Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu
IPH BAB 54 - Rindu


__ADS_3

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Dirga segera berlalu dari sana meninggalkan Aira berdua dengan anaknya.


Dirga pun tidak kembali duduk di ruang tengah, dia langsung pamit kepada ayah dan ibunya untuk segera kembali ke rumah sakit.


Pak Basir dan ibu Rachel pun hanya menganggukkan kepalanya setuju, Terserah Dirga mau bagaimana.


Dan Aira pun segera kembali menemui Pak Basir dan ibu Rachel di ruang tengah.


Dirga yang sudah keluar dari rumah keluarga Suryo pun langsung bergegas menuju mobilnya, namun ia tidak langsung pergi, Dirga masih duduk di kursi kemudinya dan merasakan jantungnya yang masih saja berdetak keras.


Ingatannya tentang Aira dan anak laki-lakinya masih membuatnya terganggu. Seolah Aira dan anaknya itu memiliki sebuah ikatan batin antara ibu dan anak.


Ada rasa tidak terima dan bersyukur sekaligus yang ia rasakan ketika melihat pemandangan itu.


Entahlah, Dirga benar-benar bingung dengan perasaan yang ia rasakan saat ini. Pergi dari sana adalah keputusan yang diambil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam rumah setelah Dirga pergi, Aira mulai membicarakan tentang anak Dirga dan Adisty ini pada pak Basir dan ibu Rachel.


Tentang dia dan Ibrahim yang sudah memberi nama sementara kepada sang anak. dan Nusa adalah nama yang ia beri untuk bayi laki-laki ini.


Pak Basir dan ibu Rachel yang mendengar itu pun tersenyum merasa bersyukur, Ibrahim dan Aira memperhatikan sang cucu dengan sedemikian rupa, bahkan sampai memikirkan nama si jabang bayi.


Dan perihal nama sementara yang disematkan kepada cucunya itu, mereka tidak menaruh keberatan sedikitpun. Bahkan setuju jika nama cucunya adalah Nusa, kelak Dirga ataupun Adisty tinggal menambahkannya lagi jika ada yang kurang.


"Terima kasih Aira, kamu menyayangi Nusa dengan begitu tulus," ucap ibu Rachel.


Pagi itu Pak Basir pamit untuk pergi, dia masih ada beberapa urusan tentang pekerjaannya. dan ibu Rachel tetap tinggal di rumah Aira menunggu kepulangan Ibrahim.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jam 9 malam, Ibrahim dan kedua mertuanya baru sampai di Jakarta.


Ibrahim terus terjaga, kini giliran ia yang menyetir menggantikan pak Amir.


"Sebentar lagi kita sampai ya?" tanya ibu Asma, ia melihat keluar jendela, melihat kota Jakarta yang semakin indah saat malam hari.


Cahaya lampu bersinar ditiap sudut kota. Berbeda sekali dengan keadaan di desa.


"Iya Bu, 10 menit lagi kita sampai," jawab Ibrahim.


Ibu Asma dan pak Imam langsung tersenyum lebar. Makin tidak sabar rasanya untuk segera sampai di rumah, bertemu dengan Aira dan juga Yusuf cucu kesayangannya.


Dan benar seperti ucapan Ibrahim, 10 menit kemudian mereka semua sampai di rumah keluarga Suryo. Rumah megah yang dulu sempat Ibu Asma dan Pak Imam takut untuk memasuki namun kini Mereka pun akan tinggal di tempat ini.


Mengekori sang menantu, Pak Imam dan Ibu Asma mulai masuk ke dalam rumah.


Aira dan ibu Rachel yang melihat kedatangan Mereka pun sampai bangkit dari duduknya dan menyambut dengan antusias.


Saat itu Yusuf dan Nusa sudah terlelap, namun tidak menjadi alasan untuk Pak Imam dan Ibu Asma menemui cucu kesayangannya.


Sebelum beristirahat, mereka berdua masuk ke kamar Aira dan melihat Yusuf yang tertidur pulas, lalu dilihatnya pula ada seorang bayi laki-laki di dalam box dan itu adalah Nusa, sebelumnya Ibrahim sudah menceritakan tentang Nusa kepada kedua mertuanya dan mereka mengerti bahkan menyambut baik niat tulus Aira dan Ibrahim untuk merawat anak itu.


Tidak sampai lama berada di kamar Aira, mereka semua memutuskan untuk keluar lalu duduk di ruang tengah yang ada di lantai 2.


Ibu Rachel mengucapkan kata maaf dan terima kasih sekaligus karena anak-anak pak Imam dan Ibu Asma sudah sudi untuk merawat cucunya.


"kita sudah selayaknya saling membantu Bu, Kita semua adalah saudara," balas Bu Asma setelah ibu Rachel menghentikan ucapannya.


Malam itu Ibu Rachel dijemput oleh Pak Basir untuk pulang dan setelah Ibu Rachel dan Pak Basir pergi semua orang beristirahat di kamarnya masing-masing. Aira mengantarkan kedua orang tuanya ke kamar mereka dan dia pun segera kembali ke kamarnya sendiri.


Aira melihat Ibrahim yang duduk di sisi ranjang dan melepaskan sepatunya. Seketika aira bergerak cepat mengambil alih sepatu itu dan membantu sang suami untuk melepaskannya. Lalu kembali bangkit dan membantu Ibrahim untuk melepaskan baju.

__ADS_1


"Habis mandi aku pijat ya, Mas pasti capek," ucap Aira, ia membelai lembut kepala sang suami. dan Ibrahim pun langsung menarik pinggang sang istri dan memeluknya erat.


"Aku memang capek, tapi setelah melihat mu semua rasa lelah ku hilang."


"Bohong," sahut Aira cepat.


Dan berhasil membuat keduanya terkekeh dengan saling tatap yang begitu dalam.


Setelah Ibrahim mandi mereka berdua naik ke atas ranjang dan Aira pun langsung memijat tubuh suaminya seperti yang dia ucapkan tadi.


Meminta Ibrahim untuk tengkurap dan Aira memijat punggungnya.


"Selama aku pergi apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ibra seraya menikmati pijatan sang istri.


"Tidak ada sayang, tadi Dirga datang kesini_"


"Dirga?" potong Ibra cepat, ia bahkan langsunh duduk dan menatap kedua netra sang istri.


"Dia tidak datang sendiri, bersama dengan pak Basir dan ibu Rachel," jelas Aira, ia lalu mengelus lengan suaminya lembut, tidak ingin sang suami jadi marah akan hal itu.


"Apa dia menyakitimu? mengatakan hal yang tidak-tidak?"


Aira menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak Mas, tapi sepertinya dia masih tidak terima jika kita yang merawat anaknya."


Sejenak hening, Ibrahim pun menarik dan membuang nafasnya pelan. Andai mengikuti ego, dia pun ingin segera mengembalikan Nusa kepada ayah dan ibunya. Tapi bayi mungil itu tidak bersalah sedikitpun. Jangan sampai jadi korban keegoisan orang dewasa.


"Ya sudah biarkan saja, lagipula kita bukan memikirkan tentang dia saja, tapi Nusa," ucap Ibrahim dan Aira mengangguk.


Setelahnya Ibrahim tidak ingin lagi dipijat, ia ingin tidur sambil memeluk istrinya erat.

__ADS_1


Karena baru beberapa jam tidak bertemu, dia sudah rindu.


__ADS_2