Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Kembali Ke Planet Biru


__ADS_3

<>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 5 [+]


Vitalitas : 6 [+]


Skill :


- pemahaman bahasa : 3/3 [+]


- klon : 1/3 [+]


- berpikir cepat : 3/3 [+]


<>


<>


<>


<>


Poin system : 0


Koin emas : 699


Siang hari setelah makan siang, Alex kembali ke dalam ruangannya dan memastikan ruangannya tertutup rapat.


'Percobaan ini harus berhasil, jika ini gagal, akan sangat merepotkan karena harus menunggu cooldown selesai untuk berpindah dunia.'


Alex telah memastikan cooldown untuk kembali ke dunia asalnya telah selesai. Dengan itu ia kembali menciptakan klonnya dan mencoba untuk kembali ke dunianya dengan klon. Saat Alex mencoba membuka <> dengan klonnya, ia gagal dan itu tetap menunjukkan informasi tentang <> Alex.


Anehnya, ketika Alex mencobanya dengan tubuh utama, <> dapat menunjukkan informasi di dalamnya tanpa masalah.


"Apa ini sesuai dugaanku tentang skill klon sebelumnya? Saat itu klonku hanya dapat bertahan selama satu jam di dalam hutan. Mungkin saja dua poin yang tersisa akan menghilangkan batas waktu dan jarak untuk klonku. Untuk dapat berpindah ke dunia asalku, tentu saja itu harus menghilangkan batas jarak antara tubuh utama dengan klonku." dengan banyaknya sisa koin emas yang tersedia, Alex tidak mempermasalahkan untuk memaksimalkan skill klon.


Lagipula, dengan ini rencana yang terpikirkan oleh Alex dapat terwujud dan dengan ini mungkin saja ia dapat menghasilkan uang di dunia asalnya maupun koin emas di dunia sihir.


Alex mengorbankan dua ratus emas dan memperoleh dua poin sistem yang langsung dipakai untuk menaikkan skill klonnya.


<>


<>


<>


<>



[planet biru]


[planet sihir]


__ADS_1


<>


Poin system : 0


Koin emas : 499


"Baiklah kali ini berhasil." Klon Alex senang melihat tampilan sistem yang sekarang bisa menampilkan informasi dunia terdaftar.


Menurutnya, ini berarti seperti sistem telah menunjukkan kepadanya bahwa klonnya dapat berpindah dunia yang berarti itu tidak lagi membatasi jarak antara tubuh utama dan klon.


"Tunggu dulu, sepertinya dunia ini lebih berbahaya dibandingkan dunia asalku." Alex menimbang kembali sesaat sebelum klonnya menekan [planet biru] dan kembali ke dunia asalnya.


"Lebih baik tubuh utamaku yang kembali dan meninggalkan klonku disini. Aku juga belum melakukan percobaan bagaimana jika klonku terbunuh. Tapi sepertinya itu baik - baik saja melihat sebelumnya klonku menghilang saat skill klonku masih rendah." Alex merogoh sakunya lalu memberikan satu koin emas kepada klonnya.


"Baiklah sepertinya kau harus berjuang keras di dunia ini."


"Tenang saja, aku akan berhati - hati." Klon Alex menerima koin itu dan menyimpannya ke dalam saku pakaian.


Tubuh utama dan klon Alex saling menatap lalu tertawa secara bersamaan.


Alex merasa ingin melakukan itu sebelum kembali ke dunia asalnya dengan tubuh utama. Itu adalah hal baru baginya. Walaupun disebut membagi kesadarannya secara merata, tubuh utama maupun klon Alex dikendalikan olehnya secara bersamaan.


Hal ini seperti Alex mendapatkan indra baru yang mampu dikendalikan sepenuhnya oleh Alex. Alex merasa bahwa menambahkan poin pada skill berpikir cepat tidaklah sia - sia walaupun nama skill tersebut terdengar biasa saja.


Dengan menekan [planet biru], Alex melihat tubuh utamanya tiba - tiba menghilang dari ruangan.


Memeriksa tubuh klon yang terlihat baik - baik saja, Alex merasa tidak akan ada masalah.


Di atas kasur tempat tidur Alex, Alex merasa sedikit pusing setelah melakukan perjalanan antar dunia. Ia berdiri terhuyung - huyung mencoba menstabilkan dirinya.


"Kurasa nanti aku akan terbiasa setelah melakukannya beberapa kali." Alex tersenyum kecut menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Planet Biru.


Alex memasukkan bantal yang berada di atas kasur ke dalam inventory dan mencoba melihat apakah klonnya di dunia lain tersebut dapat mengambil bantal dari dalam inventory.


Hal itu ternyata berhasil. Barang - barang yang dimasukkan ke dalam inventory melalui tubuh utama Alex dapat berpindah tangan ke tubuh klonnya begitu pula sebaliknya.


Karena hal itu dan beberapa percobaan lain, tanpa sadar Alex masih belum tidur sampai pukul empat pagi.


Alex hanya tidur dalam waktu dua jam dan bergegas menuju sekolahnya.


Di tengah hutan, seekor kucing hitam melihat Alex yang mengendarai sepeda butut dengan terkejut.


"Hei bukankah itu Alexander?" Seorang wanita tiba - tiba muncul di sampingnya.


"Ya-yah kurasa aku salah. Tapi aku yakin hari minggu kemarin aku tidak melihat dan merasakan keberadaan Alex sama sekali di hutan ini." Kucing itu berbicara gugup dengan wanita di sampingnya.


Sebelumnya, Kucing ataupun manusia yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi kucing itu diberikan misi di hari liburnya untuk memantau keberadaan rekan daripada anggota organisasi  yang sebelumnya mereka tangkap di dalam hutan.


Dengan malas, kucing itu terpaksa menerima misi dan pergi ke hutan. Kucing itu berbaring di atas pohon dekat rumah Alex seharian karena ia tidak memiliki petunjuk sedikitpun tentang keberadaan mereka.


Sekitar jam sembilan malam, kucing itu tersadar bahwa dari pagi hingga saat ini ia tidak melihat Alex keluar masuk rumah dan ia juga tidak merasakan keberadaan Alex di rumahnya.


Dengan khawatir, kucing itu masuk ke dalam rumah Alex untuk memastikan keberadaannya dan menemukan tidak ada tanda - tanda kehadiran Alex di rumahnya seharian penuh.


Ia pun melaporkan kejadian itu kepada atasannya lalu diberikan misi untuk mencari jejak - jejak Alex bersama partnernya yaitu wanita yang memiliki kemampuan tembus padang dan mereka mendapatkan ijin libur pada hari senin untuk menjalankan misi tersebut.


Pagi ini, mereka terkejut melihat Alex dengan polosnya berseragam lengkap mengendarai motor bututnya menuju sekolah.

__ADS_1


Wanita itu kesal melihat rekan di sampingnya seolah ingin membakar kucing yang berpose tak bersalah itu.


"Aku tak peduli alasan apa yang akan kau katakan kepada bos. Aku akan berangkat sekolah sekarang."


"Tu-tunggu."


Wanita itu tiba - tiba tak terlihat meninggalkan kucing itu sendirian di sana.


"Sepertinya ada yang aneh dengan Alex ini. Aku yakin sekali ia tak ada seharian kemarin." Kucing itu ingin lepas dari kemarahan bosnya dan terkejut setelah menggeledah rumah Alex.


"Benar saja, ada yang aneh di sini. Kami membiarkan Alex memegang tiga buah pistol saat itu untuk keamanannya dan tak mungkin ia membawa pistol ke sekolah." Gumam kucing itu.


Kucing itu lalu pergi dan berniat melaporkan kejadian itu kepada atasannya.


Di sekolah, Alex diam - diam berjalan menuju sudut kelas dan duduk di bangku kelas paling ujung.


Alex tidak mempunyai satupun teman yang dapat berbagi suka duka dalam kehidupannya di sekolah.


Meskipun jarang ada kasus pembulian di dalam sekolah, teman - teman sekelasnya seperti menjaga jarak mengetahui Alex yang merupakan yatim piatu dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini tampak dari perlengkapan sekolah Alex yang lusuh dan dan tubuhnya yang kurus walaupun terbilang cukup tinggi untuk anak seusianya.


"Hei Alex boleh aku menyalin tugas sekolahmu?" Di samping Alex, seorang siswa bernama Dino berbicara kepada Alex yang membuatnya terkejut.


Tentu saja ia terkejut. Bukan saja jarang ada yang mengajaknya berbicara, bahkan siswa yang terkenal pemalas dan sering tidur di kelas mau mengajaknya berbicara untuk menyalin tugas. Seingatnya Dino jarang mengerjakan tugas dan terlihat tidak peduli akan pelajaran di sekolah.


"Bukannya tidak ada tugas untuk hari ini?" Tanya Alex bingung.


"Ayolah.. Tidak perlu berpura - pura seperti itu. Aku belum mengerjakan tugas sama sekali." Dino menghampiri Alex dan membuka tasnya tanpa persetujuan Alex.


Alex merasa sikap Dino sedikit aneh saat melihatnya yang mengobrak abrik tasnya seolah mencari sesuatu.


Setelah beberapa saat, Dino mengeluarkan sebuah buku dan membukanya, "Hahaha sepertinya aku yang salah. Memang tidak ada tugas untuk hari ini."


"Yahh tidak masalah." jawab Alex kepada Dino yang kembali ke tempat duduknya dan mengambil posisi tidur.


<>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 5 [+]


Vitalitas : 6 [+]


Skill :


- pemahaman bahasa : 3/3 [+]


- klon : 3/3 [+]


- berpikir cepat : 3/3 [+]


<>


<>


<>


<>

__ADS_1


Poin system : 0


Koin emas : 499


__ADS_2