
Happy Reading π
Jennifer melihat ketiga orang di depannya itu dengan tersenyum tulus. Seperti ada rasa bangga tersendiri di hatinya.
Lindsay, Thomas dan Kenzo yang masih setia menggendong putranya itu duduk bercengkrama dan saling melepas rindu.
"Maaf, aku harus pergi sekarang," ucap Lindsay kepada mereka.
Thomas menoleh ke arah wanita yang duduk di sebelahnya itu.
"Kamu mau pergi kemana Jenn, kita baru saja akan makan siang?" Tanya Thomas.
"Aku ada acara di tempat lain, jadi aku permisi dulu, nikmatilah makan siang kalian," Jawab Jennifer.
"Jenn, terima kasih ya," ucap Lindsay menatap wanita seusianya itu.
Jennifer tersenyum dan mengangguk.
"Aku juga minta maaf kepadamu Linds," ucap Jennifer.
"Sudahlah semua itu sudah berlalu, yang penting sekarang kita bisa berkumpul di sini juga berkat bantuan mu," ucap Kenzo.
"Kamu bawa mobilku saja," Thomas berucap.
"Tidak Thom, aku sudah di jemput oleh teman," jawab Jennifer menolak.
Dia merasa tidak enak kalau harus membawa mobil Thomas, wanita itu ingin menjauh setelah ini, jadi dia tidak mau berurusan dengan Thomas lagi.
"Baiklah, hati-hati Jenn, jangan lupa makan siang ya," ucap Thomas tersenyum.
"Dan juga aku mengucapkan banyak terima kasih padamu," ucap Thomas kemudian.
"Tidak masalah Thom, baiklah aku pergi dulu," ucap Jennifer.
Wanita itu berjalan keluar dari restoran dan menelepon seseorang. "Halo Rin, bisa jemput aku di restoran xx," ucap Jennifer kepada seseorang di sebrang telepon.
Jennifer berdiri di pinggir jalan yang tidak terlalu jauh dari area restoran sambil memainkan ponselnya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada sebuah mobil berhenti di depannya dan keluar seorang wanita berambut pendek melambai ke arahnya.
Jennifer berjalan mendekat dan langsung masuk ke dalam mobil wanita itu.
"Tumben kamu minta tumpangan, emang di mana mobilmu?" Tanya wanita berambut pendek itu.
Rambutnya bukan cuma pendek tapi memang sudah seperti rambut para lelaki yang di belah samping
__ADS_1
"Tadi aku bersama teman, karena sedang ada keperluan aku harus pergi dulu, makanya aku minta tolong padamu," ucap Jennifer menatap ke depan.
"Jangan bilang kalau kamu bersama Kenzo?"
"Aku tadi juga bersamanya," jawab Jennifer cuek.
"Apa? Jenn bukankah Kenzo sudah menikah? Jangan bilang kalau kamu mau jadi pelakor ya?"
"Ish tadinya aku memang mau merusak rumah tangga Kenzo, tapi sekarang aku berubah pikiran, lagian tadi juga dia bersama istrinya,"
"Huh, syukurlah kalau begitu,"
"Rin, aku mau tanya sama kamu," ucap Jennifer menoleh ke arah wanita yang bernama Rin itu.
"Mau tanya apa? Biasanya juga gak izin dulu kalau bertanya?" Jawab Rin terkekeh.
"Apa salah mencintai pria yang umumnya jauh di atas kita?" Tanya Jennifer ragu.
Rin menoleh ke arah Jennifer sekilas kemudian fokus kembali ke depan.
"Tidak ada yang salah Jenn, bahkan jika kamu mencintai pria yang jauh lebih muda darimu itu juga gak salah kok, yang salah itu kalau kita mencintai pria yang sudah beristri," jawab Rin.
"Iya aku tahu, gak usah nyindir juga ya,"
"Hahaha, salah sendiri siapa yang kemarin katanya pengen dapetin Kenzo," kawab Rin tergelak.
Tiba-tiba Rin menge-rem mendadak mendengar ucapan Jennifer.
"WHAT!!!" teriak Rin.
"Aduh Rin, bisa gak sih hati-hati bawa mobilnya, pake nge-rem mendadak segala," seru Jennifer.
Rin kembali melajukan mobilnya. "Apa aku tidak salah dengar Jenn? apa otakmu masih waras? apa tadi bangun tidur kepalamu ketimpuk benda, atau jangan-jangan kamu sudah menjadi gila karena di tinggal Kenzo menikah?" Rin memberondong pertanyaan pada Jennifer.
Jennifer mendengus mendengar pertanyaan dari Rin. "Kenapa kamu malah seakan mengejekku Rin, memangnya salah kalau aku menyukai pria seusia ayah kita?" tanya Jennifer.
"Yaya tentu saja kamu tidak salah Jenn, hanya saja kenapa bisa kamu menyukai pria yang tua? apa gak ada pria muda lain yang lebih kaya dan tampan?"
Jennifer hanya diam, dia juga tidak tahu kenapa dia bisa menyukai Thomas, tapi kalau menurut bayangan Rin bahwa pria yang di cintai ini sudah seperti bapak-bapak tua dengan perut buncit dan kepala botak Rin salah, Thomas pria matang berwajah tampan dengan body yang atletis, otot-otot di tangannya terlihat kencang dan macho. Dadanya bidang dan perutnya sixpack seperti roti sobek. Bahkan wajahnya masih terlihat muda.
Tidak tahu saja pria umur segitu memang semakin matang dengan segala pesonanya.
"Tapi sepertinya aku tidak akan meneruskan perasaan ini Rin, aku rasa Thom tidak tertarik padaku, jadi mana mungkin dia menyukaiku?" ucap Jennifer sendu.
Dia memang sempat mengira bahwa Thomas mau membuka hatinya saat pria itu menciumnya, tapi Jennifer salah, Thom mengira bahwa Jennifer adalah Sarah.
__ADS_1
"Hemm, apa kamu yakin dia tidak tertarik padamu?" tanya Rin.
"Entahlah Rin, Thom hanya menganggapku teman saja, makanya aku tidak mau terlalu jauh mencintainya."
Rin hanya diam dan fokus ke depan, dia masih belum paham akan cerita dari sahabat baiknya itu.
###
Setelah acara makan siang tadi Lindsay dan Kenzo pamit pulang karena Aaron rewel, sebenarnya Thomas ingin mereka tinggal di rumahnya, tapi sepertinya Kenzo tidak mau, pria itu hanya mengatakan akan sering mengunjungi Papa mertuanya bersama Lindsay dan Aaron.
Saat ini Thomas sedang berada di balkon kamarnya, pikirannya tiba-tiba tertuju pada seorang wanita.
"Jenn, kenapa aku memikirkannya?" gumam Thomas.
Pria itu mengambil cangkir berisi kopi panas buatan asistennya Ryan. Dia meminum kopi itu sambil matanya menerawang ke depan.
"Apa aku telepon dia saja? tapi apa yang akan ku katakan?" pria itu masih bergumam sendiri.
Thomas menyugar rambutnya ke belakang, kemudian pria itu beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah.
"Ryan, aku akan pergi sebentar," seru Thomas.
"Baik tuan," jawab pria yang hampir seumuran dengan Thomas itu.
Thomas memasuki mobilnya dan segera menancapkan gas, sepertinya pria itu akan pergi ke suatu tempat.
Setelah beberapa menit dia sampai di sebuah toko jewelry di pusat kota.
Thom keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke tempat toko perhiasan itu.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu? di toko kami di sediakan berbagai jenis perhiasan paling mahal di negara ini," pegawai jewelry itu menyambutnya.
"Tolong ambilkan aku beberapa kalung yang paling bagus dengan kualitas terbaik di toko ini," ucap Thomas pada pegawai itu.
"Baik tuan."
Thomas melihat beberapa kalung dengan butiran berlian yang indah.
"Ambilkan aku kalung ini," ucap Thomas setelah melihat-lihat berbagai jenis kalung itu.
Pegawai jewelry mengambilkan kalung dengan desain rantai yang di penuhi oleh butiran berlian itu.
*Pasti dia akan cocok memakainya, Jennifer aku ingin kamu menerima hadiah ini. Batin Thomas tersenyum.
Bersambung ....
__ADS_1
Nanti up lagi, maaf kalau agak membosankan, othor lagi galauπππ»*