Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Menyelamatkan Penduduk


__ADS_3

Alex tidak mendengar percakapan Owen dan Timothi.


Ia sibuk menahan dua makhluk terkutuk menggunakan garpu pertanian dengan bantuan klon.


Bang!!!


Owen muncul menghempaskan satu makhluk terkutuk dengan tongkat besi di tangan kanan membantu Alex meringankan sedikit beban.


"Kepala desa, dimana Timothi?" Meskipun tidak mendengar percakapan mereka, Alex memperhatikan Timothi yang menghilang bersamaan dengan cahaya keperakan yang berlangsung sesaat.


"Nanti aku jelaskan. Kita harus menyingkirkan makhluk merepotkan ini terlebih dahulu."


"Baiklah."


Keduanya menyerang makhluk terkutuk yang dilawan oleh klon Alex dengan susah payah.


Buk! Buk! Buk! Krekk!!!


Alex dan klon memukul makhluk terkutuk secara membabi buta, sedangkan Owen mengalirkan mananya pada tongkat di tangan kanan dan langsung memukul kepala makhluk tersebut sehingga berputar arah dan mematahkan lehernya.


"Tersisa satu." Teriak Owen langsung berlari menuju makhluk yang sebelumnya ia hempaskan dengan tongkat.


Alex berlari mengikuti Owen sambil memikirkan sesuatu.


'Bukankah kepala desa menyembunyikan kekuatannya selama ini? Sepertinya tidak ada penduduk desa yang mengetahui kemampuan kepala desa.'


Selang beberapa saat, ketiganya berhasil membunuh makhluk terkutuk terakhir.


"Alex?" Owen bingung melihat dua Alex dihadapannya.


"Dia kembaranku, namanya Leon. Akan kujelaskan secara detail setelah masalah ini selesai." Jelas Alex.


Owen menganggukkan kepala mendengarnya. Lagipula sekarang ada masalah yang lebih mendesak.


"Dimana Timothi? Aku melihat sinar keperakan yang muncul sesaat bersamaan dengan menghilangnya Timothi." Alex mengulangi pertanyaan untuk memastikan keberadaan Timothi.


"Timothi baik-baik saja. Kalung yang ia kenakan selama ini sebenarnya adalah artefak penyelamat jiwa yang dapat meneleportasikan pemakainya dalam keadaan darurat." Owen menjelaskan bahwa ia membantu mengaktifkan artefak tersebut agar Timothi dapat selamat.


"Tentu saja sebagai ayahnya, aku mengutamakan keegoisanku tanpa mempedulikan pendapat Timothi yang ingin tetap berada disini." Lanjut Owen mengakhiri penjelasannya.


Alex mengangguk memahami keinginan Owen akan keselamatan Timothi.


"Kami bertemu Tio sebelumnya. Dia terlihat dapat mengendalikan makhluk-makhluk ini dan mengatakan ingin menghancurkan desa untuk mencapai sesuatu." Jelas Alex kepada Owen mengenai pertemuannya dengan Tio.


"Dugaan Benzir sepertinya benar. Gereja Bintang Darah mungkin sedang merekrut anggota baru dan Tio ingin menjadi bagian di dalamnya. Sekarang semuanya masuk akal tentang wabah dan bagiamana penyakit itu menyebar dengan cepat sampai ke desa kita beberapa hari yang lalu." Owen mengangguk paham sambil menjelaskan pemikirannya kepada Alex.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang kepala desa?"


"Kita harus segera membunuh Tio untuk melihat apa yang terjadi pada makhluk-makhluk ini jika ia mati."

__ADS_1


Alex setuju dengan rencana tersebut. Sebelumnya bahkan ia berniat membunuh Tio dengan tembakan meskipun serangan itu dapat ditahan oleh sesuatu.


"Saat bertemu dengan Tio, aku menyerangnya dengan artefak ini." Alex mengeluarkan pistol dari inventory dan menunjukkannya kepada Owen.


"Apakah artefak ini yang membunuh tiga makhluk barusan?"


"Kepala desa benar, namun saat ini artefak sedang kehabisan amunisi dan dalam keadaan yang tidak berguna sama sekali."


Alex menjelaskan dengan pahit. Jika ia tidak menjual dua pistol kepada Benzir, maka ia akan memiliki banyak peluru untuk membunuh makhluk yang menyerang desa Rod.


'Tidak, keputusanku sebelumnya sudah tepat. Aku tidak boleh terlalu mengandalkan sesuatu yang bukan kemampuanku sendiri. Lagipula aku tidak tahu berapa jumlah makhluk yang menyerang desa, jika melawan mereka dengan tangan kosong sebelum upgrade sistem, aku akan mati dalam beberapa detik.' Alex meyakinkan dirinya sendiri.


"Jadi apa yang terjadi pada Tio? Apakah seranganmu berhasil membunuhnya?" Tanya Owen.


Alex menggelengkan kepala menjawab, "Ada sesuatu yang transparan melindungi Tio dari seranganku. Aku menduga ada yang membantunya secara tak terlihat."


"Perwujudan sihir! Orang itu memiliki kekuatan setara dengan petualang tingkat emas ke atas. Aku menduga dia adalah seseorang dengan status tinggi di Gereja Bintang Darah yang sedang mengawasi pekerjaan Tio sebelum merekrutnya."


"Bukankah kepala desa juga menguasai sihir? Aku melihat kepala desa mengalirkan mana melalui tangan tadi."


"Itu berbeda, aku hanya mampu mengalirkan mana dari dalam intiku untuk memperkuat tubuh maupun benda-benda yang kusentuh." Owen menggelengkan kepala.


"Tentu saja hasil pertarungan belum diketahui meskipun orang itu lebih kuat. Dengan bantuan kalian, aku yakin kita dapat membunuh orang itu." Lanjut Owen untung menghilangkan rasa pesimis dalam diri Alex.


Alex dan klonnya menganggukkan kepala dengan tekad membunuh Tio serta orang dibelakangnya.


Gustaf datang ke arah mereka setelah mencari alat yang dirasanya berguna dalam pertarungan lalu mereka melanjutkan untuk mencari serta mengumpulkan para penduduk yang selamat.


Berdiri di atas menara pantau desa, Tio melihat empat orang berlari di tengah jalan berhasil membunuh dua makhluk terkutuk di kejauhan.


"Sepertinya itu Alex! Sialan, bahkan dengan jumlah yang aku kumpulkan saat ini belum tentu dapat menghabisinya."


Dalam waktu singkat Tio berhasil mengumpulkan sekitar dua puluh makhluk terkutuk yang berkeliaran di desa.


Tio tidak mengetahui tentang peluru yang dibutuhkan pistol di tangan Alex.


Jika ia tahu bahwa pistol di tangan Alex sudah kehabisan peluru sehingga tidak dapat digunakan, ia tidak akan ragu untuk segera membawa semua makhluk terkutuk yang berkumpul dibawahnya.


"Aku harus melakukan hal itu agar dapat membunuhnya dengan mudah!" Tio tersenyum ketika memikirkan sebuah rencana brilian.


Tio menuruni menara pantau lalu memerintahkan lima makhluk terkutuk, "Kalian pergi ke arah sana dan bunuh semua orang yang kalian temui!"


Tunjuknya ke arah Alex dan tiga orang lainnya berada melalui menara pantau tadi.


Lima makhluk terkutuk bergegas pergi mengikuti perintah Tio sementara belasan yang tertinggal tetap bersamanya di tempat.


Tio harus berhati-hati jika muncul keadaan yang kebetulan dimana ia bertemu Alex dalam perjalanannya.


Yang tidak Tio tidak ketahui ialah keraguannya akan pistol Alex telah menyelamatkan nyawa mereka.

__ADS_1


Alex dan Owen baru saja menghabisi satu makhluk terkutuk yang sedang menghancurkan dinding kayu rumah warga.


Dalam perjalanan mencari warga yang selamat, Alex dan Owen telah berhasil membunuh total tujuh makhluk terkutuk.


"Hahh... Hahh... Benarkah tidak apa-apa meninggalkan mereka di rumah kepala desa?" Nafas Alex tersengal-sengal karena belum istirahat sedikitpun sejak menyelamatkan Gustaf.


"Rumahku tidak terbuat dari kayu. Makhluk ini akan membutuhkan waktu cukup lama untuk menerobos masuk ke dalam. Untuk sementara mereka aman di sana."


Alex, klon, Owen, serta Gustaf berhasil menyelamatkan lima orang dalam perjalanan mereka membantu warga yang diserang makhluk terkutuk.


Owen mengumpulkan mereka yang selamat di rumahnya agar tidak menjadi beban ketika melawan para makhluk terkutuk.


Meninggalkan Gustaf dan lima warga yang diselamatkan disana, menyisakan Alex, klon, serta Owen yang memiliki kemampuan bertarung melawan makhluk terkutuk untuk mencari dan menyelamatkan warga.


"Kepala desa, aku merasakan beberapa makhluk terkutuk berlari ke arah kita." Dengan konstitusi yang meningkat, kesadaran Alex akan sekitarnya diperluas dalam radius sepuluh meter jika ia fokus.


"Masuk ke dalam rumah!"


Belum tiga detik Owen berbicara, lima makhluk terkutuk muncul dari samping rumah yang ingin mereka masuki.


Untung ketiganya sudah bersiap dan berhasil memasuki rumah warga sebelum lima makhluk tersebut menyerang.


Mereka sengaja membuka pintu agar makhluk yang memiliki sedikit kecerdasan ini tidak menerobos dinding kayu rumah itu.


Alex mengeluarkan beberapa karung beras dari dalam inventory untuk memasang barikade di dekat pintu.


"Dengan ini kita dapat menyerang mereka dengan sekuat tenaga dan mengurangi resiko serangan balik mereka." Alex menjelaskan rencananya.


Meskipun tumpukan karung beras tidak akan menahan kelima makhluk tersebut, itu dapat menahan mereka beberapa saat dan menghalangi gerakan mereka sehingga Alex dan Owen dapat menyerang dan membunuh satu atau dua makhluk terkutuk dalam waktu singkat.


Dua makhluk terkutuk melewati pintu secara berdampingan namun mereka tertahan oleh tumpukan karung beras yang dipasang sebelumnya.


Alex dan klonnya mengayunkan garpu pertanian ke arah kepala makhluk terkutuk di sisi kiri sedangkan Owen menyerang makhluk di sisi kanan menggunakan tongkat logamnya.


Bam!!! Buk!!! Buk!!! Buk!!!


"Menghindar!"


Alex dan klon secara reflek melompat ke sebelah kiri mendengar peringatan Owen.


Tiga makhluk terkutuk dibelakang mendesak dua di depan mereka dengan dorongan yang kuat.


Untung saja Alex telah memasang barikade sehingga dampak dorongan berkurang dan berhasil dihindari.


Makhluk terkutuk yang diserang oleh Owen berhasil dibunuh dengan tongkat logam yang dialiri mana.


Berbeda dengan Owen, Alex dan klonnya tidak berhasil membunuh makhluk terkutuk tadi dan hanya menimbulkan luka parah di bagian kepala.


Untung saja makhluk tersebut terlihat kesulitan berdiri akibat luka yang ditorehkan oleh Alex, mereka hanya perlu mewaspadai tiga makhluk terkutuk yang masih dalam kondisi prima.

__ADS_1


"Ini akan cukup sulit. Bisakah kalian menahan dua lainnya selama beberapa saat? Aku akan membunuh satu secepat mungkin lalu membantu menghabisi sisanya." Owen memberi tahu rencananya kepada Alex yang dibalas dengan anggukan tegas.


Ketiganya menghadapi tiga makhluk terkutuk meninggalkan satu makhluk yang kesakitan akibat luka serangan Alex serta klonnya.


__ADS_2