BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Kisah di balik senyuman Inez


__ADS_3

Happy Reading 😊


Kenzo dan Lindsay memeluk nenek Rose bergantian. Memang sebelumnya Kenzo telah memberitahu neneknya kalau mereka akan datang. Rose adalah nama dari sang nenek yang sudah berusia 70 tahun lebih itu.


"Jadi ini istri mu Kenken?" tanya nenek Rose.


Kenken adalah nama julukan Kenzo sewaktu kecil, semenjak Mamanya menikah dengan papa Kenzo, mereka pindah ke kota Olympia dan menetap disana.


Kenzo kecil dulu sangat sering berkunjung ke desa ini. Tapi setelah dewasa dan bekerja di perusahaan besar, Kenzo sudah sangat jarang berkunjung lagi.


"Iya nek, dia adalah istri ku, namanya Lindsay" ucap Kenzo memperkenalkan istrinya itu.


"Wah, seperti nya aku akan mendapatkan cucu buyut ya?" ucap nenek Rose mengelelus perut Lindsay.


"Iya nek, kami juga ingin bisa segera menimang baby yang sangat lucu dan menggemaskan" ucap Kenzo.


Lindsay merasa senang karena nenek Rose terlihat begitu menyayangi nya. Terlihat dari tatapan mata yang teduh dan juga tangan sang nenek yang sedari tadi mengelus perut Lindsay.


"Sebaiknya kalian istirahat dulu, Amrita sudah menyiapkan kamar tamu untuk kalian" ucap nenek Rose.


Kenzo dan Lindsay mengaangguk.


"Baiklah nek, kita ke kamar dulu, sudah larut nenek juga harus segera istirahat" ucap Kenzo.


Kemudian mereka berlalu menuju kamar yang sudah di sediakan oleh Amrita seorang pelayan yang sudah puluhan tahun mengabdi kepada nenek Rose.


###


Saat ini Kenzo dan Lindsay sudah berada di atas ranjang dengan keadaan yang sudah polos.


Semenjak menikah Kenzo hampir tidak pernah absen untuk menengok calon baby-nya.


Wanita hamil memang terlihat lebih seksi dan hormon nya juga tinggi, Lindsay selalu tampil sensual dengan bentuk tubuhnya yang terlihat semakin berisi itu, membuat Kenzo selalu mabuk kepayang.


Kenzo menciumi seluruh tubuh Lindsay tanpa terlewatkan dari celah manapun, Lindsay begitu menyukai setiap sentuhan dari suaminya.


"Sayang, aku sangat menyukai tubuhmu ini, sungguh indah dan nikmat" ucap Kenzo mencium bibir istrinya.


Lindsay memegang dada Kenzo dan meremasnya kuat saat pria itu mulai memasuki nya perlahan.


Bleesss ... !!!


Tubuh mereka menyatu dengan suara erangan dari Kenzo. Pria itu kemudian menggerakkan tubuhnya perlahan.

__ADS_1


Mereka berdua benar-benar menikmati indahnya bercinta di kamar itu.


Dengan alunan merdu suara Lindsay yang menghiasi seluruh sudut kamar.


Di sisi lain.


Inez sedang berada di kamarnya memandangi sebuah bingkai foto yang berada di tangan nya.


Gadis itu membelai gambar yang memperlihatkan dirinya sedang tertawa bahagia bersama dengan seorang pria.


Inez terlihat menahan genangan air mata yang sudah akan keluar.


Sakit sekali rasanya, Inez meremah dadanya kuat dan akhirnya dia tidak bisa menahan butiran air mata yang sudah jatuh tanpa permisi.


"Kenapa kamu sekejam ini," ucap Inez menghapus air mata itu.


Kemudian dia meletakan bingkai foto itu di atas nakas. Perlahan gadis itu merebahkan tubuhnya dan mencari posisi tidur yang sangat nyaman.


Ingin melupakan segala kesedihan yang selalu mendera hatinya.


"Mudah-mudahan setelah bangun tidur esok aku bisa melupakan mu Troy" guama Inez menutup matanya.


Sinar mentari menyinari celah kamar Kenzo dan Lindsay. Mereka baru terlelap beberapa jam yang lalu menbuat dua mahluk yang masih bergumal dengan selimutnya itu tidak terganggu sama sekali.


"Apa mereka belum bangun?" Tanya nenek Rose kepada Inez.


"Mungkin saja nek, maklum pengantin baru" jawab Inez.


"Inez cepat bangunkan kakak sepupu mu itu, jangan sampai mereka melewatkan sarapan paginya" ucap nenek Rose.


"Biarkan saja nek, mungkin mereka masih kelelahan" jawab Inez sambil mengoleskan selai cokkat keju di atas roti tawarnya.


"Bilang saja kalau kamu malas untuk membangun kan mereka" ucap nenek Rose.


"Kalau mereka merasa lapar pasti akan keluar sendiri kok" jawab Inez menyuapkan roti tersebut.


"Cepat sana bangunkan kakakmu dulu baru makan lagi" nenek Rose memaksa.


"Ah baiklah, nenek ini cerewet sekali, tapi nenek harus berjanji untuk tidak pergi ke kebun lagi, nenek itu sudah tua sebaiknya istirahat saja di rumah, bukankah sudah ada yang mengurus nya juga" ucap Inez kemudian beranjak menuju kamar yang ditempati Kenzo dan Lindsay.


Nenek Rose hanya menggelengkan kepalanya melihat cucunya yang satu ini, Inez memang sangat cerewet, dia selalu menyuruh nenek Rose untuk berdiam diri di rumah tanpa harus ikut mengurusi perkebunan nya lagi.


Nenek Rose memang mempunyai sebuah peternakan dan perkebunan terbesar di desa tersebut.

__ADS_1


Nenek Kenzo dan Inez itu hanya mempunyai dua anak, yaitu Mamanya Kenzo dan papa dari Inez yang saat ini masih di luar negeri bersama sang mama.


Orang tua Kenzo telah meninggal sejak pria itu masih kuliah, jadi pria itu hidup sebatang kara di kota Olympia.


Inez dengan berat hati melangkah dan mengetuk pintu kamar tamu.


Tok, tok, tok!!


"Kakak, cepat bangun!! Nenek sudah menunggumu di meja makan!!" Seru Inez sambil terus menggedor pintunya.


Tidak lama Kemudian pintu itu terbuka menunjukan Kenzo yang masih bertelanjang dada dengan rambut yang basah.


"Ada apa Inez, bisa tidak mengetuk pintunya pelan!!" Ucap Kenzo menatap adik sepupunya itu.


"Kalau bukan karena nenek aku juga tidak mau mengetuk pintu ini, cepat pakai bajumu dan ajak Lindsay untuk sarapan, nenek sudah menunggu kalian sedari tadi" seru Inez kemudian berlalu meninggalkan Kenzo.


"Siapa sayang?" Tanya Lindsay yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Inez, nenek menyuruh kita untuk segera ke ruang makan dan sarapan" jawab Kenzo berjalan mendekati sang istri.


"Kalau begitu ayo kita segera sarapan" ucap Lindsay membalikkan badan menuju lemari pakaian.


"Tunggu sayang, sini cium dulu" Kenzo menarik Lindsay ke dalam pelukannya dan mencium bibir sang istri.


###


Inez menatap seorang pria yang sudah lama disukainya dengan tatapan syarat akan kesakitan.


Pria tersebut sedang menggandeng seorang gadis yang juga sangat dikenal oleh Inez. Kedua orang itu seakan merasa tidak bersalah terhadap gadis berusia 20 tahun ini.


"Apa kalian berdua sudah tidak punya hati lagi sampai tega menghancurkan sebuah tali persahabatan yang sudah lama kita jalin." Batin Inez.


Saat sang pria menoleh kebelakang dia melihat tatapan mata Inez dengan penuh kesedihan. Tapi pria itu harus melakukannya,, tidak ingin menyakiti sahabatnya.


Pria itu kemudian merangkul bahu gadis yang bersamanya tadi dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


Inez berusaha tegar, Troy pria yang sudah di kenalnya selama bertahun-tahun dan juga Elvina sahabat semasa sekolah di SMP hingga SMA, mereka berdua orang yang telah menghianati Inez.


"Kalian berdua memang pantas untuk bersama sebagai pasangan yang sudah menghianatiku" gumam Inez melanjutkan langkahnya menuju ke kebun milik nenek Rose.


Tidak ingin berlarut dalam kesedihan karean penghianatan mantan kekasih dan juga mantan sahabatnya itu.


Bersambung ....

__ADS_1


Maaf baru update ya akak2 reader 🙏🏻


__ADS_2