
<>
Nama : Alexander Leonard
Usia : 17 tahun
Konstitusi : 5 [+]
Vitalitas : 6 [+]
Skill :
- pemahaman bahasa : 3/3 [+]
- klon : 3/3 [+]
- berpikir cepat : 3/3 [+]
<>
<>
<>
<>
Poin system : 0
Koin emas : 557
Planet sihir.
Benzir dan kelompoknya memutuskan untuk menginap di desa Rod karena tirai malam sudah mulai turun saat mereka tiba di sana.
"Hasilnya empat puluh empat koin emas dan sembilan puluh koin perak." Timothi bersama dengan Gren dan Nicholas menemui Alex di sudut aula desa dan menyerahkan hasil penjualan obat di desa Swalluw.
__ADS_1
"Hehehe, jadi berapa imbalan kami Alex." Nicholas tersenyum malu mengingatkan Alex perkataan Owen sebelumnya untuk memberi mereka imbalan.
"Tentu saja aku tidak lupa. Apakah tiga puluh perak baik - baik saja?"
"Wow kau benar Timothi, kita mendapat banyak dengan membantu Alex. Orang tuaku akan bangga melihatku mampu menghasilkan sepuluh perak." Nicholas senang mendengar imbalan yang diterima.
Mendengar perkataan Nicholas, Alex bingung dan merasa ada yang salah. "Emm. Maksudku tiga puluh perak untuk masing - masing dari kalian. Jadi totalnya sembilan puluh perak."
Timothi menggelengkan kepala melihat Nicholas yang tercengang mendengar koreksi dari Alex, sedangkan Gren terlihat tidak terlalu mempedulikan perihal imbalan tersebut.
Alex sengaja memberikan sembilan puluh koin perak yang didapatnya karena melalui percobaannya, koin perak tidak diterima dalam penyimpanan uang di sistem dan hanya bisa dimasukkan ke dalam inventory. Berbeda halnya dengan koin emas yang bisa disimpan dan dikeluarkan dalam penyimpanan uang sistem dan dapat dikorbankan menjadi poin yang dapat meningkatkan kekuatannya sehingga ia memberikan koin perak agar tidak memenuhi inventory yang hampir penuh.
"Benarkah Alex?" Nicholas bertanya memastikan.
"Tentu saja. Persediaan obatku juga sudah banyak dan dapat dijual lagi. Kepala desa nanti akan merencanakan kapan dan di desa mana obat tersebut akan dijual. Jika kau ikut menjualnya lagi aku akan tetap memberikan imbalan sesuai hasil yang dijual." Alex meyakinkan Nicholas yang seakan tidak percaya.
Gren awalnya sempat menolak imbalan yang diberikan namun berhasil diyakinkan Alex mengingat kondisi wabah yang sedang berlangsung sehingga ada baiknya mereka menabung cukup banyak jika terjadi masalah krisis di desa Rod.
"Timothi! Alex! Kemarilah."
Owen yang sedang berbincang dengan Benzir di tengah aula berteriak memanggil Timothi dan Alex sehingga keduanya meninggalkan Nicholas serta Gren dan berjalan menuju pusat Aula.
Di dalam ruangan yang berada di samping kamar Alex, keempatnya duduk di tikar yang tersedia lalu Benzir menanyakan tentang Alex yang mengikuti pembicaraan mereka.
"Dia adalah seorang tamu yang telah berada di desa Rod sejak seminggu lalu." Owen menjawab pertanyaan Benzir.
"Salam kenal tuan Benzir. Aku adalah Alexander. Mantan budak dari keajaan Fylomus yang telah dibebaskan oleh para Elf."
"Kau tidak perlu meragukan Alex. Ia bahkan dapat membuat obat yang telah menyembuhkan beberapa penduduk desa Rod yang terjangkit wabah serta menjual obat tersebut ke desa lain."
Benzir sekarang mengerti darimana obat yang dijual Timothi sebelumnya di desa Swalluw karena seingatnya tidak ada satupun alkemis yang tinggal di desa Rod. Ia memahami bahwa tidak mungkin Alex berada dalam organisasi yang diduganya terkait dengan wabah penyakit jika tujuan organisasi itu seperti yang ia pikirkan.
Benzir mengangguk kepada Alex lalu dengan ekspresi serius berbicara, "Apa kalian pernah mendengar tentang Gereja Bintang Darah?"
Owen mengerutkan kening mendengar organisasi paling berbahaya di dunia ini. "Apa menurutmu Gereja Bintang Darah berkaitan dengan wabah?"
__ADS_1
"Kau cepat menangkap maksudku." Benzir menganggukkan kepala.
"Apa maksudnya?" Timothi bingung dengan pembicaraan keduanya, sedangkan Alex hanya diam mendengarkan karena sebelumnya ia berpikir hanya dia yang tidak mengetahui maksud pembicaraan mereka.
"Kejadian kelam di desa Rod saat itu berkaitan dengan Gereja Bintang Darah." Owen mengingatkan Timothi ketika pertama kalinya melihat seseorang dengan warna hitam.
"Benar. Menurut penyelidikan petualang top di kota Xyras, kejadian beberapa tahun lalu itu bertujuan untuk merekrut siswa yang akan diterima oleh Gereja Bintang Darah." Benzir mendukung pernyataan Owen.
"Jadi, apa maksudmu mengenai kejadian ini yang berkaitan dengan Gereja Bintang Darah?" Owen bertanya kepada Benzir sebelum Timothi memotong pembicaraan lebih lanjut.
"Aku masih belum yakin apakah mereka berkaitan. Namun menurut dugaanku, makhluk hitam yang menyerang kami sebelumnya adalah para penduduk yang telah meninggal akibat wabah dan menjadi makhluk terkutuk yang dikendalikan oleh seseorang." Benzir telah menceritakan kejadian yang telah menimpa rombongan mereka sebelumnya kepada Owen di pusat aula.
"Apa bukti dari perkataanmu?"
"Makhluk - makhluk itu hanya mengincar ramuan obat yang kami bawa. Jika mereka berniat membunuh kami, aku yakin tidak ada dari kami yang selamat." Semua ramuan obat yang disimpan di dalam gerbong kereta telah hancur dan hanya menyisakan beberapa yang Benzir simpan di dalam cincin penyimpanannya.
"Meskipun hanya tujuh makhluk hitam yang menyerang kami, aku yakin itu karena pengendalinya tidak ingin mengambil resiko jika ternyata terdapat petualang hebat yang kubawa. Seandainya banyak makhluk yang menyerang kami dan kami berhasil membunuh mereka semua, tentu kami akan memperingatkan desa - desa di pinggiran Great Forest akan keberadaan makhluk mengerikan tersebut." Lanjut Benzir menjelaskan dugaannya.
Owen dan Timothi mengangguk menyetujui pemikiran cerdas dari Benzir sedangkan Alex yang baru kali ini mendengar kejadian tersebut mengikuti anggukan keduanya pura - pura memahami perkataan Benzir.
"Jika dugaanmu benar, maka akan terjadi tragedi yang lebih mengerikan daripada wabah penyakit yang terjadi saat ini." Owen menatap Benzir secara langsung yang dibalas dengan anggukan kepala.
"Sebagai teman lama, aku bergegas menuju desa ini dan memperingatkanmu meskipun petualang yang kusewa telah berkali - kali mengajakku memutar arah ke kota Xyras untuk membawa kembali sisa - sisa dari ketiga orang teman mereka." Benzir mengetahui asal usul Owen yang sebenarnya dan sudah menjadi teman dekat saat Owen pindah ke desa Rod dengan membawa Timothi yang saat itu masih bayi.
"Dapatkah aku meminta tolong padamu untuk memasang misi di guild petualang?" Owen meminta bantuan Benzir.
"Tidak perlu untuk itu. Aku akan mengumumkan hal ini kepada serikat dagang serta pemerintah kota Xyras. Kebutuhan pokok di kota Xyras sebagian besar dipasok dari desa di pinggiran Great Forest. Aku yakin serikat dagang kota Xyras juga tidak menginginkan terjadinya tragedi dan akan mengirimkan petualang top untuk menyelidiki makhluk hitam tersebut." Benzir menolak permintaan Owen karena menurutnya ini bukan hanya masalah untuk desa Rod saja melainkan seluruh desa di sepanjang garis luar Great Forest.
"Terimakasih Benzir. Benar Alex, bukankah kau sudah menghasilkan banyak obat itu?" Tanya Owen mengingat Alex yang sudah lama diam mendengarkan pembicaraan mereka.
"Stok saat ini sekitar seribu seratus obat. Apakah Timothi akan menjualnya lagi besok?" Tanya Alex kepada Owen.
"Tidak perlu untuk itu. Kita harus meningkatkan pengawasan kita serta membangun tempat perlindungan darurat di desa. Jual semuanya kepada Benzir agar dapat dijual kembali sepanjang perjalanan pulang ke kota Lynden." Owen menolak membiarkan penduduk keluar dari desa setelah mendengar dugaan Benzir.
"Berapa banyak keuntungan yang kudapat?" Sebagai pedagang tentu Benzir memikirkan keuntungan terlebih dahulu.
__ADS_1
Mengingat masalah yang sepertinya semakin besar setelah mendengar pembicaraan barusan, Alex memutuskan untuk menjual obatnya dengan harga seperti biasa dan memastikan Benzir untuk tidak mematok harga yang tinggi saat menjualnya di desa lain.
Mendengarkan penjelasan dari Alex mengenai dosis pemakaian obat serta harganya, Benzir tentu senang saat mengetahui ia akan mendapat banyak untung melalui transaksi tersebut.