
Happy Reading 😊
Lindsay membalikkan badannya ketika melihat mata Kenzo yang menatapnya dan hanya diam saja tanpa menjawab.
Ingin rasanya dia pergi dari tempat itu. Tiba-tiba saat dia akan melangkah ada sebuah tangan yang memeluk nya dari belakang.
Lindsay sontak terkejut karena Kenzo mendekapnya erat.
"Biarkan aku memegangnya" lirih Kenzo di telinga Lindsay.
Kenzo mengusap perut Lindsay yang sudah membesar itu
"Dia bergerak!!" Seru Kenzo.
Lindsay tersenyum. Ada rasa yang tidak bisa di jabarkan di ruah hatinya. Sebuah kehangatan yang tidak pernah dia dapatkan.
"Dia biasa bergerak kalau Mommy nya lapar" ucap Lindsay.
"Baiklah kita makan malam dulu, seperti nya calon baby ku ini tahu kalau Daddy nya sedang menyapa, dia menedang kuat sekali" ucap Kenzo masih meneruskan kegiatan nya.
"Hemmm" Lindsay menjawab dengan bergumam.
"Ayo kita makan" ajak Kenzo melepaskan pelukannya.
Dia dengan lembut menyentuh tangan Lindsay dan menggandengnya menuju meja makan.
Kenzo menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Lindsay untuk duduk.
"Aku tidak tahu makanan kesukaan mu, tapi semua makanan di sini semua bergizi dan untuk ibu hamil"
"Aku makan apa saja, tidak pernah pilih-pilih makanan"
"Baiklah, mari kita makan" ucap Kenzo.
Mereka akhirnya makan dengan suasana yang sedikit romantis.
"Ken, terima kasih" ucap Lindsay disela makannya.
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu mau memaafkan ku" jawab Kenzo.
"Sudahlah, aku sudah melupakan semuanya, aku hanya ingin menjalani kehidupan ku selanjutnya dengan lebih baik"
Kenzo menatap wanita di depannya ini, entah apa yang dia rasakan. Melihat Lindsay yang sangat berbeda membuat dia merasa sangat bersalah.
Kenzo menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
Lindsay yang merasa di tatap menghentikan suapannya.
"Ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya merasa sangat bersalah padamu Linds, terima kasih telah menerima anak ku, entah aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi, aku akan menjadi seorang Ayah" jawab Kenzo.
"Ken, aku mau bertanya?"
"Silahkan" jawab Kenzo.
"Misalkan aku tidak mengandung anak mu, apa kamu masih membenci ku?"
Kenzo bingung harus menjawab apa, dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Yang pasti keinginan dia hanya untuk menjaga calon anak dan ibu dari anaknya itu.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Linds, mungkin bisa saja, tapi semuanya sudah berjalan seperti ini" jawab Kenzo.
Lindsay menjadi muram, entah kenapa jawaban Kenzo mengena di hatinya. Mungkin bukan itu jawaban yang Lindsay inginkan
"Kenapa tidak di makan? Apa masakannya tidak enak?" Tanya Kenzo yang melihat wanita itu hanya mengaduk-aduk makanan nya.
"Tidak, aku sudah kenyang" jawab Lindsay.
"Baiklah, tidak usah diteruskan kalau sudah kenyang. Setelah ini aku akan lebih sering mengunjungi mu di villa, karena aku tahu kalau kamu tidak akan kembali ke rumah, jadi aku menyiapkan villa itu untukmu dan anak kita nanti"
Lindsay tidak menatap pria itu, mungkin perasaan nya saat ini benar-benar sedang tidak baik.
"Baiklah, terserah kamu saja" jawab wanita itu.
###
Dua bulan berlalu...
Kevin dan Mira masih belum mengetahui keberadaan Lindsay. Mereka hanya mendapatkan informasi bahwa wanita itu di pindahkan ke lapas lain.
Sebenarnya Mira masih begitu penasaran dengan dipindahkan nya Lindsay, tapi Kevin sesalu mengatakan bahwa Lindsay pasti baik-baik saja.
"Sayang, ini sudah larut ayo cepat tidur" ucap Kevin kepada Mira.
Saat ini mereka sedang berada di kamarnya, Kevin yang masih sibuk dengan laptopnya dan Mira hanya duduk di sofa sambil memainkan ponsel.
"Aku belum mengantuk" jawab Mira
"Tadi siang Mommy Carrol menelepon, dia menginginkan kita untuk ke mansion Minggu depan, karena akan ada acara ulang tahun yang pertama putri kedua Steven" ucap Kevin.
"Iya sayang, aku sudah tahu" jawab Mira.
"Kapan jadwal pemeriksaan nya sayang?" Tanya Kevin.
"Seharusnya lusa kita harus ke dokter, kata dokter memasuki hari-hari kelahiran memang harus sering melakukan pemeriksaan" jawab Mira menatap suaminya itu.
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mu jagoan!" Bisik Kevin di perut istrinya itu
Sudah menjadi hal rutin untuk Kevin mengajak ngobrol dengan calon Putranya.
Ya memang sudah dipastikan bahwa putra Kevin dan Mira berjenis kelamin laki-laki.
Saat Mira akan beranjak menuju ke ranjang, tiba-tiba ada sebuah air yang keluar menetes melewati sela kakinya.
Diapun merasakan perutnya yang sudah merasa sakit.
"Ada apa sayang, kenapa berhenti?" Tanya Kevin melihat istrinya tidak beranjak dari tempatnya.
"Seperti nya bayinya sudah akan keluar" lirih Mira menahan sakit di perutnya.
"Aaakkk, sayang perutku!!" seru Mira.
"Tahan dulu sayang, tahan!!" seru Kevin panik.
Kevin begitu panik saat Mira mengalami kontraksi, bergegas diapun menghubungi seseorang untuk mempersiapkan mobilnya.
"Ayo sayang, aku gendong kamu" ucap Kevin panik.
Mira yang menahan rasa sakit hanya meringis. Tidak lama kemudian tubuhnya berasa melayang ke atas, Kevin sudah menggendong Mira dan segera keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
"Kevin, aaakk sakit!!" rintih Mira.
"Tenanglah sayang, kita akan segera ke rumah sakit." Jawab Kevin berusaha tenang.
Setelah beberapa saat dia tiba di depan lift dan segera masuk kedalam.
"Kenapa lambat sekali lift ini turunnya, akan ku laporkan ke pihak penanggung jawab apartment agar mereka memperbaikinya" gerutu Kevin.
Padahal lift itu tidak rusak dan masih normal, tapi karena kepanikan Kevin pria itu malah menggerutu sedari tadi.
"Turunkan aku sayang, aku sangat berat" ucap Mira.
Kevin yang merasa sudah gelisah melebihi Mira sampai tidak merasa lelah menggendong istrinya itu.
Setelah beberapa saat lift pun sampai di lantai dasar dan terbuka.
Ting ...
Kevin keluar dari dalam lift dan segera menuju mobil yang sudah ada di depan pintu masuk, banyak pasang mata melihat ke arah seorang pria yang sedang menggendong wanita hamil dengan menahan tawanya.
"Apa yang mereka tertawakan" gerutu Kevin yang sudah mendudukan Mira di kursi penumpang.
"Sudahlah sayang, jangan terlalu panik, ini hal wajar untuk wanita hamil yang sedang kontraksi, saat ini sekarang sudah tidak terlalu sakit" ucap Mira.
"Iya sayang, aku tidak panik kok, james cepat ke rumah sakit sekarang" seru Kevin.
"Baik tuan"
Kemudian mobil itu pun segera meluncur menuju rumah sakit terdekat.
Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sakit dan di sambut para perawat yang sudah siap dengan kursi roda untuk membawa Mira.
"Duduklah sayang, kamu tenang ya, jangan panik"
"Aku tidak, bukankah sedari tadi kamu yang panik" jawab Mira.
Para perawat saling berbisik dan menahan tawa. Mira juga melihat tingkah aneh para orang-orang itu.
"Apa ada yang salah denganku? kenapa dari tadi semua orang menatapku aneh?" tanya Kevin.
Mira mendongak dan menyuruh suaminya berhenti mendorong kursi rodanya.
"Mendekatlah sayang" ucap Mira.
Kevin kemudian maju ke depan untuk mendengarkan ucapan istrinya.
Saat Kevin sudah sampai di depan Mira, sontak hal itu membuat Mira melotot kan matanya.
"Ya Tuhan apa kamu tidak sadar sayang?" ucap Mira.
"Sadar kenapa? dari tadi aku ini
sadar sayang" jawab Kevin.
"Apa kamu juga masih sadar kalau kamu ke rumah sakit hanya memakai boxer pendek" ucap Mira menahan tawa.
Kevin melihat ke arah bawah dan benar ternyata dia hanya memakai kaos rumahan dan celana bokser pendek saking paniknya.
Bersambung ....
__ADS_1
Maaf masih banyak typo 🙏🏻🙏🏻