Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Memaksimalkan Nilai Skill


__ADS_3

Sirene mobil polisi terdengar sesaat setelah polisi wanita menyelesaikan ikatan terakhirnya.


Dari pintu depan, belasan polisi bersenjata lengkap memasuki bank, dipimpin oleh seorang pria berusia empat puluhan berbadan kekar. "Nona Janet, apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja kapten Lewis."


"Apakah nona Janet yang meringkus keenam perampok ini?"


Mendengar pertanyaan Lewis, Janet berjalan mendekatinya lalu memberitahu seluruh kejadian dari awal mula kedatangan para perampok.


Alex merasa heran melihat sikap kapten polisi ini. Bukankah dia terlalu sopan terhadap wanita cantik itu? Atau mungkin wanita ini menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan jalur yang mulus dalam pekerjaan.


"Pria ini menunjukan sebuah kartu identitas setelah aku mengatakan akan menahannya di kantor polisi."


Setelah mendengar seluruh cerita dari Janet, Lewis paham akan keseluruhan situasi. Meskipun pria di depannya sudah menyelamatkan semua orang dari para perampok, peraturan negara melarang pemakaian senjata bagi warga sipil.


Lewis mengerti bahwa hukum tidak dapat menyangkut seluruh keadilan di dunia ini. Batas-batas antara hukum dan kemanusiaan kadang saling berseberangan. Oleh karena itu, meskipun dia tetap akan membawa pria di depannya, dia tak berniat untuk menjatuhi hukuman yang berat. "Terimakasih karena sudah menyelamatkan orang-orang dari para perampok. Tapi terlepas dari rasa terimakasih kami, undang-undang negara tidak memperbolehkan warga sipil menggunakan senjata. Jadi kami terpaksa untuk membawa anda ke kantor polisi."


"Hahahaha, sifat kapten sungguh berbeda dengan wanita itu. Tapi maaf aku tidak bisa ikut kalian ke kantor polisi, lagipula aku juga bukan warga sipil."


"Apa maksudmu?"


"Kemarilah kapten!"


Alex menyeretnya menjauh dari kerumunan polisi dan menunjukkan kartu keanggotaan Chryso Dory.


"I-ini..."


"Tidak perlu terkejut kapten. Tolong bersikap biasa saja seperti sebelumnya. Kau tahu, aku sudah menunjukkan kartu ini kepada polisi wanita tadi. Namun ternyata dia tidak mengetahuinya."


"Tentu saja! Hanya anggota kepolisian tingkat tinggi yang mengetahui tentang Chryso Dory. Baiklah, tolong maafkan sikap nona Janet sebelumnya."


"Oh jadi namanya Janet. Baiklah, tidak masalah. Ngomong-ngomong namaku adalah Alexander Leonard. Kapten bisa memanggilku Alex."


"Aku adalah Lewis. Tidak perlu pakai kapten, panggil saja langsung dengan namaku."


"Oke Lewis. Kalau begitu, aku akan pergi dulu. Aku masih memiliki beberapa urusan penting, tolong marahi polisi Janet itu untukku nanti."


"Hahahaha....."


Lewis tertawa kering. Meskipun Janet adalah bawahannya, bagaimana dia bisa memarahi anak seorang jenderal yang mengepalai kepolisian daerah provinsi ini?


Melihat kepergian Alex, Janet menghampiri Lewis dengan kesal. "Kapten Lewis, kenapa anda membiarkan pria itu pergi begitu saja?"


"Nona Janet, tolong jaga sikap di depan atasan anda. Tidak perlu membahas pria itu lagi."


"Tapi pria itu....."


"Cukup! Lagipula bukankah kamu sedang libur? Kembalilah sekarang, tidak perlu memikirkan tugas saat ini."


"Baik kapten."


Meskipun tidak senang, Janet memberi hormat kemudian meninggalkan tempat kejadian. Dia berniat menceritakan hal ini kepada ayahnya karena dia merasa bahwa Lewis telah menerima suap dari pria tak dikenal tadi.

__ADS_1


***


Pada malam hari, Alex bertemu Bilson di gudang penyimpanan sesuai dengan kesepakatan mereka melalui telepon.


"Lihatlah semua dus itu. Dus dengan logo biru berisi buku yang berjumlah dua puluh lima ribu, sedangkan dus berlogo hitam berisi pulpen yang dengan jumlah yang sama."


Alex mengamati kotak dus yang ditunjuk Bilson. Dus berisi buku memenuhi empat per lima dari total ruangan, sedangkan sisanya diisi oleh dus berisi pulpen.


"Ini sungguh hebat! Terimakasih pak Bilson."


"Hahahaha, jangan sungkan. Cepatlah masukkan semuanya ke dalam penyimpananmu."


"Tapi sebelum itu, aku belum sempat mengambil uangku dari bank. Tadi sore terjadi perampokan disaat aku ingin mengambil uang. Untung saja para perampok itu berhasil ditahan."


"Jadi kau ada disana! Tidak apa-apa, lagipula kau bisa membayarnya kapan saja." Namun Bilson memikirkan sesuatu dan melanjutkan, "Bagaimana jika kita melakukan barter? Apa kau memiliki stok beras yang cukup sekarang?"


"Apa pak Bilson baik-baik saja dengan itu?"


"Tidak masalah. Itu sama saja jika aku membelinya darimu nanti."


"Terimakasih pak Bilson."


Isi ruangan itu berubah dari yang semula kotak dus berisi alat tulis, menjadi penuh dengan karung beras. Mereka bahkan harus menggunakan ruang kosong di samping untuk memenuhi jumlah beras yang sesuai dengan harga alat tulis.


"Totalnya tujuh ratus karung beras. Pak Bilson tidak perlu menghitung lebihnya, anggap saja itu sebagai rasa terimakasihku."


"Hahahaha, kau sungguh baik Alex. Apa kau sudah makan?"


"Kalau begitu ayo kita mencari restoran yang enak. Aku akan mentraktirmu malam ini!"


Planet Sihir.


Di dalam penginapan Kasur Emas, Alex menemui Benzir yang sedang menulis di ruangannya.


"Selamat pagi pak Benzir."


"Oh Alex, selamat pagi. Lihatlah buku dan pulpen yang kau jual ini. Itu sangat membantu dalam mempermudah pekerjaanku."


"Aku juga kemari untuk membicarakan itu. Bagaimana dengan rencana guild petualang untuk membeli persediaan buku dan pulpen, apakah itu masih berlaku?"


"Tentu saja. Selama beberapa hari terakhir, resepsionis guild bernama Aya selalu datang menemuiku dan menanyakan hal tersebut. Jadi bagaimana? Apa kau sudah membawanya?"


"Benar pak Benzir. Tapi aku tidak tahu apakah mereka akan puas dengan jumlah yang tersedia saat ini."


"Memangnya berapa?"


"Dua puluh lima ribu buku dan dua puluh lima ribu pulpen."


Benzir merenung sebelum mengangguk dengan puas. "Itu sudah cukup. Menurut perhitungan kasarku, jumlah itu mencukupi penggunaan seluruh cabang guild petualang di dunia selama satu atau dua bulan kedepan."


"Baguslah!"


Bahkan jika itu hanya satu bulan, Alex dapat mengumpulkan sejumlah alat tulis melebihi penjualannya saat ini. Namun dia sedikit khawatir. Setelah ini, apakah dia harus menunggu selama satu bulan untuk transaksi berikutnya? Jika dibiarkan begitu saja, dia berpikir bahwa akan memerlukan waktu berbulan-bulan sebelum kekuatannya maksimal sehingga dapat mengupgrade sistem.

__ADS_1


Mengingat pertama kali dia menerima sistem, bahkan belum tiga minggu berlalu sampai kekuatannya meningkat seperti sekarang. Tapi Alex merasa itu belum cukup. Dia harus bergegas mengumpulkan koin emas sebanyak mungkin untuk menghilangkan Gereja Bintang Darah dari dunia ini.


Jika orang lain mengetahui isi pikiran Alex, mereka akan mengutuknya sampai mulut mereka berbusa.


Alex menerima dua ribu lima ratus koin emas sambil menahan kegembiraan yang meluap di dadanya.


Setelah berbincang beberapa saat dengan Benzir, Alex buru-buru pergi ke kamarnya dan mengunci semua pintu serta jendela.


Kemudian dia memasukkan semua koin emas ke dalam sistem dan melihat total koin emas miliknya.


'Dua ribu tujuh ratus dua puluh lima koin emas!' Alex berteriak penuh semangat di dalam hati.


Dia memperhatikan statusnya dan memikirkan tentang apa yang harus ditingkatkan terlebih dahulu.


"Jika semuanya kumasukkan ke konstitusi serta vitalitas, yang merasakan perubahannya hanya tubuh utamaku ini saja. Tapi apakah skill komunikasi universal dan pembagi pikiran dapat meningkatkan kekuatan tempurku jika dimaksimalkan?"


Sambil merenungi hal tersebut, dia mengorbankan dua ribu enam ratus koin emas dan mendapatkan dua puluh enam poin sistem.


"Baiklah, aku akan memaksimalkan nilai skill ini dulu. Sisanya akan dibagi kedalam konstitusi serta vitalitas. Setidaknya dua tubuh klonku juga merasakan sedikit perubahan dari peningkatan kedua skill tersebut."


Empat belas poin tersisa setelah Alex memaksimalkan kedua skillnya. Membaginya menjadi dua, Alex menambahkan masing-masing tujuh poin kedalam konstitusi serta vitalitasnya sehingga terjadi perubahan.


>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 22 [+]


Vitalitas : 22 [+]


Skill :


- komunikasi universal : 10/10 [+]


- pembagi tubuh : 10/10 [+]


- pembagi pikiran : 10/10 [+]


- manipulasi mana : 10/10 [+]


<>


<>


<>


<>


Poin system : 0


Koin emas : 125

__ADS_1


__ADS_2