
Happy Reading 😊
Mira dan Kevin datang ke desa Vermont untuk menjenguk Lindsay yang baru saja melahirkan.
"Wah tampan sekali," seru Mira menggendong baby Aaron.
Lindsay dan Kenzo tersenyum dan saling memandang. Mereka merasa tersanjung karena orang besar seperti Kevin mau mengunjungi Mereka.
"Mira, terima kasih ya, kalau bukan karena mu aku tidak akan pernah bisa mendapatkan pria hebat seperti Kenzo" ucap Lindsay.
"Apa semua itu karenaku? bukankah kalian sudah saling mengenal sebelum aku hadir?" ucap Mira balik bertanya.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu Mira" ucap Kenzo menatap Mira dan Lindsay bergantian.
Lindsay terlihat mengangguk kan kepalanya.
"Sebenarnya aku ingin mengutarakan semua perasaan yang pernah aku rasakan padamu Mira, dulu aku pernah jatuh cinta padamu, sampai aku menyakiti Lindsay, tapi karena hal itu kita akhirnya di takdirkan untuk bersama" Kenzo akhirnya mengatakan uneg-uneg yang selama ini dia simpan sendiri.
Mira terlihat terkejut mendengar perkataan Kenzo itu, untung saja Kevin sedang tidak ada di ruangan.
"Entah kenapa kami merasa sangat berhutang budi padamu Mira, aku ingin Aaron bisa menjadi sahabat King dan selalu ada untuk putra mu, aku harap King dan Aaron bisa saling melindungi" ucap Lindsay.
"Tentu saja Lindsay, dan Kenzo aku juga tidak menyangka kalau selama ini kamu mempunyai perasaan padaku, terima kasih telah menyukai ku, tapi saat ini kami harus menjaga Lindsay dan membahagiakan nya, bangunalah keluarga kecil kalian menjadi keluarga yang bahagia" ucap Mira tersenyum.
Oeeekk .... ooeekkk ....
Baby Aaron tiba-tiba menangis. Mira menyerahkan Aaron kepada Lindsay untuk di beri Asi.
Saat ini Kevin sedang di luar parkiran menggendong King yang sedari tadi rewel, baby sitter Nana tidak ikut karena sedang ada acara di keluarga nya.
Sedangkan Kevin hanya mengajak James sang supir pribadi. Elvina yang baru saja keluar dari rumah sakit tanpa di dampingi Troy karena pria sudah tidak mau mengurus lagi, wanita itu melihat Kevin yang sedang menggendong King di depan dadanya.
Entah kenapa tiba-tiba Elvina merasa tertarik dengan suami Mira itu.
"Hot Daddy" gumam Elvina.
Wanita itu tersenyum licik, seperti nya dia tertarik pada Kevin saat pertama kali melihat nya.
Munculah bibit pelakor Elvina yang sudah mendarah daging. Wanita itu menatap Kevin dengan penuh damba.
"Mana istrinya? apa dia sudah tidak mempunyai istri? aduh Baby nya lucu sekali!"
Elvina berjalan dengan anggun mendekati Kevin.
__ADS_1
"Aduh!! perutku!!" seru Elvina saat dia berada di dekat suami Mira itu.
Kevin yang melihat ada seorang wanita mengaduh di samping nya jadi simpati.
"Ada apa nona? apa anda baik-baik saja?" tanya Kevin.
Saat ini King sudah tertidur di gendongan sang papa. Elvina sedikit maju dan menjatuhkan diri di lengan Kevin.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja!" ucap Elvina menjauhkan tubuhnya dan membungkuk meminta maaf pada Kevin.
Kevin menatap Elvina dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Aku baru saja periksa karena perutku bermasalah, ini sudah biasa tuan, maaf tadi aku tidak sengaja" ucap Elvina kembali.
"Sebaiknya anda periksa lagi nona, atau obatnya segera di minum agar tidak sembarang menubruk orang lagi" ucap Kevin datar.
Kemudian pria itu berlalu masuk ke dalam rumah sakit, Elvina mengepalkan kedua tangannya saat tidak di respon seperti itu oleh Kevin.
"Dasar pria sombong, untung tampan!" gerutu Elvina pergi berlalu dari rumah sakit.
Wanita itu benar-benar tidak menyangka bahwa hidupnya akan menjadi seperti ini, hidup hanya dengan ibunya yang bekerja di kebun nenek Rose, itulah awal nya dia bertemu dengan Inez dan menjadi sahabat yang baik.
Sampai pada waktu itu Inez memperkenalkan Troy kepadanya, itulah awal dari pikiran buruk yang sudah di rancang Elvina, dia begitu iri denga Inez karena berasal dari keluarga kaya dan juga mempunyai kekasih yang tampan.
Tapi sepertinya sekarang sudah berubah, rencana Elvina yang akan di nikahi Troy setelah melahirkan pun kandas.
Bahkan ibunya telah mengusir Elvina saat gadis mengatakan bahwa dia telah hamil. Lalu saat ini setelah semua masalah terjadi bahkan Troy pergi meninggalkan nya, wanita itu bingung harus pulang kemana.
Inez sedang berada di kamarnya, setelah siang tadi dia baru mengantarkan Lindsay dan Kenzo ke bandara untuk pulang ke kota Olympia.
Drrrrtttt ...
Ponsel Inez berdering, gadis itu melihat layar dan mengerutkan dahinya. Nomer tidak di kenal, Inez malas untuk mengankatnya. Gadis itu melemparkan ponselnya ke ranjang begitu saja.
Sudah sering dia mendapat kan telepon dari nomer tidak di kenal dan ternyata itu adalah Troy yang masih saja mengganggunya.
Ponselnya berdering kembali, gadis itu sungguh frustasi dengan penelpon yang menganggunya itu.
Inez mengambil ponselnya dan menggeser layar.
"Hei bodoh, sudah ku bilang jangan ganggu aku lagi, urus saja wanitamu itu! jangan pernah berharap untuk kembali lagi padaku, dasar pria brengsek!!"
"Siapa yang brengsek?" sebuah suara pria yang sangat asing tapi familiar.
__ADS_1
Inez mematung mendengar suara itu, bukan suara Troy, kemudian gadis itu melihat nomer sang pelepon. Nomer yang beda dari biasanya.
"Halo, ini siapa?" tanya Inez.
"Maaf kalau aku mengganggumu Inez, ini aku Rey"
"Rey? Reymond?" tanya gadis itu.
"Iya Reymon, teman masa kecilmu? suaraku sudah banyak berubah ya, tapikan kita kemarin baru saja bertemu di rumah sakit Nez?" ucap Reymond.
"Hahaha, iya-iya masalah nya sudah 10 tahun loe, yang pasti kamu juga sudah banyak berubah" jawab Inez tergelak.
Hilang sudah perasaan kesalnya.
"Oh ya, tadi yang kamu maksud brengsek siapa?" tanya Reymond.
"Ah itu bukan siapa-siapa, cuma orang yang suka menganggu, ehm ngomong-ngomong kamu dapat nomerku dari mana?" tanya Inez penasaran.
"Ada deh, rahasia. Hahaha" jawab Reymond tergelak.
"Eh main rahasia segala, ya udah aku tutup telepon nya"
"Eh, jangan! akukan masih kangen" ucap Reymond membuat Inez membeku seketika.
"Halo, Nez, haloooo kok gak ada suara?"
"Eh, halo aku ada kok" jawab Inez yang sudah sadar.
Jujur hati Inez sedikit tersentuh ketika Reymond mengatakan kangen, dulu pria itu adalah idola masa kecil Inez, Rey yang waktu itu berusia 15 tahun dan Inez 10 tahun.
"Aku ingin mengajak kamu ke tempat favorit kita dulu, bagaimana kalau besok pagi, mumpung aku masuk jam kerja malam" ucap Reymond.
"Hemm, baiklah Rey, sudah lama juga aku tidak kesana" jawab Inez.
Akhirnya mereka mengobrol sampai larut malam.
Inez mengakhiri panggilan nya dan berpamitan akan tidur. Gadis itu tersenyum setelah mematikan ponselnya.
Dulu Rey selalu memberikan Inez coklat saat bertemu, sungguh tidak menyangka bahwa mereka bisa bertemu kembali setelah 10 tahun kemudian.
Bersambung ....
Minta dukungan nya ya akak2 reader, dengan cara Like, vote, bunga dan juga komen ya 🙏🏻🙏🏻🥰🥰🥰
__ADS_1