
SM Corporation.
Malam ini akan ada acara perayaan ulang tahun perusahaan SM Corp, acara itu akan disiarkan langsung di dua stasiun televisi milik SM Corp.
Saat Aira menemui Sonya, Ibrahim kini datang ke perusahaan untuk memeriksa semua persiapan acara nanti malam.
Juga menemui beberapa bintang tamu yang diundang dalam acara itu. Sebagian sudah ada yang datang untuk melakukan GR (Gladi Resik).
Dan salah satu bintang tamunya adalah Dirga.
Dirga menjadi salah satu pengacara muda yang di gandrungi oleh banyak orang. Sejak pertama kali kemunculannya di layar televisi, Dirga sudah berhasil mencuri perhatian semua orang.
Sudah banyak waktu yang berlalu dari cerita di masa lalu. sejak Dirga sudah mengizinkan Akbar untuk bertemu dengan Ibrahim dan Aira, Ibrahim pun mulai membuka hatinya untuk memaafkan Dirga.
Mulai memperbaiki hubungan di antara mereka berdua. Hingga akhirnya saat ini ada acara penting di perusahaannya, Ibrahim pun kembali mengundang Dirga untuk menjadi salah satu bintang tamu.
Dan Dirga menyambut itu dengan baik.
"Dirga," panggil Ibrahim.
Dirga yang sedang berada di atas panggung pun segera menoleh lalu berjalan menghampiri Ibrahim yang ada di bawah.
__ADS_1
"Kamu datang? dimana Aira?" tanya Dirga, karena biasanya Ibrahim dan Aira selalu pergi berdua. Tapi saat ini dia hanya melihat Ibrahim seorang diri, karena itulah dia bertanya tentang Aira.
"Aira sedang menemui Sonya," jawab Ibrahim apa adanya dan Dirga pun mengangguk paham.
Mereka berdua terlihat obrolan singkat, kecanggungan di antara mereka pun sudah tidak terjadi lagi.
Dirga belum terpikirkan untuk menikah di waktu dekat ini, fokusnya kini hanyalah tentang pekerjaan dan juga sama Akbar.
Tak berselang lama kemudian pembicaraan diantara kedua pria itu usai dan Ibrahim memutuskan untuk pulang lebih dulu.
Dia pun sudah berjanji kepada Aira untuk kembali bertemu di rumah, lalu setelahnya akan pergi ke perusahaan bersama-sama saat acara nanti dimulai jam 7 malam.
Aira sampai lebih dulu di rumahnya dibandingkan Ibrahim.
Saat itu waktu sudah menunjukkan hampir Ashar.
"Nyonya, saya akan tetap di rumah ini, menunggu perias artis anda datang," ucap Luna. Setelah dia mengantarkan nyonya nya hingga sampai di kamar.
Untuk acara nani malam, Aira dan sang ibu memang akan di rias oleh perias khusus. Untuk tampil sempurna di acara milik keluarga mereka.
Awalnya Aira menolak, namun teringat jika ini adalah perayaan penting bagi sang suami dan untuk pertama kalinya dia muncul di depan publik bersama Ibrahim, akhirnya Aira menyetujuinya.
__ADS_1
"Baiklah, gunakan kamar di ruang tamu untuk kamu beristirahat."
"Baik Nyonya, terima kasih," balas Luna, lalu segera kembali keluar.
Kini kamar Aira sudah kembali lagi ke lantai 2.
Selesai memandikan Yusuf dan Yuna, Aira meminta bantuan Mbak Ita dan bik Sumi untuk memegang kedua anaknya, lalu terakhir dia mandi untuk dirinya sendiri.
Saat keluar dari dalam kamar mandi dia sudah melihat Ibrahim yang duduk di sisi ranjang bibirnya tersenyum lalu berjalan mendekati sang suami.
"Mas sudah pulang," ucap Aira.
Dan Ibrahim menyambutnya, menarik pinggang Aira dan memeluknya erat, menghirup aroma wangi dan segar dari tubuh sang istri.
"Yusuf dan Yuna sudah di mandikan?"
"Sudah."
"Kenapa aku tidak di mandikan sekalian!" keluh Ibrahim dan Aira hanya terkeleh.
Dia mengelus dengan sayang kepala sang suami yang kini bersarang di kedua dadanya.
__ADS_1