BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Pertemuan Dan Perpisahan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Disebuah kamar bernuansa biru putih Lindsay baru saja memberi asi pada Aaron, bayi mungil itu makin terlihat tampan saja. "Hai kesayangan papa," seru Kenzo masuk ke dalam kamarnya yang di mana istri dan anaknya masih berbaring di atas tempat tidur.


"Aaron baru nyusu Pa, sekarang sudah kenyang," jawab Lindsay menirukan suara anak kecil.


"Aduh, ganteng banget sih kamu sayang," ucap Kenzo yang kemudiannya mencium seluruh wajah putranya itu.


"Udah donk Papa, Aaron geli nie," Lindsay menarik bahu suaminya untuk menjauh.


Tapi sepertinya sang baby malah tertawa ketika di goda oleh papanya seperti itu.


"Tuh baby Aaron kelihatan senang kalau di cium Papa, iyakan sayang?" Ucap Kenzo. Lindsay hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang nanti siang kita akan bertemu papa Thomas di tempat yang sudah Jennifer tentukan, mumpung hari ini weekend jadi kita juga bisa mengajak Aaron," ucap Kenzo.


Lindsay menatap wajah suamiku dan menghela nafas.


"Aku sangat merindukan papa, selama ini setahuku papa dan mama tidak mau menemuiku di lapas karena mereka membenciku, aku memang sadar bahwa dulu aku telah salah, tapi ternyata apa yang di hadapi papa lebih sulit lagi" ucap Lindsay sendu.


"Sudahlah jangan bersedih lagi, kamu bisa mendukung papa untuk bisa hidup lebih baik setelah perpisahannya dengan Mama Sarah,"


"Ya aku tahu kok, aku hanya tidak menyangka bahwa Mama akan tega melakukan hal itu pada papa, semenjak aku lahir sampai aku dewasa mereka berdua terlihat harmonis dan baik-baik saja, tapi ternyata semua itu palsu, aku benar-benar tidak menyangka sayang," ucap Lindsay.


Kenzo membawa Lindsay ke dalam dekapannya, pria itu memeluknya erat memberi ketenangan pada sang istri.


Sedangkan di sebuah rumah bergaya eropa.


"Jenn, Jennifer!!" Thomas terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi dahi.


Entah kenapa tiba-tiba dia memimpikan Jennifer, aneh sekali, apa mungkin ini efek tadi malam saat dia merasa bersalah terhadap wanita itu.


Thomas paham betul ketika dirinya menyebutkan nama mantan istrinya Jennifer langsung menegang dan melepaskan pangutan mereka.


Aneh, kenapa juga Thomas mencium Jennifer. Pria itu memijit keningnya yang masih terasa pusing akibat efek minuman yang dia teguk tadi malam.


Hanya dengan minum wine atau sejenis alkohol lain pria itu bisa sedikit melupakan masalahnya, bukan melupakan tapi terkadang malam membuat dia semakin terpuruk.


Pria itu tertidur di sofa ruang kerjanya dengan masih memakai pakaian yang kemarin.


Semenjak berpisah dari Sarah, Thomas tidak lagi tidur di kamar mereka. Pria itu biasanya tidur di ruang kerjanya atau di kamar tamu.


Mungkin dia tidak ingin mengingat tentang kenangan bersama Sarah.


Thom melihat jam di dinding menunjukkan pukul 9 pagi. Tiba-tiba dia beranjak dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingat hari ini ada janji dengan Jennifer untuk bertemu dengan putrinya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Thomas akhirnya selesai membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar mandi yang ada di ruang kerjanya hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


Pria itu mengambil baju yang juga sudah di pindah di ruang kerja, semua barang-baranh penting milik Thomas sudah di pindahkan ke tempat itu.


Tok, tok, tok.


Pintu ruangan di ketuk.


"Masuklah," seru Thomas yang masih memilih pakaiannya.


"Tuan, ada tamu untuk anda," ucap kepala pelayan di rumah itu.


Thomas menyerngit, siapa tamu yang berkunjung jam segini di rumahnya? apakah itu Jennifer. Batin Thomas.


"Tamu anda Nyonya Sarah tuan," ucap kepala pelayan itu lagi karena melihat tuannya yang seperti kebingungan itu.


"Sarah? untuk apa dia ke sini?" tanya Thomas.


"Aku ke sini untuk menemui, tuan Thomas" tiba-tiba dari arah belakang Sarah datang dan masuk begitu saja di ruang kerja itu.


"Ryan, pergilah dan siapkan aku satu mobil karena sebentar lagi aku akan pergi keluar," ucap Thomas memberi perintah.


"Baik tuan," jawab Ryan menunduk dan segera pergi dari situ.


Sepertinya dia tahu situasi kali ini bakal panas.


Sarah melihat tubuh Thomas yang bertelanjang dada itu, wanita itu ingat bagaimana rasanya tubuh perkasa Thomas saat menjamah dirinya.


Sarah menelan salivanya ketika perut roti sobek


Thomas terpampang nyata.


"Eghem!" Sarah berdehem sebentar sebelum berucap.


"Aku ke sini untuk berbicara padamu, Thom aku tahu kesalahanku padamu sudah tidak bisa di maafkan lagi, aku juga tidak menyangka rumah tangga kita akan jadi seperti ini, tapi jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku memang benar-benar mencintaimu, meskipun aku berselingkuh darimu tapi tidak dipungkiri bahwa waktu sekian tahun bersamamu telah menumbuhkan rasa cinta untukmu, semua memang sudah menjadi keputusanku untuk memilih Jason, sebenarnya waktu itu aku sempat ingin mengakhiri hubunganku dengannya dan aku akan benar-benar menjalani hubungan rumah tangga ini tanpa adanya orang ketiga, tapi sepertinya kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku dan memutuskan menceraikanku begitu saja, jujur Thom aku sangat menyesal," ucap Sarah panjang lebar sambil menangis.


Sarah merasa tidak rela kalau Thomas akan mencari pengganti dirinya.


Tapi Thomas sepertinya sudah tidak merasa simpati dengan ucapan Sarah, dia yang kemarin masih terus memikirkan Sarah tapi saat mantan istrinya itu mendatanginya hari ini tiba-tiba perasaan pria itu hambar seolah menguap begitu saja untuk sang mantan istri.


Justru yang di pikirkannya saat ini adalah Jennifer, pikirannya sejak semalam selalu tertuju pada wanita yang masih seumuran dengan putrinya itu.


Mungkin benar yang dikatakan Jenn bahwa Sarah bukan wanita yang pantas untuknya, penghianatan yang dilakukannya tidak bisa di maafkan begitu saja.


Sedangkan Sarah berfikir bahwa Thomas masih mencintainya, entah kenapa rasa egois itu tiba-tiba datang saat melihat Thomas bersama wanita lain, Sarah tidak terima.

__ADS_1


"Sudah selesai Nyonya Sarah? aku sudah tidak peduli dengan perasaanmu, rasa menyesalmu itu sudah tidak berarti lagi, mulai saat ini jangan pernah datang menemuiku kalau bukan urusan yang benar-benar penting, kita jalani hidup masing-masing tanpa saling ikut campur," ucap Thomas berlalu meninggalkan Sarah ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Sarah terlihat kecewa melihat Thomas yang mengacuhkannya, tapi mau bagaimana lagi, semua itu terjadi karena kesalahannya juga.


###


Jennifer dengan malas pergi menjemput Thom di rumahnya untuk pergi menemui Kenzo dan Lindsay. Setelah sampai ternyata Thomas sudah menunggu di depan rumah.


Dengan senyum mengembang dan langkah yang lebar pria itu mendatangi mobil dan langsung duduk di samping Jenn.


Jennifer hanya tersenyum sekilas kemudian dia melajukan mobilnya tanpa sepatah katapun.


Sepertinya sejak semalam Jenn sudah menyadari bahwa dirinya bukanlah apa-apa. Dia tidak mau kalau perasaannya bertepuk sebelah tangan lagi.


Berbeda dengan Thom, pria itu sekarang malah semakin suka saat bertemu dengan Jennifer.


"Bagaimana tidurmu tadi malam?" tanya Thomas memecahkan kesunyian.


"Hem, cukup nyenyak," jawab Jenn masih fokus ke depan.


Sepanjang perjalanan hanya Thom yang aktif mengajak bicara dan di jawab seperlunya oleh Jennifer.


Setelah beberapa menit mereka sampai si tempat yang telah dijanjikan. Jennifer keluar lebih dulu dan di susul oleh Thomas.


Mereka berdua memasuki restoran itu dan menemui orang yang sangat di rindukan oleh Thomas.


"Papa!" teriak Lindsay saat melihat kedatangan ayahnya itu.


Dengan menahan isak tangis Lindsay memeluk ayahnya dengan sangat erat.


"Putriku, papa sangat merindukanmu sayang," ucap Thomas membelai rambut Lindsay.


"Hiks, pa maafkan Lindsay," ucap Lindsay tersedu.


"Tidak sayang, papa yang seharusnya minta maaf padamu," ucap pria itu.


Kenzo tersenyum senang melihat pemandangan di hadapannya saat ini, dia menggendong Aaron yang masih terlelap, membiarkan antara ayah dan anak itu melepas rindu.


Sedangkan Jennifer diam mematung, sepertinya misinya membantu Thomas bertemu dengan putrinya telah berhasil.


Dan di saat itu pula Jennifer berjanji akan menjauh dari Thomas.


"Selamat tinggal Thom, aku akan pergi setelah ini dan tidak akan mengganggumu lagi" batin Jennifer.


Bersambung ....

__ADS_1


Maaf masih banyak typo 🙏🏻


__ADS_2