
Happy Reading 😊
Pov Author
Kenzo mengambil sebuah kotak di sakunya, dia sudah mempersiapkan benda itu berhari-hari yang lalu, sebuah cincin berlian yang dia beli khusus untuk wanita yang saat ini ada di hadapannya.
Perlahan pria itu membukanya di hadapan Lindsay, tampak raut wajah terkejut saat Lindsay melihat benda itu, sambil menutup mulutnya tidak percaya.
Jujur Lindsay merasa jantungnya berdetak kencang seperti baru saja lari maraton seakan jantungnya mau lompat dari tempatnya.
"Will you marry me, Lindsay?" ucap Kenzo mengambil cincin berlian itu.
Lindsay masih nampak terkejut dan bingung, tapi kemudian wanita itu menatap dalam ke arah mata Kenzo.
Mencari sebuah kebenaran disana, mata itu menatap penuh cinta dan artinya memang Kenzo benar-benar mencintai Lindsay.
"Aku, aku tidak mau Ken," jawaban Lindsay membuat Kenzo menutup matanya.
Merasakan seluruh aliran darah nya seakan berhenti. Sesak sekali saat Lindsay menolak pria itu.
Kenzo sudah menyiapkan dirinya ketika dia menerima penolakan nanti. Sebenarnya dia sangat ingin wanita di depan nya ini mau menerima nya meskipun dengan alasan untuk anak mereka.
Tapi Kenzo sadar bahwa dia juga tidak bisa memaksa kehebatan wanita itu. Biarlah dia mendapat kan balasan atas perbuatannya.
Kenzo hanya ingin Lindsay tidak membencinya, hanya itu saja. Pria itu membuka matanya kembali, berusaha menyembunyikan air matanya yang akan keluar.
Pria itu tersenyum menatap wanita yang telah mengandung anaknya itu. Lindsay menatap mata Kenzo dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Baiklah, tidak apa-apa, aku tahu bahwa aku tidak pantas untuk mu, maaf kan aku Lindsay" ucap Kenzo menarik kembali tangannya.
Saat akan mengembalikan cincin berlian itu tiba-tiba tangannya di tahan.
"Bukan itu maksudku" seru Lindsay.
Kenzo menaikan salah satu alisnya.
"Lalu?" tanya pria itu.
"Aku ingin sebuah lamaran yang romantis, dengan di iringi alunan musik dan juga penuh dengan bunga-bunga yang indah, bukan lamaran di tempat tidur seperti ini" jawab Lindsay membuat Kenzo berhasil mematung.
Apakah ini artinya Lindsay menerima lamaran ku? batin Kenzo.
"Baik, baiklah Linds, aku akan menyiapkan lamaran yang romantis sesuai keinginan mu, jadi itu artinya ... ?"
__ADS_1
"Yes, i Will Ken," jawab Lindsay mengangguk dan tersenyum.
Hati Kenzo seakan di taburi bunga yang banyak, tidak terbayang ternyata Lindsay menerima lamarannya.
"Terima kasih, terima kasih karena telah menerima ku" ucap Kenzo menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
Lindsay tersenyum dan membalas pelukan itu, diapun merasa seakan tidak percaya bahwa pria itu juga mencintai nya.
Ya, Lindsay juga mencintai Kenzo, rasa cinta tumbuh seiring dengan rindunya terhadap pria itu.
Menginginkan selalu bersamanya di setiap malam, dan menemaninya ketika dia tidur, sungguh perasaan yang sangat manusiawi yang dirasakan oleh Lindsay.
Kenzo melepaskan pelukannya, perlahan dia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir manis Lindsay.
Lindsay pun membalas ciuman itu, merakan sentuhan satu sama lain, perlahan Kenzo menurunkan ciuman itu menuju tengkuk Lindsay.
Wanita itu mengerang saat Kenzo memberi tanda kissmark disana. Kenzo melepaskan ciumannya. Dia mengembalikan cicin berlian itu ke tempatnya di kotak kecil berwarna merah itu.
"Aku akan memberikan ini saat melamar mu nanti" ucap Kenzo tertawa memperlihatkan kotak cincin itu.
"Ken, aku mau bertanya padamu?" ucap Lindsay.
"Ada apa sayang, apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Kenzo.
"Kenapa diam saja sayang? katanya tadi ada yang ingin ditanyakan?" ucap Kenzo saat melihat Lindsay yang hanya diam saja.
"Ehm, bagaimana caranya kamu bisa menemukan ku di hotel ini?" tanya Lindsay tidak berani menatap pria di depannya itu.
"Gimana caranya ya? mungkin hanya feeling aja karena hati kita sudah terikat satu sama lain jadi akhirnya aku bisa menemukan mu di sini" jawab Kenzo membelai pipi Lindsay.
Saat ini posisi mereka masih berada di atas ranjang saling berhadapan.
"Aku serius Ken!" seru Lindsay.
"Iya, aku serius sayang, entah apa yang membawa ku kesini, firasat ku mengatakan bahwa ibu dari anak ku ini ada di dalam hotel ini, dia sedang bersembunyi dari pangeran nya" jawab Kenzo membelai pipi Lindsay yang terlihat lebih berisi itu.
Padahal itu hanya gombalan Kenzo, sebenarnya dia melihat cctv di rumah sakit dan mengetahui kemana arah Lindsay pergi.
Kemudian dia mencari dari satu hotel ke hotel yang lain dengan membawa foto Lindsay yang waktu itu langsung di kenali oleh resepsionis hotel itu.
Kenzo pun beralasan bahwa istrinya sedang marah dengannya dan kabur dari rumah dengan kondisi yang sedang hamil.
Tentu saja itu langsung membuat resepsionis hotel itu langsung percaya pada Kenzo dan langsung memberikan kunci duplikat kamar yang di tempati oleh Lindsay.
__ADS_1
Lindsay pun hanya diam dengan jawaban Kenzo yang sungguh tidak masuk akal itu.
"Sayang, berjanjilah padaku untuk tidak pergi lagi, aku tidak mau kehilangan mu dan anak kita, sebentar lagi aku akan menikahi mu dan kita akan tinggal bersama, membesarkan anak kita berdua, dan menghasilkan banyak anak-anak lagi agar rumah kita menjadi ramai" ucap Kenzo memegang tangan Lindsay kemudian mengecup nya.
Lindsay tersenyum.
"Aku tidak pernah menyangka jalan hidup kita Ken, dulu yang awalnya aku tidak terlalu menyukai mu, sampai kamu menyelamatkanku dari kejaran para polisi, lalu kejadian di waktu itu saat kamu melakukannya padaku, sampai akhirnya kamu menyelamatkan ku dengan cara mengeluarkan ku dari penjara, sungguh sebuah anugerah aku mengenal mu Kenzo," ucap Lindsay dengan mata sendu.
Kenzo memeluk Lindsay lagi lebih erat.
"Jujur sayang, alasan ku melakukan hal itu padamu adalah karena rasa benci ku, aku tidak suka saat itu kamu hampir saja mencelakakan Mira, tapi kemudian aku merasa sangat bersalah, rasa bersalah itu kemudian menjadi rasa yang ingin melindungi mu ketika aku mengetahui bahwa kamu menerima kehadiran bayi kita, dan aku tidak pernah menyesal melakukan hal itu sayang, karena dengan adanya calon baby kita, aku bisa menemukan wanita yang selama ini kucari" ucap Kenzo panjang lebar.
Mereka berdua sama-sama mencurahkan segala isi hatinya masing-masing.
Kenzo mencium kening Lindsay, kemudian kedua matanya, kedua pipi cubby nya dan terakhir bibir manis Lindsay.
Sama-sama saling mencurahkan rasa rindu yang selama ini tertahan, membelai, memangut sampai akhirnya mereka berdua telah membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh mereka masing-masing.
Kenzo begitu bernafsu ketika melihat tubuh indah Lindsay, dengan perut buncitnya itu dia terlihat semakin seksi.
"Aku akan melakukan nya dengan lembut dan hati-hati sayang," ucap Kenzo dengan mata yang sudah berkabut menahan gairah.
Lindsay hanya mengangguk dan tersenyum. Dia juga sudah begitu merindukan sentuhan dari Kenzo.
"My Baby, papa datang sayang" ucap Kenzo mengarahkan senjatanya dan langsung melesakkan tanpa hambatan.
Lindsay mengadahkan wajahnya sambil memejamkan mata saat merasakan benda asing memasuki tubuhnya.
Perlahan Kenzo menggerakkan tubuhnya hati-hati karena takut calon baby-nya kenapa-napa.
"Naikan temponya sayang" ucap Lindsay yang sudah tidak sabar dengan tempo lambat Kenzo. Maklum hormon ibu hamil menginginkan yang lebih mungkin.
Kenzo pun menurut dan menaikan tempo permainan nya.
Dan akhirnya malam itu menjadi malam kedua bagi mereka.
Bersambung ...
Bonus gambar Kenzo dan Lindsay saat menikah nanti.
Sampai jumpa di part selanjutnya, up nanti malam see you akak2 reader 🥰😍
__ADS_1