BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Sebuah Rasa


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mira menahan tawanya saat melihat sang suami yang memakai boxer bergambar hati itu. Saking paniknya melihat sang istri yang sudah pecah air ketuban sehingga Kevin tanpa sadar pergi tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.


"Suruh James menggambil pakaian ganti untukmu sayang" ucap Mira.


"Ponsel ku tertinggal di apartemen" ucap Kevin merogoh saku celana boxer nya.


Kevin melihat sekeliling dan menahan rasa malu, tapi setelah melihat istrinya yang terlihat merintih menahan sakit dia langsung mendorong kursi roda mengacuhkan semua mata yang melihat ke arahnya.


"Sakiitt sekali" rintih Mira.


Kontraksi itu datang lagi, dengan cepat Kevin segera membawa istrinya ke ruang perawatan khusus.


"Cepat periksa istri saya!!" teriak Kevin pada semua dokter dan perawat yang ada di ruangan itu.


Dengan cepat para perawat langsung membaringkan Mira ke ranjang pasien. Dokter pun memeriksa Mira yang sudah terlihat pucat dengan keringat bercucuran itu.


"Masih dalam tahap pembukaan ke dua, jadi kita harus membutuhkan pembukaan 10 dulu untuk kelahiran normal, tapi kalau ingin operasi Caesar kita bisa segera persiapkan" ucap Dokter wanita itu.


"Aku mau melahirkan normal sayang," ucap Mira pada suaminya.


"Apa tidak masalah untuk mu sayang, harus menahan rasa sakit selama menunggu pembukaan lengkap?" tanya Kevin.


Pria itu memang telah mempelajari beberapa artikel tentang kondisi wanita hamil atau persiapan persalinan.


Jadi dia begitu paham langkah-langkah persalinan normal itu apa saja.


"Aku ingin melahirkan normal saja, karena kita bisa merasakan menjadi wanita seutuhnya kalau persalinan lewat jalan itu" jawab Mira.


Kevin akhirnya mengalah, di pun tidak ingin berdebat dengan istilah saat ini, setahu dia wanita hamil saat mengalami kontraksi itu sangat menyakitkan.


Saat ini Mira sudah di pindahkan ke ruang khusus persalinan.


Dokter menyarankan bahwa Mira harus sering bergerak atau berjalan-jalan.


"Ayo aku bantu kamu berdiri sayang" ucap Kevin.


Mira menggeleng.


Rasanya dia sudah tidak bisa untuk sekedar berjalan ke kamar mandi.


"Aku tidak kuat Kevin" ucap Mira.


Kevin merasa kasihan terhadap istrinya itu, andai saja dia bisa membantu mengurangi rasa sakit nya pasti Kevin sudah meminta sesari tadi.


Keluarga besar Kevin pun datang, Mommy Carrol, Alea, dan Steven datang membawakan semua kebutuhan untuk Mira.


"Bagaimana keadaan mu sayang?"tanya Mommy Carrol.


"Masih proses pembukaan kedua mom tapi rasanya Mira sudah sangat lemah" Kevin yang menjawab.


"Kenapa tidak operasi Caesar saya?" Tanya Alea kakak ipar Mira.


"Aku hanya ingin bisa melahirkan normal kak," jawab Mira.


Steven dan Kevin terlihat saling mengobrol.


"Apa kamu tidak punya baju Kevin sampai tidak memakai celana panjang?" Ucap Mommy Carrol yang melihat putranya itu.

__ADS_1


"Tadi aku sungguh panik Melihat istriku yang kontraksi Mom, jelas saja langsung membawa Mira ke rumah sakit dengan tanpa sadar aku belum memakai pakaian." Jawab Kevin.


Kemudian Kevin memutuskan untuk pulang ke apartemen karena Mira sudah ada yang menemani.


###


Lindsay menatap tubuhnya dicermin, saat ini perutnya sudah kelihatan lebih besar.


Usia kandungan nya sudah memasuki bulan 7, dia memakai daster terusan yang dibelikan oleh Kenzo.


Bicara soal Kenzo pria itu sangat jarang datang ke villa, bahkan bisa di hitung jari dia mendatangi Lindsay.


Sebenarnya ada sedikit rasa sedih ketika pria itu tidak pernah mengunjungi nya.


Selama dua bulan di villa Lindsay selalu di temani oleh Inez, wanita yang mengaku seorang pelayan tapi tidak bisa memasak itu.


"Apa aku terlalu berharap banyak, menginginkan Kenzo selalu berada di samping ku?" Gumam Lindsay masih menatap cermin.


"Ya, aku memang bukan siapa-siapa dia, hanya seorang wanita penuh dosa yang mengandung benihnya"


Ada rasa yang tidak bisa dijabarkan, mungkin faktor kehamilan nya saja, Lindsay begitu merindukan sosok Kenzo.


"Sedang apa pria itu sekarang?"


Lindsay membalikkan badannya dan berjalan menuju ranjang.


Malam sudah semakin larut, diapun memutuskan untuk merebahkan dirinya di ranjang.


Berusaha menutup matanya agar cepat terlelap. Ingin rasanya pada saat dia tidur ada yang membelai perutnya. Tapi itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi.


Lindsay tahu itu.


"Aku dengar istri bos Kevin sudah di rumah sakit dan akan segera melahirkan" ucap wanita itu.


"Hemm, tadi James menelepon dan memberi tahuku kalau nona Mira sudah mengalami kontraksi" jawab Kenzo mengambil gelas berisi wine itu.


"Istri bos memang hebat, bisa membuat suaminya begitu menyayangi nya, hem aku ingin tahu rahasia apa yang dipakai oleh nona Mira?"


"Sudahlah Jenn, jangan membicarakan orang lain" ucap Kenzo meneguk gelas yang di bawanya tadi.


"Ken, apa kamu tidak ingin menikah?" Tanya wanita bernama Jennifer itu


Dia adalah salah satu pegawai Kevin di perusahaanya.


"Aku belum memiliki pasangan, dengan siapa aku akan menikah" jawab Kenzo terkekeh.


Jennifer memandang pria tampan di depannya itu.


"Apa tidak ada wanita yang kamu sukai Ken?"


Kenzo menatap gelas kosong itu dengan pandangan datar, cinta, Kenzo hanya mencintai Mira, wanita yang tidak bisa dia miliki.


"Entahlah, aku belum menemukan wanita yang bisa masuk kedalam hatiku" jawab Kenzo.


Jennifer terus saja memandang Kenzo dengan tatapan yang sulit diartikan.


"ADUH, kepalaku sakit!" Seru Jennifer.


"Ada apa Jenn?"

__ADS_1


"Tiba-tiba kepalaku sakit sekali, Ken bisakah kamu mengantarkanku pulang?" Tanya Jennifer memegang kepalanya.


Kenzo yang merasa kasihan itupun akhirnya memutuskan untuk mengantarkan teman wanitanya itu.


Ya Jennifer memang dekat dengan Kenzo dikantor, mereka sering menghabiskan waktu bersama sebelum pulang ke rumah.


Seperti malam ini, biasanya wanita itu kuat untuk minum, tapi entah kenapa malam ini tiba-tiba dia merasa pusing.


Dengan terpaksa Kenzo pun mengantar kan wanita itu sampai di rumahnya.


Kenzo membuka pintu mobil untuk Jennifer ketika mereka sudah sampai di pekarangan rumah yang terlihat tidak cukup besar itu.


"Ayo, papah aku masuk kedalam rumah" ucap Jennifer.


"Dasar merepotkan!" Gerutu pria itu.


Perlahan Kenzo membawa Jennifer masuk kedalam rumah nya.


Dia mendudukkan Jenn di sofa dan membaringkan wanita itu.


Tiba-tiba tangan Kenzo ditarik oleh Jennifer kuat sampai pria itu terjatuh di atas tubuhnya.


Kenzo menatap Jennifer diam, begitu pun sebaliknya. Mereka sama-sama saling menatap hingga akhirnya bibir keduanya saling menempel.


Jennifer mengalungkan tangannya ke leher Kenzo, pria yang sudah setengah mabuk itupun terbawa suasana.


Mereka saling berciuman dengan penuh nafsu. Kenzo menurunkan ciuman itu ke leher Jennifer yang jenjang.


Perlahan Jenn membuka kancing baju Kenzo satu persatu.


Kedua mahluk itu sudah dikuasai nafsu membara. Kenzo yang tidak pernah melakukan ini sebelum nya dengan Jenn entah kenapa tiba-tiba dia tidak bisa mengendalikan diri.


Dan Jennifer membuka baju Kenzo lalu membuang nya asal, wanita yang sudah lama menaruh perasaan pada pria itupun seperti mendapat lampu hijau saat Kenzo diam saja seperti itu.


Perlahan Jennifer pun membuka Dress mini yang di pakai nya dan membuang sembarang.


Saat ini tubuh Jennifer hanya memakai Br* dan cd saja, diapun mencium Kenzo kembali.


Hasrat yang sudah menggebu itu tidak tertahan, Kenzo merasa ingin melakukan lebih lagi, diapun akhirnya memutuskan untuk membuka kain terakhir yang menempel di tubuh gadis itu sehingga saat ini tubuh Jennifer sudah polos.


"Ayo Ken, aku sudah menunggumu lama sekali, saat ini ku serahkan semuanya padamu" ucap Jennifer dengan mata yang sudah berkabut menahan gairah.


Kenzo hanya diam tidak menjawab, kemudian dia mencium bibir Jenn dan meremas gunung kembar nya, suasana semakin panas, saat Ken sudah membuka seluruh pakaiannya dan dia sudah siap bertempur tiba-tiba bayangan Lindsay telintas.


Bayang-bayang saat dia memaksa Lindsay dan memperkos*nya.


"Lindsay" gumam Kenzo.


"Ayo Ken, kenapa berhenti? Aku sudah sangat siap" ucap Jennifer.


Kenzo menggeleng kan kepalanya, mengusir bayangan itu yang tidak hilang dari memori otaknya.


Akhirnya Kenzo menyerah, dia pun beranjak bangun dari atas tubuh Jennifer dan memakai pakaian nya kembali.


"Maaf Jenn, ada sesuatu yang harus aku lakukan" ucap Kenzo pergi meninggalkan wanita yang masih polos tanpa pakaian itu.


"Kenzo, ada apa denganmu! Apakah tubuh ku tidak cukup seksi untuk membuat mu bersimpuh padaku! Guman Jennifer meremas rambutnya.


Bersambung ...

__ADS_1


Dukung karya othor ya akak Reader 😍


__ADS_2