
Happy Reading 😊
Sarah saat ini berada di dalam kamarnya yang berada di rumah Jason sang kekasih.
Wanita itu berteriak kesal karena mendapatkan penolakan tegas dari Thomas. Sarah membanting semua yang ada di hadapannya saat ini, wanita itu menyapu seluruh make up-nya di atasa meja rias dengan menggunakan lengannya.
BRAAAAkkkk!! suara benda berjatuhan memenuhi kamar itu.
Jason baru saja pulang ke rumah setelah mendapat kabar dari para pengawal nya bahwa Sarah sudah berada di rumah.
Pria itu segera menaiki tangga setelah mendengar suara ribut dari dalam kamarnya.
"Sarah, apa yang kamu lakukan?" seru Jason yang melihat kekasihnya itu terduduk di sofa kamar sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.
Pria itu masuk ke dalam kamar dan mendapati tempat itu sudah seperti kapal pecah saja, Jason berjalan ke arah Sarah dengan sangat hati-hati karena banyak benda berserakan di tempat itu.
"Kenapa kamu jadi seperti ini sayang? apa kamu menyesal telah memilihku dan hidup bersamaku?" Tanya Jason sambil menatap wanita yang di cintai nya itu.
Sarah mendongak dan menatap Jason dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Jason, maafkan aku," Ucap Sarah menunduk.
Pria itu langsung membawa Sarah ke dalam pelukannya. Rasanya sungguh sakit ketika melihat wanita yang di cintainya itu sedang tidak baik-baik saja.
Jason memang telah mengikat Sarah dengan segala cara meskipun dia tahu bahwa Sarah sudah mempunyai suami dan anak.
Tapi karena ke egoisnya, Jason malah membuat Sarah lebih terpuruk lagi, pria itu seakan tidak terima kalau Sarah mencintai suaminya itu.
Tapi beberapa hari ini Jason selalu melihat Sarah murung dan terlihat sedih, hidup bersamanya bukannya membuat Sarah bahagia, melainkan seperti merantai leher wanita itu dengan cintanya yang di paksakan.
Sarah menelusupkan wajahnya di dada bidang Jason, jujur hatinya saat ini memang memberontak. Dulu dia sudah mengkhianati sang suami yang begitu tulus mencintainya hanya karena nafsunya.
Nafsu yang begitu tinggi yang tidak bisa selalu dia salurkan akibat Thomas sibuk bekerja, ketika Thomas pulang pasti sudah dalam keadaan yang lelah dan akhirnya berakhir dengan tidur terlelap.
Bertahun-tahun dia jalani kehidupan dengan Thomas yang seperti itu, tapi kemudian Jason sang mantan kekasih datang dan menawarkan tubuhnya untuk menghangatkan ranjang Sarah.
Saat itu Sarah terbuai akan sentuhan dan kelembutan dari Jason, pria yang memang masih ada di hatinya.
Tapi sekarang dia telah menyesal, Sarah sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi meskipun dia mendapat kan sentuhan Jason setiap harinya, hati wanita itu terasa hampa.
__ADS_1
Jason bisa merasakan remasan kuat pada kemejanya itu.
"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu Sarah, aku sangat sakit saat melihat mu seperti ini, kalau kamu memang mau kembali kepada Thomas, maka aku akan melepaskan mu," Ucap Jason mencium pucuk kepala wanita itu.
Dia memang mencintai Sarah sangat dalam, tapi melihat wanita yang di cintai merasa tersiksa karena nya Jason juga sakit, mungkin dia akan melepaskan Sarah agar wanita yang dicintai nya itu bahagia.
"Jason, jujur aku juga sangat mencintai mu, kamu adalah pria pertama ku dan itu tidak akan pernah bisa terlupakan sampai kapanpun, tapi aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini, aku menemui Lindsay putriku yang selama ini telah mengalami banyak sekali cobaan dalam hidupnya, tiba-tiba aku merasa sangat bersalah padanya, Jason aku bukanlah ibu yang baik," Ucap Sarah mengeluarkan semua isi hatinya.
Jason menghela nafas berat, mungkin sudah saatnya dia harus merelakan cintanya itu untuk pergi.
Pria itu menangkup wajah Sarah dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya.
"Kembalilah bersama Thomas, aku tidak akan menjeratmu lagi, sudah cukup bahagia aku bisa bersamamu selama ini Sarah, mungkin saat ini sudah waktunya aku hidup sendiri tanpa cinta," Ucap Jason mencium bibir wanita di depannya itu.
Sarah bisa merasakan bagaimana tulusnya cinta Jason kepadanya, tapi hatinya memang tidak bisa di paksakan. Sarah mengakui bahwa dia juga mencintai Thomas.
"Tapi Thomas telah menolaku dan tidak ingin bertemu dengan ku lagi, apa yang harus ku lakukan?"
"Tenang saja, aku yakin Thom masih sangat mencintaimu," Jawab Jason membuat bibir sarah melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman yang syarat akan harapan.
###
Jennifer tersenyum menyambut kedatangan pria yang sudah membuat dunianya serasa jungkir balik itu.
Thomas memeluk Jenn tanpa rasa canggung padahal mereka berada di tempat umum.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," Ucap Thomas melepaskan pelukannya.
Rin yang saat itu keluar dari lobi perusahaan melihat Jennifer yang bersama dengan seorang pria yang begitu mempesona meski terlihat usianya jauh di atas Jennifer.
"Jadi itu yang bernama Thomas, pantas saja Jennifer jatuh cinta padanya, melihat penampilan Thom yang seperti itu tentu saja tidak akan ada yang mengetahui bahwa pria itu sudah memiliki seorang cucu," Batin Rin.
Jennifer masuk ke dalam mobil Thom setelah pria itu membukakan pintu untuknya. Sungguh hati Jenn merasa bahagia di perlakukan seperti itu.
Kemudian Thomas masuk dan menjalankan mobilnya pelan meninggalkan Benecdit Corp.
"Kamu mau mengajakku ke mana?" Tanya Jennifer yang saat ini sudah bergelanyut manja di lengan Thomas.
"Ke sebuah tempat yang masih aku rahasiakan," Jawab Thomas.
__ADS_1
"Kenapa harus di rahasia kan? Apa itu tempat yang sangat spesial," Tanya Jennifer lagi.
"Tentu saja spesial, kamu pasti akan senang kalau kita sudah sampai di sana, sayang apakah kamu bisa menebak kemana aku akan membawamu? Hemm?"
"Ke Mall, tempat yang romantis atau ke pantai?" Jawab Jennifer yang mendapatkan gelengan dari Thomas.
"Bukan, semuanya salah," Jawab Thomas terkekeh.
Jennifer mengerucutkan bibirnya karena Thomas seakan menertawai nya. "Sayang, jangan di gitukan donk bibirnya, aku kan jadi ingin mencium mu," Ucap Thomas melirik ke adah Jenn.
Sontak Jennifer langsung melotot kan matanya. Thomas yang melihat itu langsung meraup bibir Jenn sekilas dan kembali fokus ke arah depan.
Jennifer memukul lengan Thomas karena kelakuan nya yang seperti itu.
"Aduh sayang, kenapa di pukul, jadi sakitkan?" Ucap Thomas mengaduh seakan merasa sakit dengan pukulan Jennifer yang padahal tidak terasa sama sekali itu.
Otot lengan Thom yang besar dan kencang itu mana bisa merasakan pukulan dari tangan mungil Jennifer.
"Habisnya kami nanggung banget sih nyium nya," Jawab Jennifer.
Thomas langsung menepikan mobilnya ke sisi jalan.
"Jadi sayangku ini ingin ciuman yang gak nanggung?" Jawab Thomas langsung menangkup wajah Jennifer dan memangut bibirnya lembut, menyesapi rasa manis dalam bibir mereka masing-masing. Jennifer meremas kemeja Thomas saat pria itu semakin memperdalam ciuman nya. Hawa panas sudah menjalar di tubuh mereka.
Bahkan saat ini AC di mobil itu seakan tidak berfungsi lagi karena panasnya ciuman itu.
"Shit, aku tidak tahan," Ucap Thomas menarik Jennifer ke dalam panggkuannya dan memundurkan sedikit kursi kemudinya.
Jennifer terpekik karena Thomas melakukan hal itu. "Sayang apa yang kamu lakukan," Seru Jenn saat Thom menyikap bajunya.
"Sayang tubuhmu sudah membuat ku candu, aku tidak tahan bila berdekatan denganmu," Jawab Thomas dengan mata yang sudah berkabut.
Jennifer tersenyum mendengar nya. Thomas mengangkat tubuh Jenn dan menarik resleting celananya, Jenn membantu Thom menurunkan celana itu hanya sebatas lutut dan Thomas mengeluarkan senjata nya yang sudah berdiri tegak itu. Jenn memegang senjata Thomas, rasanya benar-benar asing saat Jennifer memegang milik Thomas yang besar dan berurat itu.
Thomas mengerang saat Jenn menggerakkan tangannya naik turun dan mengurutnya dengan lembut.
Bersambung...
Part selanjutnya on the way ya 😅😁🥰
__ADS_1