Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu
IPH BAB 63 - Pernyataan Dirga


__ADS_3

Sudah tidak sanggup melihat perkelahian ini, akhirnya Aira pun memberanikan diri untuk melerai keduanya.


Dengan segera Aira menarik tangan Dirga yang sedang mencekal suaminya, namun bukannya terlepas Dirga malah tanpa sadar menghempas tubuh Aira hingga akhirnya Aira terjatuh ke atas aspal.


Aira tersungkur di sana, membuat tangan dan lengannya sampai terluka.


"Aira!" pekik Ibrahim dan Dirga bersamaan. keduanya segera bergegas ingin menolong Aira, namun dengan cepat Ibrahim mendorong tubuh Dirga hingga ikut jatuh ke aspal, menyisakan dia seorang diri yang membantu Aira untuk bangkit.


"Sayang," ucapan Ibrahim dengan cemas, sudah tidak terasa lagi semua rasa sakit akibat pukulan Dirga tadi, kini berganti takut melihat sang istri yang terluka.


"Mas," sahut Aira seraya menyentuh wajah sang suami yang sudah babak belur, Aira menangis tak kuasa melihat suaminya terluka seperti itu.


Sama seperti Aira yang mencemaskan suaminya, Ibrahim pun merasakan hal yang sama. Ibrahim bahkan langsung menggendong tubuh Aira dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Meminta sopirnya untuk segera membawa mereka ke rumah sakit, Ibrahim sungguh takut ada hal buruk terjadi kepada Aira dan anaknya.


Sementara Dirga yang tertinggal di sana mendadak diam terpaku.


Dia melihat dengan jelas bagaimana Aira dan Ibrahim saling menghawatirkan satu sama lain. Dia bahkan melihat Aira yang menangisi suaminya itu, sementara dirinya tidak dilihat sedikitpun.


"Apa kamu benar-benar mencintai Ibrahim Aira? kenapa? kenapa?" tanya nya lirih. Dia mencoba bangkit dengan susah payah, merasakan tubuhnya yang seperti remuk namun sakit di hati yang ia rasa terasa lebih parah sakitnya.


Dirga masih belum menyerah, dia pergi dari sana bukan untuk pulang melainkan tetap mengikuti kemana Ibrahim akan membawa Aira pergi. Sampai akhirnya mereka semua tiba di salah satu rumah sakit terdekat.


Dirga pun ikut turun ingin tahu kondisi Aira saat ini.


Mengawasi dari jarak aman agar Ibrahim tidak mengetahui keberadaannya. Sampai Akhirnya Aira mendapat Penanganan dan Ibrahim menunggu di kursi tunggu, Dirga kembali menghampiri Ibra.


Dan Ibrahim yang mendengar ada langkah kaki mendekat pun langsung melihat kearah sumber suara, dia kembali melihat pria yang begitu dia benci menghampiri dirinya.


"Mau apa lagi? belum puas kamu sudah membuat Aira terluka?" ucap Ibrahim dengan suaranya yang dingin. Andaikan dia tidak sadar jika saat ini berada di rumah sakit, Ibrahim pasti akan kembali memukul Dirga.

__ADS_1


Memukul sampai Dirga sadar bahwa apa yang telah dilakukannya adalah salah, terus mengusik ia dan sang istri.


"Maafkan aku tentang Aira, tapi bisakah kamu memberiku kesempatan untuk bicara berdua dengannya?"


"Jangan Gila! sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan mu izin untuk itu!" balas Ibrahim sengit.


"Aku hanya ingin memastikan satu hal, setelah itu aku tidak akan mengganggu kalian lagi."


"Jangan banyak bicara, apapun yang ingin kamu katakan kepada Aira katakan saja kepadaku."


"Ini bukan sesuatu yang bisa aku katakan kepadamu."


"Apa kamu mencintai istriku?"


"Iya." balas Dirga tanpa ragu sedikitpun, dan Ibrahim yang mendengar itu pun langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat, lalu tanpa menunggu lama lagi dia langsung kembali memukul wajah Dirga.


Bugh!


Dirga jatuh tersungkur di atas lantai karena pukulan kuat yang Ibrahim layangkan. Namun kini dia tidak melawan, Dirga menerima pukulan dari Ibrahim itu.


Melihat Dirga dia mulai kembali bangkit.


"Sekali Ini saja izinkan aku untuk menemui Aira. Bukankah kamu mempercayainya?" tanya Dirga Setelah dia bangkit dan kembali berdiri di hadapan Ibrahim.


Ibrahim tidak langsung menjawab, dia masih memikirkan tentang permintaan Dirga itu. Karena sesungguhnya Ibrahim tidak menginginkan masalah ini berlarut-larut.


Akhirnya dengan hati yang tidak rela Ibrahim mengabulkan permintaan Dirga itu, memberikan kesempatan Dirga untuk bicara berdua dengan Aira.


Setelah dokter yang menangani Aira keluar dari ruangan itu dan menyatakan Aira dan kandungannya baik-baik saja, Dirga pun masuk menemui Aira untuk menanyakan semua yang mengganjal di dalam hatinya.


Pintu ruangan itu pun tetap dibiarkan terbuka, sementara Ibrahim tetap menunggu di luar.

__ADS_1


Ibrahim sudah sangat percaya bahwa istrinya itu pun akan mampu menghadapi Dirga. Mampu membuka pikiran Dirga yang selama ini tertutup dengan cinta.


Jika dulu Ibrahim masih merasa takut jika Aira bisa berpaling darinya, namun kini tidak lagi. Kini Ibrahim sangat yakin jika Aira pun sudah sangat mencintai dirinya.


Aira sangat terkejut saat melihat yang masuk ke dalam ruangannya adalah Dirga dan bukannya sang suami Ibrahim.


Dia mendadak siaga, siap melawan jika sampai dia tidak berani berbuat macam-macam.


Dan Dirga yang melihat raut wajah Aira berubah takut saat melihat kedatangannya pun merasakan ada desiran sakit di hati yang ia rasa.


Seolah jarak diantara mereka memang benar-benar ada, sedangkan rasa cinta itu sungguh tidak pernah ada.


"Dimana mas Ibrahim?" tanya Aira, ia hendak turun dari atas ranjang dan berniat keluar.


Namun Dirga dengan segera mencegah Aira, ia melangkah cepat hingga ada disisi ranjang.


"Ibrahim ada diluar, dia memberiku waktu untuk bicara denganmu," jawab Dirga.


Membuat Aira langsung terdiam dari semua pergerakan. Sesaat dia masih bingung kenapa suaminya mengizinkan Dirga untuk menemui dirinya, juga bingung sebenarnya apa yang ingin diucapkan oleh Dirga kepadanya.


Karena Aira merasa selama ini ia dan Dirga tidak memiliki urusan apa pun. Bahkan saat masih menjabat menjadi CEO SM kala itu, kerjasama perusahaannya dengan Dirga juga bukan melalui dirinya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan? kenapa selama ini kamu selalu mengusikku dan mas Ibra?" tanya Aira akhirnya, dia pun ingin segera tahu agar semua ini cepat selesai.


"Apa kamu merasa selama ini aku mengusik mu?"


"Tentu saja, selama ini kamu memusuhi dan Mas Ibrahim tanpa sebab. bahkan saat aku dan masih Ibrahim merawat Akbar kamu tetap tidak bisa menerimanya."


"Itu semua karena aku mencintaimu Aira, tidak kah kamu merasakannya?" jawab Dirga, membuat Aira tersentak hingga membuatnya terdiam.


Pernyataan macam apa ini? Aira sungguh tidak menyangka nya, rasanya sungguh tidak pantas jika Dirga menaruh rasa cinta kepadanya, sudah jelas jika statusnya adalah istri orang.

__ADS_1


Aira bahkan sampai beristighfar dalam hatinya. Selama ini ia selalu menyangkal ucapan Ibrahim yang mengatakan jika Dirga menaruh rasa kepadanya. Itu karena Aira merasa itu tidak mungkin terjadi, namun nyatanya memang benar adanya.


Mendengar pernyataan Dirga itupun bukannya senang Aira malah merasa bersalah kepada sang suami.


__ADS_2