
Happy Reading 😊
Jennifer saat ini sedang berada di ruang kerjanya, wanita itu sedari tadi tersenyum sendiri mengingat kegiatan yang dilakukannya bersama sang kekasih tadi malam.
Ya, Thomas dan Jennifer saat ini sudah menjadi pasangan kekasih, bahkan Thomas mengiginkan untuk tinggal di rumah Jennifer karena memang wanita itu hanya tinggal sendiri.
Orang tua Jenn sudah meninggal karena kecelakaan Lima tahun yang lalu, Jenn sempat tinggal bersama bibinya di luar kota, tapi wanita itu kembali lagi ke kota itu dan menempati rumah kedua orang tuanya.
Jenn sudah mandiri dari kecil, dia bukan dari keluarga yang kaya raya, hidup Jenn masih jauh di bawah Kenzo yang lebih kaya tentunya.
Maka dari itu Jenn terus bekerja keras agar bisa hidup dengan baik. Thomas sepertinya akan menjual rumahnya yang mewah itu, rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati bersama Sarah dan Lindsay.
Banyak sekali kenangan yang ada di sana, tapi semua kenangan itu menjadi sebuah kenangan yang sangat menyakitkan untuk Thomas.
Rin melihat Jennifer yang sedang melamun dan tersenyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri? apa tadi malam kamu kesambet setan?" tanya Rin yang memang bekerja di devisi yang sama dengan Jennifer itu.
Jennifer pagi tadi membawa mobil Rin ke apartemen nya dan langsung menitipkan kunci mobil kepada security. Setelah itu dia berangkat bersama Thomas dan di antar ke kantor.
"Enak aja kesambet setan, yang ada aku bakalan ngamuk donk kalau kesambet. Aku lagi senang dan bahagia Rin," jawab Jennifer.
"Cie yang lagi bahagia tapi gak ngajak temen," sindir Rin.
Jennifer hanya terkekeh. "Kali ini aku gak bakal ngajak kamu karena aku gak mau berbagi."
"Huh, kalau yang senang-senang gak pernah berbagi, giliran susah maunya teman juga ikut susah," ucap Rin mengejek.
Jennifer tergelak mendengar ucapan Rin.
"Kalau aku cerita nanti kamu bakalan marah Rin," ucap Jennifer memandang laptop nya.
"Memangnya mau cerita apa? kenapa aku harus marah?"
"Ehm gimana ya? aku juga bingung mau cerita, sebenarnya ini tentang Thomas," jawab Jennifer malu.
"Siapa Thomas?" tanya Rin penasaran, sepertinya dia pernah mendengar nama itu.
__ADS_1
"Papa mertua Kenzo, aku dan Thomas udah jadian," jawab Jennifer.
"What!!! kamu gila Jenn!!' seru Rin terkejut.
"Jangan berisik Rin," ucap Jennifer melihat sekeliling dan mendapatkan tatapan tajam dari kepala devisi.
"Gila ya kamu Jenn." lirih Rin kemudian.
"Aku memang sudah gila Rin, Thomas membuat ku gila, entah kenapa rasanya begitu bahagia saat aku bersamanya," jawab Jennifer.
Rin hanya melotot mendengar jawaban sahabatnya itu. "Seharusnya mertua Kenzo itu sudah tua kan? apa kamu jadi sugar baby-nya?"
Jennifer menimpuk kepala Rin dengan kertas. "Thomas memang sudah tua, tapi wajahnya masih sangat muda dan tampan, kalau kamu lihat pasti bakalan langsung suka, apalagi kalau sudah lihat dada bidangnya," ucap Jennifer membayangkan tubuh Thom yang atletis dan gagah itu.
"Bahkan aku rela untuk menjadi sugar baby-nya Thom seumur hidup, tapi sebagai istrinya."
Rin hanya menepuk jidatnya melihat sahabatnya yang menurutnya sudah gila ini. Rin belum tahu saja seperti apa Thomas itu.
"Kalau aku jadi kamu mending nyari yang masih muda Jenn, kalau memang kamu sudah ingin menikah seharusnya bisa cari pria yang tidak seumuran dengan Ayah kita."
"Rin, aku sudah jatuh cinta dengan Thomas, begitu pun dengannya, cinta tidak dapat di paksakan kepada siapa kita memberikan cinta, buktinya dulu aku memberikan cintaku pada Kenzo tapi ternyata dia hanya menganggapku sahabat nya saja," jawab Jennifer.
"Eh bapak Tomi, kami tidak mengobrol kok, hanya bertukar pendapat saja," jawab Rin.
Pria tua yang bernama Tomi itu melotot tajam ke arah Jennifer dan Rin membuat nyali kedua wanita itu menciut.
Gara-gara membicarakan soal Thomas mereka jadi mendapatkan teguran. Rin dan Jennifer kembali fokus kepada komputer nya, sedangkan Rin masih penasaran dan akan meneror Jennifer dengan banyak pertanyaan.
###
Thomas saat ini berada di perusahaan miliknya yang bernama Hillary Corporation, perusahaan itu memang belum sebesar Benecdit CORP, tapi Thomas membangun sendiri dari nol perusahaannya itu.
Thomas sedang memeriksa berkas-berkas penting di ruang kerjanya. Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk.
"Masuk," seru Thomas.
Seorang wanita muda berparas cantik masuk ke dalam. "Tuan ada Nyonya Sarah di luar ingin bertemu dengan anda," ucap sekretaris Thomas.
__ADS_1
"Jangan biarkan dia masuk ke ruanganku," jawab Thomas kembali menatap berkas-berkas itu.
Thomas memang melarang Sarah masuk ke perusahaannya bahkan dia sudah memberi peringatan kepada para karyawannya. Jadi seluruh penjaga akan menghadang kalau mantan istri atasannya itu datang.
"Tapi dia memaksa tuan, saat ini Nyonya Sarah sedang di amankan Security, katanya dia ingin berbicara hal penting dengan anda," ucap sekretaris itu lagi.
Thomas mendesah kasar, mau apa lagi mantan istrinya itu menemuinya kembali, rasanya saat ini pria itu sudah muak dengan Sarah.
"Lila, bukankah sudah ku katakan pada kalian kalau aku tidak mau wanita bernama Sarah itu masuk ke perusahaan ku lagi, apa kamu tidak mendengar nya!" Seru Thomas kepada sekretaris nya itu.
Wanita bernama Lila itu sedikit terkejut mendapatkan kemarahan atasan nya, padahal setahu Lila dulu Sarah dan Thomas adalah pasangan yang serasi sebelum masalah perselingkuhan itu menyebar ke seluruh karyawan.
"Baik tuan, akan saya usir dia," Jawab Lila membungkuk lalu pergi dari hadapan Thomas.
Thomas memijit pelipisnya, sungguh dia benar-benar tidak tahu apa yang di inginkan Sarah.
Apakah wanita itu belum puas menyakiti hati Thomas? Tiba-tiba dari arah luar pintu terdengar suara keributan.
BRAAKK!!
Pintu ruang kerja Thomas terbuka dan pria itu sudah tau siapa yang membuat keributan itu. Sarah masuk di ikuti dua Security dan Lila di belakangnya mencoba menahan Sarah.
"Maaf Nyonya, anda tidak boleh masuk!" Seru Lila menahan lengan Sarah.
"Kalian berani sekali mencegahku, apa kalian lupa siapa aku ini! Hah!!" Seru Sarah. Lila sedikit mundur karena Sarah sudah mengayunkan tasnya.
Thomas hanya menyaksikan semua itu dengan tatapan yang dingin.
"Thomas, aku ingin bicara padamu!!" Seru Sarah yang sudah mendekat ke arah mantan suaminya itu.
"Kalian semua keluar," Perintah Thom kepada ketiga orang tersebut.
Sarah tiba-tiba berlutut saat semua orang sudah pergi dari ruangan itu.
"Thomas, tolong maafkan aku, aku sangat menyesal, aku ingin kembali bersamamu, Thom aku berjanji akan meninggalkan Jason, please!!" Ucap Sarah.
"Aku tidak akan pernah memaafkan semua perbuatan mu Sarah, aku juga tidak sudi untuk kembali bersamamu, luka di hatiku sudah terlanjur dalam, jadi jangan pernah berfikir untuk kembali bersamaku lagi," Ucap Thomas berdiri dan meninggalkan Sarah yang masih berlutut itu.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf apabila masih banyak typo🙏🏻🙏🏻🙏🏻