
Happy Reading 😊
Siang itu Mira langsung pergi ke kantor Kevin. Dia ingin memberi tahukan kejadian yang menimpanya di restoran tadi.
Lindsay nama wanita yang selalu membuat masalah dengannya. Tentu saja Mira tidak terima dengan cara Lindsay mempermalukan-nya seperti tadi.
"Dasar wanita ular, rubah betina!! Sebenarnya apa masalah dia? Kenapa dia selalu ingin berurusan dengan ku? Apa dia masih tidak terima karena aku menikah dengan Kevin!!" gerutu Mira di dalam mobil.
Tidak lama setelah itu dia sampai diperusahaan suaminya.
Dengan langkah tergesa Mira memasuki kantor, banyak karyawan menyapa ramah terhadap nya.
Pada saat Mira akan memasuki lift, dia tidak sengaja menabrak seseorang.
" Maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap Mira merasa bersalah.
Pria paruh baya itu menatap gadis didepan nya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gadis yang cantik" gumam pria paruh baya tersebut.
"Maaf tuan, apa maksud anda?" tanya Mira.
"Oh, tidak ada, hanya saja aku merasa senang bisa melihat mu nona" jawab pria tersebut.
Mira merasa aneh dengan sikap pria yang ditabraknya itu. Dia pun merasa ngeri karena pria itu terus saja menatap nya.
"Maaf tuan, saya sedang terburu-buru, permisi" ucap Mira berlalu dari hadapan pria itu.
"Tunggu dulu nona, maaf kalau anda merasa agak risih dengan saya, tenang saja saya tidak bermaksud untuk berbuat tidak baik, karena saya bukan orang seperti itu, ini kartu nama saya dan nama saya Fredy, nona bisa memanggil saya om Fredy" ucap pria bernama Fredy tersebut sambil menyerah kan kartu nama nya.
Mira merasa tidak enak hati karena telah berpikir bahwa pria itu ada maksud lain.
"Baiklah tuan eh om Fredy, saya Mira, senang berkenalan dengan anda" ucap Mira sambil mengambil kartu nama itu dan kemudian memperkenalkan diri.
Pria yang bernama Fredy tersebut menjabat tangan Mira dan tersenyum.
"Mudah - mudahan kita bisa bertemu kembali" ucap om Fredy tersenyum.
Kemudian Mira pergi masuk kedalam lift, hampir saja dia lupa dengan tujuan utamanya untuk bertemu sang suami.
Setelah sampai lantai yang dituju lift pun terbuka.
Dengan cepat Mira langsung keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah ruangan CEO.
David menatap pintu yang terbuka dan melihat sang istri masuk dengan tatapan yang menusuk.
"Sayang, ada perlu apa datang ke kantor?" tanya Kevin berdiri dan menghampiri sang istri.
Mira yang masih merasa kesal dengan mantan sekretaris suaninya itu langsung menghindar ketika Kevin akan memeluk nya.
"Hei ada apa dengan istriku yang cantik ini?" tanya Kevin heran dengan sikap Mira.
"Ini semua gara-gara mantan sekretaris dan partner having fun mu itu!" jawab Mira ketus.
Dia mendudukan bokongnya disofa yang berada di ruangan itu.
Kevin mendekati sang istri yang terlihat mood nya sedang buruk.
"Maksudmu Lindsay? Dia kenapa sayang? Apa Lindsay yang membuat mu bad mood seperti ini?" tanya Kevin duduk disamping istrinya.
"Ya seperti nya dia masih tidak terima kalau aku bersama dan menikah dengan mu!" jawab Mira.
"Sudahlah tidak usah khawatir sayang, jangan hiraukan dia, lagi pula aku juga sudah tidak sudi bertemu dengan nya lagi sayang" ucap Kevin.
"Tapi ini masalah lain" jawab Mira masih merasa tidak terima.
"Oke kalau begitu ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi" ucap Kevin menatap wajah sang istri sambil membelai punggung tanganya.
__ADS_1
Akhirnya Mira menceritakan semua kejadian yang dialami nya tadi pada waktu direstoran.
Kevin mengepalkan tangannya ketika mendengar kan cerita dari sang istri. Sungguh dia merasa geram dengan ulah Lindsay yang telah menjadi kan Mira sebagai umpan untuk pria yang dia yakini akan menjadi calon suaminya itu.
Wanita yang sungguh licik sampai dengan rasa tidak bersalah memberikan istrinya pada pria yang akan ditemui oleh Lindsay.
"Aku akan mengurus nya sayang, akan ku pecat Lindsay dari perusahaan karena telah berani mengusik istri CEO nya sendiri." Ucap Kevin.
Dia memeluk Mira dan membelai rambut hitamnya.
"Memang seharusnya kamu sudah memecat wanita itu dari dulu" ucap Mira dalam dekapan Kevin.
"Iya sayang, tenang saja, justru aku merasa tidak senang ketika pria yang bernama Stuard itu memegangmu, mana saja yang dipegang sayang, akan kuhapus jejak nya?"
"Sudahlah Kevin, aku juga tidak memikirkan hal itu lagi, lebih baik sekarang belikan aku makanan karena aku sangat lapar" ucap Mira.
"Baiklah sayang, bagaimana kalau kita makan di luar, aku juga belum makan siang karena baru saja selesai meeting" jawab Kevin.
"Oke, let's go" seru Mira berubah jadi gembira.
Mungkin dia tadi sedang lapar jadi mood nya berubah menjadi buruk. Batin Kevin.
###
Stuard sedang berada di apartemennya bersama sang kekasih, mereka baru saja akan melakukan hubungan itu karena memang itu sudah menjadi kebiasaan Stuard dan para kekasihnya.
Yah, dia memang pria yang tidak cukup dengan satu wanita saja dalam hidupnya.
Saat Stuard akan memasuki kekasihnya tiba-tiba bayangan wajah Mira terlintas begitu saja.
"Ada apa denga ku!" gumam Stuard.
"Kenapa sayang, ayo lakukan lah, aku sudah tidak tahan" ucap kekasih Stuard.
"Bersiap lah honey, aku datang" ucap Stuard.
Saat baru saja akan masuk dan mencium sang kekasih tiba-tiba bayangan wajah Mira terlintas lagi.
Pria itu merasa sudah tidak bergairah untuk melakukan hubungan suami istri tersebut.
Stuard menjauhkan tubuhnya dari sang kekasih dan menjambak rambutnya frustrasi.
"Honey, kenapa tidak jadi" tanya wanita seksi itu dengan kecewa.
"Aku sudah tidak ingin lagi Mey, kita tunda dulu bercintanya" jawab Stuard berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.
Pria itu memutar shower dan membasuh tubuhnya, entah kenapa dia merasa aneh dengan dirinya sendiri.
Kenapa bayangan wanita yang di temuinya siang tadi itu selalu berputar putar di otaknya.
Padahal dia juga tidak memikirkan wanita yang dia ketahui nama nya Mira itu.
"Mira, apa ada yang spesial pada dirimu, kenapa aku ingin bertemu lagi dengan mu!!" Batin Stuard.
Sedangkan di apartemen Mira yang masih masih menyiapkan air hangat untuk mandi Kevin tiba-tiba merasa ingin bersin saja.
"Haduh, apa ada yang membicarakan ku? hacchhii!!"
Mira mengelap hidungnya yang tiba-tiba merasa gatal.
"Aahh, itu kan hanya cerita khayalan, mana mungkin ada yang sedang membatinku" gumam Mira.
Setelah selesai mengisi bathup dan memberi aroma yang fress dia keluar dari kamar mandi.
"Airnya sudah siap sayang" ucap Mira pada Kevin yang masih sibuk dengan laptop nya.
"Iya sayang, sebentar lagi" jawab Kevin tanpa mengalihkan pandangannya pada layar laptop.
__ADS_1
Mira merasa Kevin mengabaikan nya, bukan karena dia tidak suka melayani sang suami, tapi kalau nanti nanti air di bathup akan segera dingin.
"Mandi dulu sayang, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" ucap Mira menutup laptop sang suami.
Kevin menatap istrinya dengan tatapan tajam.
"Baiklah aku mandi sekarang, tapi kita mandi bersama, hemm" jawab Kevin berdiri dan berjalan ke arah Mira.
"Tapi aku tadi sudah mandi" jawab Mira gugup melihat tatapan horor suaminya.
"Tapi karena kamu memaksa ku jadi aku juga akan memaksamu sayang" ucap Kevin.
Kemudian dengan tanpa aba-aba Kevin langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal style dan langsung membawanya masuk kedalan kamar mandi.
Dan tentu saja ritual mandi ala Kevin sangat lama saat mandi bersama Mira.
Karena bukan cuma mandi yang seperti biasanya.
###
Stuard melajukan mobilnya menuju ke sebuah Rumah yang cukup besar dan megah.
Dia keluar dari dalam mobil dan melihat ada sebuah mobil lain yang terparkir disana.
Dengan langkah lebar dia masuk kedalam rumah mewah itu. Saat berada diruang tamu dia melihat ada seorang wanita cantik berambut pirang bersama sang Papa.
"Stuard, akhirnya kamu datang, lihatlah siapa yang datang kemari mencarimu" seru pria paruh baya yang tidak lain adalah papa dari Stuard.
Pria itu menatap sang wanita dengan tatapan sinis, dia sudah tahu bahwa wanita yang berkunjung ke rumah nya itu adalah Lindsay karena dia sudah melacak siapa Lindsay itu sebenarnya.
"Stuard, maafkan aku karena telah mempermainkanmu, bukan maksudku untuk tidak datang ke restoran itu, tapi karena aku ada urusan mendadak jadi aku menyuruh gadis itu untuk menggantikanku" ucap Lindsay.
"Begitukah? apa yang kamu katakan ini benar? dengar kan aku nona Lindsay, aku adalah orang yang sangat tidak suka dipermainkan, jadi kamu harus tahu konsekuensinya karena telah berani menantangku!!" seru Stuard.
Lindsay yang merasa bersalah langsung berdiri dan bersimpuh di kaki Stuard. Dia tidak ingin menyia-nyiakan pria yang begitu tampan menurutnya itu.
"Tolong maafkan aku, aku berjanji akan melakukan apapun kecuali pembatalan pertunangannya, aku tidak mau Papa kecewa, ku mohon Stuard maafkan aku" mohon Lindsay.
"Baiklah, aku akan memaafkanmu kalau kamu memberiku nomer telepon nya Mira" ucap Stuard membuat Lindsay terkejut.
"Kenapa kamu ingin nomer telepon nya Mira? asal kamu tahu Mira itu sudah bersuami" ucap Lindsay kemudian berdiri dan menatap papa Stuard.
"Tuan Fredy, tolong bujuklah Stuard agar dia mau memaafkanku!" mohon Lindsay kepada papa Stuard.
"Siapa Mira itu Nak? kenapa namanya tidak asing?" tanya Fredy kepada Stuard.
"Mira adalah orang yang di berikan Lindsay padaku, kita tadi sempat salah paham Pa, tapi akhirnya aku percaya padanya bahwa semua ini adalah jebakan wanita ini" jawab Stuard sambil menunjuk ke arah Lindsay.
"Tolong maafkan aku, jangan minta nomer telepon Mira karena wanita itu sudah mempunyai suami yang juga sangat terpandang" ucap Lindsay.
"Aku sudah tahu kalau dia bersuami, Mira sendiri yang memberitahuku jadi kamu tidak usah mengelak" jawab Stuard.
"Baiklah aku akan memberimu nomer Mira asalkan kita tetap bertunangan dan menikah" ucap Lindsay.
"Tentu saja!" jawab Stuard enteng.
Entah kenapa dia tiba-tiba ingin mengetahui nomer ponsel Mira, wanita yang terus saja menghantui pikiran nya.
Sedangkan tuan Fredy juga sedang mengingat dengan nama Mira, dan akhirnya dia ingat dengan gadis cantik berwajah Asia yang ditelah menabraknya itu.
"Aku juga ingin bertemu dengan wanita yang bernama Mira" seru tuan Fredy membuat Lindsay dan Stuard menatap ke arahnya bersamaan.
Bersambung ....
Akhirnya aku bisa mengabulkan permintaan akak reader dengan up novel ini.
Maaf masih banyak typo juga🙏🏻💕
__ADS_1