
Klon pertama Alex telah kembali ke penginapan kasur emas untuk beristirahat.
Baru saja tidur sekitar dua jam, suara ketukan pintu terdengar dari depan kamarnya.
"Alex..... Alex..... Tolong buka pintunya!"
Merasa mengenali suara tersebut, Alex terpaksa bangkit dari kasurnya yang nyaman dan berjalan untuk membuka pintu.
"Hoaaam..... Ada apa pak Benzir? Aku masih sangat mengantuk." Di depan Alex, Benzir terlihat bersemangat ketika memandang dirinya.
"Tidak ada waktu untuk tidur sekarang. Kau tahu, aku baru saja mendapatkan sebuah kesepakatan yang besar!" Suara Benzir yang bersemangat terasa mengganggu di telinga Alex.
"Bisakah kita bicarakan itu nanti? Aku bahkan baru tidur beberapa jam barusan." Alex dengan malas membalasnya.
"Apa kau yakin? Transaksi ini akan membawa banyak keuntungan untukmu!"
"Seberapa banyak?"
"Mungkin sekitar seribu koin emas atau lebih."
Mata Alex terbuka lebar mendengar jumlah yang disebutkan oleh Benzir. Jika apa yang dikatakannya benar, maka dia akan dapat meningkatkan kekuatannya secara signifikan. "Kalau begitu aku akan bersiap-siap dalam waktu lima menit. Pak Benzir tunggu saja di bawah, aku akan segera menyusul ke sana."
"Cepatlah. Aku akan menunggumu di depan pintu." Benzir tidak sabar untuk membicarakannya dengan Alex, sehingga dia berniat menunggu Alex di depan pintu.
Alex menutup pintu membiarkan Benzir diluar kamar. Meskipun dia ingin mengetahui apa yang Benzir ingin bicarakan dengannya, tubuh klon pertamanya saat ini sangat lelah.
Dia menukar tubuh utamanya yang berada di planet biru dengan klon pertama di dalam kamar, untuk membiarkan klonnya beristirahat disana.
Lagipula waktu di planet biru masih menunjukkan pukul enam sore. Dia tidak memiliki jadwal kerja paruh waktu hari ini. Sedangkan untuk warung satenya, dia dapat membiarkan Tomi menjalankannya seorang diri.
Alex kembali membuka pintu kamarnya untuk menemui Benzir. "Jadi apa yang ingin pak Benzir bicarakan?"
"Ini tentang buku dan pulpen yang kau jual kepadaku sebelumnya. Mari kita ke ruanganku terlebih dahulu, tidak baik untuk membicarakan hal itu disini." Meskipun Benzir bersemangat, dia mengecilkan suaranya agar percakapan mereka tidak didengar orang lain.
Alex mengangguk lalu mengikuti Benzir menuju ruangan yang disediakan khusus untuk Benzir, sebagai pemilik penginapan kasur emas.
__ADS_1
Sama seperti sebelumnya, Alex memberikan dua bungkus kopi kepada Benzir sebelum mereka mulai membicarakan transaksi mereka.
Benzir dengan senang menerima bungkusan tersebut, lalu memanggil pelayan untuk menyeduh dua cangkir kopi.
Sluuurp.....
"Hahhh ini benar-benar nikmat. Baiklah mari kita bicarakan topik utamanya." Benzir meminum kopi dengan puas lalu melanjutkan.
"Sebenarnya dalam dua hari pertama, aku cukup kesulitan menghabiskan empat ribu stok buku dan pulpen yang kubeli darimu. Namun pagi kemarin, ketua guild petualang mendatangiku dan membeli semua stok buku dan pulpen yang tersisa."
"Apakah itu pak Zeff?"
"Ya benar. Apakah kau mengenal dia?"
"Oh bukan itu. Aku hanya pernah melihatnya dari kejauhan, seseorang memberitahukan kepadaku bahwa orang itu adalah Zeff yang merupakan ketua guild di kota ini." Jawab Alex berbohong.
Benzir mengangguk menerima kebohongan Alex dengan mudah lalu melanjutkan, "Setelah dia membeli semua stok yang tersisa, dia mengatakan akan memborong semua stok terbaru buku dan pulpen yang nantinya kujual."
Alex terkejut mendengarnya. Dia memang melihat Aya, salah satu resepsionis di guild membuka buku yang dijualnya untuk melihat daftar misi yang tercatat dibuku tersebut.
"Untuk apa ketua guild membeli sebanyak itu? Aku dapat memahaminya jika dia hanya membeli sesuai kebutuhan untuk mempermudah administrasi guild." Meskipun Alex akan mendapatkan uang yang banyak, namun dia cukup penasaran tentang hal tersebut.
Benzir menghela nafas pelan lalu melihat ke arah pintu ruangan. Dia agak enggan memberikan informasi yang cukup rahasia secara cuma-cuma kepada Alex.
Meskipun begitu, pria didepannya inilah yang merupakan satu-satunya sumber dia mendapatkan buku dan pulpen untuk memenuhi permintaan ketua guild.
Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Benzir mendekati Alex dan memberitahunya dengan suara yang hanya bisa mereka dengar.
Seperti yang Alex ketahui sebelumnya, guild petualang didirikan oleh seseorang yang misterius sejak lama, jauh sebelum kerajaan-kerajaan yang ada saat ini bermunculan.
Usia guild petualang bahkan diketahui lebih lama daripada Western Empire, yang didirikan sekitar lima ribu tahun yang lalu.
Disetiap cabang guild kota, terdapat dua buah artefak utama yang hanya dapat dipakai oleh masing-masing ketua cabang guild tersebut.
Artefak pertama adalah sebuah artefak komunikasi yang dapat menghubungkan artefak tersebut dengan artefak serupa lainnya, untuk saling berbagi informasi.
__ADS_1
Artefak kedua adalah artefak yang sangat berharga, yang bahkan ingin dimiliki oleh setiap kerajaan manapun di dunia sihir. Fungsi dari artefak tersebut adalah untuk mentransfer barang-barang yang ingin dikirimkan, serta menerima barang-barang yang diminta oleh ketua guild.
Sayangnya kedua artefak utama itu terhubung ke sebuah tempat misterius yang merupakan pusat dari administrasi guild petualang. Hal inilah yang menyebabkan pihak lain tidak dapat menyalahgunakan kedua artefak tersebut.
Bahkan jika mereka mencurinya, mereka tidak dapat menggunakannya karena artefak itu terhubung dengan artefak lain di sebuah tempat yang misterius, tempat markas utama guild petualang berada.
"Menurutku, administrasi pusat guild petualang menerima informasi mengenai buku dan pulpen ini dari ketua guild Zeff. Aku yakin mereka ingin menjadikan buku dan pulpen ini, sebagai alat utama dalam administrasi guild petualang yang tersebar di seluruh dunia. Bisakah kau membayangkan perubahan yang terjadi diseluruh dunia dengan alat yang kau jual ini?" Zeff dengan semangat membagikan pemikirannya.
Alex mengangguk paham. Melalui artefak yang dapat mentransfer sebuah benda, Zeff akan mentransfer alat tulis yang dia beli dari Benzir ke markas pusat guild petualang.
Setelah itu markas pusat guild petualang akan mentransfer alat tulis yang diterima dari Zeff, ke seluruh guild yang tersebar diberbagai belahan dunia!
"Kalau begitu bagaimana dengan harga? Apakah ada peningkatan?" Tanya Alex dengan semangat.
"Sayang sekali Alex. Ketua Zeff tidak menyebutkan tentang adanya penambahan harga. Aku bahkan berniat memberikan dia sedikit diskon karena akan membeli dalam jumlah besar." Benzir menghela nafas.
"Ketahuilah, aku hanya menjual masing-masing alat tersebut dengan harga lima koin perak dan lima puluh tembaga. Aku hanya mengambil untung lima puluh tembaga untuk setiap buku atau pulpen yang dijual. Jadi jangan berpikir bahwa aku adalah seorang pedagang jahat." Lanjut Benzir mengkonfirmasi harga yang dia berikan kepada ketua guild.
"Baiklah-baiklah, aku mengerti pak Benzir." Balas Alex.
Sebenarnya dia bisa saja menjual kedua barang tersebut langsung kepada Zeff. Namun setelah memikirkannya kembali, dia mengurungkan niat tersebut.
Selain hal itu merepotkan, Benzir di depannya ini adalah seseorang yang dapat dipercaya. Dia juga berpikir bahwa dia membutuhkan sebuah koneksi yang kuat, agar bisa dengan leluasa menjual barang yang lebih berharga kedepannya.
"Jadi berapa buku dan pulpen yang ada saat ini?" Benzir langsung menanyakan inti dari kedatangannya menemui Alex.
"Aku hanya memiliki masing-masing lima ribu untuk saat ini."
"Itu jumlah yang cukup sedikit!"
Alex tersenyum kecut mendengar tanggapan Benzir. Dia masih mengingat ucapan Benzir yang mengatakan, bahwa akan sulit menghabiskan persediaan alat tulis yang dia beli tiga hari sebelumnya.
Karena itulah dia tak begitu antusias dalam mencari buku dan pulpen di kota Sevenright dan hanya mengumpulkan masing-masing lima ribu alat tulis.
Sedangkan untuk korek gas, Alex telah mengumpulkan stok dalam jumlah besar di inventory miliknya. Dia dapat menyediakan sebanyak apapun yang Benzir inginkan, jika Benzir mengatakannya sekarang!
__ADS_1