
Hari berlalu.
Semenjak hubungannya dengan Sonya membaik, Aira beberapa kali mendatangi Sonya di rumah sakit dan itu semua pun atas persetujuan Ibrahim.
Tiap kali pergi ke sana kadang Ibrahim ikut kadang juga tidak, dan saat Ibrahim tidak ikut maka Aira akan ditemani oleh Luna.
Seperti hari ini bersama dengan Luna Aira datang menemui soalnya dia juga membawa Yusuf untuk ikut bersamanya.
Sedangkan Yuna yang sudah berusia 2 bulan tetap dia tinggal di rumah.
Saat pertama kali melihat Sonya di atas ranjang rumah sakit itu, Yusuf merasa takut. Dia langsung memeluk Luna erat karena saat ini Luna yang sedang menggendong nya.
Yusuf tidak ingat dengan siapa kini dia bertemu, wajah Sonya nampak asing di penglihatannya bahkan lebih terkesan mengerikan, apalagi saat melihat tubuh Sonya yang nampak kurus.
Dan melihat Yusuf yang seolah takut kepadanya membuat hati Sonya merasa berdesir, merasa ditolak dan membuat dadanya sesak.
Sonya melihat Aira, meminta bantuan untuk bisa membuatnya kembali dekat dengan Yusuf.
"Mas Yusuf, ini ... "
"Tante Sonya." potong Sonya dengan cepat, dia tahu Aira ragu untuk memperkenalkan dirinya sebagai siapa kepada Yusuf.
__ADS_1
Dulu saat masih menjadi istri Ibrahim Sonya ingin Yusuf memanggilnya dengan sebutan Mama. Namun kini tidak lagi, kini panggilan itu terdengar begitu tidak pantas untuknya.
Dan Aira hanya mampu menelan ludah nya dengan kasar, dia pun jadi bingung tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi dia ingin membiarkan saja Yusuf memanggil Sonya dengan sebutan mama.
Tapi di sisi lain untuk hal seperti ini, dia pun tak ingin mengambil keputusan sebelum mendapatkan izin dari sang suami.
Karena itulah hari ini dengan berat hati Aira mengatakan kepada Yusuf jika wanita dihadapannya ini adalah tante Sonya.
"Mas Yusuf, ini tante Sonya sayang. Tante sedang sakit, Yusuf harusnya memeluk tante Sonya agar tante Sonya cepat sembuh," ucap Aira.
Yusuf memiliki hati seperti Aira, begitu lembut dan tak kuasa melihat orang lain menderita. maka dengan segera setelah ia mendengar ucapan ibunya itu Yusuf langsung menatap tante Sonya dengan lekat.
"Tante sakit?" tanya Yusuf dan Sonya menganggukkan kepalanya. Ada air bening yang tiba-tiba mengalir di sudut mata Sonya. ditanya seperti itu oleh Yusuf dia sudah merasa begitu diperhatikan, hatinya menghangat hingga dia merasa haru.
lalu Luna pun bergerak mendekatkan Yusuf kepada Sonya hingga akhirnya Yusuf dan Sonya kini berpelukan.
Yusuf menggerakkan tangan kecilnya untuk mengelus punggung tante Sonya, juga mengucapkan sebuah mantra agar tante Sonya cepat sembuh.
"Tante jangan menangis, nanti setelah sembuh kita bisa main sama-sama." ucap Yusuf, terdengar seperti sebuah mantra bagi soalnya. Ucapan Sederhana itu berhasil membuat bibir Sonya tersenyum lebar dan dia semakin memeluk erat Yusuf.
Pelukan erat dari seorang anak kecil yang selama ini selalu dia rindukan.
__ADS_1
Aira pun ikut tersenyum pula ketika melihat pemandangan hangat itu.
Di juga bersyukur, kini memiliki hubungan yang baik dengan Sonya.
menghapus semua kenangan buruk yang pernah tercipta di masa lalu.
Tidak ingin semua pengorbanan kakek Pram yang pernah dilakukan di masa lalu jadi sia-sia, jika hubungan mereka tetap memburuk.
"Mbak, kami tidak bisa lama-lama. Kami pamit pulang dulu ya," ucap Aira. hingga membuat Sonya dengan terpaksa melepaskan pelukannya kepada Yusuf.
"Kenapa buru-buru?"
"Aku harus ke kantor mas Ibra, ada acara penting disana dan mas Ibra ingin aku datang."
Sonya mengangguk, lalu membiarkan Luna untuk kembali mengambil Yusuf. Sonya baru ingat satu hal, jika tanggal hari ini adalah tanggal ulang tahun perusahaan keluarga Suryo itu.
Sebelum benar-benar pergi Aira pun memeluk Sonya erat, memberikan sebuah dukungan agar Sonya tetap berjuang agar bisa segera sembuh.
"Hati-hati," ucap Sonya dan Aira mengangguk.
Lalu segera keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya kembali.
__ADS_1