
"Salam kenal tiga tuan emas, namaku Leon." Klon kedua Alex memperkenalkan diri, setelah Zeff mengenalkan tiga tuan emas kepadanya.
"Hahahaha, jangan sebutkan itu. Lagipula sebentar lagi akan ada empat petualang tingkat emas di kota ini." Big Three tertawa menepis panggilan tiga tuan emas.
"Itu benar Leon, aku tak menyangka kau dapat menyembunyikan kekuatanmu dari batu pengukur." Zeff juga membicarakan topik ini.
Mendengar itu, Alex hanya tersenyum masam lalu menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku pak Zeff."
"Tidak apa-apa. Memang ada beberapa orang kuat yang berhati-hati untuk tidak menonjol. Sama sepertimu, mereka menggunakan sebuah artefak yang dapat menipu penilaian dari batu pengukur." Zeff tak mempermasalahkan hal tersebut.
Alex semakin dibuat tak berdaya. Bukannya dia ingin menipu batu pengukur, bahkan saat itu dia melihat batu pengukur tidak dapat menilai eksistensi poin dirinya, sebelum nilai yang ditampilkan berubah menjadi lima ribu.
Dia merasa ada sesuatu didalam dirinya, yang dapat dengan bebas menentukan nilai yang akan ditampilkan batu pengukur.
"Berdasarkan tingkat kekuatan di kota ini, petualang yang dapat mewujudkan sihir akan diberi peringkat emas. Apakah kau ingin menaikkan peringkatmu atau tetap tidak menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya?" Lanjut Zeff.
"Karena banyak yang sudah mengetahuinya, aku tidak masalah jika peringkatku ditingkatkan." Alex membiarkan mereka salah paham.
Zeff meminta lencana perak yang dipegang Alex. Zeff mengatakan bahwa setelah mereka membahas tentang penyerangan terhadap alkemis jenius Gereja Bintang Darah, dia akan menyerahkan lencana Alex ke markas pusat guild petualang untuk ditingkatkan.
"Mari kembali ke topik utama. Bagaimana rencana kita menyerang tempat persembunyian alkemis jenius itu?" Christopher mengalihkan pembicaraan mereka.
"Tentu saja kita serang sekarang juga. Aku akan menjadi penyerang utama dan berdiri paling depan!" Teriak Big Three.
Alex tersenyum masam melihat tingkah Big Three. Meskipun tubuhnya besar, itu berbanding terbalik dengan otaknya, sehingga mungkin terdapat banyak ruang kosong didalam tengkorak kepalanya.
Ketika melihat yang lain, Alex cukup kagum akan ketidakpedulian mereka. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan kebodohan yang ditunjukkan oleh Big Three.
__ADS_1
"Bagaimana denganmu? Apakah menurutmu Gereja Bintang Darah sudah menyadari kalau dua murid abu-abu mereka ditangkap?" Mina bertanya pada Jean.
"Aku yakin tidak. Batas waktu kami menyerahkan anak yang diculik adalah lusa. Jika dalam dua hari kami tidak mengirimkan sejumlah anak, seseorang akan datang ke daerah kumuh untuk bertanya tentang keterlambatan pengiriman." Jean menggelengkan kepala.
Yang lain memahami maksud perkataan Jean, selain Big Three. Anggota Gereja Bintang Darah jarang berkomunikasi antar kelompok yang berbeda. Selain berhati-hati supaya pergerakan mereka tidak terdeteksi, itu juga dapat meminimalisir keterbukaan identitas anggota lain jika salah satu anggota mereka tertangkap dan diinterogasi.
Namun karena hal itu jugalah Alex dan yang lain di ruangan tersebut dapat mempersiapkan diri, dan menyerang tempat persembunyian mereka secara tiba-tiba.
"Selain alkemis jenius, aku juga mengetahui beberapa orang penting yang merupakan anggota Gereja Bintang Darah, ataupun membantu mereka dengan sejumlah imbalan." Lanjut Jean dengan serius.
"Tunggu, jangan sebutkan itu dulu. Misi utama kita saat ini adalah membunuh sang alkemis jenius untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi." Sela Zeff dari samping.
"Kenapa Zeff? Aku akan membunuh semua anggota Gereja Bintang Darah. Hei kau, cepat sebutkan nama mereka!" Teriak Big Three tak puas, ketika Zeff memotong penjelasan Jean.
Alex mengikuti yang lain untuk tidak mempedulikan Big Three. Mereka melihat kearah Zeff untuk menunggu penjelasannya.
Yang lain mengangguk memahami penjelasan Zeff, selain Big Three. Jika diaken hitam itu bergerak, tidak ada satupun dari mereka yang dapat menandinginya, meskipun mereka bergabung untuk melawannya bersama.
"Aku akan maju melawan diaken hitam itu, kalian tidak perlu....."
"Diam bodoh!" Mina membentak Big Three dari samping dan memukul punggungnya dengan keras.
"Dengarkan saja apa yang kami bicarakan dan jangan bicara sampai rencananya selesai dibuat. Apakah kau ingin dipecat ketua guild dan tidak mendapatkan koin emas lagi?" Kesabaran Mina sudah habis melihat kebodohan yang ditunjukkan oleh Big Three.
"Ma-maafkan aku Mina. Maafkan aku Zeff." Big Three buru-buru minta maaf setelah mendengar ancaman Mina. Selain kekuatannya, dia tidak memiliki keterampilan lain untuk menghasilkan uang.
Tentu saja itu hanyalah ancaman palsu. Seorang petualang tingkat perak ke atas sudah terdaftar di markas pusat guild petualang. Selain dari melakukan kejahatan seperti tindakan kriminal, bergabung dengan Gereja Bintang Darah, atau hal-hal terlarang lainnya, status seorang petualang tidak dapat dihilangkan dengan mudah.
__ADS_1
"Tak perlu sekasar itu Mina." Zeff menenangkan Mina.
"Aku sudah menghubungi markas pusat dan segera mendapatkan balasan yang baik. Untungnya, seorang mantan The Number sedang berkunjung ke markas pusat guild petualang." Lanjut Zeff.
Alex mengamati bahwa ketiga orang didepannya menahan nafas mereka secara bersamaan. Meskipun mereka menjadi tegang, wajah mereka menunjukkan ekspresi mengantisipasi sesuatu setelah mendengar ucapan Zeff.
"Apa itu The Number?" Tanya Alex.
"The Number adalah sembilan orang terkuat dari seluruh petualang yang ada di dunia. Mereka adalah puncak dari seluruh petualang adamantium, bisa dikatakan mereka adalah puncak dunia ini." Christopher menjelaskan dengan semangat membara dikedua matanya.
Alex terkejut melihat perubahan sikap Christopher. Sejak awal, Christopher tampak sedikit pendiam dan hanya mengucapkan beberapa kata yang dapat dihitung dengan jari.
'Sepertinya dia berniat menempatkan namanya sebagai seorang The Number suatu hari nanti.' Pikir Leon.
"Jadi apakah mantan The Number itu akan datang kesini?" Alex mengalihkan pandangannya kearah Zeff.
"Sayangnya tidak. Dalam tiga hari kedepan, markas pusat akan mengirimkan dua petualang Mithril dari cabang lain, dengan bantuan sihir teleportasi dari mantan The Number." Zeff menjelaskan bantuan yang akan mereka terima dari markas pusat guild.
"Kenapa dia tidak datang sendiri? Bukankah masalah akan cepat selesai dengan keberadaannya?" Christopher bingung.
Mendengar pertanyaan Christopher, Zeff menghela nafas dengan sedih. "Mungkin karena usiaku yang mendekati akhir, aku sedikit mengerti pemikiran mantan The Number itu."
"Coba kau bayangkan jika diusianya yang mencapai ribuan tahun, dia harus mengurus hal-hal sepele dibandingkan kekuatannya yang besar. Lagipula kita ini dapat dianggap anak kecil baginya. Jika dia mengurus semua masalah yang dialami anak-anak, bagaimana anak-anak itu dapat berkembang dan menghadapi sebuah masalah ketika dia sudah tidak ada?" Lanjut Zeff sedikit sedih.
Dia juga mengalami perasaan itu. Diumurnya yang mendekati lima ratus tahun, dia merasakan bahwa tidak lama lagi dia akan menyatu dengan tanah.
Dia sering memperhatikan bakat-bakat muda di kota Xyras, dan menempanya agar menjadi sebuah tameng kuat yang dapat melindungi kota ini kedepannya.
__ADS_1