Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu
IPH BAB 76 - Istri Pilihan Kakek


__ADS_3

Acara mewah dan megah perayaan ulang tahun perusahaan SM Corp pun di gelar.


Ibrahim memboyong semua keluarganya untuk hadir dalam perayaan itu. Bukan hanya anak dan istri, namun juga kedua mertuanya yang sudah dia anggap seperti orang tua sendiri, pak Imam dan ibu Asma.


Saat menyampaikan kata sambutan di depan sana Ibrahim pun menyebutkan nama Aira dengan lantang, bahwa kini hanya Aira lah istri satu-satunya yang yang sangat dicintai olehnya.


Malam itu pun, Dirga dan Aira bertemu, mereka sudah sama-sama melupakan masa lalu, dan kini menjalin hubungan sebagai seorang teman.


Pak Basir dan ibu Rachel pun datang dalam acara ini, lengkap pula dengan Akbar.


Yusuf dan Akbar bahkan semakin dekat, seperti teman main sejak usia dini.


Acara meriah itu masih terus berlangsung, namun saat waktu sudah menyentuh angka jam 9 malam. Ibrahim memutuskan untuk membawa semua keluarganya pulang.


Sampai di rumah Ibrahim menidurkan Yusuf di kamarnya sendiri. sementara Aira langsung masuk kedalam kamarnya dan menidurkan Yuna di dalam box.


Aira menghembuskan nafasnya lega, malam yang baginya terasa begitu sibuk ini akhirnya usai.


Dia mendudukkan tubuhnya yang terasa lelah di sofa yang terletak di ujung ranjang. Lalu Tak lama kemudian dia melihat pintu kamar terbuka, ibrahim masuk.


Melihat Aira yang terduduk di sofa itu dengan gaunnya yang masih lengkap.


Ibrahim jadi teringat saat malam pertama mereka dulu. Di saat dia terpana melihat penampilan Aira yang begitu berbeda, namun tetap bersikap acuh bahkan menghina jika tubuh wanita itu kotor.

__ADS_1


Dengan bibirnya yang tersenyum kecil Ibrahim menghampiri sang istri, lalu ikut duduk di samping Aira.


"Kamu lelah?"


"Lumayan," jawab Aira dengan tersenyum kecil pula.


"Aku akan membantu melepaskan gaun ini," ucap Ibrahim


lantas tanpa banyak berdebat Aira langsung memberikan punggungnya kepada sang suami. membiarkan Ibrahim untuk menarik turun resleting yang ada di punggungnya.


Sedangkan Aira sendiri melepas hijab yang dia kenakan.


"Heh, leganya," ucap Aira, saat dia sudah melepas hijab dan Ibrahim berhasil menurunkan resletingnya hingga sampai di pinggang. Gaun ketat itu membuat dadanya yang penuh terasa lebih sesat.


Aira terpaku saat merasakan Ibrahim mulai menciumi punggungnya yang polos.


"Maas," lenguh Aira, karena Ibrahim tidak mengindahkan panggilannya yang pertama. suaminya itu terus menciumi punggungnya yang terasa lembab bahkan melepas pengait bra yang masih terpasang sempurna.


Aira tahu kini sang suami sedang menginginkan dirinya tapi Aira pun sadar jika tubuhnya masih kotor.


"Mas, Aku bersihkan tubuhku dulu," ucap Aira, saat Ibrahim membuat tubuh mereka saling berhadapan, lalu mendorong secara perlahan Aira hingga terbaring di sofa.


"Maafkan aku tentang malam pertama kita dulu," ucap Ibrahim saat sudah mengukung tubuh sang istri.

__ADS_1


Dan Aira tahu betul kemana arah pembicaraan itu, pasti tentang tubuhnya yang dulu dianggap kotor oleh Ibrahim.


"Aku sudah maafkan mas Ibra, tapi sekarang aku memang ingin membasuh muka ku dulu," jawab Aira apa adanya.


Namun Ibrahim menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala.


"Tidak perlu," balas Ibrahim.


Lalu setelahnya Ibrahim mulai bergerak untuk menanggalkan semua baju milik mereka berdua. Memulai penyatuan dengan begitu lembut dan penuh rasa cinta.


Disetiap hentakkannya Ibrahim, dia selalu mengucapkan kata cinta kepada Aira.


Dan Aira pun membalasnya diantara desahann yang tidak mampu dia tahan.


Sementara di dalam hati Ibrahim, dia pun berulang kali mengucapkan kata terima kasih kepada kakek Pram, berterima kasih karena sudah memilihkan Aira untuk menjadi istrinya.


Istri yang membuat hidupnya jadi semakin sempurna.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Epilog :

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian Sonya meninggal.


Namun sebelum meninggal, Aira dan Ibrahim mengizinkan Sonya untuk mengasuh anaknya, Yuna.


__ADS_2