BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Jennifer


__ADS_3

Happy Reading 😊


Jennifer menatap sebuah bingkai foto di ruang kerjanya, wanita itu tersenyum sinis sambil berlinang air mata, dia tidak pernah menyangka bahwa pria yang sudah lama di cintai nya menikah dengan wanita lain.


Ya foto itu adalah foto dirinya dan Kenzo, di ambil memakai kamera depan milik Jennifer.


Kemudian wanita itu mencetaknya dan menaruh foto jadi itu di bingkai foto.


"Apa yang harus aku lakukan padamu Ken, kenapa kamu begitu tega menghianati ku, apa kurangnya aku!!!" Jennifer meremas rambutnya.


"Aku tidak akan tinggal diam dengan penghianatan ini! aku harus melakukan sesuatu" gumam wanita itu.


Jennifer merasa dirinya terhianati oleh Kenzo, padahal selama Kenzo tidak pernah menganggap Jennifer sebagai orang yang spesial di hidupnya. Kenzo hanya menganggap nya sebagai sahabat.


Tapi Jennifer merasa bahwa Kenzo selama ini sudah menyambut perasaannya.


Dia benar-benar merasa sakit hati karena Kenzo memilih wanita lain. Siapa sebenarnya wanita yang di inginkan Kenzo?


Wanita itu sungguh penasaran dengan siapa Kenzo melabuhkan hatinya. Apalagi ternyata selama ini pria itu telah mempunyai seorang anak.


Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, Jennifer masih berada di kantor dan belum beranjak pulang.


Setelah siang tadi dia mendapat penolakan dengan tegas dari Kenzo, sampai malam ini Jennifer belum pulang ke rumah, padahal kantor sudah tutup sejak jam 5 sore tadi.


Jennifer beranjak dari duduknya, dia berjalan menuju pintu ruangan-nya dan keluar, wanita itu melihat sekeliling, sudah kosong dan tidak ada satupun.


Hanya ada beberapa penjaga dan satpam yang bertugas untuk menjaga perusahaan.


Terlihat wajah yang sembab dan rambut panjangnya yang sudah tidak rapi itu.


Jennifer berjalan ke arah lift, dia memencet tombol menuju lantai paling atas, setelah perempuan itu masuk tiba-tiba ada seseorang yang menahan pintunya.


"Kenzo!" seru Jennifer ketika melihat siapa orang yang masuk ke dalam lift.


"Kenapa kamu masih di kantor Jenn? bukankah tidak ada kerjaan yang harus di lemburkan?" tanya Kenzo yang sudah ikut masuk ke dalam lift itu.


"Aku ada kerjaan kok, lagian juga kenapa kamu masih di kantor?" tanya Jennifer melirik ke arah Kenzo.


"Ada dokumen yang tertinggal di meja kerja, dan aku harus mengambilnya" jawab Kenzo tanpa menatap wanita itu.


"Siapa wanita yang kau nikahi Ken? apa lebihnya dia dari pada aku?" tanya Jennifer.

__ADS_1


Kenzo menatap wanita itu, dia menjadi sedikit waspada dengan Jennifer karena takut kalau wanita itu akan bertindak nekat.


"Istri ku wanita yang sangat spesial di hatiku, jadi tentu saja dia tidak ada bandingannya, yang jelas aku sangat mencintainya." Jelas Kenzo.


Jennifer benar-benar merasakan sakit di sudut hatinya, tiba-tiba wanita itu menarik lengan Kenzo dan berusaha memeluk pria itu.


"Jennifer, jangan seperti ini!!" seru Kenzo menolak pelukan dari Jennifer.


"Kenzo, aku akan menerima kenyataan ini bahwa kamu sudah menikah, tapi jangan menghindariku, please!!! aku juga mau kamu jadikan simpanan saja!" ucap Jennifer.


"Kamu benar-benar sudah gila ya Jenn, jangan membuat ku memutuskan persahabatan kita!" seru Kenzo memencet tombol pintu lift untuk keluar.


Jennifer terlihat lemas dan tangannya bergetar hebat, dia benar-benar merasa telah di acuhkan dan di tolak mentah-mentah oleh Kenzo.


"Aku harus merusak kebahagiaan rumah tangga kalian, aku tidak akan membuat istri mu tentang Kenzo, lihat saja!!" gumam Jennifer mengepalkan tangannya.


###


Beberapa hari ini Jennifer telah menyidiki siapa sebenarnya istri Kenzo karena pria itu memang sengaja tidak memperkenalkan istrinya ke publik.


Tapi berkat membayar seseorang akhirnya Jennifer sudah tahu siapa wanita yang di nikahi oleh Kenzo.


"Lindsay Hillary, jadi istri Kenzo adalah mantan sekretaris dari tuan Kevin, hemm menarik sekali!" gumam Jennifer.


"Baiklah aku akan menjalankan misiku, tentu saja tidak akan melibatkan tuan Kevin, tapi aku akan menggunakan cara yang lain" ucap Jennifer menyeringai.


Kemudian wanita itu terlihat mendial nomer di ponsel nya dan menghubungi seseorang..


"Halo, nanti jam 12 bisa kita ketemuan di restoran xx?"


"Aahh baiklah, mumpung aku tidak ada jadwal, kita bisa ketemu" jawab seseorang di sebrang telepon.


"Bagus kalau begitu, sebelumnya terima kasih" jawab Jennifer.


"Kalau begitu sampai ketemu nanti di restoran xx" ucap pria itu menutup panggilan teleponya.


Jennifer tersenyum puas, dia harus bisa bertemu dengan orang ini karena rencananya akan di mulai saat itu juga.


Kenzo baru saja menghubungi Lindsay, dia hanya memastikan anak dan istrinya itu baik-baik saja.


Pria itu sungguh merasa khawatir akan kenekatan Jennifer yang bisa kapan saja membahayakan keluarga nya.

__ADS_1


"Aku harus menyewa pengawal untuk Lindsay dan Aaron!" gumam Kenzo.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan Jennifer sudah berada di sebuah restoran yang sudah dia pesan untuk bertemu dengan seseorang.


Wanita itu duduk di kursi paling sudut dan sedang memainkan ponselnya.


"Maaf nona, apakah anda nona Jennifer?" sapa seorang pria yang sudah berumur Lima pulah tahunan itu.


Jennifer mendongak dan melihat pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah.


"Iya tuan, saya Jennifer" jawab Jennifer sambil menjabat tangan pria itu.


"Silahkan duduk tuan Hillary, saya akan memesankan minuman untuk anda" ucap Jennifer Kemudian.


"Baiklah nona," jawab Pria parih baya itu.


"Anda menyukai minuman apa tuan Hillary?" tanya Jennifer sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ehm, panggil saja Thomas, aku juga belum terlalu tua, hahahaha," jawab pria itu tergelak.


Jennifer tampak tersenyum menyeringai.


Boleh juga nie orang tua, ternyata dia hot juga, aku rasa di balik jas dan kemejanya itu masih tersimpan dada bidang dan perut yang six pack. Batin Jennifer memandang Thomas.


"Tuan Thomas Hillary, mana aku berani memanggil mu seperti itu," ucap Jennifer menunduk malu.


Hemmm gadis yang cantik dan menarik. Batin Thomas.


"Tidak apa-apa, nanti juga terbiasa kok, ah ya pesankan aku minuman dingin saja" jawab Thomas memandang Jennifer dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Baiklah tuan eh Thomas" jawab Jennifer tersenyum.


Kemudian mereka pun membicarakan masalah kerja sama yang di ajukan oleh Jennifer, tapi sepertinya tuan Thomas lebih tertarik dengan wanita di depan nya ini ketimbang rencana kerja sama yang akan mereka lakukan.


"Jenn, bisa tidak kalau nanti malam ikut menemani ku ke sebuah tempat, aku butuh teman yang pintar seperti mu?" tanya tuan Thomas.


Jennifer memandang tuan Thomas dan tersenyum sambil mengangguk.


"Tentu saja tuan, akan ku bantu sebisaku" jawab Jennifer.


Bersambung ....

__ADS_1


Ceritanya lebih fokus ke masalah Lindsay dan Kenzo dulu ya akak Reader, soalnya ini juga mendekati end, jadi permasalahan satu persatu akan di ulas tuntas.


Jangan lupa like, vote ,rate ⭐⭐⭐⭐⭐ 5 dan juga komentar nya ya 😍😍😘🥰🥰🥰🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2