BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Hanya sekali dan selamanya


__ADS_3

Happy Reading 😊


Hari ini adalah hari yang bahagia untuk Kenzo dan Lindsay. Mereka telah melakukan janji suci sehidup semati dan membuka lembaran baru dalam ikatan pernikahan.


Setelah acara lamaran di hotel itu mereka berdua langsung memutuskan untuk menikah hari ini juga. Hanya di saksikan Kevin, Mira dan Nana yang menggendong King.


Saat ini mereka berada di restoran untuk makan siang dan merayakan pernikahan Kenzo dan Lindsay.


Restoran itu telah di sewa Kenzo, jadi hanya ada mereka ber lima yang ada di tempat tersebut.


Kenzo dan Lindsay tampak bahagia, terlihat kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua.


Tidak pernah lepas senyuman yang menghiasi wajah Lindsay dan juga Kenzo, layaknya remaja yang sedang di mabuk cinta.


"Selamat untuk kalian berdua, aku harap kalian bisa membenahi diri dan hidup bahagia selamanya" ucap Kevin kepada pasangan pengantin baru itu.


"Terima kasih tuan Kevin atas segala kebaikan anda," ucap Kenzo tersenyum.


"Ingat, kamu harus menjaga Lindsay dengan baik tuan Kenzo" ucap Mira.


"Tentu saja nona Mira, aku akan menjaga istriku dan juga anak kami dengan baik"


Lindsay tampak tidak bisa berhenti menitikan air matanya yang sedari tadi terus mengalir. Wanita itu merasa sangat beruntung atas jalan hidupnya yang sedemikian rupa.


Dia begitu bersyukur karena masih ada orang yang menyayangi dan mencintai nya setulus hati seperti Kenzo.


Lindsay juga merasa sangat bersalah terhadap Kevin dan Mira, dia yang dulu pernah dendam dan ingin melenyapkan Mira malah sekarang berbalik wanita itu menyelamatkan hidupnya.


"Mira, Kevin maafkan aku, hiks" ucap Lindsay tersedu.


Mira memeluk wanita yang sedang menangis itu, menepuk bahunya dan memberi sedikit semangat pada Lindsay.


"Sudahlah Linds, aku dan Kevin sudah memaafkanmu, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tergantung bagaimana kita mau belajar dari kesalahannya atau tidak. Kamu mau berubah dan bertobat, aku sudah seharusnya memaafkan semua kesalahanmu, jadi kedepannya kita harus hidup kebih baik lagi" ucap Mira.


Lindsay melepaskan pelukan mereka, wanita itu terlihat lebih baik ketika mendengar nasihat dari Mira.


"Kamu sungguh orang yang berjiwa besar Mira, Kevin memang tidak salah memilih mu" ucap Lindsay memandang Kevin dan Mira bergantian.


"Pada waktu aku masih SMA dulu di Negara ku Indonesia, ada seorang murid yang telah mencelakakan gurunya sampai tidak bisa berjalan selama sebulan lebih, murid itu menabrak gurunya karena dendam, selalu di hukum dan mendapatkan nilai yang buruk oleh guru itu, akhirnya sang murid yang sudah di landa dendam membara akhirnya dia menabrak gurunya yang pada waktu itu hanya memakai motor, kejadian nya sangat singkat dan ternyata sang guru hanya mengalami patah tulang di kakinya, murid itu menjadi semakin bersalah ketika gurunya itu malah tersenyum ke arahnya, setelah di nyatakan sembuh guru itu merangkul bahunya sang murid yang telah mencelakakan nya, memaafkan nya asal dia tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama" ucap Mira panjang lebar.

__ADS_1


Lindsay dan Kenzo tersenyum mendengar cerita dari Mira.


"Sayang, kamu tidak sedang menceritakan tentang kisahmu kan? bukan kamu murid itu kan?" tanya Kevin merangkul bahu istrinya.


"Tentu saja bukan, aku hanya salah satu teman sekelas nya pada waktu itu" jawab Mira kesal.


Semua orang tertawa melihat Mira yang seperti itu. Tiba-tiba King terbangun dan menangis kencang. Mira langsung meminta King pada Nana dan menggendong nya.


"Cup,cup anak Mama kenapa menangis?" ucap Mira menenangkan putranya itu.


Mira mencari tempat duduk lain untuk menyusui King, tapi baby King tidak mau dan tetap menangis.


Kevin mendekat dan akan mengambil King dari gendongan Mamanya itu. Tapi putranya semakin menangis ketika di gendong sang Papa.


"Seperti nya King demam ya Nana?" tanya Mira kepada Baby sitter nya itu.


Nana memegang kening king dan mengecek suhunya. "Seperti nya tidak terlalu panas nona, tuan muda King hanya kelelahan saja." ucap Nana.


"Sebaiknya kita bawa King ke rumah sakit, Kenzo, Lindsay kami akan pergi memeriksa kan King dulu" ucap Kevin berpamitan.


"Mudah-mudahan King tidak apa-apa," ucap Kenzo.


"Tentu saja, kamu juga harus jaga kehamilan karena sebentar lagi mau lahiran" ucap Mira.


"Aku sudah tidak sabar untuk bermain dengan baby ku" ucap Kenzo membelai perut Lindsay.


"Sudah USG belum? kalian sudau tahu jenis kelaminnya?" tanya Mira


Kenzo dan Lindsay kompak menggeleng.


"Aku memang sengaja gak USG, biar jadi kejutan" ucap Lindsay.


"Kalau perempuan aku ingin menjodohkan dengan putra ku King, iya kan sayang?" ucap Mira melirik suaminya yang sedari tadi menenangkan King.


"Ah ide bagus itu sayang" jawab Kevin.


"Tapi kalau misal anakku Laki-laki bagaimana?" tanya Kenzo.


"Kalau anak kita Laki-laki kita akan jadikan mereka saudara" jawab Lindsay tersenyum.

__ADS_1


"Boleh deh, tapi aku harap sang baby Kenzo adalah perempuan, jadi kita bisa menjodohkan putra putri kita" ucap Mira memegang perut Lindsay.


Ooeekkk, ooeekkk .. !!!


King menangis menjerit. "Baiklah ayo kita segera ke rumah sakit" ucap Kevin langsung membawa King keluar dari dalam restoran itu di susul Mira dan Nana.


"Aku harap King tidak apa-apa" ucap Lindsay.


Kenzo memegang tangan istrinya dan mencium punggung tanganya lama.


"Iya sayang, kita doakan yang terbaik untuk King, oh ya kamu sudah memikirkan siapa nama anak kita nanti?" tanya Kenzo.


"Ehmm, sudah"


"Siapa sayang?"


"Kalau anak kita perempuan aku akan memberi nama Flower, kelak akan menjadi anak yang cantik seperti bunga dan dimanapun dia berada selalu di sukai banyak orang seperti bunga, semua orang di dunia ini pasti selalu suka dengan tumbuhan yang selalu mengeluarkan aroma harum itu" jawab Lindsay.


"Lalu kalau Laki-laki?" tanya Kenzo kemudian.


"Kalau Laki-laki aku akan memberi nama Aaron"


"Kenapa Aaron?" tanya Kenzo.


"Entahlah sayang, aku hanya ingin memberi nama itu, hanya terlintas dipikiran ku saja" jawab Lindsay.


Kenzo tersenyum kemudian dia memeluk istrinya dari samping dan tangan satunya mengelus perut buncit Lindsay.


"Bagiku Laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting mereka sehat, aku tidak sabar ingin segera memegang tangan mungil bayi kita, sayang terima kasih ya karena kamu telah mau menerima ku dan calon anak kita" ucap Kenzo sendu.


Dia mengingat perlakuan nya dulu pada Lindsay hingga mengakibatkan dirinya hamil.


"Aku tidak apa-apa sayang, justru karena kejadian itu dan adanya baby ini kita akhirnya bisa bersama dan menyadari perasaan masing-masing yang ternyata membawa kita dalam ikatan suci pernikahan, aku juga sangat berterima kasih padamu karena telah memilihku" ucap Lindsay.


"Kamu adalah takdirku, istriku, hanya sekali dan selamanya." Jawab Kenzo mencium bibir Lindsay.


Bersambung ....


Menurut akak reader anak Lindsay dan Kenzo sebaiknya cewek atau cowok??

__ADS_1


__ADS_2