Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu
IPH BAB 71 - Menemui Sonya


__ADS_3

Belum ada 2 jam Ibrahim pergi meninggalkan rumah dan kini dia sudah kembali lagi.


Dengan langkah cepat Ibrahim segera mencari keberadaan sang istri.


"Dimana Aira?" tanya Ibrahim pada salah satu pelayan.


"Nyonya Aira dan baby Yuna masuk kedalam kamar Tuan, sedangkan tuan muda Yusuf sedang bersama Mbak Ita di taman belakang."


Ibrahim hanya menganggukkan kepalanya kecil lalu kembali berjalan dengan langkah cepat menuju kamarnya.


Membuka pintu itu dengan tidak sabaran sehingga menimbulkan suara yang begitu jelas, membuat Aira yang berada di dalam sana langsung menatap kearah pintu.


Kedua netra Aira membola, sedikit terkejut saat melihat suaminya sudah kembali lagi.


"Mas," sapa Aira lirih, dia melihat Ibrahim yang masuk dengan tergesa dan menghampiri dirinya.


"Mas kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Aira cemas apalagi saat melihat sang suami yang nafasnya memburu. Seolah Ibrahim baru saja berlari untuk menuju kemari.


"Tidak ada apa-apa sayang, Aku hanya ingin segera menemuimu," balas Ibrahim, dia bersimpuh di hadapan sang istri dan sedikit mendongak melihat Aira yang sedang menyusui baby Yuna.

__ADS_1


"Maafkan aku, dari semalam aku bersikap dingin padamu," ucap Ibrahim dan Aira langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Tidak, bukan Ibrahim yang salah melainkan dia, batin Aira.


"Tidak Mas, kamu tidak bersalah. Aku lah yang salah, Aku selalu menuntut tentang sesuatu yang jelas-jelas kamu tidak menyukainya. Maafkan Aku," balas Aira cepat, dia buru-buru menyampaikan kata-kata itu agar sang suami mengerti bahwa dia lah yang bersalah disini.


"Benar katamu sayang, saat ini Sonya dalam keadaan tidak baik." ucap Ibrahim.


Setelahnya Ibrahim menceritakan semua yang dia lakukan beberapa jam lalu. Dia tidak pergi ke kantor melainkan menuju ke rumah sakit tempat Sonya dirawat saat ini.


Ibrahim melihat secara langsung bagaimana kondisi Sonya, tentang ketidakberdayaannya atas penyakit itu.


Kini Sonya tidak berdaya tubuhnya nyaris habis digerogoti oleh penyakit.


"Kamu benar, sudah saatnya aku mulai untuk memaafkan dia," ucap Ibrahim Setelah dia selesai bercerita.


Sedangkan Aira masih terdiam, ada rasa bahagia saat dia mendengar Ibrahim mengucapkan kata maaf itu, namun ada juga rasa sedih saat mengetahui kondisi Sonya secara langsung dari sang suami.


Memaafkan Sonya bukan berarti membenarkan semua tindakannya di masa lalu. Bukan juga menghianati kakek Pram. namun ini semua tentang keikhlasan, tentang kerelaan hati juga menyadari bahwa semuanya adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah.

__ADS_1


"Kamu ingin menemui Sonya?" tanya Ibrahim dan Aira nampak ragu untuk menjawab.


"Aku akan menemanimu untuk menemui dia," timpal Ibrahim lagi. hingga mampu membuat Aira menghembuskan nafasnya pelan, merasa lega.


"Benarkah?"


Ibrahim mengangguk.


Hari itu juga Ibrahim bersama Aira berniat akan menemui Sonya. Mereka tidak membawa baby Yuna. Baby Yuna dijaga oleh Bik Sumi di rumah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Ibrahim dan Aira sampai di rumah sakit.


Keduanya berjalan beriringan menuju ruangan di mana Sonya. dirawat.


hingga akhirnya mereka berdiri persis di depan pintu ruangan itu.


Sayup-sayup mereka mendengar suara isak tangis dari dalam ruangan dan mereka tahu dengan pasti jika itu adalah suara tangis Sonya.


Ibrahim lantas menggenggam salah satu tangan sang istri, lalu satu tangannya yang lain mengetuk pintu itu.

__ADS_1


Tok tok tok.


__ADS_2