BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Terkejut


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mentari pagi menyinari celah jendela kamar sebuah hotel, Lindsay terbangun dari tidurnya karena merasakan sebuah cahaya hangat menyinari wajahnya.


Wanita itu mengerjabkan matanya dan seketika dia terbangun, Lindsay memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing, dia menoleh ke samping di mana tempat itu di tempati oleh Kenzo semalam.


Kosong.


Lindsay meraba tempat itu, lalu tiba-tiba dia seketika duduk dan terkejut. Kenzo tidak ada, apakah tadi malam semua itu hanyalah ilusi.


Lindsay membuka selimut nya dan ternyata dia tidak memakai sehelai benang pun, wanita itu tersenyum. Ternyata dia tidak sedang bermimpi.


Lindsay bangkit dari tidurnya membungkus tubuhnya dengan selimut, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Wanita itu menyalakan shower dan mengatur airnya agar sedikit hangat. Setelah beberapa saat dia selesai membersihkan diri dan mengambil bathrobe lalu memakainya.


Lindsay keluar dari dalam kamar mandi, matanya tertuju pada sebuah bungkusan kotak berwarna biru tua dengan pita hitam di atas nya yang terletak di atas ranjang.



Wanita itu perlahan mendekati ranjang dan mengambil kotak itu, matanya berbinar saat membuka dan melihat sebuah gaun berwarna abu-abu cantik dan di dalamnya terselip sebuah surat.


'Setelah kamu membuka kado ini pasti langsung tersenyum, ada sebuah gaun untuk wanita hamil, setelah mandi pakailah gaun itu dan keluarlah menuju lantai 2 hotel ini.'


Lindsay tersenyum saat dia membaca note tersebut, kemudian wanita itu mengambil gaun khusus untuk nya dan menempelkan lekat pada tubuhnya.


"Untuk apa Kenzo melakukan ini? sebaiknya aku segera memakai gaunya, pasti dia sedang menunggu ku di lantai dua" gumam Lindsay tersenyum.


Kemudian dia segera memakai gaun itu dan ternyata sangat pas sekali di badannya.



Lindsay berputar ke kiri dan ke kanan, memperhatikan penampilan nya yang terlihat sangat cantik itu di depan cermin.


"Gaun nya cantik sekali" ucap Lindsay memandang dirinya di cermin.


Lalu kemudian dia berjalan menuju pintu dan keluar dari dalam kamar. Lindsay masuk kedalam lift dan memencet tombol angka dua, dengan hati yang berdebar-debar Lindsay menggosok tangan nya yang terlihat berkeringat itu.


Sedangkan sebelumnya ...


Kenzo pergi ke sebuah apartemen, waktu menunjukkan pukul 5 pagi.


Teettt, teeett ...


Kenzo menekan bel berkali-kali sampai akhirnya pintu itu terbuka, terlihat seorang gadis muda dengan pakaian tidurnya membuka pintu itu.


Kenzo menatap ke arah dalam apartemen seperti sedang mencari seseorang.


"Maaf tuan, siapa anda dan sedang mencari siapa?" tanya wanita itu.


"Aku mau bertemu dengan tuan Kevin dan Nona Mira, apa mereka sudah bangun?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Tuan Kevin sudah bangun, tapi nona Mira baru saja tertidur sehabis memberi Asi pada tuan muda King, masuklah tuan, nanti akan saya panggil kan" ucap Nana baby sitter nya King.


Kenzo pun masuk kedalam apartemen itu dan duduk di sofa.


"Oh ya, tuan namanya siapa? nanti kalau tuan Kevin bertanya aku bisa jawab?" tanya Nana.


"Bilang saja Kenzo sang asisten datang" jawab Kenzo.


Nana mengangguk, kemudian dia pergi ke lantai atas menuju ke kamar majikannya.


Tok,tok,tok ...


Nana mengetuk pintu ...


Ceklek ... Kevin membuka pintu itu sambil menggendong putranya King yang baru saja terlelap.


"Ada apa Nana?" tanya Kevin.


"Ada tamu untuk anda tuan Kevin, namanya Kenzo sang asisten" ucap Nana sedikit mengingat nama dari tamunya.


"Kenzo? untuk apa pagi buta seperti ini dia datang kemari?" gumam Kevin.


Kemudian Papa muda itu memberikan King pada Nana untuk di tidur kan di box nya.


Kevin berjalan menuruni tangga dan melihat seorang pria yang sudah lama bekerja dengannya itu.


Kenzo berdiri menyambut kedatangan atasan nya itu.


Kenzo terlihat sangat gugup, dia ingin mengatakan yang sebenarnya pada Kevin bahwa dialah yang selama ini sudah mengeluarkan Lindsay dari penjara.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu tuan Kevin" ucap Kenzo.


Kevin duduk di sofa single, dia menatap wajah Kenzo yang terlihat gugup itu.


"Ada apa?" tanya Kevin dengan tatapan tajam.


Kenzo tampak menarik nafas dalam-dalam, kemudian dia mulai menata hatinya dan apa yang akan dia hadapi setelah mengatakan yang sebenarnya pada Kevin.


"Aku akan menikahi Lindsay karena aku mencintainya dan juga anak yang di kandung Lindsay adalah calon anaku" ucap Kenzo.


Kevin masih terdiam.


"Apakah kamu akan memecatku tuan?" tanya Kenzo karena tidak mendapatkan balasan apa-apa dari Kevin


Kevin mengela nafas.


"Aku sudah tau" jawab Kevin.


Kenzo mengerutkan dahinya mendengar jawaban dari Kevin.


"Apa maksudmu tuan Kevin?" tanya Kenzo penasaran.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah tahu bahwa anak yang di kandung Lindsay adalah anakku? atau perihal bahwa aku telah menyembunyikan Lindsay selama ini?" lanjutnya.


"Ya aku sudah tahu semuanya, bahwa kamu telah menyembunyikan tahanan itu dan juga anak yang di kandung nya!" jawab Kevin tajam.


Kenzo sedikit tercengang.


"Jadi boleh kah aku menikah dengan Lindsay dan kami bisa hidup bersama?" tanya Kenzo.


"Tidak boleh!!" seru sebuah suara dari lantai atas.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Kevin yang melihat Mira sudah menuruni tangga itu.


"Kenzo, aku tanya padamu? apakah kamu serius dengan Lindsay?" tanya Mira menatap tajam mata Kenzo.


Pria itu menatap wanita yang pernah ada di hati nya itu, diapun tersenyum melihat Mira yang sudah bahagia dengan Kevin dan juga baby King sebagai pelengkap keluarga mereka.


Kali ini sudah saatnya Kenzo juga merasa kan bahagia bersama orang yang ada di hati nya sekarang.


"Tentu saja aku serius dan aku sangat mencintai Lindsay" jawab Kenzo tegas membuat Kevin dan Mira tersenyum tipis.


Sebenarnya selama ini Kevin sudah tahu semuanya, dia melakukan penyelidikan tentang Kenzo dan Lindsay, dan sempat Kevin akan melaporkan Kenzo karena hanya orang itu yang selama ini di curigai, tapi Mira melarang nya.


Istri Kevin itu malah mencabut semua tuntutan dan laporan untuk Lindsay, bahkan Mira sudah meminta izin Ayah Stuard dan mendapatkan persetujuan.


Kembali ke hotel dimana Lindsay sudah sampai di lantai dua dan langsung keluar dari dalam lift. Lantai dua itu adalah sebuah ballroom yang biasa untuk disewa dalam rangka acara pernikahan atau perayaan pesta-pesta perusahaan.


Mata Lindsay membulat sempurna ketika melihat banyaknya taburan bunga mawar pink yang indah.


Di ujung sana ada seorang pria yang sudah menunggu nya dengan membawa sebuket bunga mawar pink cantik posisi membelakangi nya.


Tiba-tiba tangan Lindsay disentuh seseorang dan di bimbing untuk berjalan ke arah pria itu.


"Mira" gumam Lindsay saat melihat Mira yang berjalan lebih dulu darinya sambil menarik tangan Lindsay lembut.


Mira menoleh dan tersenyum, dia membawa Lindsay pada pria itu. Lindsay menjadi sangat bingung, kenapa jadi seperti ini. Pria itu membalikkan badan dan menyerahkan sebuket bunga pada Mira.


"Kevin!!" Lindsay begitu terkejut ketika melihat pria yang di depan nya itu adalah Kevin.


Jantung Lindsay berdebar kencang, jujur dia masih takut dengan suami dari Mira itu.


Mira mengambil buket bunga itu dari tangan suaminya dan menyerahkan pada Lindsay.


"Bawa bunga ini ke ruangan itu" ucap Mira tersenyum sambil menunjuk ke sebuah pintu ruangan yang ada di ballroom itu.


Lindsay sedikit gemetar mengambil bunga dari Mira.


*Ya Tuhan, apa ini rencana Kenzo? apakah dia mau menjebaku lagi! Batin Lindsay.


Bersambung ...


Akak Reader boleh Q&A ya?

__ADS_1


Bisa tanya apa saja nanti aku jawab🤭🤭🥰🙏🏻*


__ADS_2