BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Menghindar


__ADS_3

Happy Reading 😊


Jennifer dan Rin baru saja keluar dari gedung bioskop, mereka memutuskan untuk bersenang-senang karena mumpung sedang weekend.


Rin adalah teman satu-satunya Jenn yang selalu ada untuknya, Jennifer selalu menceritakan segala sesuatu tentang kehidupannya pada wanita itu.


"Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar," ucap Rin.


"Ayo, aku juga belum makan dari tadi siang," jawab Jennifer.


"Kita cari makan di luar saja, aku tahu tempat makan yang rekomended dan enak," ucap Rin.


Jennifer hanya menurut, dia bisa sedikit melupakan pikirannya tentang Thomas. Mungkin dengan sedikit bersenang-senang dia bisa melupakan pria itu.


Saat ini Rin telah memarkirkan mobilnya di halaman sebuah tempat makan ternama di kota itu.


Jennifer keluar dari dalam mobil dan tiba-tiba dia melihat dua orang yang tidak jauh dari tempatnya sedang bertengkar hebat.


"Kenapa kamu menemuinya Sarah!! Apa kamu ingin kembali ke mantan suamimu itu!! Hah!!" Seru Jason.


"Tidak sayang, aku ke sana hanya untuk mengambil barangku ya ketinggalan saja," Jawab Sarah.


"Aku tidak percaya Sarah, aku tahu kalau kamu ingin kembali kepada Thomas, iyakan!!"


"Jason, kenapa sekarang kamu jadi seperti ini, bukankah aku sudah memilihmu? Seharusnya itu sudah cukup untuk menjawab semua pertanyaanmu itu, aku rela meninggalkan Thomas demi dirimu," Jawab Sarah dingin.


"Tapi aku bisa melihat di matamu bahwa kamu memang mencintai Thomas, Sarah kamu telah berubah, kamu tidak seperti dulu lagi!"


"Jason, lama-lama aku muak denganmu, kamu selalu menuduh ku seperti itu, lebih baik saat ini kita tidak udah ketemu saja, biarkan aku sendiri," Sarah pergi begitu saja meninggalkan kekasih nya itu.


Jason mengumpat kasar dan menjambak rambutnya frustasi. Pria itu sudah menceraikan istrinya demi Sarah. Dia melakukan apapun untuk bisa bersama dengan cinta pertamanya itu.


Tapi apa yang dia dapatkan sekarang, benar Jason telah mendapatkan Sarah tapi sepertinya hati Sarah telah terbagi.


Jennifer sedikit terkejut mendengar kan pertengkaran mereka itu. Sepertinya dia benar-benar akan mundur sekarang, Jennifer merasa bahwa Sarah memang masih mencintai Thomas.


"Jenn, kenapa bengong? Ayo masuk ke dalam, aku sudah sangat lapar," Ucap Rin membuyarkan lamunan Jennifer.


"Ah iya, ayo Rin."


Akhirnya mereka memesan makanan yang menjadi menu favorit andalan tempat itu.


Thomas telah selesai membeli kalung yang akan di berikan untuk Jennifer. Entah kenapa tiba-tiba pria itu ingin memberikan hadiah untuk wanita itu.


Thomas mengambil ponsel yang ada di sakunya dan mendial nomer Jennifer.

__ADS_1


Nomornya tidak aktif, hanya suara operator yang dia dengar. Thomas mengerutkan darinya. Kenapa nomer Jennifer tiba-tiba berada di luar jangkauan? Sedang di mana gadis itu. Batin Thomas.


Karena perasaannya yang tidak enak akhirnya pria itu memutuskan untuk langsung mendatangi rumah Jennifer.


Jennifer dan Rin sedang menikmati makanannya.


"Rin, malam ini aku menginap di apartemen-mu ya? Aku lagi malas pulang ke rumah," Ucap Jennifer.


"Ya baiklah, tapi aku tidak punya piyama baru, jadi kalau kamu mau pakai piyama ku yang lama saja,"


"Tidak apa-apa, aku hanya menginap semalam saja," Jawab Jennifer.


Setelah itu merekapun melanjutkan makan mereka dengan berbincang-bincang santai, Rin juga tidak mau bertanya tentang masalah Jennifer.


Wanita itu paham kalau Jennifer tidak mau bercerita tentang masalah nya.


Setelah selesai makan akhirnya mereka pun memutuskan untuk langsung ke apartemen Rin.


Di sisi Thomas, pria itu masih setia berada di dalam mobilnya yang dia parkirkan tidak jauh diari rumah Jennifer. Thomas tahu kalau Jennifer tidak ada dirumah


Thomas melihat jam di pergelangan tangannya, sudah lebih dari dua jam pria itu menunggu Jennifer.


Sudah berkali-kali dia mencoba untuk menghubungi nomer wanita itu tapi tetap saja ponsel Jennifer tidak aktif.


Pria itu keluar dari dalam mobilnya dan berjalan ke rumah Jennifer, di teras depan ada dua buah kursi dan satu buah meja kecil, Thomas duduk di salah satu kursi itu untuk menunggu kepulangan Jennifer.


Sedangkan di apartemen, Jennifer termenung di atas tempat tidur Rin, dia memang sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggunya.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Jenn memutuskan untuk memejamkan matanya.


Detik jam terus bergerak, Rin sudah terlelap terlebih dahulu karena wanita itu sangat lelah.


Jennifer tidak bisa tidur, pikirannya di penuhi oleh pria yang bernama Thomas, perasaannya gelisah tidak menentu.


Jennifer bangun dan duduk di sisi ranjang, tiba-tiba dia ingin pulang ke rumahnya.


Jennifer merasa tidak bisa tidur saat ini, apakah dia sekarang hanya akan tidur terlelap di rumahnya.


"Rin, Rin, bangunlah aku tidak bisa tidur di sini, aku akan akan pulang saja," Jennifer menggoyahkan bahu Rin untuk membangunkannya.


"Hemm, ada apa?" Gumam Rin yang masih memejamkan matanya.


"Aku mau pulang Rin, aku pinjam mobilmu ya, besok aku balikin deh," Ucap Jennifer.


"Hem, kuncinya ada di laci," Jawab Rin.

__ADS_1


Jennifer segera berdiri dan berjalan ke arah laci, dia pun mengambil kunci mobil Rin.


Setelah menemukan kunci mobil itu Jennifer langsung mengambil blazzer dan memakainya.


Thomas masih setia menunggu kedatangan Jennifer, hawa dingin sudah mulai menusuk masuk hingga ke dalam jaket kulitnya. Jennifer tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali. "Apa Jennifer tidak pulang malam ini?" batin Thomas.


Pria itu menghela nafasnya.


Sepertinya pria itu akan menyerah karena Jennifer mungkin tidak akan pulang.


Pada saat Thomas sudah memasuki mobilnya, tiba-tiba dari arah depan terlihat sebuah mobil mulai mendekat. Mobil itu mulai masuk ke halaman rumah Jenn.


Jennifer memarkirkan mobilnya di depan pintu garasi. Kemudian dia turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu rumahnya.


Saat memutar kunci dan membuka pintu-nya tiba-tiba ada seseorang dari belakang memeluknya.


"Jenn, akhirnya kamu pulang, aku begitu menghawatirkan mu," Ucap Thomas di ceruk leher wanita itu.


Jennifer begitu terkejut saat merasakan pelukan erat dari Thomas, wanita itu hanya mematung mendapatkan perlakuan seperti itu.


Thomas membalikkan tubuh Jennifer, tangannya menyentuh kedua pipi Jennifer dengan tatapan yang mengunci.


"Kenapa nomermu tidak aktif? Jangan bilang kalau kamu menghindari ku?" Ucap Thomas.


"Thom, kenapa kamu ada di sini?" Tanya Jennifer.


Thomas tidak menjawab melainkan mendekat kan wajah nya ke wajah Jennifer. Tiba-tiba Jennifer merasakan bibirnya di ***** lembut oleh Thomas, bahkan Jenn bisa merasakan ciuman itu penuh perasaan.


Jennifer memejamkan matanya dan menikmati ciuman itu, sesekali dia membalas dengan memasukan lidahnya ke mulut Thomas.


Perlahan pria itu mendorong tubuh Jenn masuk ke dalam rumah, Thomas menutup pintu dan langsung mengangkat kaki Jennifer ke atas pinggangnya.


Dengan masih berciuman Thomas membawa Jenn yang menggendong seperti koala itu masuk ke dalam kamar yang pernah di tempati nya.


Bibir mereka masih saling berpangutan dan lidah mereka saling membelit satu sama lain.


Thomas merebahkan tubuh Jennifer di atas ranjang yang berukuran king size itu.


Jennifer sudah menggila, dia benar-benar jatuh dalam pesona pria berumur yang saat ini berada di atasnya itu, runtuh sudah pertahanannya yang mulai dia bangun itu.


"Izinkan malam ini aku tidur di sini, bersamamu," Ucap Thomas menatap manik Hazel Jennifer.


Bersambung...


Mudah-mudahan jalan ceritanya tidak membosankan πŸ™πŸ»β˜ΊοΈβ˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2