BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Penyesalan


__ADS_3

Happy Reading 🥺


"Hiks, hiks, ... " lirih suara tangis seorang wanita di dalam sebuah kamar. Meratapi nasibnya yang kini sudah menjadi seorang yang begitu menyedihkan. Bahkan sudah tidak pantas dia di sebut sebagai orang baik


Ya, dia adalah Lindsay, akibat kelakuannya yang menyebabkan meninggalnya seseorang, bukan orang yang di inginkan, tapi seorang pria yang disukainya, mengakibatkan dirinya menjadi di benci dan di musuhi oleh keluarga, teman bahkan semua orang.


Bahkan dia juga sudah di perkosa oleh Kenzo, pria yang dia anggap sebagai pelindung ternyata malah membuat dirinya semakin terpuruk dan tersiksa.


"Kenapa nasibku jadi seperti ini, hiks!" tangis Lindsay di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya itu.


"Maafkan aku Stuard, ampuni aku Kevin, Mira, aku tahu kesalahan ku tidak bisa untuk di maafkan!"


Lindsay membuka selimut itu, dia berdiri dan berjalan memunguti pakaiannya satu persatu, kemudian memakainya.


Wanita itu berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu. Kemudian Lindsay menghidupkan air untuk mengisi bathtub.


Dengan mata yang sembab karena menangis meratapi nasibnya yang tidak pernah berpihak pada nya itu Lindsay masuk ke dalam bathtub.


Merendamkan tubuhnya ke dalam air yang masih belum terisi penuh.


"Lebih baik aku mati menyusul mu, Stuard, aku tidak sanggup untuk hidup dalam penyesalan yang akan selalu mencekik ku seperti ini" ucap Lindsay pada dirinya sendiri.


Kenzo yang masih berada di luar rumah termenung, setelah menelepon Kevin tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak, Kenzo mengambil sebatang rokok dan menghisapnya kembali.


Entah kenapa dia merasa kasihan terhadap Lindsay, wanita yang telah dinodainya dengan paksa itu, melampiaskan seluruh amarah atas nama Mira.


Tidak seharunya dia melakukan tindakan itu bukan, Lindsay tidak pernah menyakitinya, bahkan wanita yang telah menjadi buronan itu memohon perlindungan dengannya tapi apa yang telah dia lakukan?


Kenzo menatap langit yang tidak nampak bintang diatas sana, tiba-tiba pikiran nya tertuju pada wanita yang telah di sakiti fisik dan mentalnya itu.


"Lindsay, apa aku terlalu keterlaluan terhadapmu?" gumam Kenzo.


Kemudian pria itu melangkah masuk ke dalam rumahnya, hatinya terketuk untuk melihat keadaan wanita itu.


Perlahan Kenzo membuka pintu kamar yang di tempati Lindsay, ingin melihat apakah Lindsay sudah tertidur atau belum.


Tapi pada saat dia sudah membuka dan matanya tertuju pada ranjang yang menjadi saksi atas kebrutalannya Kenzo tidak mendapati Lindsay di sana.


"Kemana wanita itu?" gumam Kenzo.


Kemudian pria itu masuk dan melihat sekeliling, Lindsay tidak ada, dia duduk di sofa dan menunggu keluarnya Lindsay dari dalam kamar mandi karena dia sangat yakin wanita itu di dalam sana.


Setelah menunggu beberapa menit pintu kamar mandi tak kunjung terbuka, mata Kenzo selalu tertuju pada pintu itu.

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan di dalam sana? kenapa lama sekali tidak keluar-keluar?" ucap Kenzo.


Karena perasaannya yang tiba-tiba menjadi tidak enak pria itu kemudian berdiri dan berjalan mendekat ke pintu.


Tok tok tok ...


"Linds, apa kamu sedang mandi? kenapa lama sekali?" seru Kenzo sambil mengetuk pintu itu.


Tidak ada jawaban dari dalam, karena rasa penasarannya Kenzo menyentuh handle pintu dan memutarnya.


"Tidak di kunci" Kenzo membuka perlahan pintu itu dan diapun memberanikan diri masuk kedalam.


"LINDSAY ... !!!" teriak Kenzo ketika melihat wanita itu sudah menenggelamkan dirinya didalam bathup.


Alangkah terkejutnya Kenzo melihat Lindsay yang mencoba untuk bunuh diri itu.


Dengan cepat pria itu mengangkat Lindsay dan membawanya ke sofa, membaringkan tubuh wanita yang sudah terlihat memucat itu.


"Linds, bertahanlah!!"


Kenzo sudah tidak mempedulikan bajunya yang basah, perlahan dia melakukan pertolongan pertama kepada seseorang yang sudah tenggelam.


Kenzo meletakan tangganya di dada Lindsay dan menekannya berkali-kali, karena tidak ada pergerakan sama sekali dari wanita itu kemudian Kenzo melakukan langkah kedua dengan cara memberinya nafas buatan.


Kenzo menjepit hidung Lindsay kemudian menempelkan mulutnya ke mulut wanita itu, memberinya nafas buatan karena detak jantungnya yang berhenti akibat air yang sudah masuk kedalam paru-parunya.


"Apa yang kamu lakukan Linds, jangan berbuat nekat seperti ini, maafkan aku!" Ucap Kenzo menyesal.


Tapi dia sedikit merasa lega karena Lindsay masih selamat. Tiba-tiba Kenzo merasakan tubuh Lindsay yang melemah.


"Linds, sadarlah!" seru Kenzo.


Karena melihat keadaan wanita yang hampir sekarat itu pingsan Kenzo segera melarikan Lindsay ke rumah sakit.


"Ku mohon bertahanlah"


###


Kevin menatap wajah Mira yang masih terlelap itu, dia menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik alami istrinya.


Menyentuh pipi chuby Mira dan mendekatkan wajahnya ke bibir sang istri. Cup, Kevin mencium bibir Mira sekilas.


Mira yang merasakan itu mengerjab kan matanya, perlahan dia membuka lebar mata yang terlihat membengkak itu dan menatap wajah bule tampan di hadapannya.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang" sapa Kevin tersenyum.


"Pagi, emmhh aku mau ke kamar mandi" ucap Mira kemudian beranjak dari tidurnya.


"Hati-hati sayang, biarkan aku membantumu" Kevin memapah Mira ke dalam kamar mandi.


Mira yang merasa tiba-tiba perutnya mual sudah tidak tahan. "Hoek, hoek!!" Mira memuntahkan isi perutnya yang kosong itu.


Hanya ada cairan bening keluar karena wanita itu memang tidak makan dengan teratur selepas kepergian Stuard.


"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Kevin khawatir.


Mira hanya menggeleng.


"Kita ke rumah sakit sekarang" Kevin yang tidak tega dengan kondisi Mira yang selalu muntah di pagi hari itu segera menelepon seseorang.


Padahal Mira sudah mengatakan kalau itu adalah hal wajar untuk wanita yang sedang hamil awak trimester pertama, tapi karena Kevin tidak tega dengan keadaan istrinya dia segera menggendong Mira dan menyuruh beberapa pengawalnya untuk mempersiapkan mobil.


Disisi lain ...


Kenzo menatap wanita yang terbaring lemah di ranjang kamar sebuah rumah sakit. Dengan infus menancap di pergelangan tangan wanita itu.


"Untung anda segera memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam, karena hampir saja paru-paru nya terisi penuh dengan air yang bisa menyebab fatal pada pasien" ucap seoang dokter yang telah menangani Lindsay.


"Bagaimana keadaanya sekarang dok?" tanya Kenzo.


"Istri anda sudah melewati masa kritisnya, jadi kita tinggal tunggu pemulihannya saja, nanti dua jam lagi saya akan mengecek kondisinya yang terkini" jawab sang dokter yang mengira bahwa Lindsay adalah istri Kenzo.


"Terima kasih dokter"


"Sama-sama tuan, saya permisi dulu karena ada pasien lain yang menunggu" ucap sang dokter.


Kenzo mengantarkan dokter tersebut keluar dari dalam kamar rawat Lindsay.


Saat akan masuk kembali ke dalam dia tiba-tiba melihat Kevin berjalan sambil mendorong sebuah kursi roda yang di duduki oleh Mira.


"Kevin dan Mira? apa yang telah terjadi? kenapa Mira memakai kursi roda? gumam Kenzo.


Pria itu membalikan badannya ketika Kevin melintas tidak jauh dari tempat Kenzo berdiri. Entah kenapa saat ini dirinya masih belum siap untuk menyerahkan Lindsay pada Kevin.


Jujur hatinya menjadi tidak tenang dengan keadaan wanita itu yang sudah nekat berbuat hal seperti itu.


" Maaf Kevin, aku belum siap untuk menyerahkan Lindsay padamu, ingin ku pastikan kesembuhan wanita itu dulu baru aku pikirkan lagi kedepannya" gumam Kenzo menatap punggung Kevin.

__ADS_1


Bersambung ....


Maaf masih banyak typo 🙏🏻 mohon dukungannya terus ya akak reader🥰


__ADS_2