Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu
IPH BAB 55 - Berpikir Lain


__ADS_3

Sehabis shalat subuh berjamaah, Ibrahim kembali mengajak sang istri untuk merebahkan tubuhnya  diatas ranjang.


Bukan untuk kembali tidur, namun sekedar berbincang membicarakan banyak hal. Juga bermanja-manja dengan sang istri.


Sedangkan Yusuf dan Nusa masih terlelap dengan begitu pulasnya. Semalam, Yusuf kembali tidur di dalam box, karena Ibrahim sedang rindu pada istrinya itu.


Kini pun Ibrahim merebahkan kepalanya diatas pangkuan sang istri, menikmati kepalanya yang di elus sayang oleh Aira. Keduanya saling tatap, menikmati keindahan wajah satu sama lain.


"Sayang," panggil Aira.


"Hem," sahut Ibrahim sangat singkat.


"Hari ini tidak usah berangkat kerja ya?" pinta Aira, sebuah permintaan yang berhasil membuat Ibrahim tersenyum kecil.


"Kenapa?" tanyanya dengan nada sedikit menggoda.


"Tidak ada kenapa-kenapa, hanya ingin menghabiskan waktu bersama," jawab Aira, ia terus mengelus kepala Ibrahim, lalu sedikit menunduk dan mencium bibir sang suami sekilas.


Bukan hanya Ibrahim yang  merasa candu kepada Aira, namun Aira pun merasakan hal yang sama. Semakin lama pun ia ingin semakin menunjukkan cintanya, bukan hanya sekedar menerima cinta dari sang suami.


Dan Aira yang semakin berani menunjukkan cintanya seperti ini semakin membuat Ibrahim bahagia. Merasa cintanya benar-benar terbalas.


"Sayang," panggil Aira lagi dengan suaranya yang lembut dan Ibrahim semakin menatapnya lekat, ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh sang istri.


"Meskipun ada Nusa, aku tetap ingin kita kembali memiliki anak," jelas Aira.


Satu tangan Ibrahim bergerak naik dan membelai lembut wajah sang istri, andai Aira tahu jika ucapannya itu benar-benar membuat dia merasa bahagia.


"Benarkah?" tanya Ibrahim dan Aira mengangguk. Sejurus kemudian Aira kembali menunduk, kembali mencium bibir sang suami dengan tengkuknya yang ditahan oleh Ibra.

__ADS_1


Pagutan basah yang terasa menuntut. Tak berselang lama bukan hanya bibir keduanya yang menyatu, namun inti tubuh keduanya pun menyatu dengan begitu dalam.


Akhir-akhir ini Aira selalu mengambil alih kendali, membuat Ibrahim semakin cinta dan mabuk kepayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi setelah bersiap, Ibrahim dan Aira akan pergi ke rumah sakit. Tujuan mereka hanya satu, berkonsultasi dengan dokter Irna tentang rencana mereka untuk memiliki momongan.


Ibrahim tidak pergi bekerja seperti keinginan sang istri.


Sebelum pergi pun Aira berpamitan kepada ibu Rachel, lalu mengatakan jika di rumah banyak yang akan mengurus Nusa, sementara Yusuf akan ikut bersama dengan mereka.


Ada mbak Ita, bik Sumi dan banyak pelayan yang lain.


Ibu Rachel memahami itu dan dia pun juga percaya jika bik Sumi dan mbak Ita akan menjaga Nusa dengan baik. Sebagaimana mereka menjaga Yusuf selama ini.


Dan ibu Rachel mengizinkan Aira dan Ibrahim pergi tanpa membawa Nusa bersama mereka.


"Mas, pulang nanti beli kue yang banyak cream nya ya?" pinta Aira, ia memang suka sekali memakan kue yang manis-manis, rasanya tidak pernah bosan.


"Iya sayang," balas Ibra, ia melirik sekilas sang istri lalu kembali fokus menatap jalanan.


Hingga tak berselang lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit tepat saat jam 9 pagi.


Menuju ruangan dokter Irna lalu masuk tanpa mengambil nomor antrian.


Disana Ibrahim yang buka suara mengatakan kepada dokter Irna bahwa mereka berencana akan kembali memiliki anak.  dan Dokter Irna pun menyambut baik keinginan sepasang suami istri ini.


Ia malah bersyukur, kini Ibrahim dan Aira bisa saling menerima seperti ini. Bahkan nampak jelas Ibrahim yang tidak angkuh lagi. Membuat donter Irna pun percaya, bahkan Aira adalah istri kedua pilihan kakek Pram yang tepat untuk Ibrahim.

__ADS_1


Keduanya lalu melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, saat Aira yang diperiksa maka Ibrahim akan memegang Yusuf, dan begitupun sebaliknya, saat Ibrahim yang diperiksa maka Aira yang akan menggendong anaknya itu. Mereka memilih memegang Yusuf sendiri ketimbang mengajak mbak Ita bersama mereka.


Menikmati waktu kebersamaan yang tidak bisa diulang.


"Semuanya sehat, tidak ada masalah sedikitpun antara Tuan Ibrahim dan Nyonya Aira, tinggal ditambah makanan yang bergizi insya Allah kalian akan segera memiliki anak kembali," jelas dokter Irna setelah membaca hasil pemeriksaan kesehatan Ibrahim dan Aira.


Dan mendengar itu di dalam hati Ibrahim dan Aira sama-sama mengucapkan syukur.


Mereka keluar dari ruangan dokter Irna dengan perasaan yang sangat bahagia. Bahkan Ibrahim memeluk pinggang istrinya diantara tangannya yang lain yang menggendong Yusuf.


Langkah keduanya terhenti saat di ujung sana mereka melihat Dirga berdiri, menatap ke arah mereka dengan tatapan yang entah.


Tajam dan terasa begitu dingin. Namun baik Aira ataupun Ibrahim memilih tidak peduli. Tanpa menyapa mereka kembali melangkah lalu berbelok memilih jalan lain agar tidak berpapasan dengan Dirga.


Namun Dirga tidak bisa tinggal diam, dengan langkah besar ia menyusul Aira dan Ibrahim. Melihat sepasang suami dan istri itu yang pergi tanpa anaknya, membuat Dirga merasa bahwa anaknya telah ditelantarkan. Diasingkan dari keluarga itu.


Darahnya mendidih dan hatinya begitu kesal.


"Ibra!" panggil Dirga dengan suaranya yang tinggi. Dan Ibrahim yang dipanggil dengan nada tinggi pun berdecak, ketika amarahnya dipancing seperti ini dia pun tidak bisa tinggal diam.


Sedangkan Aira mulai merasa was-was, tidak ingin sang suami terpancing amarahnya. Aira bahkan memegang lengan suaminya,  agar Ibrahim tenang.


"Ternyata benar kan, kalian mengacuhkan anakku dan bersenang-senang disini," ucap Dirga lantang, dia bisa melihat dengan jelas tawa Aira dan Ibrahim saat keluar dari ruangan dokter Irna tadi. 


Dan mendengar itu, Ibrahim lagi-lagi bedecih, merasa jijik dengan pikiran buruk Dirga. 


Namun belum sempat Ibrahim buka suara, Aira lebih dulu menahannya.


"Mas," ucap Aira lirih, menggeleng pelan pada sang suami. Tidak ingin Ibrahim menuruti emosi Dirga.

__ADS_1


Namun Ibrahim berpikir lain, ia mengira Aira membela Dirga.


__ADS_2