Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Misi Pertama (2)


__ADS_3

"Silahkan masuk nak!" Wanita itu terkejut ketika mengetahui pemuda didepannya merupakan petualang perak, pada usia yang terbilang cukup muda.


Dia mengundang Alex ke ruang tamu, lalu berpamitan sesaat untuk memanggil suaminya di dalam.


Sembari menunggu kedatangan Ron bersama istrinya, Alex mengamati interior rumah mereka.


Terdapat tambalan-tambalan kayu pada dinding yang sudah berlubang. Meskipun begitu, tambalan baru tersebut tidak menutupi keadaan kayu dibelakangnya, yang sudah lapuk termakan oleh waktu.


Walaupun keadaan rumah ini sudah tua, orang yang tinggal didalamnya selalu merawat kondisi rumah. Terlihat dari kebersihan dan suasana nyaman yang dirasakan Alex sejak memasuki ruangan.


Alex yakin jika Ron dan istrinya memiliki uang yang mencukupi, mereka akan benar-benar merenovasi bagian rumah yang telah rusak akibat termakan usia, tidak hanya menambalnya dengan potongan-potongan papan kecil.


"Maaf membuatmu menunggu." Pikiran Alex terganggu oleh seorang pria paruh baya yang mendekatinya.


Dibelakang pria tersebut, wanita sebelumnya membawa nampan kayu dengan tiga cangkir berisi air.


"Maaf kami hanya bisa menyediakan air saja." Wanita itu tersenyum malu.


"Tidak apa-apa. Sebelum itu, aku belum tahu nama anda." Balas Alex ikut tersenyum.


"Aku lupa, hehehe... Namaku Sarah. Nak Leon dapat memanggil aku bibi Sarah."


"Baik bibi Sarah." Angguk Alex.


"Jadi namamu Leon? Perkenalkan aku adalah Ron yang mengirimkan permintaan misi ke guild petualang. Panggil saja paman Ron" Ron mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya kepada Alex.


"Salam paman Ron." Alex menerima jabatan tangannya.


"Baru kali ini seorang petualang peringkat perak menerima misi yang kami ajukan. Sebelumnya, kelompok petualang yang datang hanya terdiri dari peringkat perunggu saja." Ron mengira petualang perak didepannya hanya bersedia datang, karena mereka telah menambah jumlah hadiah menjadi empat puluh koin perak.


"Bukankah ini misi tingkat c?" Tanya Alex bingung.


Dari informasi yang didengarnya, tingkatan misi hanya dapat dikerjakan sesuai peringkat petualang.


- Misi tingkat e : Misi dengan tingkatan paling rendah. Semua peringkat petualang dapat mengerjakan misi tersebut.


- Misi tingkat d : Misi yang dapat diambil oleh seorang petualang dengan peringkat perunggu atau diatasnya.


- Misi tingkat c : Minimal diambil oleh seorang petualang peringkat perak.


- Misi tingkat b : Minimal diambil oleh seorang petualang peringkat emas.

__ADS_1


- Misi tingkat a : Minimal diambil oleh seorang petualang peringkat mithril.


- Misi tingkat s : Misi dengan tingkatan tertinggi, yang hanya dapat diambil oleh seorang petualang adamantium.


"Apakah kau tidak tahu? Jika dalam satu kelompok terdapat sepuluh orang atau lebih yang memiliki peringkat sama, kelompok tersebut dapat mengambil misi satu tingkatan diatasnya." Ron melihat Alex dengan aneh.


"Benarkah paman? Aku baru mengetahuinya. Lagipula, aku baru saja mendaftar di guild petualang tadi. Jadi informasi yang kuterima masih terbatas." Alex tersenyum malu.


Mendengar ucapan Alex, Ron dan Sarah saling memandang dengan ekspresi terkejut.


'Baru mendaftar, namun guild petualang langsung memberinya peringkat perak. Bukankah ini berarti mereka mengakui kekuatan anak ini?' Keduanya berusaha menahan ekspresi senang.


Awalnya Ron sedikit meremehkan Alex, karena dia mengira Alex hanya mau mengambil misi ini setelah hadiah misi bertambah.


Kini dia mengagumi pemuda di depannya, serta merasa bersalah karena berpikiran buruk terhadap Alex sebelumnya.


"Ya-yah, kau dapat mengetahui itu dari siapa saja. Lagipula, mari kita mulai membahas kasus penculikan ini." Ron mengubah topik kepada misi Alex.


Alex mengangguk dengan wajah serius sebelum dilanjutkan oleh Ron, "Sejak enam bulan yang lalu, total yang menghilang berjumlah dua puluh empat anak dari delapan belas keluarga."


Alex mengeluarkan sebuah peta kulit dari dalam kantung penyimpanan.


Daerah kumuh menempati lima persen wilayah distrik barat kota Xyras. Peta di tangan Alex menunjukkan seluruh rumah di daerah kumuh, serta menandai lokasi rumah korban penculikan.


Alex menghitung penanda yang menggunakan tinta merah lalu bertanya, "Dapatkah paman Ron menunjukkan tiga rumah yang baru-baru ini mengalami kasus penculikan?"


Ketika petualang sebelumnya mengerjakan misi ini, jumlah korban masih sebanyak dua puluh anak dengan total lima belas keluarga.


Ini menunjukkan baru-baru ini terdapat dua anak dalam dua keluarga, ditambah dua anak dalam satu keluarga yang menghilang.


Ron tentu saja mengingat peta di tangan Alex, peta tersebut dibuat oleh petualang sebelumnya untuk mengumpulkan informasi. Dia menunjuk tiga rumah pada peta, "Dua rumah ini kehilangan masing-masing satu anak, sedangkan untuk rumah ini kehilangan dua anak."


Alex mengambil spidol merah dari dalam kantung penyimpanan, lalu menandai tiga rumah yang ditunjuk Ron.


Ketika Ron memberitahu waktu kejadian setiap anak yang hilang, Alex merasa bahwa rumah-rumah yang diincar tidak memiliki pola sama sekali.


Alex yakin bahwa pelaku penculikan memprediksi para petualang akan mengumpulkan informasi dengan cara ini, sehingga mereka melakukan pekerjaannya dengan memilih lokasi rumah secara acak.


Alex mengeluarkan sebuah buku dan pulpen lalu bertanya, "Apakah paman Ron mengetahui jumlah anak di setiap rumah?"


Alex berniat membagi rumah pada peta seperti diagram tabel. Dari sudut kiri atas, dia akan menamai huruf abjad berdasarkan kolom, dan angka berdasarkan barisnya.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku mengingatnya. Kita dapat berkeliling dan bertanya kepada setiap rumah sekarang! Lagipula, masih beberapa jam lagi sebelum malam."


Alex mengangguk menyetujui saran Ron. Lagipula, jumlah rumah di daerah kumuh sebanyak ratusan rumah. Tidak mungkin Ron akan mengingat daftar anak pada setiap rumah.


Sebelum keduanya pergi, Alex mengeluarkan sekantung beras, beserta daging dan beberapa sayuran dari dalam kantung penyimpanannya. "Bibi Sarah, aku memiliki banyak bahan makanan yang tidak terpakai. Bisakah bibi Sarah memasaknya untuk makan malam kita?"


Mata Sarah sedikit berkaca-kaca melihat kebaikan Alex, "Oh nak Leon, padahal kamu merupakan tamu kami."


"Bukan begitu bibi Sarah, jika aku membiarkannya saja di dalam kantung penyimpananku, daging dan sayur ini akan membusuk."


"Terimakasih nak Leon." Sarah tersenyum hangat mendengar alasan Alex. Dia tahu Alex mengatakan hal itu agar keduanya tidak merasa bersalah.


Di samping, Ron semakin memuji kebaikan Alex dari lubuk hatinya. Dia mendesah pelan, lalu mengajak Alex untuk segera berkeliling.


Dalam waktu lima jam. Keduanya berhasil mengumpulkan seluruh informasi mengenai jumlah anak disetiap rumah.


Matahari sudah mulai turun di ufuk barat, mewarnai langit dengan semburat orange kemerah-merahan.


"Ngomong-ngomong paman Ron, berapa orang yang berpatroli di malam hari?" Alex berjalan di samping Ron, sambil memandangi para orangtua yang sedang memanggil anak mereka untuk segera kembali ke rumah.


"Kami mengatur sepuluh orang yang dibagi menjadi lima kelompok, untuk berjaga dalam satu malam. Setelah makan malam, aku akan membawamu ke pos tempat orang yang berpatroli berkumpul, dan mengenalkanmu kepada mereka." Ron berkata dari samping.


Keduanya kembali ke rumah Ron, dan memakan makan malam yang telah disediakan Sarah.


Di dalam rumah, Ron menjelaskan kepada Sarah bahwa dia akan ikut membantu patroli malam ini. Dia berniat mengenalkan Alex kepada sepuluh orang yang berpatroli malam ini, sebelum mengikuti salah satu kelompok untuk menambah jumlah.


Tentu saja dia mengerti bahwa dia akan mengganggu pekerjaan Alex jika bersamanya. Dia memutuskan untuk membiarkan Alex sendirian, dan berpatroli bersama dengan yang lain


Di suatu tempat yang tinggi tidak jauh dari daerah kumuh.


"Dari posisi ini, aku dapat melihat seluruh rumah di daerah kumuh." Klon pertama Alex memposisikan teropong dikedua matanya.


Dia saat ini sedang berada disebuah menara jam, yang berada diluar daerah kumuh di distrik barat kota Xyras.


Berkat ketinggian menara jam, Alex dapat memantau seluruh daerah kumuh tanpa terhalang oleh bangunan lainnya.


Dia mengeluarkan peta beserta sebuah buku dari dalam inventory. Keduanya berisi informasi yang baru saja dikumpulkan klon kedua dan Ron, dan disimpan ke dalam inventory untuk digunakan klon pertamanya.


Meskipun dia dapat memantau dari kejauhan, dia tetap membutuhkan informasi ini, untuk memfokuskan penjagaannya pada rumah-rumah yang memiliki anak.


"Persiapan selesai! Dengan ini, aku tinggal menunggu pelaku melakukan aksinya. Hah... Meskipun aku tidak berharap akan terjadi penculikan lagi" Gumam Alex memandangi bulan purnama yang menggantung di langit berbintang.

__ADS_1


__ADS_2