
Happy Reading 😊
Kevin saat ini telah berada di atas dada istrinya yang sudah terbuka itu, dengan tangan yang sudah merem*s benda favorit nya Kevin mendekatkan bibirnya ke put*ng itu.
"Kevin Stop!!" seru Mira.
Kevin mendongak melihat Mira. "Kenapa sih selalu gak boleh sayang? aku kan juga ingin menyusu seperti King, masa cuma King saja yang boleh, aku juga mau," ucap Kevin.
"No, di larang keras, Asi hanya untuk sang anak, bukan untuk suami!" jelas Mira.
"Baiklah sayang, kalau begitu yang lain saja," ucap Kevin menurunkan wajahnya ke arah tempat favorit yang lain.
Dengan sigap pria satu anak itu membuka pembungkus terakhir yang menempel di tubuh istrinya itu.
Kevin sedikit melebarkan kaki Mira, dia menatap lapar sarang hangat burung gagaknya itu. Mira mendesah tertahan saat Kevin mulai menyapukan lidahnya di sarang itu.
Kevin begitu menyukai semua milik istrinya, perlahan pria itu memainkan lidahnya di sana. Menari nari mencari sesuatu yang lezat dan nikmat. Bahkan saat ini Kevin sudah mulai memasukan dua jarinya ke dalam sarang itu.
Mira sudah menikmati permainan sang suami yang begitu mahir dan membuatnya selalu puas.
"Sudah siap sayang?" tanya Kevin yang langsung di angguki oleh istrinya itu.
Dengan sigap Kevin membuka boksernya dan melemparkan ke sembarang arah. Kemudian dia memposisikan tubuhnya di atas sang istri.
Bleess!
Perlahan namun pasti senjata Kevin masuk dengan sempurna, Mira menutup matanya dan membuka lagi saat suaminya menggerakan tubuhnya itu.
Kevin mencium bibir sang istri dengan masih bergerak dengan tempo sedang. Mira benar-benar merasa di mabuk kepayang saat merasakan miliknya di obrak abrik oleh sang suami.
Sungguh Kevin tidak akan pernah merasa bosan dengan tubuh mungil Mira yang selalu menjadi candunya itu, apalagi Milik Mira yang masih sempit meskipun sudah melahirkan.
Di kamar itu di penuhi oleh suara penyatuan tub*h sepasang suami istri itu.
Kevin merasakan miliknya serasa di jepit dan berkedut-kedut. Sepertinya Mira sudah tidak tahan akan keluar.
Papa dari King itu mulai menaikan tempo gerakanya, akhirnya mereka sama-sama mencapai titik kepuasan bersama.
"Terima kasih sayang," ucap Kevin mencium kening Mira.
"Sama-sama sayang, terima kasih juga sudah menjadi suami dan papa yang setia selama ini, aku harap tidak akan pernah ada penghianatan atau perselingkuhan dalam rumah tangga kita," ucap Mira.
"Tentu saja sayang, aku berjanji padamu akan setia sampai akhir hayatku," ucap Kevin membelai wajah cantik istrinya.
"Sekali lagi ya?" tanya Kevin.
Wajah Mira bersemu merah seperti tomat saat Kevin meminta lagi.
Akhirnya kedua sejoli itu melakukan ronde keduanya.
__ADS_1
Sedangkan di kamar lain King terlelap dalam dekapan sang baby sitter Nana.
###
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Thomas masih setia meneguk anggur yang berada di tanganya. Ya sehabis makan malam bersama Jennifer tadi pria itu langsung mengajak Jenn untuk pergi ke club malam.
"Sudah Thom, ayo kita pulang," ucap Jennifer mengambil botol dari tangan pria itu.
"Sarah, sarah kanapa kamu begitu jahat padaku!! aku begitu tulus mencintaimu,hahaha!" ucap Thomas yang sudah sangat mabuk itu. Papa Lindsay itu terkadang tertawa lalu kemudian menangis sendiri meratapi nasibnya.
Jennifer merasakan sakit di hatinya saat melihat keadaan Thomas yang sangat perpuruk seperti ini.
"Thomas, sadarlah!! kamu sudah terlalu banyak minum, ayo kita pulang!" seru Jennifer menarik lengan pria itu.
Jenn berusaha memapah tubuh besar Thomas dengan tubuh mungilnya. Perlahan Jenn keluar dari club itu dan berjalan menuju mobil Thom yang terpakir di depan club dengan menahan tubuh gagah pria itu.
Tiba-tiba Thomas memeluk Jennifer erat, membenamkan wajahnya di bahu Jennifer. Biarlah orang mengatakan bahwa Thom pria tua yang cengeng, tapi memang rasa sakit tidak berdarah itu sudah memporak-porandakan seluruh jiwa dan raganya.
Jenn memberi sentuhan lembut pada punggung pria itu dengan mengelusnya perlahan. Seakan memberi semangat kepada pria yang sedang patah hati ini.
"Aku mengerti dengan perasaanmu Thom, kalau memang dengan begini bisa membuat hatimu lega aku akan setia menemanimu, tapi ku mohon jangan terlalu larut dalam kesedihan, karena kamu masih memiliki masa depan yang lebih indah nantinya," ucap Jennifer.
"Tidak Jenn, aku sudah tidak mempunyai masa depan lagi," jawab Thomas melepaskan pelukannya.
"Kamu salah Thom, belajarlah mengikhlaskan semua masalah yang mendera, aku yakin kamu pasti bisa melalui semuanya dan akan indah pada waktunya," ucap Jennifer menatap pria itu.
Saat ini yang ada di pikiran Jenn hanyalah memberi semangat kepada Thomas, dia sudah tidak ingin untuk memperjuangkan perasaannya lagi, karena menurutnya Thom hanya menganggapnya teman saja.
Thomas menatap wajah cantik Jennifer dengan perasaan yang tidak bisa diartikan, entah kenapa dia seakan mendapat setitik sinar harapan untuk hidupnya ketika mendengarkan nasihat Jennifer.
"Terima kasih Jenn, aku suka nasihatmu itu, ayo aku antar kamu pulang, ini sudah tengah malam," ucap Thomas berjalan ke arah mobil dengan sedikit sempoyongan.
Sepertinya pria itu memang peminum handal yang masih kuat untuk mengemudi tapi Jennifer tidak mau ada hal yang terjadi kalau Thom yang mengemudikan mobilnya.
"Biar aku saja yang menyetir, lihatlah dirimu sudah begitu mabuk" seru Jennifer saat Thom membuka pintu bagian kemudi.
"Aku masih kuat," jawab Thom terkekeh.
"Tidak Thom, biar aku saja, di mana rumahmu, aku akan mengantarkanmu dulu, kemudian aku akan pulang ke rumah, nanti aku bawa mobilmu dulu ya?" Jennifer langsung masuk ke tempat sopir.
Thomas akhirnya pasrah dan menurut.
###
Jennifer menatap bangunan megah di hadapannya ini, rumah Thomas memang besar seperti bangunan ala Eropa.
"Terima kasih Jenn karena mau menemaniku di saat aku begitu terpuruk," ucap Thomas.
Jennifer tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama Thom, aku senang bisa membantumu."
"Maaf karena telah melibatkanmu Jenn, aku banyak berhutang budi padamu."
"Tidak Thom, aku ikhlas membantumu, jadi jangan pikirkan balas budi, sudah sana masuk, aku pinjam mobilmu dulu," ucap Jennifer.
"Iya, kamu pakai dulu mobil itu, aku masih banyak mobil yang lain," jawab Thomas.
"Baiklah Thom, aku pulang dulu selamat malam," pamit Jennifer.
Thomas menatap manit mata Jennifer, tiba-tiba pria itu mendekat dan memeluknya kembali.
Jennifer membalas pelukan itu erat, rasanya sangat nyaman ketika Thom memeluknya seperti itu.
Thomas melepaskan pelukannya dan tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya ke arah Jennifer.
Cup, Thom mencium bibir seksi Jennifer, wanita itu sedikit terkejut tapi sedetik kemudian Jenn semakin memperdalam ciumannya.
Di bawah sinar rembulan yang terang itu, dua manusia beda generasi itu melakukan ciuman yang panjang.
"Sarah, aku mencintaimu," ucap Thomas di sela ciumannya.
Mendengar ucapan Thomas seketika Jennifer langsung menghentikan ciumannya. Thomas pun tersadar telah melakukan kesalahan dalam berucap.
"Jennifer, maaf, maafkan aku, aku terlalu terbawa suasana," ucap Thomas menyesal.
Entah kenapa dia malah menyebut nama mantan istrinya ketika sedang berciuman dengan Jennifer.
"Tidak apa-apa, aku mengerti kok, aku pulang dulu ya," pamit Jennifer melangkah masuk ke dalam mobil.
Perasaan Jennifer tidak menentu, baru saja mendapatkan angin segar tiba-tiba di hempaskan begitu saja.
Yang awalnya Jenn mengira bahwa Thom mulai membuka diri, tapi ternyata itu hanya ilusi.
Hati Jennifer sakit, mungkin rasa ini tidak sesakit saat mengetahui Kenzo telah menikah. Rasa ini sudah seperti hati yang di sayat oleh pisau, terluka tapi tak berdarah.
"Setelah aku mempertemukanmu dengan Lindsay aku berjanji akan menjauh darimu Thom," ucap Lindsay yang sudah memacu mobilnya itu.
Sudut matanya sudah menggenang, setitik air mata menetes begitu saja.
Jennifer meremas dadanya yang terasa sesak.
Sedangkan Thomas merasakan perasaan yang sangat bersalah terhadap wanita yang telah di ciumnya tadi.
Malam itu Thomas tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya tidak tenang sejak kepergian Jennifer tadi.
Bukan karena memikirkan tentang Sarah mantan istrinya, tapi malam itu pikiran Thom dipenuhi oleh Jennifer.
Bersambung ...
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜