
Happy Reading 😊
Usia kandungan Mira saat ini sudah memasuki bulan ke Tujuh, selisih dua bulan dengan usia kandungan Lindsay yang saat ini sudah Lima bulan.
Mira saat ini datang ke tempat dimana Lindsay berada, setelah mengetahui bahwa wanita itu hamil, Mira menjadi sedikit kasihan dengan keadaan wanita itu.
Tentu saja karena Mira juga sedang hamil, dia begitu paham akan kondisi wanita yang sedang hamil itu seperti apa, mengalami masa morning sick ness sendiri tanpa di dampingi pasangan dan orang-orang yang menyayangi nya pasti sangat lah sulit.
"Linds, aku bawakan buah-buahan segar dan makanan yang bergizi, agar kondisi bayimu di dalam sehat dan mendapatkan cukup nutrisi" ucap Mira menyerahkan paper bag yang dibawanya.
"Terima kasih Mira, kamu begitu perhatian dengan ku, padahal aku telah berusaha mencelakakan mu" jawab Lindsay merasa bersalah.
"Sudahlah, tidak usah di bahas lagi, yang penting kamu sudah menyesalinya dan mau berubah" jawab Mira.
"Tentu saja Mira, aku begitu sangat menyesal, maafkan aku, terima kasih karena kamu mau menerima ku menjadi teman mu, entah apa yang harus ku lakukan agar bisa membalas kebaikan mu ini Mira?"
Memang benar saat ini Mira lebih sering mengunjungi Lindsay, dia merasa bahwa wanita itu butuh dukungan dan semangat, bahkan Mira mengatakan mau menjadi temannya asalkan Lindsay mau berubah.
Tentu saja hal itu tidak di sia-siakan oleh Lindsay, dia begitu bahagia melihat Mira yang mau memaafkan dan menerima nya, tidak seperti keluarga nya yang merasa malu akan sikap Lindsay.
Dia seperti anak yang di buang, karena kelakuannya yang telah mencoreng nama baik dari keluarga besarnya.
"Linds, aku bukanlah wanita yang sempurna. Tuhan saja mau memaafkan kesalahan kita kalau mau bertaubat, jadi untuk apa aku menyimpan dendam yang akan semakin membuat ku terpuruk" jawab Mira.
Lindsay tersenyum mendengar ucapan Mira, sungguh dia begitu malu dengan wanita di depan nya itu.
Perbuatannya yang tidak manusiawi ingin mencelakakan Mira hingga membuat nya harus mendekam di balik jeruji besi.
"Terima kasih" ucap Lindsay tersenyum.
"Aku hanya ingin kita bisa menjalani kehamilan ini tanpa beban, awal mula aku begitu terpukul dengan meninggal nya Stuard, selalu merasa bersalah terhadap nya, tapi setelah ku pikir semua itu sudah menjadi takdir, tak ada gunanya kita menyesalinya bukan?" ucap Mira.
"Aku juga begitu terpukul, sungguh sebenarnya aku tidak pantas untuk hidup, tapi dengan kehadiran bayi ini bisa membuat ku semangat lagi"
Mira merasa bahwa Lindsay sudah cukup banyak berubah, dia menjadi seorang wanita tangguh dan lebih santun.
"Lindsay apa aku boleh bertanya?" ucap Mira.
"Kamu mau bertanya apa?" tanya Lindsay.
Mira menatap wanita berambut coklat sebahu itu, Lindsay memang memotong rambut panjangnya, dia terlihat lebih fress dengan rambut pendek itu.
"Sebelum nya aku meminta maaf dan kalau boleh tahu siapa ayah dari bayi yang kamu kandung?" tanya Mira.
Lindsay agak terkejut, dia merasa tidak ingin memberi tahukan tentang ayah biologis dari anaknya itu.
"Ehm, baiklah kalau kamu tidak ingin memberi tahukan, tidak masalah, ku harap keadaan mu baik-baik saja." Ucap Mira.
Lindsay sebenarnya merasa tidak enak hati, tapi dia memang sudah memutuskan untuk melupakan Kenzo dalam hidupnya.
Tidak ingin terlibat dengan pria itu lagi, biarlah anaknya kelak lahir tanpa Ayah, yang penting dia akan membuka lembaran baru dalam hidupnya jika keluar dari penjara nanti.
"Baiklah Linds, aku akan pulang dulu, besok aku kesini lagi" ucap Mira berpamitan.
__ADS_1
Diapun beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.
"Mira, tunggu!!!" seru Lindsay tiba-tiba.
Mira berhenti dan menoleh.
"Ada apa Linds?"
"Aku ingin mengatakan nya padamu, tapi berjanjilah bahwa setelah ini tidak akan membahas orang itu lagi" ucap Lindsay.
Mira tersenyum dan mengangguk. Lindsay mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.
"Ayah biologis dari bayi yang ku kandung ini adalah Kenzo" Akhirnya Lindsay mengucapkan nama itu lagi.
Mira agak terkejut mendengar nama itu, dia tidak pernah berfikir bahwa Kenzo lah orang yang telah menghamili Lindsay.
"Apakah dia sudah mengetahuinya?" tanya Mira.
Lindsay mengangguk.
"Lalu apakah dia menerima bayi itu?" tanya Mira.
"Hem, dia menerima nya, bahkan dia juga ingin mengambil anak ini setelah dia lahir" jawab Lindsay.
Mira hanya diam, dia melihat wanita yang ada di hadapannya itu.
"Lalu apa rencana mu Lindsay?"
Dia sudah memutuskan untuk membesarkan anaknya sendiri tanpa Kanzo, tanpa Ayah dari bayi yang di kandung nya itu, masih ada rasa yang mengganjal di hatinya terhadap pria itu.
"Baiklah, mudah-mudahan kamu bisa hidup lebih baik lagi" ucap Mira.
Kemudian Mira memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen nya bersama sopir dan dua bodyguard nya.
Semenjak kasus penabrakan itu, Kevin langsung memerintahkan dua bodyguard untuk selalu menjaga dan melindungi istrinya itu.
Sedangkan di sisi lain.
Kenzo menatap Map coklat di meja kerjanya, dia mendapatkan itu dari salah satu pengacara yang menangani kasus Lindsay.
"Bisa aku pastikan bahwa nona Lindsay akan secepat nya di bebaskan, aku juga sudah membayar orang dalam untuk itu, tapi dia memberi syarat bahwa masalah besar ini jangan sampai diketahui pihak manapun, orang itu yang akan mengurus masalah nona Lindsay di dalam penjara" ucap seseorang yang duduk depannya.
"Aku mohon bantuan mu tuan Andrew, setelah kasus Lindsay selesai akan ku transfer sejumlah uang yang sudah kita sepakati" ucap Kenzo.
"Baiklah tuan Kenzo, anda tidak usah khawatir, akan ku pastikan nona Lindsay dalam waktu beberapa hari ini sudah bisa bersama mu" ucap Andrew salah satu agen penting di kepolisian.
"Terima kasih tuan, aku serahkan padamu" ucap Kenzo menyalami Andrew.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan Kenzo, permisi"
Tuan Andrew pergi meninggalkan Kenzo di ruangan nya.
Kenzo menatap punggung pria berumur 50 tahun itu. Dia tersenyum sambil memandang amplop coklat yang berada di depan nya.
__ADS_1
"Lindsay sebentar lagi kamu akan bebas, aku tidak ingin anak ku lahir di dalam penjara dan tanpa seorang ayah, meskipun kamu nanti akan menolak ku tapi aku akan melindungi dan merawat mu, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu Linds"
Selama beberapa bulan ini Kenzo tidak pernah lagi mendatangi Lindsay, karena wanita itu selalu saja menolak saat Kenzo menjenguknya.
Terakhir kali dua bulan yang lalu dan waktu itu Lindsay mengatakan bahwa dia tidak ingin bertemu lagi dengan Kenzo.
Ya, mungkin Lindsay memang sangat membencinya, dengan apa yang telah dia lakukan terhadap wanita itu.
Hanya saja rasa simpati itu muncul ketika Lindsay sangat menyayangi calon dari anaknya.
Ada sebuah keinginan besar dalam hidup Kenzo untuk melindungi Lindsay, ibu dari calon anaknya itu.
Seminggu kemudian ...
Kevin dan Mira baru saja keluar dari dalam mobil. Rencananya hari ini Kevin yang akan mengantar Mira menemui Lindsay di lapas.
Semenjak pertemuan nya seminggu yang lalu itu Mira merasakan tubuhnya sangat panas dan sampai harus bed rest.
Dan sekarang setelah dia merasa sehat hal yang pertama dia inginkan adalah menjenguk Lindsay.
"Apa kamu beneran tidak ke kantor sayang?" tanya Mira pada suaminya.
"Aku akan ke kantor setelah kamu pulang dari lapas, ingat kondisi mu masih lemah, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu dan bayi kita sayang" jawab Kevin.
"Aku sudah sehat dan baik-baik saja, sudah ada bodyguard yang akan menjagaku" jawab Mira.
Kevin menggeleng dan mencium kening istrinya.
"Aku akan menemani mu, tidak ada bantahan lagi, lagian aku juga ingin bertemu dengan Lindsay"
"Apakah kamu sudah mau memaafkannya?" tanya Mira sedikit terkejut.
Karena selama ini Kevin memang belum mau memaafkan wanita itu.
"Istriku yang menjadi korbannya saja mau memaafkan kesalahan Lindsay, jadi setelah ku pikir membenci orang itu sangatlah tidak nyaman" jawab Kevin menangkup wajah istrinya.
Mira sangat senang mendengar ucapan Kevin, dia memang selalu memberi nasihat kepada suaminya itu agar tidak menaruh dendam kepada orang lain.
Apalagi orang itu sudah meminta maaf dan menyesalinya.
Setelah itu merekapun masuk ke dalam lapas dan langsung menuju ke seorang petugas di sana.
"Maaf nona, orang yang anda cari sudah tidak ada di lapas ini lagi, karena dia sudah di pindahkan ke tempat lain" ucap salah satu petugas kepolisian.
Mira dan Kevin begitu terkejut mendengar nya.
"Di pindahkan ke mana pak?" tanya Mira.
"Saya tidak tahu nona, karena itu bukan tanggung jawab saya" jawab petugas itu.
Bersambung ....
Mohon terus dukungan nya akak Reader 🥰🥰🥰
__ADS_1