Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Mendapatkan Banyak Emas


__ADS_3

Benzir memanggil Kyle yang merupakan satu - satunya petualang peringkat perak di dalam grup sekaligus pemimpin mereka.


Di dalam ruangan, Benzir berhadapan dengan Kyle dalam jarak lima meter, sedangkan Alex berada di belakang Benzir untuk menjelaskan kembali cara memakai pistol di tangan Benzir.


"Ingatlah, jika kau dapat menghindar maka kau harus menghindar."


Kyle bingung karena Benzir belum menjelaskan tujuan ia berdiri diam sejak tadi. Ia hanya menganggukkan kepala seolah - olah mengerti apa yang Benzir katakan.


Dorrr!!! Benzir menekan pelatuk setelah mengikuti arahan menembak dari Alex di belakangnya. Peluru melesat keluar dari moncong pistol mengenai kaki kiri Kyle diikuti erangan kesakitan dari arah Kyle berada.


"Ahhhhh" Kyle terjatuh tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi. Sebelum ia mendengar suara tembakan, kakinya terasa panas diiringi oleh rasa sakit yang berlebihan lalu terlihat darah yang mengalir dari sumber rasa sakit itu.


"Ini hebat, bahkan petualang tingkat perak tidak dapat menghindar dari serangan artefak ini." Benzir kagum akan pistol di tangan kanannya.


"Nanti saja kagumnya. Sekarang cepat obati luka Kyle." Alex menyela kekaguman Benzir karena khawatir melihat Kyle yang berguling - guling memegang kaki kiri untuk berusaha mengurangi rasa sakit.


Benzir seakan memasang wajah aku lupa, lalu mengambil ramuan pemulihan dari cincin penyimpanannya dan berlari menuju Kyle.


Benzir menyiram sedikit isi ramuan pada luka di kaki kiri Kyle lalu mendesaknya, "Cepat minum ramuan pemulihan ini Kyle."


Kyle terlihat mengeluarkan sedikit air mata di sudut matanya akibat menahan rasa sakit yang panas pada luka. Teriakan Benzir hanya samar di telinganya namun ketika mendengar kata ramuan pemulihan serta melihat botol ramuan di tangan Benzir, otaknya berpikir lebih cepat dari yang biasa lalu ia mengambil ramuan di tangan Benzir dan meminumnya.


Terlihat luka pada kaki kiri Benzir berhenti mengeluarkan darah semenjak Benzir menyiramkan sedikit isi ramuan di dalam botol.


Setelah Kyle meminumnya, Kyle merasakan rasa gatal pada lukanya lalu daging yang sebelumnya berlubang terlihat bergerak sedikit demi sedikit seakan ingin mengisi area kosong pada lubang kecil di kaki Kyle.


"Sungguh ramuan yang hebat." Secara tak sadar Alex bergumam saat melihat ramuan ajaib yang diberikan Benzir kepada Kyle.


"Hahahaha, Apakah kau ingin membelinya? Jika di benua tengah kau akan mengeluarkan paling sedikit sepuluh koin emas untuk ramuan ini." Benzir tertawa mendengar gumaman Alex. "Sebagai rekan dagang, aku akan menjualnya padamu dengan harga dua koin emas. Lagipula cukup sulit pergi ke kerajaan elf apalagi mendapatkan kepercayaan mereka." Lanjutnya selesai tertawa.


"Apakah satu botol itu sudah cukup mengobati luka Kyle?" Tanya Alex melihat masih terdapat lubang bekas tembakan di kaki Kyle.


"Tentu saja, mari kita tunggu lima menit. Luka itu akan sembuh seperti sebelum aku menyerang menggunakan artefak ini."


Mereka berdua melihat luka Kyle menutup secara perlahan dan setelah lima menit, luka itu menghilang digantikan wajah Kyle yang terlihat kesal.


"Apa yang tuan Benzir lakukan padaku?"

__ADS_1


"Hahahaha tenang saja Kyle, aku hanya mencoba artefak yang dijual Alex kepadaku. Lagipula bukankah kau baik - baik saja sekarang."


Melihat urat - urat bermunculan di kepala dan leher Kyle setelah mendengar penjelasannya, Benzir lalu memberikan cangkir berisi kopi yang baru saja ia buat ketika menunggu luka Kyle sembuh seluruhnya. "Minumlah ini, ini merupakan minuman mewah yang hanya bisa dibeli oleh kalangan orang kaya dan kaum bangsawan. Tidak perlu menanyakan harganya karena akan membuatmu tidak ingin meminumnya. Itu bahkan dapat menghilangkan rasa kantuk."


Kyle menenangkan dirinya setelah mencium aroma minuman yang disodorkan Benzir ke depan wajahnya. Melihat Benzir menganggukkan kepala, Kyle lalu mengambil cangkir dari tangan Benzir dan meminum kopi yang masih panas sedikit demi sedikit.


"Ahhh, Ini nikmat. Baru kali ini aku merasakannya." Kyle terlihat puas setelah meminum setengah isi cangkir.


"Tentu saja. Bahkan sangat sulit menemukan minuman ini di kerajaan lain selain Western Empire." Benzir terlihat bangga setelah memamerkan kopi kepada Kyle.


"Jadi tidak perlu memikirkan perihal sebelumnya, hahahaha." Lanjut Benzir sambil tertawa.


"Tapi itu tadi sangat sakit." Keluh Kyle dengan wajah sedikit kesal.


"Baiklah. Baiklah. Aku masih punya dua bungkus kopi, tuangkan segelas air panas untuk satu bungkusnya. Bahkan jika kau membeli minuman ini di Western Empire, kau harus mengeluarkan satu koin emas untuk satu gelasnya jadi jangan meminta lebih dariku nanti."


"Uhukk... Uhukk..." Kyle yang sedang meminum sisa kopi di dalam cangkir batuk setelah mendengar harga minuman di tangannya.


Awalnya ia ingin menyemburkan minuman di dalam mulut ke wajah Benzir sekaligus meluapkan kekesalannya. Namun mengingat harga yang disebutkan, ia berusaha menelan semua itu dan sedikit tersedak karenanya.


"Kau sungguh dermawan bos, lain kali jika ingin melakukan percobaan lagi kau dapat melibatkanku." Kyle mengambil dua bungkus kopi di tangan Benzir lalu meninggalkan ruangan secepat kilat tidak ingin Benzir berubah pikiran seakan memberikan dua koin emas kepadanya secara cuma - cuma.


"Kyle, apakah tuan Benzir melakukan hal aneh padamu? Kami mendengar teriakanmu tadi." Tanya salah seorang diantara mereka.


"Tidak apa, aku hanya menjadi uji coba artefak yang dibeli tuan Benzir barusan."


"Kami kira gosip tentang tuan Benzir benar dan ia memaksamu melakukan itu."


"Dasar bodoh. Siapa yang percaya tentang gosip itu?" Kyle membela Benzir karena baru saja mendapat dua bungkus kopi.


"Bukankah kau sebelumnya percaya itu?" Ucap seseorang yang ditanyai oleh Kyle saat melihat Alex memasuki ruangan Benzir.


"Kau hanya salah dengar karena mengantuk." Kyle menegaskan dengan terlihat yakin.


Di dalam ruangan, Alex dan Benzir duduk saling berhadapan dengan satu buah pistol di atas meja.


"Berapa kau akan menjual artefak ini?" Tanya Benzir.

__ADS_1


"Aku ingin mendengar tawaran pak Benzir dahulu." Alex berusaha tenang karena tidak mengetahui jenis dan harga artefak yang dikatakan Benzir.


Benzir terlihat berpikir keras lalu mengeluarkan suara. "Karena artefak ini hanya dapat menyelamatkanku sebanyak enam belas kali, aku akan membelinya dengan harga tiga ratus koin emas."


Meskipun Alex sangat senang di dalam, ia berusaha menekan wajahnya tetap tenang karena ia berpikir masih dapat meningkatkan harga jual pistol.


"Pak Benzir salah memahami artefak ini." Alex mengambil pistol di meja lalu menunjukkan sisa lima belas peluru yang terdapat di dalamnya. Setelah menjelaskan fungsi peluru tersebut kepada Benzir, Alex melanjutkan, "Setelah lima belas peluru ini habis, pak Benzir dapat menemuiku lagi dan membelinya dengan harga satu koin emas per pelurunya, sehingga artefak ini tidak hanya dapat menyelamatkan pak Benzir sebanyak enam belas kali saja. Bayangkan satu koin emas untuk satu kali menyelamatkan nyawa."


Alex yakin Benzir tidak akan memakai pistol yang dibelinya dalam waktu cepat. Setelah mendapatkan banyak kekayaan, Alex percaya ia akan mendapat akses untuk membeli peluru di dunia asalnya.


Benzir sekali lagi meningkatkan evaluasi akan artefak yang dijual Alex. Jika sebelum itu ia ingin membeli artefak tersebut untuk menyelamatkan nyawanya sebanyak enam belas atau bisa dibilang lima belas kali karena percobaan sebelumnya, saat ini ia ingin membeli artefak tersebut sebagai artefak penyelamat nyawa disepanjang hidupnya.


"Sebutkan hargamu?" Benzir bertanya dengan semangat.


"Seribu koin emas. Aku tidak dapat menguranginya karena ini sangat sulit didapat." Alex menjelaskan dengan senyum tenang.


"Kau bilang sulit didapat? Apakah kau masih mempunyai yang lainnya?"


"Ya, aku masih punya satu lagi." Alex berbohong demi menyisakan satu pistol untuknya.


"Aku akan membeli keduanya." Kata Benzir dengan semangat.


"Tapi aku juga..."


"Seribu dua ratus lima puluh koin emas untuk satu artefak. Jika kau menjual keduanya kepadaku, aku akan membeli keduanya dengan dua ribu lima ratus koin emas." Benzir menyela perkataan Alex.


Alex berpura - pura kesulitan untuk menjual dua pistol kepada Benzir. Menahan senyum yang seakan ingin muncul di wajahnya, Alex mendahului Benzir yang awalnya ingin menaikkan harga lagi.


"Baiklah kalau pak Benzir ingin membeli keduanya. Lagipula, aku tidak pernah berada dalam bahaya."


"Hahahaha, kau sungguh teman yang baik. Jika kau datang ke kota Xyras, jangan ragu meminta bantuanku. Aku memiliki beberapa pengaruh di sana."


"Tentu saja pak Benzir."


Benzir memberikan kantong penyimpanan berisi koin emas hasil penjualan dua buah pistol serta empat ratus sachet kopi instan.


"Kau dapat memiliki kantong penyimpanan ini sebagai tanda terimakasihku." Benzir menyerahkan kantong penyimpanan secara gratis karena sebelumnya ia bahkan berniat menaikkan lagi harga artefak sebelum Alex menyetujui untuk menjualnya.

__ADS_1


"Terimakasih." Alex dengan senang menerima kantong penyimpanan. Sebelumnya, ia hanya memakai kantong kulit sebagai tempat menyimpan uang jika berada di luar sistem miliknya.


"Tapi aku tidak hanya menjual barang saja disini. Aku juga berniat membeli sesuatu." Lanjut Alex dengan senyuman.


__ADS_2