BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Welcome to the world (King)


__ADS_3

Happy Reading 😊


Kenzo keluar dari rumah Jennifer dan langsung masuk ke dalam mobil nya.


Entah kenapa tiba-tiba pikiran Kenzo tertuju pada Lindsay. Wanita itu seakan membuat dia terikat dengan sesuatu, tapi apa? Kenzo tidak tahu.


"Lindsay, Sedang apa dia? apa kamu sudah tidur Linds?" Gumam pria itu.


Kemudian Kenzo menstater dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi keluar dari pekarangan rumah itu.


Saat ini yang di inginkan Kenzo adalah pergi menemui Lindsay di villa. Entah apa yang ada di benak pria itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Udara menjadi semakin dingin, angin malam di sertai butiran salju turun menutupi kaca depan mobil Kenzo.


Diapun menghidupkan windscreen wipper untuk membersihkan kaca depan mobil. Kenzo harus menempuh 40 menit untuk sampai ke villa.


Lindsay yang sudah terlelap tiba-tiba merasakan sesuatu di perutnya. Seperti ada sebuah tangan yang begitu dingin menyentuh dan membelai perut buncitnya itu.


Wanita itu perlahan membuka matanya, dia merasa bahwa sentuhan itu sangat nyata, Lindsay membuka selimut yang menutupi tubuhnya itu.


"Tangan siapa ini?" gumam wanita itu melihat ke dalam selimut.


Tiba-tiba Lindsay merasakan hembusan napas mengenai tengkuk dan telinga, karena rasa penasaran itu diapu berusaha membalikan tubuhnya.


Tidak mungkin kan Inez masuk ke dalam kamarnya dan tidur di samping nya.


Saat Lindsay sudah terlentang dan menoleh ke arah samping begitu terkejut nya dia melihat wajah orang yang selalu menganggu pikiran nya.


"Kenzo" gumam Lindsay.


Apakah dia sedang bermimpi? tapi kenapa itu kelihatan nyata? batinnya.


"Kamu belum tidur? apa aku mengganggu tidur mu?" ucap Kenzo dengan mata yang masih terpejam.


Lindsay begitu terkejut saat pria itu berkata.


"Tidurlah, malam ini biarkan aku memeluk mu," ucap Kenzo.


Lindsay benar-benar masih tidak percaya. Apakah dia berhalusinasi, tapi sentuhan dan tubuh itu benar-benar seperti nyata.


Karena merasa sangat mengantuk akhirnya Lindsay menutup matanya dan tertidur kembali.


Kenzo yang sudah mendengar kan alunan nafas Lindsay yang sudah teratur itu diapun membuka matanya.


Menatap wajah cantik di hadapannya itu, tangan Kenzo terangkat, membelai pipi dari calon Ibu dari anaknya itu dengan perasaan yang hangat.


Setelah puas memandangi Lindsay akhirnya Kenzo memutuskan untuk tidur.


###

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, Mira merasakan kontraksi nya begitu sakit, saat ini dia sudah di pacu infus agar jalan keluar bayi terbuka.


Karena entah kenapa pembukaan Mira begitu lama, hingga harus di pacu dengan infus.


"Ini sudah pembukaan lengkap, kepala bayi juga sudah terlihat, jadi sekarang saya pandu nona untuk menarik nafas dalam-dalam dan mengejan," ucap dokter itu.


Mira merasa sudah tidak kuat, Kevin yang berada di sampingnya terus memberi semangat, pria itu menggenggam dan mencium punggung tangan istrinya berkali-kali.


Waktu sudah lewat 10 menit tapi Mira belum bisa mengejan untuk mengeluarkan sang Baby.


Diapun hampir kehabisan nafas.


"Ayo nona, jangan berhenti! sekali lagi ambil nafas dalam-dalam kemudian mengejan!" seru sang dokter.


"Ayo sayang, semangat ya" bisik kevin ditelinga sang istri yang sudah hampir kehabisan nafas tak berdaya.


Karena dokter merasa takut Mira akan pingsan belum waktunya akhirnya salah seorang dokter perempuan naik ke atas ranjang dan posisi berada di atas kepala.


"Maaf ya nona, saya akan bantu mendorong baby nya" ucap dokter itu.


Dengan langkah aba-aba dokter yang berada di bawah membuat jalan lahir dengan cara menggunt!n9 nya.


"Satu, dua, tiga dorong!!"


Dokter yang berada di atas kepala Mira mendorong sangat keras, hingga ..


"Oeeekk, oekkk, ooekk!"


"Selamat ya tuan, nona, bayinya laki-laki, dan ternyata di leher nya terjerat tali pusar untung kondisi bayi nya sehat-sehat saja" ucap dokter itu.


Kevin mencium lama kening istrinya dan kedua mata yang sudah basah karena air mata, Kevin juga ikut meniti kan air matanya melihat perjuangan sang istri dalam melahirkan putra pertama mereka.


"Kami akan membersihkan nona Mira dulu tuan, anda sudah bisa keluar dari sini dan nanti kami langsung membawa nona Mira ke ruang perawatan setelah bersih" ucap salah satu dokter itu.


Kevin melepaskan genggaman tangan nya, sungguh sebenarnya dia tidak rela untuk pergi meninggalkan sang istri yang terkulai lemas itu.


Sedangkan sang baby sudah di bawa salah satu perawat untuk di bersihkan.


###


Pagi hari yang begitu dingin Lindsay tampak mengerjapkan matanya, dia merasa bahwa tubuhnya lebih hangat dan saat dia sadar sepenuhnya ternyata semalaman dia tidur di pelukan seseorang.


Lindsay yang tidur membelakangi Kenzo itu tersenyum, entah kenapa dia merasa begitu senang dengan keadaan ini.


"Ternyata aku tidak sedang bermimpi, Kenzo malam ini datang kesini dan tidur memeluk ku," batin Lindsay.


"Anda sudah bangun nona?" tiba-tiba sebuah suara yang familiar menyapanya.


Lindsay berbalik dan dia begitu shock saat melihat Inez tidur di belakang sambil memeluk nya.

__ADS_1


"INEZ .... !!! Sejak kapan kamu berada di kamarku!!" seru Lindsay.


Inez yang sudah bangun itupun segera beranjak duduk dari tidurnya.


"Aku disini sudah dari semalam nona, aku tidak bisa tidur jadi aku masuk ke dalam kamar nona dan tidur memeluk anda semalaman," jawab Inez sambil menguap.


Lindsay sangat bingung dengan situasi ini Bukanlah tadi malam yang dilihatnya adalah Kenzo, itu terlihat sangat nyata, bahkan sampai Lindsay bisa merasakan hangat dekapan tubuh pria itu.


"Baiklah aku kembali ke kamar dulu" ucap Inez pergi dari kamar majikannya itu.


"Jadi tadi malam aku benar-benar berhalusinasi?" gumam Lindsay kecewa.


Sedangkan di sebuah mobil yang sudah melaju meninggalkan villa, Kenzo mencengkeram erat kemudinya. Entah apa yang dirasakan pria itu saat ini.


Hatinya begitu tenang saat semalam tidur memeluk Lindsay dan calon anak mereka, ada rasa yang menghangat saat Kenzo melakukan hal itu.


Bahkan dia bisa tidur nyenyak semalaman karena memeluk Lindsay dan calon buah hatinya.


Tapi dia sadar akan posisinya itu, bahkan dia takut kalau Lindsay akan marah padanya saat wanita itu tahu bahwa Kenzo telah lancang memeluk nya saat tidur.


Maka dari itu sebelum Lindsay bangun, Kenzo memanggil Inez untuk menggantikan dirinya di posisi yang sama.


Tidur di belakang Lindsay sambil memeluk nya dari belakang.


"Apakah aku salah Linds apabila menginginkan hal yang lebih seperti itu?" gumam Kenzo.


Sedangkan di rumah sakit.


Kevin tersenyum senang saat menatap sang buah hati yang berada di box nya.


Para keluarga besar sudah hadir di dalam sebuah kamar rawat VVIP di rumah sakit itu.


"Wah Mira, Kevin selamat ya" ucap Alea sang kakak kepada pria yang baru saja berganti Status menjadi seorang Papa muda itu.


"Siapa nama putra kalian?" seru tuan Richard yang saat itu datang bersama Mama Rebeca.


"Biar aku saja yang memberi nama" seru sang kakak ipar Steven.


Mereka semua berebut ingin memberi nama putra Kevin dan Mira itu. Terpancar kebahagiaan yang menyelimuti keluarga yang sangat berpengaruh di kotanya itu.


Mira tersenyum memandang sang suami begitupun dengan Kevin. Mira mengangguk memberi kode kemudian Kevin menepuk tangan Dua kali memberi aba-aba agar semua orang menghadapnya.


"Harap jangan berisik, aku dan Mira sudah mempersiapkan nama untuk putra kami" ucap Kevin.


"Siapa namanya sayang" seru Mommy Carrol.


"Nama putra kita adalah King Wijaya Abraham." Jawab Kevin tersenyum menatap sang istri.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa untuk membaca novel othor yang lain ya akak reader 🥰🥰


Terima kasih 😍😍❤️❤️❤️


__ADS_2