal!!" seru Thomas.
Di rumah Kenzo.
Lindsay yang saat itu berada di dapur dan akan membuat susu untuk dirinya sendiri karena baby Aaron sudah tidur.
Pyaaarrr ... !!!
Lindsay tiba-tiba menjatuhkan gelas yang dipegangnya. Hatinya merasakan perasaan yang tidak enak.
"Ada apa denganku, kenapa tiba-tiba aku memikirkan papa? apa yang telah terjadi sebenarnya? papa apa benar kamu telah berselingkuh dari Mama?" gumam Lindsay.
"Tapi kenapa hatiku terus memikirkan papa? mama apakah kamu baik-baik saja? aku harus menelepon Kenzo, dia harus secepatnya mengurus si Jennifer itu" ucap Lindsay berjalan menuju meja untuk mengambil ponselnya.
__ADS_1
Bersambung ...
Mohon untuk meninggalkan jejak ya akak2 reader 🥰🥰😍