BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Sebuah Rencana


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mira dan Kevin beserta baby sitter Nana membawa King ke rumah sakit, terlihat gurat kekhawatiran di wajah Kevin dan Mira.


Saat ini dokter tengah memeriksa King, raut wajah Mira terlihat sendu, dia menatap datar putranya yang sedang berbaring di ranjang pasien itu.


"Sayang? pasti putra kita baik-baik saja" ucap Kevin yang melihat Mira seperti itu.


Mira tidak menjawab dan hanya tersenyum, sesaat dia mendapat kan panggilan di ponselnya.


"Sayang, aku akan mengangkat telepon dulu" ucap Mira.


"Baiklah," jawab Kevin tersenyum.


Kemudian Mira keluar dari ruang pemeriksaan untuk mengangkat teleponnya itu.


Kevin masih setia menunggu sang putra yang baru berumur beberapa minggu itu di periksa, setelah beberapa saat Mira kembai masuk ke dalam ruangan.


"Apa ada masalah?" tanya Kevin yang melihat Mira murung setelah dari luar.


"Tidak ada, apakah King sudah selesai pemeriksaan nya?" tanya Mira.


"Dokter baru memeriksa nya, sayang kamu tenang saja ya, pasti putra kita baik-baik saja" ucap Kevin memeluk Mira.


Mira membalas pelukan suaminya itu erat.


Setelah di periksa oleh dokter ternyata King hanya demam biasa, putra Kevin itu sangat kuat, dia jarang sekali menangis hebat, kalau sudah rewel itu artinya King sedang sakit atau demam.


Kevin dan Mira akhirnya pulang ke apartemen, setelah ikut mempersiapkan acara kejutan untuk Lindsay pagi tadi Mira belum istirahat sama sekali, begitu juga dengan Kevin.


Untung saja ini weekend, jadi Kevin tidak ke kantor dan ikut menemani istrinya dan juga mengikuti acara pengikraran janji suci Kenzo dan Lindsay.


"Sayang, istirahat lah, kamu kelihatan sangat lelah" ucap Kevin yang melihat wajah lesu Mira.


"Baiklah, aku mandi dulu kalau begitu" jawab Mira.


Kemudian Mira langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mira mengisi bathup dengan air hangat, dia memberikan aroma lavender pada air itu. Setelah di rasa cukup kemudian Mira masuk ke dalam bathup dan merendamkan dirinya.


Wanita itu terlihat memijit pelipisnya dengan jari-jarinya. Mendadak Mira merasa kepalanya samgat sakit.


"Aaww! kenapa sakit sekali, Tuhan tolong kuatkan lah aku!" ucap Mira.


Kemudian dia menenggelamkan kepalanya sampai tidak terlihat, setelah beberapa saat kepala Mira menyembul kembali, dia mengulangi itu berkali-kali sampai sakit kepalanya hilang.

__ADS_1


Sedangkan di luar kamar mandi Kevin merasakan ada sesuatu yang aneh terhadap istrinya, entah perasaan apa tapi jelas perasaan terhadap istrinya itu sangatlah tidak enak.


Pria itu merasa Mira agak pendiam setelah melahirkan, dia hanya terlihat tegar kalau di hadapan semua orang.


Tapi Kevin selalu mengamati sang istri pada waktu Mira memberi asi pada King, sering dia melihat Mira meneteskan air matanya.


Saat Kevin bertanya Mira selalu menjawab bahwa King menggigit put*ng nya kuat sehingga Mira menahan sakit.


Makadari itu Kevin hampir tidak pernah masuk kantor karena ingin bersama istrinya menjaga sang putra.


Mira tampak terlihat begitu semangat saat Kevin selalu bersamanya.


Kevin membuka baju dan celana panjang nya dan hanya menyisakan boxer nya saja, dia duduk di sofa sambil memainkah ponsel mengecek ulang laporan-laporan dari perusahaan.


Ponsel Mira di atas nakas berdering, Kevin yang mendengar dering hp itu langsung berdiri dan berjalan mengambil ponsel Mira.


Pria itu melihat siapa yang menelepon istrinya.


"Thalia" guman Kevin.


Kemudian dia meletakan ponsel Mira di nakas kembali, tidak ingin mengangkat nya karena menurut nya tidak penting juga.


Tidak lama setelah itu ponsel Mira bedering kembali. Kevin merasa sangat terganggu dengan panggilan itu, akhirnya Kevin mengangkat panggilan itu.


Pria itu menggeser tanda hijau dan menempelkan di telinga nya.


Kevin terperangah ketika mendengar kan  ucapan thalia, pria itu terkejut karena selama ini Mira tidak pernah bersikap aneh terhadap nya.


Hanya akhir-akhir ini saja dia merasa Mira terlihat berbeda.


Lalu apa yang baru dia dengar barusan? Perjanjian apa? Apa yang sedang di rencanakan Mira dan Thalia? Apakah Thalia mengancamnya?


Berbagai spekulasi muncul di otak Kevin.


"Halo Mira, apa kamu mendengarkan ku? Halo"


Tut ...


Kevin menutup panggilan dan meremas ponsel Mira kuat, sampai berbunyi 'kletek' mungkin ponpes Mira sudah retak bagian samping nya.


Kevin harus secepatnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa istrinya menyembunyikan sesuatu yang tidak dia ketahui, tapi dari ucapan Thalia barusan Kevin menyimpulkan bahwa kakak iparnya itu telah memfitnah dirinya.


Menginginkan Mira untuk menjauh dari Kevin, tidak, Kevin tidak akan membiarkan rencana Thalia berhasil.


Kevin mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Ikuti orang itu terus dan jangan sampai lolos, kamu hanya berugas memberikan informasi tentang nya saja" ucap Kevin di telepon.


Mira nampak keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya.


Kevin langsung mematikan panggilan telepon nya dan berjalan ke arah istrinya.


"Aaakkk Kevin apa yang kamu lakukan!!" seru Mira ketika Kevin menarik tubuhnya dan melemparkan ke atas ranjang.


Kevin menindih tubuh Mira dan mengunci pergelangan tangannya.


"Kevin, ada apa denganmu? kenapa kamu begitu kasar!"


"Ada apa dengan ku? bukankah pertanyaan itu yang seharusnya aku tanyakan padamu sayang? ada apa denganmu?? apa kamu selama ini menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Kevin dengan sorot mata tajam.


Glek ...


Mira menelan salivanya ketika melihat Kevin yang seperti itu. Apakah Kevin mencurigainya?


"Aku, aku tidak emmmm!!" Mira belum menyelesaikan perkataannya tapi Kevin sudah membungkam mulut Mira dengan ciuman.


Ciuman penuh hasrat yang menggebu, ciuman syarat akan makna kesakitan, Mira dapat merasakan itu.


"Please ... jangan menyembunyikan apapun dari ku sayang?" ucap Kevin setelah melepas kan ciumannya.


Terlihat kedua matanya memerah menahan air matanya yang akan jatuh. Mira menjadi tersentuh dan tidak tega melihat suami yang sangat di cintai nya seperti itu.


"Baik, baiklah aku akan bercerita, tapi tolong lepaskan tangamu sayang, ini sakit" ucap Mira.


Seketika Kevin langsung melepaskan cengkraman tangannya dari tangan istrinya itu.


Kevin memeluk tubuh Mira erat seakan tidak ingin melepaskan nya.


"Jangan pergi, jangan pernah pergi meninggalkan ku walau apapun terjadi, percaya lah padaku sayangku, aku akan membuktikan bahwa cinta ku hanya untukmu Mira istriku"


Deg, deg, deg.


Jantung Mira berdebar kencang.


Apa Kevin sudah mengetahui nya? Batin Mira.


Bersambung ...


Konflik yang sebenarnya 🤭🤭🤭


Nanti akan ada jawaban di bab selanjutnya ya.

__ADS_1


Maaf kalau ada typo, othor tangannya udah keriting soalnya🙏🏻😁😂


__ADS_2