
<>
Nama : Alexander Leonard
Usia : 17 tahun
Konstitusi : 5 [+]
Vitalitas : 6 [+]
Skill :
- pemahaman bahasa : 3/3 [+]
- klon : 3/3 [+]
- berpikir cepat : 3/3 [+]
<>
<>
<>
<>
Poin system : 0
Koin emas : 499
Alex berdiri berhadap - hadapan dengan Bilson di dalam ruangan.
Bilson terlihat berpikir keras melihat kebodohan Alex lalu menghela nafas dan membuka suara, "Duduklah. Aku ingin memberitahukan sesuatu yang bersifat rahasia."
Alex mengangguk lalu duduk berhadapan dengan Bilson.
Bilson bingung memulainya darimana, setelah memilah - milah pikirannya sebentar ia berkata, "Di dunia ini, ada beberapa orang yang memiliki kemampuan khusus. Mereka sering disebut 'pemilik bakat'."
__ADS_1
Melihat mata Alex yang terkejut, ia melanjutkan, "Sepertinya kau belum pernah bertemu pemilik bakat lain selain dirimu?"
"Yah.. Aku tidak tahu tentang ini, aku juga baru saja mendapatkan kekuatan ini." Alex menjawab pertanyaan Bilson dengan jujur.
"Hmm begitu. Memang beberapa pemilik bakat baru sadar dengan kemampuan yang mereka miliki sampai mereka dewasa, contohnya seperti dirimu. Beberapa ada yang mengetahui kemampuannya sejak kecil dan menyembunyikannya karena takut berbeda dengan orang lain. Namun, ada juga yang menyalah gunakan kemampuan mereka untuk melakukan sesuatu yang buruk."
Alex bingung dengan penjelasan Bilson. Bukannya dia tidak sadar akan kemampuannya sejak kecil, ia sebelumnya jujur kepada Bilson bahwa memang ia baru saja mendapatkan kemampuan ini beberapa hari yang lalu. 'Mungkin ini berbeda dari pemilik bakat.' Pikir Alex.
"Bagaimana pak Bilson mengetahui tentang ini?" Alex bertanya dengan penasaran.
"Sebenarnya aku juga salah satu dari pemilik bakat itu." Alex terkejut mendengar pernyataan Bilson, namun Bilson melanjutkan perkataannya, "Sebenarnya aku memarahimu tadi karena kau menunjukkannya kepada kami secara tiba - tiba. Apa kau tahu, bahkan aku tidak memberitahukan bakatku maupun rahasia tentang pemilik bakat kepada Tina."
"Baiklah, aku meminta maaf tentang itu. Kupikir aku bisa mempercayai bu Tina yang sudah kukenal selama tiga tahun." Alex meminta maaf dengan tulus.
"Jadi, apa kau pernah melakukan hal buruk dengan bakat bawaanmu?" Bilson menatap lurus mata Alex dengan tajam.
"Tentu saja tidak. Aku menggunakan kekuatanku untuk menyimpan barang - barang seperti tadi." Alex buru - buru menjelaskan dengan panik.
"Sebenarnya kekuatanku tidak sehebat milikmu. Aku bisa mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak saat menjawab pertanyaan yang telah kuberikan." Bilson mengangguk dengan yakin lalu melanjutkan, "melihat kau jujur, aku ingin memberitahumu sekaligus menasehatimu. Di dunia ini, ada organisasi yang memantau para pemilik bakat. Meskipun aku tidak bekerja di organisasi itu, aku berteman dengan ketua cabang organisasi itu di kota ini dan mereka sering memintaku melakukan beberapa hal untuk mereka. Jadi jangan pernah melakukan hal - hal yang buruk dengan kekuatanmu itu Alex."
Alex mengangguk setuju mendengar nasihat Bilson, "Tentu saja, sejak kecil aku tidak pernah melakukan hal yang ilegal. Meskipun aku mendapatkan kekuatan ini, pak Bilson dapat yakin aku tidak akan menggunakannya untuk sesuatu yang jahat".
Ada satu hal tentang bakatnya yang ia sembunyikan dari Alex yaitu kekuatannya hanya menunjukkan apakah lawan bicaranya mengatakan dengan jujur atau tidak sesuai dengan apa yang lawan bicaranya yakini.
Jika lawan bicaranya meyakini bahwa satu ditambah satu adalah tiga, maka dengan kekuatan Bilson itu akan menunjukkan bahwa lawan bicaranya jujur mengatakan satu ditambah satu adalah tiga.
Dengan perkataan Alex, Bilson dapat yakin bahwa Alex belum pernah melakukan sesuatu yang buruk dan juga tidak berniat untuk melakukannya. Meskipun begitu, itu tidak memastikan bahwa kedepannya sifat Alex tidak akan berubah berkat kondisi - kondisi tertentu yang akan merubah sudut pandangnya dan melakukan hal - hal yang buruk dengan bakat yang dimiliki Alex. Memikirkan itu, Bilson berencana akan memberitahu temannya yang merupakan kepala cabang organisasi itu tentang kekuatan yang dimiliki Alex.
"Baiklah. Aku tidak akan menanyaimu darimana kau mendapatkan barang - barang yang akan kau jual kepadaku nanti karena aku tahu setiap orang pasti memiliki rahasia yang ingin mereka jaga. Yang terpenting, kau sudah memberitahuku bahwa kau tidak mendapatkan barang - barang itu dengan melakukan hal buruk."
"Terimakasih pak Bilson." Alex mengagumi sifat Bilson. Tentu saja, mungkin Bilson sedikit risih dengan kekuatannya. Jika ia diberitahu oleh bakatnya bahwa temannya berbohong, maka itu akan menurunkan kepercayaan Bilson kepada temannya dan memperburuk hubungan pertemanan mereka. Apalagi dengan istrinya Tina. Mungkin itulah yang membuat Bilson tidak ingin memberitahu Tina tentang para pemilik bakat maupun kekuatannya.
Setelah berpamitan dengan Bilson dan Tina yang melihat Alex dengan sedikit aneh, Alex memborong banyak obat - obatan lalu pulang ke rumah mengendarai motor bututnya.
Planet Sihir.
"Kepala desa tenang saja, aku percaya diri dengan obat yang kumiliki. Jika itu menular kepadaku, aku tinggal meminumnya saja." Klon Alex mendekati Owen yang terlihat berbaring di tempat tidurnya.
__ADS_1
Tadi siang, Timothi dengan khawatir mendatangi Alex dan mengatakan bahwa kepala desa sepertinya tertular penyakit itu.
Sebelumnya Timothi merasa aneh melihat ayahnya yang tidak keluar dari dalam kamar sejak pagi lalu ia mengetuk pintu kamar ayahnya dan berniat memasuki kamar.
Namun, Owen dengan marah menyuruh Timothi untuk tidak melangkah sedikitpun ke ruangannya lalu dengan susah payah menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Timothi terkejut melihat ayahnya yang terlihat khawatir meskipun sedang memarahinya. Dengan itu Timothi menyimpulkan mungkin saja ayahnya telah tertular penyakit itu sejak mengunjungi desa Muru yang bersebelahan dengan desa mereka.
"Kapan kau membuat hal - hal ini?" Owen dengan lemah berbaring dan menghadapkan kepalanya kepada Alex.
"Kepala desa tidak perlu memikirkan itu. Sekarang aku sudah membuat beberapa obat dan akan terus membuatnya untuk memenuhi stok jika ada keadaan darurat." Tidak mungkin Alex mengatakan ia sudah membeli banyak obat dari dunia asalnya.
"Apa kau yakin obatmu dapat menyembuhkan penyakit ini?" Tanya Owen dengan lemah yang segera disambut Alex, "Seperti yang kepala desa dengar sebelumnya. Khasiat obat ini sama dengan ramuan yang disebutkan kepala desa untuk mengobati penyakit demam. Meskipun kita tidak tahu jenis penyakit ini, jika dengan menyembuhkan demamnya berhasil maka aku yakin kepala desa akan sembuh."
Owen mendapat kepercayaan diri melihat keyakinan Alex, "Terimakasih Alex. Aku akan memberikanmu harga yang sesuai dengan ramuan yang dijual pedagang."
"Kepala desa tidak perlu khawatir tentang itu sekarang. Bagaimana aku bisa menerimanya sedangkan kepala desa belum sembuh?" Alex menggelengkan kepala.
"Tapi kau sudah berusaha membantu kami dengan membuat obat ini. Tidak mungkin kami tidak membalas bantuanmu?"
'Yahh. Bukannya aku bersusah payah. Aku hanya membelinya di dunia asalku dengan harga murah.' Alex tersenyum kecut.
"Bagaimana jika seperti ini, biasanya obatku perlu diminum tiga kali sehari selama dua hari untuk menyembuhkan penyakit demam. Mengingat kebaikan penduduk desa kepadaku sebagai tamu di desa ini, aku akan menjualnya masing - masing sebesar tiga koin perak kepada kepala desa." Jika ramuan yang dikatakan kepala desa seharga satu koin emas yang sama dengan seratus koin perak, Alex berniat menjual obat ponodal yang dibelinya sebesar sepuluh koin perak. Mengingat perlu enam butir obat agar penyakit itu sembuh, maka biaya yang dikeluarkan hanya sebesar enam puluh koin perak yang jauh lebih murah daripada harga ramuan itu.
Alex memberikan harga yang murah kepada Owen sebab Owen merupakan subjek percobaan untuk obat ponodal yang ia bawa dari dunia asalnya.
Belum lagi dengan kebaikan penduduk desa kepada Alex selama ia tinggal di sini, Alex tentunya akan memberi mereka harga yang berbeda dengan pedagang yang akan datang nanti.
"Bukankah itu masih terlalu murah?" Tanya Owen mendengar harga yang dikatakan Alex.
"Tenang saja, bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat obat mudah dicari di dalam hutan. Dengan menjualnya sebesar itu saja aku sudah mendapatkan banyak." Alex tersenyum menenangkan Owen.
"Apakah kepala desa sudah makan?" Alex bertanya kepada Owen yang menatapnya dengan rasa syukur.
"Aku sudah memakan bubur barusan."
"Baguslah, karena sebelum meminum obat ini diharuskan untuk makan terlebih dahulu." Alex menjelaskan peraturan untuk meminum obat ponodal kepada Owen.
__ADS_1
"Aku akan menemani kepala desa dalam dua hari ini. Kepala desa tidak perlu khawatir bahwa aku akan tertular. Aku harus melihat kondisi kepala desa secara langsung untuk memastikan efek dari obat yang kubut."
Owen mengangguk mendengar perkataan Alex. Ia juga khawatir jika Alex akan keluar dan berpapasan dengan penduduk lain maka Alex akan menularkan penyakit yang berbahaya ini. Meskipun Owen tidak yakin apakah sekarang Alex sudah tertular penyakitnya atau tidak, ia tetap berterimakasih untuk itu.