BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Penyesalan Troy


__ADS_3

Happy Reading 😊


Malam itu di sebuah club malam, Troy sudah menghabiskan beberapa botol wine nya. Pria itu merasa sangat frustasi ketika dirinya berusaha untuk mengambil hati mantan kekasih nya tapi selalu di tolak.


Rasa sakit yang dia rasakan memang tidak sebanding dengan rasa sakit yang dia berikan kepada Inez, Troy sadar bahwa dia tidak pantas untuk kembali kepada Inez.


Tapi kenyataannya pria itu tidak bisa kalau harus berpisah dengan pujaan hatinya. Inez sudah seperti aliran darah yang mengalir di setiap denyut nadinya.


Tapi apakah dia pantas untuk mendapatkan cinta dari Inez?


Tidak!!! Big No!


Troy paham akan penghianatan nya yang telah menghancurkan hati Inez, gadis yang di cintai nya itu melihat sendiri adegan bercinta nya dengan Elvina.


"Inez, sayang maafkan aku!!"


Semua orang yang melihat Troy sungguh merasa kasihan, keadaan nya yang benar-benar terpuruk dan sangat menyedihkan.


Elvina datang ke dalam club itu dengan keadaan marah, dia mendapatkan kabar dari salah satu temannya bahwa Troy bedara di club itu.


"Ayo kita pulang!" seru Elvina menarik lengan Troy yang sudah mabuk itu.


Pria itu menoleh dan menatap wajah wanita di depan nya ini.


"Hahaha, Inez, Inez sayang akhirnya kamu datang" seru Troy memeluk tubuh Elvina.


Ada rasa sakit di hati Elvina kala Troy masih saja menyebut nama mantan kekasih nya.


"Tidak, kamu bukan Inez, kamu bukan kesayangan ku, mana Inez, aku kangen sayangku!!" Troy mendorong tubuh Elvina.


"Troy, sadarlah sayang, ini aku Elvina! ayo kita ke rumahmu, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dirimu!!" seru Elvina menarik lengan Troy.


Troy melepaskan tangan Elvina dari lengannya, dan menghempaskan tubuh wanita itu. Troy bangkit berdiri dan berjalan memegang pinggiran meja bar.


Elvina harus sedikit bersabar menghadapi Troy, karena hanya Troy yang bisa menampung nya saat ini, Elvina telah di usir dan dilarang kembali oleh ibunya karena telah membuat malu keluarga.


Aku harus bisa mengendalikan Troy lagi bagaimana pun caranya. Batin wanita itu.


Troy berjalan sempoyongan keluar dari dalam club itu, terlihat Elvina mengejar di belakangnya.


"Troy, ayo aku papah kamu ke mobil" ucap Elvina akan memegang lengan Troy.


Tapi lagi-lagi pria itu menepisnya.

__ADS_1


"Hei kau jal"ng, jangan sentuh aku lagi, gara-gara kamu yang terus menerus menggodaku Inez jadi ninggalin aku, sudah ku bilang jangan mencariku lagi" seru Troy yang kini terlihat menatap tajam ke arah Elvina.


"Apa kamu bilang? aku jal*ng? ya memang benar aku yang menggodamu, tapi kamu juga tergodakan? jangan salahkan aku, kalau saja kamu tetap setia pada Inez dan tidak tergiur dengan tubuhku yang seksi ini bisa di pastikan bahwa Inez masih berada di sisimu, jadi semua ini bukan saja salahku, ini juga salahmu Troy!!!" jawab Elvina berteriak.


Dia tidak terima kalau hanya dirinya yang disalahkan, kalau memang benar Troy Mencintai Inez dan setia seharusnya dia menolak mentah-mentah Elvina yang telah naik ke ranjangnya


"Hahahaha, ya aku memang orang bodoh, aku menyia-nyiakan dan menyakiti gadis yang ku cintai, aku sudah tidak pantas lagi mendapatkan maaf dari Inez, aaakk aku memang brengsek!!" teriak Troy sambil menjambak rambutnya.


Tiba-tiba pria itu terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurep, sepertinya dia banyak sekali minum, sampai mulutnya masih saja menggumamkan nama Inez.


###


Keesokan paginya ....


Inez baru saja mendapatkan telepon dari Lindsay bahwa mereka sudah sampai di kota dengan selamat.


Gadis itu baru saja selesai mandi dan sedang memilih pakaian. Inez sudah tidak sabar dengan janji Reymond yang sudah berjanji untuk mengajaknya pergi ke sebuah tempat kenangan dulu.


"Aku harus tampil lebih dewasa, tapi aku tidak tahu Rey suka tipe wanita seperti apa? ehm mungkin aku pakai dress ini saja" gumam Inez di depan lemari pakaian.


Gadis itu mengambil salah satu Dress berwarna pink kesukaannya. Setelah memakai dress itu tidak lupa Inez sedikit mengoleskan lipbalm di bibir nya agar terlihat lebih fresh.


Tok, tok, tok,


Suara ketukan pintu membuat Inez sedikit terburu-buru. "Iya sebentar" seru Inez.


"Ada cowok di depan yang sudah menunggu mu nona Inez" ucap Amrita.


"Iya Amrita, suruh dia masuk dulu, aku sebentar lagi keluar" jawab Inez.


"Siapa sih, pacar nya ya?" tanya Amrita penasaran.


"Bukan, kita masih temenan kok" jawab Inez tersenyum malu.


"Tapi sebentar lagi pasti pacaran"


"Sudah-sudah sana suruh dia masuk" ucap Inez mengusir asisten rumah tangga yang selalu setia menemani nenek Rose itu.


Inez keluar dari dalam kamar dan langsung menemui Rey di ruang tamu. Pria itu menatap Inez dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.


"Sudah siap?" tanya Rey.


Inez mengangguk mantap. "Ayo kita pergi sekarang"

__ADS_1


Akhirnya mereka pergi ke suatu tempat yang dulu sering mereka datangi.


"Ini untukmu" Rey memberikan sebungkus coklat pada Inez.


"Wah ternyata kamu masih ingat ya Rey" ucap Inez mengambil coklat itu dari tangan Rey.


"Tentu saja, aku selalu mengingatmu Inez" jawab Rey menoleh sekilas ke arah Inez kemudian fokus ke depan kembali.


Memang hubungan Inez dan Rey dulu sangat dekat, mereka layaknya kakak beradik saja, tapi waktu itu Inez menganggap Rey adalah teman yang begitu baik dan ingin Rey bisa menjadi kekasih nya kalau mereka besar nanti.


Tapi ternyata keinginan Inez kandas setelah orang tua Rey pindah ke Negara lain karena tugas. Di sebuah negara sebrang yang Inez yakini bahwa Reymond tidak akan pernah kembali lagi.


Rey membawa Inez ke sebuah tempat dimana dulu mereka selalu menghabiskan waktu. Tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Sebuah taman bermain yang sekarang sudah banyak berubah.


"Bagaimana, taman ini sudah tidak seperti yang dulu ya?" tanya Reymond.


Inez mangut-mangut, memang benar taman yang dulu diperutukan untuk taman bermain anak-anak kini sudah berubah total.


"Semenjak kamu pergi aku sudah tidak pernah datang ke tempat ini lagi" ucap Inez menatap lurus ke depan.


"Ayo duduk di kursi itu" Rey mengajak Inez untuk duduk.


"Rey, sekarang kamu sudah sukses ya?"


"Ya begitulah, aku berhasil menjadi dokter muda seperti keinginan ku, bagaimana denganmu?" tanya Rey.


"Aku tidak meneruskan kuliah karena aku kesal terhadap orang tuaku, mereka selalu saja pergi meninggalkan ku bersama nenek di rumah" jawab Inez cemberut.


Cekrek, cekrek ...


Inez menoleh dan melihat Rey sedang memotret nya dengan kamera ponsel.


"Buat isi galeri" ucap Rey ketika Inez menatapnya.


Gadis itu tersenyum senang, entah kenapa rasanya dia seperti merasakan perasaan jatuh cinta lagi, Rey seperti obat untuk hatinya, saat dia baru saja patah hati tiba-tiba Rey datang seakan menghapus segala kesedihan nya.


"Kamu tunggu disini dulu ya, aku mau membeli es krim itu" ucap Rey.


"Baiklah, aku mau rasa vanila ya" jawab Inez.


Kemudian Rey pergi membeli es krim, pada saat Inez sedang melihat ke arah Rey yang tersenyum mengantri untuk membeli es krim tiba-tiba ponsel Rey di samping tempat yang di duduki Inez berdering.


Inez melihat layar penasaran siapa yang telah menelepon. Tiba-tiba matanya melotot saat melihat nama yang tertera dilayar.

__ADS_1


'Kekasihku'


Bersambung ....


__ADS_2