BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Mati Rasa


__ADS_3

Masih tentang kisah Kenzo dan Lindsay ya akak2 reader 🥰


Happy Reading 😊


Lindsay menatap tidak percaya dengan dua orang di depannya ini. Yang tadinya dia merasa bahagia ketika mendengar Kenzo mengatakan bahwa pria itu hanya bersahabat dengan Jennifer, tapi entah kenapa tiba-tiba hatinya menjadi sakit saat Jenne mengatakan bahwa mereka sebentar lagi akan berpacaran.


"Jenn, apa yang kamu katakan?" Seru Kenzo melepaskan tangan Jennifer.


"Aku mengatakan yang sebenarnya kan, kalau sebentar lagi kita akan menjadi pasangan kekasih?" Ucap Jennifer melirik ke arah Lindsay.


Entah kenapa wanita itu mempunyai firasat bahwa Kenzo dan Lindsay saling berhubungan.


Tentu saja Jennifer tidak ingin Kenzo di miliki oleh wanita lain.


"Kita tidak ada hubungan apa-apa Jenn, jangan bicara omong kosong!" Seru Kenzo.


Dia benar-benar merasa bahwa Jennifer telah gila, Kenzo menatap Lindsay yang sudah berubah raut wajahnya.


"Ken jangan bilang kamu melupakan malam itu, malam saat kamu menciumku dan membuka seluruh pakaianku dan ...!"


"Ayo ikut aku!!" Seru Kenzo menarik tangan Jennifer dan membawa nya pergi dari hadapan Lindsay dan Inez.


Deg, deg, deg, Jantung Lindsay terasa sesak mendengar ucapan Jennifer.


"Sebenarnya apa yang dilakukan tuan Kenzo? Apa wanita itu calon kekasih nya?" Ucap Ineze menatap majikannya yang telah pergi itu.


"Entahlah Inez, aku tidak peduli!" Jawab Lindsay muram.


Sungguh dia benar-benar merasa sangat sakit ketika wanita itu mengatakan sesuatu yang tidak ingin dia ketahui.


Kenzo, pria itu ternyata sama saja, meniduri setiap wanita yang dekat dengannya. Aku telah salah menilai seseorang, Linds kuatkan dirimu, untuk apa kamu merasa sedih? Bukankah itu hak Kenzo untuk tidur dengan wanita manapun, ingat kamu bukan siapa-siapa dia, kamu hanya seorang wanita yang mengandung anaknya karena keterpaksaan! Batin Lindsay menguatkan dirinya.


"Linds, kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman, kamu baik-baik saja kan?" Ucap Inez menyentuh pundak Lindsay.


"Ah, tidak aku hanya merasa perutku tiba-tiba sakit sekali" jawab Lindsay memegang perutnya.


Dia meringis pura-pura sakit. Inez menjadi sangat khawatir.


"Ayo cepat kita periksa ke dokter!" Seru Inez.


Lindsay hanya mengangguk, kemudian Inez memapah wanita itu dengan sebelah tangan nya keluar dari restoran itu.


Sedangkan Kenzo menarik tangan Jennifer dan membawanya ke parkiran Mall.


"Kenzo!! Ada apa denganmu!!" Seru Jennifer.


"Apa yang kamu ucapkan tadi Jenn, jangan bilang kalau kamu ingin aku jadi kekasih mu?"


"Iya, itu benar! Aku ingin kamu menjadi kekasih ku, asal kamu tahu bahwa selama ini aku sudah jatuh cinta padamu Kenzo!!" Jennifer berteriak.


Kenzo membelalakan mata nya tidak percaya mendengar pengakuan itu. Jadi selama ini dia telah salah menilai bahwa Jennifer benar-benar tulus ingin bersahabat dengannya.

__ADS_1


Terlepas dari malam itu yang mereka berdua sama-sama sedang tidak sadar dan hampir melakukan hubungan badan, Kenzo dan Jennifer memang dekat dengan sewajarnya.


Tapi apa ini, sekarang dia benar-benar tahu bahwa ternyata wanita itu mencintai nya.


Mempunyai perasaan lebih terhadap nya, Kenzo benar-benar bingung saat ini, tiba-tiba pikiran nya tertuju pada Lindsay.


"Maaf Jenn, tapi aku tidak bisa untuk mencintaimu karena aku sudah mencintai wanita lain!" Ucap Kenzo kemudian pergi meninggalkan Jennifer di tempat parkir.


"Kenzo, apa wanita tadi uang kamu maksud!!"


"Lindsay, ya nama wanita itu adalah Lindsay! Lihat saja aku tidak akan berhenti sampai disini, ku pastikan bahwa kalian tidak akan pernah bisa bersatu!!" Guman Jennifer mengepalkan kedua tangannya.


###


Kenzo kembali ke restoran itu untuk mencari Lindsay dan Inez, tapi saat sudah masuk ke dalam restoran Kenzo tidak menemukan mereka.


Pria itu kemudian mengambil ponsel di sakunya dan menelepon Inez.


Berdeing, tapi panggilan itu tidak diangkat. Kenzo berjalan sambil menelepon Inez kembali, tapi pada saat pria itu mendatangi meja yang sempat di duduki oleh kedua wanita itu, Kenzo mendengar suara ponsel berbunyi.


"Sial, bukankan itu ponsel nya Inez!!" Kenzo mengambil Hp Inez yang tertinggal di atas meja.


Kemungkinan Inez lupa membawa ponselnya saat meninggalkan restoran tadi. Dengan bergegas Kenzo langsung pergi menuju villa menggunakan taksi karena tadi pada waktu ke Mall dia menggunakan mobil Jennifer.


Setelah menempuh waktu 35 menit Kenzo sampai di depan pintu gerbang yang dijaga oleh dua satpam.


"Selamat siang tuan Kenzo" sapa kedua satpam itu.


Kedua satpam itu saling berpandangan.


"Mereka belum kembali tuan" jawab salah satu satpam itu.


"Belum kembali? Kemana mereka pergi?" Ucap Kenzo khawatir.


Akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam villa. Kenzo tidak kembali ke kantor karena merasa khawatir dengan keadaan Lindsay.


"Kemana kalian pergi" gumam Kenzo yang duduk di sofa.


Pria itu gelisah tidak menentu, dia berdiri dan berjalan mondar mandir di ruang tamu.


Sampai lewat 1 jam dia menunggu tapi belum ada tanda-tanda kepulangan Lindsay dan Inez.


Hingga satu jam kemudian terdengar suara mobil masuk ke pekarangan, sontak Kenzo langsung berlari menuju ke pintu dan membuka nya.


Yang tadinya matanya berbinar mendengar mobil Inez pulang tapi kemudian dia mengubah raut mukanya ketika melihat Inez yang keluar dari dalam mobil sendiri dan terlihat gelisah.


"Inez, dimana Lindsay?" tanya Kenzo.


Inez terlihat ketakutan dan menunduk.


"Jawab aku Inez!!"

__ADS_1


"Kakak, anu ... anu ... !"


"Apa? dimana Lindsay?" tanya Kenzo yang kali ini menjadi datar dan dingin.


"Kakak, Lindsay, dia ... dia menghilang," ucap Inez terbata karena takut.


Kenzo membelalakan matanya, kemudian dia langsung menarik tangan Inez untuk masuk ke dalam mobil.


"Cepat katakan, kalian dari mana saja dan kenapa Lindsay bisa menghilang!"


"Tadi aku membawa Lindsay ke rumah sakit karena dia mengeluhkan perutnya, tapi setelah sampai di rumah sakit Lindsay meminta izin untuk pergi ke toilet, tapi setelah beberapa lama dia tidak kembali, aku khawatir terjadi apa-apa dengan nya, saat aku periksa di toilet dia sudah tidak ada" jawab Inez pasrah.


"Shiit!!"


Kenzo memukul kemudi, kemudian dia menghidupkan mesin mobil dan melaju menuju rumah sakit tempat Lindsay menghilang.


"Kenapa kamu begitu ceroboh!" seru Kenzo masih menahan emosi.


"Kakak, maafkan aku" jawab Inez menunduk.


Kenzo meremas setir mobilnya, sungguh dia begitu khawatir dengan keadaan kondisi wanita itu.


"Kita suruh periksa cctv yang ada di rumah sakit" ucap Kenzo.


"Tadi aku sudah meminta nya kak, tapi pihak rumah sakit tidak memberi izin" jawab Inez.


Kenzo tidak peduli, dia tetap akan datang dan memeriksa cctv di rumah sakit tersebut.


Lindsay, maafkan aku. Batin Kenzo.


Sedangkan di sebuah tempat yang terletak tidak jauh dari rumah sakit itu.


Lindsay tampak menutup matanya dan membaringkan dirinya di ranjang sebuah kamar. Ya saat ini wanita itu sedang berada di kamar hotel.


Lindsay telah memantapkan hatinya untuk pergi jauh dari kehidupan Kenzo, tiba-tiba ada rasa egois yang menyelimuti hatinya.


Biarkan dia pergi bersama anak yang di kandung nya, Lindsay tidak mau hanya menjadi wanita penyewa rahim.


Menyewakan rahimnya untuk mengandung anak dari pria yang tidak menginginkan nya. Tidak, Lindsay bukan wanita seperti itu, dia punya hak penuh atas anak yang di kandung nya.


Biarlah Kenzo mempunyai anak dari kekasihnya, karena Lindsay masih punya hati.


Mungkin hatinya setelah ini akan beku, tidak mau terlibat dengan masalah perasaan terutama Cinta, cukup sudah dia selalu tidak bisa mendapatkan pria yang di cintai nya.


Pertama Kevin, kedua Stuard dan kali ini Kenzo, Lindsay sadar akan perasaan nya terhadap ayah dari anak yang di kandung nya itu. Tapi kali ini dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


Lindsay sudah berubah, dia tidak mau menjadi pelakor atau wanita yang merebut pria lain. Biarlah kali ini dia mengalah membiarkan cinta nya mati bersama kepergian nya.


Semua belajar dari pengalaman hidupnya. Tidak akan ada lagi rasa cinta di hatinya setelah ini.


Bersambung ...

__ADS_1


Udah nyesek belum kak🙏🤭


__ADS_2