
Pada pukul dua belas malam, Dino terbangun akibat nyeri dan mendapati banyak perban disekujur tubuh serta wajahnya.
Melihat arah kamar Alex, pintu kamar setengah terbuka dan terlihat Alex berbaring tidur di atas kasur dengan nyenyak.
Dino pun berniat pergi dari rumah Alex dan kembali untuk melaporkan apa yang ia lihat kepada bosnya di markas.
"Aku sudah lelah menunggumu daritadi. Apa yang terjadi kepadamu?"
Dino tersentak kaget melihat wanita yang tiba - tiba muncul sedang bersandar di seberang bangku tempat ia berbaring. "Helen, kenapa kau disini?"
"Pelankan suaramu. Bukankah kau yang mengirimkan sinyal bantuan ke markas? Aku dikirim oleh bos untuk membantu dan datang ke arahmu. Tak kusangka kau sudah babak belur dan istirahat di rumah Alex."
Organisasi mereka memiliki alat pelacak yang hanya diketahui oleh masing - masing partner dan ketua mereka sehingga Helen dapat dengan mudah menemukan Dino yang berada di rumah Alex.
Helen sudah berada di rumah Alex sejak dua jam yang lalu namun harus menunggu Alex tertidur agar mereka dapat pergi dari sana secara diam - diam.
"Apa yang terjadi kepadamu?" Tanya Helen penasaran melihat Dino yang diselimuti luka.
"Pada saat aku belanja, sekilas aku melihat seorang anggota blackwing yang saat itu berhasil kabur dari kita dan mengikutinya secara diam - diam. Aku berhasil menyusup ke lokasi mereka berkumpul dan mendengarkan beberapa pembicaraan yang penting." Dino mengingat kejadian beberapa jam sebelumnya dimana ia menyelinap ke dalam pertemuan anggota blackwing yang merupakan organisasi kriminal beranggotakan para pemilik bakat.
"Apakah mereka akan melakukan sesuatu di kota Sevenright?"
"Aku hanya mengetahui bahwa mereka akan mencuri sesuatu. Sebelum aku mendengar pembicaraan mereka lebih lanjut, salah satu dari mereka menyadari penyamaranku dan inilah hasilnya." Dino memperlihatkan luka disekujur tubuhnya kepada Helen.
"Untungnya kau berhasil selamat. Mari kita pergi menemui bos dan membicarakannya secara rinci. Tidak baik untuk bersembunyi disini."
Dino mengangguk menyetujui perkataan Helen. Meskipun ia kabur ke arah hutan ketika anggota blackwing mengejarnya, itu akan membahayakan Alex jika mereka menemukan Dino berada dirumahnya.
Tentu saja anggota blackwing tidak akan sebodoh itu jika mereka menemukan seorang manusia biasa yang tinggal seorang diri di dalam hutan lalu membunuhnya. Mereka akan mengungkapkan keberadaan mereka dan mengacaukan rencana yang telah dibuat jika mereka melakukan hal tersebut.
Dino dan Helen pergi secara diam - diam dari rumah Alex lalu menghilangkan bekas jejak bahwa mereka pernah berada di sana malam itu demi keselamatan Alex.
Di salah satu gedung tinggi di kota Sevenright, Dino dan Helen naik ke lantai 86 dan menemui bos mereka di salah satu ruangan di lantai tersebut.
Dino terlebih dahulu melangkah memasuki ruangan diikuti oleh Helen di belakangnya.
__ADS_1
Di dalam ruangan, terlihat dua orang pria remaja yang sedang duduk berhadapan serta satu orang pria berumur empat puluhan yang berdiri menghadap jendela mengamati tirai malam kota dibawahnya.
"Oh lihat siapa yang babak belur. Itu kucing kita yang manis hahahaha." Seorang pria berambut merah yang duduk di sofa menertawakan Dino yang memasuki ruangan dengan tubuh dipenuhi luka.
"Ayolah jangan berkata seperti itu Gustin." Pria di depannya menegur Gustin yang menertawakan keadaan Dino. Pria itu lalu menoleh ke arah Dino dan melanjutkan, "Bukankah kalian biasanya diberi misi yang berkaitan dengan penyelidikan? Kenapa tubuhmu dipenuhi luka?"
"Hahh. Aku bertemu blackwing." Dino menghela nafas dan menanggapi pertanyaan tersebut dengan singkat.
"Apa yang terjadi?" Ketua mereka membalikkan tubuhnya menampilkan raut wajah serius setelah mendengar kata blackwing.
Mereka berlima lalu duduk dan Dino kemudian menceritakan kejadian sejak ia bertemu salah seorang anggota blackwing lalu mengikutinya secara diam - diam.
Setelah mendengar keseluruhan cerita Dino, ketua menghela nafas mengingat kisah kelam yang membuat partnernya saat itu beralih dari jalan yang baik.
Teman baik ketua sekaligus partner ketika ia masih berumur dua puluhan tahun meninggalkan organisasi akibat kematian saudara perempuannya lalu mendirikan organisasi blackwing seperti halnya malaikat jatuh yang meninggalkan cahaya menuju jalan kegelapan.
Akibat hal itu banyak petinggi dari cabang organisasi di kota Sevenright yang diturunkan jabatan serta terdapat peraturan baru organisasi untuk melindungi orang tidak bersalah meskipun mereka keluarga maupun keturunan langsung target utama misi mereka.
Ketua menyuruh Gustin dan partnernya pergi ke lokasi yang diberitahu Dino untuk melenyapkan anggota blackwing.
Dino baru saja memberi tahu bahwa ia diselamatkan oleh Alex ketika bersembunyi di dalam hutan.
"Tentu saja ketua. Satu tahun lalu kami diberikan misi untuk menyelidiki Alex setelah kejadian di panti asuhan Leonard. Tahun inipun dia adalah teman sekelas kami di sekolah" Helen menganggukkan kepala mengkonfirmasi pertanyaan ketua.
"Ini merupakan rahasia yang tidak diketahui siapapun di organisasi selain diriku."
Mendengar perkataan ketua, Dino dan Helen mengangguk lalu memasang wajah serius.
"Teman baikku memberi tahu bahwa Alex ternyata merupakan seorang pemilik bakat meskipun Alex baru mengetahuinya belum lama ini."
"Apa?" Keduanya teriak secara bersamaan terkejut mengetahui hal tersebut.
"Itu benar. Kalian tentu mengenal Bilson yang sering kita minta bantuan pada saat menginterogasi seseorang yang ditangkap bukan?"
Keduanya mengangguk secara bersamaan. Bilson tidak terikat dalam organisasi namun mendapat perlindungan tertentu mengingat bakatnya yang mengagumkan sehingga organisasi sering meminta bantuan kepadanya.
__ADS_1
"Bilson telah mengkonfirmasi bahwa Alex tidak pernah melakukan hal buruk dengan bakatnya. Tentu saja mengingat keberadaan blackwing saat ini aku ingin kalian berdua mengamati Alex agar tidak tersentuh oleh anggota blackwing dan berada di jalan yang sama dengan mereka."
"Baik ketua." Dino dan Helen menerima tugas tersebut lalu meninggalkan ketua sendirian di dalam ruangan.
"Sekarang aku mengerti mengapa Alex yang terlihat kurus dan jarang berolahraga dapat memiliki stamina seperti itu." Helen mengangguk - anggukkan kepalanya setelah mengingat stamina Alex yang sangat kuat ketika berlari di lapangan.
"Aku tidak terlalu peduli asalkan ia orang baik." Dino menjawab dengan malas sambil menguap. "Apakah menurutmu bu Silvi masih bangun?"
"Tentu saja sudah tidur. Kau dapat menjilati lukamu sendiri malam ini dan menunggu pengobatan bu Silvi besok pagi."
"Baiklah." Dino pun berubah menjadi kucing dan berjalan menuju ruang kamarnya berada sambil menjilati luka di sekujur tubuhnya.
Helen menggelengkan kepala melihat kepergian Dino. Meskipun terlihat malas, Dino terbukti sangat kompeten mengingat kejadian yang terjadi beberapa jam lalu meskipun saat itu ia tidak sedang berada dalam sebuah misi.
Helen pun mengela nafas lalu berbalik menuju lokasi kamarnya berada.
Planet sihir.
"Kita berhasil menjual semua obatnya." Nicholas memainkan kantong penyimpanan yang berisi sejumlah koin emas dan perak.
"Ya betul. Berkat obat nak Alex, desa Swalluw kini terselamatkan." Gren tersenyum mengingat perbedaan kondisi di desa Swalluw ketika dibandingkan dengan dua hari lalu saat mereka pertama kali tiba ke desa Swalluw.
"Hei Timothi, menurutmu berapa banyak Alex akan memberi kita uang? Mengingat pada saat kita berangkat Alex memberi kita dua puluh perak sebagai pegangan, tentu saja nanti tidak kurang dari itu bukan?"
"Tenang saja, Alex akan memberi kita tidak kurang dari sepuluh perak per orangnya."
"Wow, bukankah itu sangat banyak?"
Timothi menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Nicholas. Jika sepuluh perak sudah ia anggap banyak, lalu bagaimana dengan enam puluh dua koin emas yang diterima Alex sebelumnya ditambah empat puluh empat koin emas hasil penjualan mereka saat ini.
"Hei lihat di depan." Gren memotong pembicaraan mereka berdua lalu menunjuk sesuatu di kejauhan.
Di depan mereka bertiga, terlihat suatu rombongan dengan tiga gerbong yang ditarik oleh kuda serta belasan orang yang berjaga disekitarnya yang terlihat memakai pakaian compang - camping.
"Bukankah mereka rombongan pedagang? Mengapa penjaganya terlihat sangat buruk?" Timothi bingung melihat keadaan penjaga di sekitaran gerbong kereta.
__ADS_1
"Sepertinya telah terjadi sesuatu, ayo kita temui mereka." Gren memimpin dengan menghentakkan kuda diikuti oleh Timothi dan Nicholas di belakangnya.