BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Terkuak


__ADS_3

Happy Reading 😔


Mira pergi ke sebuah hotel dimana dia telah ada janji temu dengan seseorang, dia terlihat berdiri di depan sebuah kamar yang telah di janjikan itu.


Ceklek ...


Thalia membuka pintu dan langsung memeluk sang adik.


"Aku sangat merindukan Mira," seru Thalia.


Mira membalas pelukan itu dengan tersenyum, kemudian mereka sama-sama melepaskan pelukannya.


"Aku juga sangat merindukanmu kakak" ucap Mira.


"Masuklah, aku akan membuatkanmu minuman" ucap Thalia menyuruh Mira duduk di sofa yang ada di kamar itu.


Mira pun menurut, dia berjalan menuju sofa dan duduk di sana. Thalia terlihat membereskan sesuatu yang tadi dia pakai dan membuangnya ke tempat sampah.


"Apa itu kak?" tanya Mira heran.


Thalia terlihat sangat gugup ketika Mira bertanya.


"Itu bukan apa-apa, hanya obat depresi yang masih tetap aku konsumsi" jawab thalia berusaha tenang.


Tapi Mira terlihat tidak percaya, dia melirik ke arah tempat sampah itu.


"Aku ingin ke kamar mandi kak" ucap Mira.


"Baiklah, silahkan" jawab Thalia tersenyum.


Mira berjalan dan membuka pintu kamar mandi, sungguh indah kamar mandi di hotel itu. Diapun masuk ke dalam dan membuka tas nya.


Mira terlihat mengambil sebuah kamera yang ada di dalam tasnya dan meletakkan nya di sisi sudut kamar mandi yang bisa mengambil gambar dari arah sana


"Mudah mudahan rencana ku ini berhasil" gumam wanita itu.


Thalia terlihat menghubungi seseorang.


"Nanti kalau obatnya bereaksi kamu harus cepat datang ke kamar ini, dan kita akan menjalankan rencana B" ucap Thalia.


"Baiklah, aku juga sudah bersiap-siap"


"Bagus, kali ini pasti berhasil"


Tut ...


Thalia cepat-cepat mematikan panggilannya, diapun tersenyum sinis.


Mira keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Thalia yang sedang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


Tampak gadis itu menutup pintu kamar mandi hati-hati, Mira tidak menutup rapat agar kamera itu bisa mengambil gambar dari dalam kamar mandi.


"Baiklah, kita sekarang akan membicarakan masalahku dengan Kevin, kamu tahu sendiri kan kalau aku dan Kevin masih saling mencintai, dan kamu juga sudah berjanji akan melepaskan Kevin untuk ku?" tanya Thalia.


Mira tersenyum mendengar pertanyaan Thalia.


"Tapi aku berubah pikiran kak, sepertinya aku tidak akan melepaskan Kevin padamu karena rasa cinta ku pada Kevin lebih besar dan aku akan memperjuangkannya" jawab Mira.


Thalia terkejut mendengar jawaban Mira.


"Bukankah kamu sudah berjanji Mira? untuk apa kamu mempertahankan Kevin kalau pria itu tidak benar-benar mencintaimu? yang di cintai Kevin adalah aku," ucap Thalia serius.


Dia tidak menyangka kalau ternyata Mira mengingkari janjinya.


Apakah Mira sudah curiga terhadap nya. Thalia tidak akakn menyerah begitu saja.


" Tapi apakah kamu akan bahagia bersama Kevin? ingat Mira Kevin hanya menjadikan mu pelarian saja"


"Tapi sekarang Kevin adalah suamiku jadi aku berhak untuk mempertahankan nya." Ucap Mira.


Tiba-tiba Thalia merasa pusing, dia memegang kepalanya yang terasa sangat sakit itu.


"Aaakkk sakit sekali!!" seru Thalia.


Mira yang melihat kakaknya seperti itu pura-pura bersimpati.


"Ada apa kak? apakah kakak sakit? apa perlu kita kerumah sakit?" tanya Mira.


Thalia masih memegang kepalanya yang memang terasa sangat sakit. Mira berjalan ke arah Thalia ingin membantunya nya. Tapi tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seseorang masuk ke dalam.


"Ada apa ini?" ucap seorang pria yang baru saja masuk itu.


"Tuan Fredy, tolong bawa kakak saya ke rumah sakit," ucap Mira pada pria yang tahu.


"Aakk kepalaku sakit sekali, Mira apa kamu sengaja." ucap Thalia menunjuk Mira.


"Tidak, aku tidak melakukan apapun!" seru Mira.


"Tuan dia memberikan ku obat untuk depresi, tapi ternyata bukan obat deperesi!" ucap Thalia.


"Baiklah sepertinya ini adalah masalah yang serius, aku akan membantu mu asalkan kamu mau menerima tawaran ku?" ucap fuan Fredy.


Mira semakin terkejut mendengar ucapan tuan Fredy itu.


"Tolong, sakit sekali!!" teriak Thalia benar-benar merasa kasitan.


Mira dan tuan Fredy terkesiap.


"Dia ingin membunuhku tuan, cepat tolong aku!!" seru Thalia menahan sakit.

__ADS_1


"Baiklah, sebentar aku akan menelepon seseorang," ucap tuan Fredy.


Dia terlihat menelepon dan berbicara sebentar, kemudian tuan Fredy mendatangi Mira yang bingung harus berbuat apa itu, Mira merasa bahwa kakaknya itu sudah sangat keterlaluan.


Bahkan dengan terang-terangan Thalia memfitnah nya.


Tidak lama kemudian datang lah seseorang membawa peralatan medis.


"Aku tidak kuat lagi!!!" seru Thalia.


"Tolong lah dok, jangan sampai kakakku kenapa-napa" ucap Mira memohon.


Biar bagaimanapun Thalia tetaplah saudaranya.


Dokter itu mengangguk dan berjalan ke arah Thalia yang sudah terbaring lemah di atas tempat tidur sambil terus menjabak rambutnya.


"Seperti nya nona ini baru saja meminum racun yang cukup berbahaya," ucap sang dokter.


"Lalu apa yang harus kita lakukan dok?" tanya tuan Fredy.


"Untuk sementara aku memberinya obat penawar racun tapi tetap saja nona harus segera di bawa kerumah sakit" ucap sang dokter kemudian pamit pergi.


Thalia sudah terlihat agak tenang setelah di suntik oleh sang dokter.


"Apa yang akan kita lakukan?' tanya Mira.


"Aku akan melapor mu ke polisi atas tuduhan menyebabkan seseorang menjadi sakit dan nyawanya hampir tidak tertolong." ucap tuan Fredy.


Mira menatap orang berumur di depannya itu.


"Aku tidak terima kalau dia bebas begitu saja" lirih Thalia masih terpenjam.


"Nona Mira, maukah kita bekerjasama?" ucap tuan Fredy.


"Aku tidak mau tuan, karena aku tidak bersalah, bukan aku yang meracuni kakak, dia yang meminum rancun itu sendiri!" seru Mira beranjak akan pergi.


"Kalau begitu jangan salahkan kami kalau semua bukti mengarah padamu, tapi kalau kamu merasa bersalah aku akan bicara negosiasi yang bagus untuk kita" ucap tuan Fredy.


Benar-benar rencana murahan, apa kalian kira aku bisa di peralat dengan seperti itu. Cih ternyata kalian berdua benar-benar orang tidak punya hati.


Sedangkan disisi lain ...


Kevin nampak memandang bangunan hotel di depan nya itu. Dia merasa sangat tegang dan kahawatir akan istrinya yang berada di dalamnya.


"Kamu pasti bisa sayang" gumamnya.


Kemudian Kevin keluar dari dalam mobil dan menghubungi seseorang.


Tidak lama setelah itu datang beberapa orang dengan berpakaian yang sama!" ayo kita masuk kedalam hotel itu.

__ADS_1


Bersambung ....


Maaf kalau alurnya gak nyambung 🙏🙏🙏😁😁😁


__ADS_2