
<>
Nama : Alexander Leonard
Usia : 17 tahun
Konstitusi : 10 [+]
Vitalitas : 10 [+]
Skill :
- komunikasi universal : 3/10 [+]
- pembagi tubuh : 10/10 [+]
- pembagi pikiran : 3/10 [+]
- manipulasi mana : 0/10 [+]
<>
<>
<>
<>
Poin system : 0
Koin emas : 637
"Satu." Owen berhasil membunuh satu makhluk terkutuk lebih dahulu.
Alex tidak ingin kalah dari Owen. Ia mengorbankan enam ratus koin emas dan memasukkan semuanya kedalam skill manipulasi mana.
Ditengah-tengah serangan makhluk terkutuk, pikiran Alex dipenuhi dengan cara untuk memanipulasi mana yang ada disekitar termasuk didalam tubuhnya.
Tentu saja teori berbeda dengan praktek.
Alex saat ini hanya mampu untuk memasukkan mananya kedalam garpu pertanian seperti yang dilakukan Owen kepada tongkat logamnya.
"Satu."
"Dua."
Senyuman Alex langsung patah mendengar teriakan Owen.
Buk...
Alex mendapat serangan dari belakang yang mengenai punggungnya.
Alex mengusap sedikit darah yang keluar dari mulut lalu mengalirkan kembali mana kedalam garpu pertanian.
Srakkk...
Kepala makhluk terkutuk terpelintir besamaan dengan garpu pertanian di tangan kanannya hancur akibat tidak kuat menahan mana yang dialirkan Alex.
Alex tertegun melihatnya, mengapa tongkat logam Owen dapat bertahan sedangkan garpu pertanian Alex tidak?
"Dua." Meskipun bingung, Alex tidak lupa meneriakkan jumlah makhluk yang dibunuhnya.
"Alex, kau semakin kuat sekarang." Teriak Owen sambil menahan serangan makhluk terkutuk.
"Aku baru saja .... Belajar mengalirkan mana pada senjataku.... Tapi mengapa senjataku hancur?" Balas Alex dengan teriakan yang terpotong-potong akibat kesibukannya menahan serangan makhluk terkutuk dengan satu garpu pertanian yang tersisa.
__ADS_1
"Tongkatku ini sudah bersamaku selama bertahun-tahun sehingga sudah terbiasa dengan manaku dan menjadi senjata sihir eksklusif untukku sendiri. Jika kau dapat membuat rune, kau dapat membuat senjata sihir tanpa proses yang lama sepertiku." Jelas Owen.
"Tentu saja. Aku akan membuat senjata sihir terbaik nanti!"
Keduanya tertawa bersama dengan punggung saling berhadapan.
Nafas mereka tersengal-sengal meski baru saja membunuh empat makhluk terkutuk.
Tidak mungkin keduanya selamat dan berniat untuk merencanakan hal-hal dimasa depan, atau itulah yang dipikirkan Owen.
"Apa kau masih sanggup?" Tanya Owen.
"Aku dapat membunuh sekitar dua puluh lagi." Balas Alex sarkas.
"Hahaha, kalau begitu aku mungkin empat puluh lagi."
"Mari kita buktikan."
Keduanya kembali berpisah dan kembali menyerang dengan tubuh yang sudah dipenuhi banyak luka.
"Tiga." "Tiga." Teriak keduanya bersamaan.
Srakkk...
Senjata Alex hancur menahan serangan dari makhluk terkutuk.
"Alirkan ke tanganmu Alex, Empat." Teriak Owen ketika melihat senjata Alex yang hancur, tidak lupa ia menyebutkan jumlah angka setelah berhasil membunuh satu lagi makhluk terkutuk.
Alex belajar mengalirkan mananya di kedua tangan lalu memukul makhluk terkutuk.
Bam!!!
Meskipun serangannya tetap efektif, tangan Alex sedikit sakit akibat melakukan serangan tersebut.
Untung saja nilai vitalitasnya meningkat sehingga rasa sakit yang diterimanya tidak begitu besar.
"Delapan." Alex berteriak keras dengan nafas yang sudah memburu.
Alex merasa aneh karena tidak lagi mendengar teriakan Owen setelah hitungannya yang ketujuh.
Seingatnya, Owen berhasil meneriakkan tujuh bersamaan dengan teriakannya yang keenam.
"Kepala desa, suaramu kurang kuat!" Alex berteriak sekuat tenaga menghilangkan pikiran negatifnya.
"Sembilan. Kepala desa jika seperti ini kau akan tertinggal jauh dariku!". Teriak Alex setelah berhasil membunuh makhluk yang kesembilan.
"Mana ucapanmu tadi tentang empat puluh makhluk lagi hah?" Teriak Alex marah.
Alex melampiaskan emosinya dengan mengalirkan mana sebanyak mungkin ditangan kanan dan memukul kepala makhluk terkutuk yang langsung membunuhnya.
Krek!!!
Buk!!!
Alex terhempas akibat pukulan telak dipunggung setelah berhasil membunuh makhluk yang kesepuluh.
Nging...
Kepala Alex terasa berputar. Ia menggelengkan kepala dengan kuat berusaha menghilangkan rasa pusing di kepalanya.
Dengan posisi jatuh telungkup, Alex menengahkan kepalanya dan melihat sesuatu yang memilukan.
Dua makhluk terkutuk terlihat sedang memukuli tubuh Owen yang sudah tergeletak tak berdaya di tanah.
Keduanya seolah melampiaskan kekesalan mereka terhadap Owen akibat membunuh banyak dari sesama mereka.
__ADS_1
"Bajingaaaan!!!" Alex berteriak marah dan mengalirkan mana di masing-masing telapak kakinya.
Ia menghentakkan kaki sedikit miring ke bawah lalu melompat menerjang kedua makhluk terkutuk dengan posisi badan telungkup.
Alex memukul tepat di kepala salah satu makhluk yang memukuli Owen dan ikut terjatuh akibat tak kuat menggerakkan tubuhnya lagi.
Melihat makhluk satunya mendekat, ia tertawa lalu menoleh ke arah Owen yang tak bernyawa lagi.
"Ahhhhh... Ahhhhh... Hahahaha, aku berhasil membunuh sebelas makhluk-makhluk ini. Aku memenangkan pertandingan kita dengan selisih empat." Teriak Alex dengan aliran deras air mata yang keluar.
"Aku akan membawa dendammu akan musibah di desa Rod dan menghancurkan organisasi busuk itu, kepala desa dapat tenang dan melihatku dari surga ketika menghancurkan mereka sepenuhnya."
"Hahahaha, lihat saja Gereja Bintang Darah, aku akan menyelidiki keberadaan kalian dan menghancurkan kalian semua. Kalian akan menyesal!" Alex menangis sambil berteriak melampiaskan ketidakberdayaannya.
Buk!!! Buk!!! Buk!!!
Alex menahan kesadaran cukup lama untuk mengingat rasa sakit sebelum kematian dan berniat tak melupakannya sebelum sepenuhnya menghancurkan Gereja Bintang Darah.
Di dekat kota Xyras.
Tengah malam sebelumnya, klon kedua Alex telah berlari dengan kecepatan maksimal menuju desa Xyras untuk mencari informasi sebelum berangkat menuju kota pelabuhan Gozav melalui gurun pasir.
Desa Rod berada sekitar seribu kilometer disebelah selatan kota Xyras.
Dengan kecepatan enam puluh kilometer per jam, Alex berlari sejak tengah malam dan hanya beristirahat sebentar memulihkan stamina sebelum berlari kembali.
Alex dapat berlari hingga delapan puluh kilometer per jam dengan kecepatan maksimalnya, tentu saja jika melakukan itu stamina Alex akan cepat terkuras yang membuat hal tersebut kurang efektif dalam melakukan perjalanan jauh.
Sekitar seratus kilometer dari desa Xyras, makhluk terkutuk menyerang desa Rod sehingga klon kedua berbalik arah dan berniat kembali ke desa.
Baru satu jam berlari, klon kedua berhenti karena klon pertama atau bisa dibilang tubuh utamanya saat itu setelah kematian tubuh utama sebelumnya berhasil membiarkan delapan orang penduduk kabur dari desa meninggalkan ia dan Owen bertarung melawan puluhan makhluk terkutuk.
Ia tahu bahwa dengan jarak yang sudah sangat jauh antara klon kedua dan desa Rod, ia tidak akan sampai tepat waktu.
Alex lalu berhenti di sana dan memasang tenda untuk beristirahat.
"Ahhhh. Ahhhh. Aku masih lemaaaaah!!!" Klon kedua Alex kini menjadi tubuh utama karena kematiannya di desa Rod.
Alex berteriak sedih mengingat kematian puluhan warga desa Rod serta Owen yang sudah berjuang bersamanya.
Menangisi ketidakmampuannya selama beberapa menit, Alex menghela nafas dengan sedih. "Semoga saja Mathias dan lainnya berhasil kabur dengan waktu yang telah kami berikan."
Membuka sistem, Alex mengaktifkan skill pembagi tubuh dan membuat klon pertama.
Belum dua puluh empat jam sejak ia membuat klon kedua sehingga ia harus menunggu beberapa jam lagi sebelum membuatnya kembali.
Alex juga ingin melihat apakah ia dapat berpindah ke lokasi sebelum kematiannya di desa Rod melalui <>.
Untuk itu Alex harus menunggu sebelas jam lagi karena cooldown planet sihir yang baru saja dipakainya untuk berpindah ke dunia ini.
Sejak upgrade sistem, cooldown ketika Alex melakukan perpindahan berkurang setengahnya dari dua puluh empat jam menjadi dua belas jam.
Alex berharap jika ia terus meningkatkan sistemnya maka suatu saat cooldown ini akan menghilang sehingga ia dapat berpindah sesuka hati.
Klon yang baru saja dibuatnya kembali berlari menuju kota Xyras sedangkan tubuh utamanya saat ini harus beristirahat karena telah kehabisan stamina.
'Sepertinya aku memang tak bisa mengikuti lomba marathon.'
Jika Alex tidak salah, lomba marathon akan dimulai dalam waktu satu jam lagi.
Ia sebenarnya dapat kembali ke lokasi sebelumnya di planet biru dengan klon pertamanya yang masih memiliki stamina penuh.
Namun mengingat kejadian sebelumnya, Alex semakin berniat untuk mendapatkan banyak emas dan meningkatkan kekuatannya agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi di depan matanya.
Lagipula, ia akan membuka usaha rumah makan sate setelah ini di dunia asalnya.
__ADS_1
Dalam waktu satu bulan, ia yakin keuntungannya akan melebihi hadiah juara perlombaan marathon tersebut mengingat bahan-bahan yang digunakan berasal dari dunia ini yang ia beli dengan harga sangat murah.