BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Kisah bahagia dan pilu


__ADS_3

Happy Reading 😔


Sudah seminggu Stuard masih berbaring koma, Mira dan Kevin setiap hari selalu menjenguk ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya pria malang itu.


Seperti saat ini Mira datang bersama Kevin membawakan sebuket bunga mawar putih. Polisi juga sudah mengantongi pelaku penabrak Stuard dan masih dalam pengejaran.


"Kevin, sampai kapan Stuard akan terus tertidur seperti ini? semua ini salahku, seandainya bukan karena menolongku dia tidak akan mengalami koma seperti ini" ucap Mira.


"Kita doakan saja agar Stuard bisa lekas sadar dari komanya, kamu jangan merasa bersalah terus sayang" ucap Kevin memeluk istrinya.


Tuan Fredy datang keruangan itu, terlihat gurat kelelahan diwajahnya.


"Sepertinya anak ini masih ingin tetap tidur saja, padahal aku sudah sering membangunkan nya" ucap tuan Fredy.


"Aku akan mendatangkan dokter spesialis terbaik di USA tuan" ucap Kevin.


"Tidak perlu, dokter disini juga sudah cukup baik dalam menangani putraku ini tuan Kevin"


Mira menatap Stuard dan berjalan mendekat, wanita itu selalu menitikan air matanya ketika dia melihat kondisi Stuard yang masih tidak menunjukan kemajuannya itu.


Perlahan Mira menyentuh tangan Stuard memberi semangat dan terus mengajaknya bicara.


Sebenarnya Kevin tidak rela melihat Mira melakukan itu, tapi dia tahu kalau istrinya itu hanya memberikan support untuk Stuard, karena bagaimanpun pria itu sudah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan istrinya.


Tiba-tiba Mira merasa kepalanya sangat pusing, dan tubuhnya terasa lemas. Kevin yang melihat istrinya itu langsung mendekati dan memeluknya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Kevin.


"Entahlah, tiba-tiba aku merasa sangat pusing." Jawab Mira.


"Sebaiknya kita pulang saja, kamu terlihat sangat pucat sekali." Ucap Kevin.


Mira mengangguk lemah, kemudian Kevin menuntun istrinya itu untuk keluar dari ruang rawat Stuard, tapi sebelum itu Kevin berpamitan pada tuan Fredy.


"Tuan Fredy, kami permisi dulu. Mudah-mudahan Stuard cepat segera sadar" ucap Kevin.


"Baiklah tuan, doakan saja mudah-mudah putraku cepat bangun dari tidurnya" jawab tuan Fredy tersenyum.


Pada saat Kevin akan membuka pintu ruang itu tiba-tiba Mira merasa pandangannya menggelap dan ambruk di pelukan suaminya tidak sadarkan diri.


Bruukk!!!

__ADS_1


"Sayang, ada apa denganmu!" Seru Kevin memeluk tubuh istrinya.


Tuan Fredy yang melihat Mira pingsan segera memanggil dokter dengan memencet tombol yang ada diruang itu.


"Apa yang terjadi dengan nona Mira?" Tanya tuan Fredy.


Kevin yang saat itu telah menggendong istrinya terlihat sangat panik karena tiba-tiba istrinya pingsan.


Tidak lama kemudian dokter pun datang keruang itu.


"Dokter tolong periksa istri saya" seru Kevin.


"Baiklah, saya akan periksa istri anda, silahkan baringkan ke sofa" ucap sang dokter


Kemudian Kevin menggendong Mira dan membaringkannya di atas sofa yang berada di ruang rawat Stuard.


Dokter pun terlihat memeriksa kondisi Mira, Kevin sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang sangat lemah setelah kejadian kecelakaan itu.


Mira jarang tidur dan makan tidak teratur, karena itu bisa saja kondisi tubuhnya drop dan membuatnya pinsan.


"Tuan Kevin, selamat ya sepertinya anda akan menjadi seorang ayah" ucap dokter setelah memeriksa kondisi Mira.


"Apa dok? maksud dokter istri saya saat ini telah .... !" seru Kevin tidak meneruskan kata-katanya.


"Betul tuan, istri anda saat ini telah hamil" jawab sang dokter.


"Ya Tuhan terima kasih" Ucap Kevin dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca.


"Selamat tuan Kevin" ucap tuan Fredy.


"Terima kasih tuan Fredy"


Kevin mencium kening istrinya yang masih pinsan itu.


"Kapan istri saya akan bangun dok?"


"Sebentar lagi nona Mira pasti akan sadar, anda tidak perlu khawatir tuan" jawab sang dokter.


Entah perasaan apa yang saat ini Kevin rasakan, tentunya dia sangat bahagia dengan kabar kehamilan istrinya. Tapi disisi lain dia juga masih mempunyai beban pikiran dengan keadaan Stuard.


###

__ADS_1


Seminggu setelah kejadian dimana Mira di nyatakan hamil dan tentu saja membuat Mira tak kalah bahagia.


Tapi sepertinya kebahagiaan itu harus mereka tunda karena saat ini Mira dan Kevin tengah berada di sebuah Makam yang bertuliskan nama Stuard Frenklin.


Setelah koma selama 2 minggu akhirnya Stuard menghembuskan nafas terakhir. Mira menangis sesegukan dan matanya terlihat membengkak.


Tidak kalah sedih nya dengan Kevin, pria itu tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menenangkan sang istri.


Tentu saja Kevin seperti berhutang nyawa pada Stuard yang jenazahnya sudah terbujur kaku di dalam peti dan segera dimasukan ke liang lahat.


Berbeda dengan Kevin dan Mira, tuan Fredy sepertinya sudah bisa menerima kepergian sang putra untuk selamanya. Hanya satu yang masih mengganjal dihatinya yaitu belum tertangkapnya pelaku utama dalang dari penabrak putranya itu.


Polisi sudah menangkap seorang pria suruhan yang menjadi eksekusi untuk menabrak Mira. Tapi dalang utamanya yang diketahui adalah mantan sekretaris Kevin itu masih dalam pengejaran.


"Tuan Fredy aku sudah menyuruh semua anak buahku untuk mencari keberadaan Lindsay" ucap Kevin.


"Terima kasih tuan Kevin, meskipun Lindsay tidak tertangkap tapi aku yakin dia pasti akan mendapatkan karmanya"


"Aku tidak menyangka wanita itu bisa berubah menjadi wanita jahat dan pendendam sampai nekat melakukah hal itu, aku juga belum bisa tidur dengan nyenyak apabila Lindsay belum tertangkap" ucap Kevin.


Ditempat lain.


Seorang wanita terlihat memegang sebuah gelas yang berisi wine sedang tertawa, dengan sekali tegukan dia meminum wine tersebut.


Tapi sesaat kemudian tiba-tiba dia menangis sangat keras, sampai terdengar jeritan pilu yang menyayat siapa saja yang mendengarnya.


"Apa sebaiknya aku bawa kamu ke kantor polisi saja Lindsay" ucap seorang pria yang duduk tidak jauh dari wanita tersebut.


"Tidak, jangan serahkan aku Kenzo, aku tidak ingin di penjara, aku juga takut bertemu dengan orang-orang itu. Aku disini saja bersamamu, jangan tinggalkan aku!" jawab wanita yang ternyata adalah Lindsay itu.


"Sungguh merepotkan saja, seharusnya kamu bisa berpikir jernih sebelum melakukan tindakan nekat seperti itu, sebenarnya aku sangat ingin mencekik lehermu saat ini karena berusaha mencelakai Mira! tapi aku masih punya hati nurani, tidak seperti dirimu yang sudah dipenuhi dendam yang tidak jelas!!!"


Kenzo menarik botol wine yang akan di minum oleh Lindsay, ya pria itu saat ini sedang menyembunyika seorang buronan, bukan bermaksud untuk melindungi Lindsay, tapi dia sudah berencana untuk membawa Lindsay kepada Kevin setelah semua urusan selesai.


Jelas saja Kenzo sebenarnya sangat geram dengan wanita itu, tapi Kenzo harus bersabar karena kalau saat ini dirinya membawa Lindsay pada Kevin sangat ditakutkan apabila Mira menjadi shock kembali.


Apalagi setelah dia tahu dengan kehamilan Mira, Kenzo tidak ingin kondisi Mira dan bayinya terguncang ketika melihat wajah Lindsay yang telah menyuruh seseorang untuk membunuhnya.


*Tunggu saja Linds, saat ini kamu boleh bersenang-senang disini, tapi kalau sudah saatnya aku akan mengantarkanmu ke tempat yang semestinya.


Bersambung* ....

__ADS_1


Hai akak Reader, jangan lupa vote like dan komen ya??


Sebaiknya jalan cerita kevin dan Mira gimana sih menurut kalian??


__ADS_2