BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Akhirnya


__ADS_3

Happy Reading 😔


Sejumlah polisi masuk ke dalam ruang rawat Lindsay dan menangkap gadis itu. Kenzo pun tidak bisa melakukan apa-apa, karena memang wanita itu sudah menjadi buronan polisi selama lebih dari 2 pekan.


"Segera ikut kami ke kantor polisi," seru salah seorang petugas.


"Tapi pak, keadaan nona ini sedang tidak sehat, bisakah anda memberi sedikit keringanan" ucap Kenzo iba melihat Lindsay yang hanya diam saja.


"Kami akan merawat nya di Rumah sakit kepolisian, jadi sekarang kita harus membawanya tuan, mohon kerja samanya"


Kenzo terdiam mendengar ucapan polisi itu, tangan Lindsay sudah di pakaikan borgol, wanita itu sama sekali tidak berontak.


Kemudian para petugas segera membawa wanita itu.


Seperti nya Lindsay sudah pasrah dengan keadaan nya, karena dia juga sudah menyesali semua perbuatannya itu.


Dengan masih sedikit lemas Lindsay berjalan digiring beberapa petugas dari kepolisian. Kenzo hanya bisa memperhatikan nya dari belakang tanpa bisa melawan.


Awalnya memang keinginan dia menyembunyikan Lindsay karena akan menyerahkannya pada Kevin, tapi entah kenapa setelah Kenzo melihat Lindsay yang ingin mengakhiri hidupnya dia menjadi merasa iba.


Setiap manusia pasti punya kesalahan, apabila dia telah menyesalinya kita juga patut untuk memberi nya kesempatan kedua.


Kevin yang saat sudah sampai di area pemakaman Stuard mendapatkan panggilan dari seseorang yang mengatakan bahwa Lindsay sudah tertangkap.


"Baiklah, aku akan ke kantor polisi setelah ini, terima kasih atas bantuan nya"


Tut ....


"Ada apa sayang?" tanya Mira.


"Lindsay sudah tertangkap sayang, kita nanti akan mendatangi nya di kantor polisi" jawab Kevin.


"Benarkah? dimana mereka menangkap Lindsay?" tanya Mira


"Para suruhan ku melihat dia berada di rumah sakit bersama Kenzo, karena aku tahu Kenzo yang telah menyembunyikan Lindsay selama ini, jadi informasi ini tidak sulit untuk di dapatkan"

__ADS_1


"Semoga saja Lindsay bisa menyadari semua kesalahannya, dan Stuard bisa tenang dalam tidur damainya, aku sangat bersyukur bisa bertemu orang seperti Stuard, mungkin orang itu memang di takdirkan menjadi penyelamat ku" ucap Mira menatap batu nisan yang bertuliskan nama Stuar itu.


Sebenarnya Kevin tidak terlalu suka Mira mengatakan itu, tapi memang itulah faktanya, pria bernama Stuard itu menjadi penyelamat hidup istrinya itu.


Entah bagaimana akhirnya kalau pria itu tidak mendorong Mira hingga akhirnya tubuhnya lah yang tertabrak mobil itu, mungkin saat ini Kevin lah yang akan menjadi gila karena kehilangan istri yang sangat di cintai nya itu.


"Aku juga merasa berhutang budi pada Stuard sayang, mudah-mudahan dia sekarang sudah tenang di alam sana karena dalang dari pelaku penabrakan itu sudah tertangkap" ucap Kevin memeluk istrinya dari belakang.


"Kalau begitu mungkin lebih baik kita pergi ke kantor polisi"


"Tidak, dari pagi kamu belum makan sayang, aku akan mengajakmu ke restoran dulu sebelum melihat keadaan Lindsay" jawab Kevin.


Kemudian Mira dan Kevin pergi dari Area pemakaman itu untuk ke restoran. Tidak pernah di bayangkan dalam hidup mereka akan mengalami kejadian yang seperti itu.


Di dalam mobil.


Kevin menatap istrinya yang sedari tadi hanya melihat ke arah luar jendela mobil. Kemudian pria itu mendekat dan menarik Mira ke dalam pelukannya.


"Istri ku yang cantik ini tidak boleh bersedih, ingat saat ini kamu sedang hamil keturunan ku, jadi jangan membuat mu terlalu memikirkan hal-hal yang bisa membuat keadaan drop, mengerti" ucap Kevin menasehati istrinya.


"Hiks, hiks aku sedih sekali, kenapa semua ini harus terjadi padaku, seandainya aku tidak bertemu Stuard pasti pria itu masih hidup sekarang" tangis Mira dalam dekapan suaminya.


"Sudahlah sayang, jangan bersedih dan menangis lagi, semua ini sudah terjadi dan ini adalah takdir kehidupan" Kevin selalu menasehati istrinya, dia tahu mood Mira selalu berubah-ubah, mungkin karena faktor kehamilan yang membuat nya seperti itu.


Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah restoran dan akhirnya mereka memutuskan untuk makan sebelum pergi ke kantor polisi


###


Lindsay menatap kedua orang di hadapannya itu dengan mata yang memerah, dia berusaha kuat untuk menahan air matanya agar tidak jatuh, tapi kenyataannya dia tidak bisa.


Luluh sudah air mata penyesalan itu, Lindsay menangis sesenggukan di hadapan pasangan suami istri itu.


"Maafkan aku Mira, Kevin, aku menyesal telah melakukan semua itu pada kalian" ucap Lindsay lirih.


Saat ini Kevin dan Mira sudah berada di kantor polisi, mereka di pisahkan kaca tebal dan hanya bisa komunikasi lewat saluran telepon yang telah di sediakan di tempat itu.

__ADS_1


Terlihat Lindsay menangis memohon ampun kepada kedua pasangan suami istri tersebut.


"Semoga Tuhan bisa memanfaatkan perbuatan mu Linds, dan bertaubatlah" ucap Mira.


"Lindsay tidak bisa berhenti menangis, berganti menatap mantan atasan sekaligus sahabat baiknya itu.


"Kevin, maafkan aku, aku menyesal, tolong jangan membenciku"


Kevin hanya diam tanpa menjawab, dia hanya menatap Lindsay dengan tatapan datar.


Setelah waktu yang di tentukan habis akhirnya Kevin dan Mira pergi meninggalkan Lindsay, bahkan Kevin tidak berucap apapun tehadap wanita itu.


Wanita yang dulu pernah dekat sekali dengannya, bukan sebagai pasangan kekasih melainkan sebagai sahabat dari masa kuliah sampai sekarang ketika sudah sama-sama bekerja.


Pov Lindsay


Aku tahu perbuatan ku tidak akan pernah bisa dimaafkan, tapi sekarang aku telah menyesalinya.


Mungkin kalau bukan karena rasa dendam itu hidupku tidak akan seperti ini, kini semua orang telah menjauh, bahkan orang tua ku tidak ada yang mau melihat ku disini, mungkin inilah balasan dari Tahun atas sikap khilafku yang mengakibatkan meninggalnya Stuard.


Stuard ku mohon maafkan lah aku, tolong beristirahat lah dengan tenang disana, aku sudah menyesali semuanya, hidupku sudah tidak ada artinya lagi.


Mungkin ini adalah hukuman Tuhan untuk ku, tidak ada keluarga, teman, bahkan orang yang menyayangiku.


Pov end.


Kevin merengkuh istrinya dalam pelukannya, Mira yang saat itu mereka lemas karena stres berat akhirnya pinsan di dalam mobil saat perjalanan pulang dari kantor polisi.


"Sayang, ada apa denganmu! Sayangku bangunlah!!" seru Kevin menepuk lembut pipi istrinya.


"Bertahan lah istriku, James cepat ke rumah sakit sekarang!!" seru Kevin pada supir nya.


"Baik tuan!"


Bersambung ...

__ADS_1


Maaf masih banyak typo 🙏🙏🙏


__ADS_2