Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Bertemu Dino Dalam Perjalanan Pulang


__ADS_3

Alex tentu saja kaget mengetahui wanita yang ia pikir sangat baik ternyata memiliki sifat asli yang jahat dan bahkan berniat untuk membunuh seseorang.


Selama lima hari berada di desa Rod, Tio juga sesekali berbicara dengannya dan menampilkan sosok yang baik. Alex bahkan tak menyangka ketika Timothi menyebutkan Gustaf yang selalu kasar padanya sejak mereka bertemu di hutan memiliki warna biru. Mungkin Gustaf hanya cemburu kepadanya karena Tio terlihat selalu mendekati Alex beberapa hari belakangan ini.


Alex tidak terlalu mengawatirkan dirinya mengingat dia memiliki tiga buah pistol di dalam inventory miliknya.


Tubuh Alex di dunia ini juga merupakan sebuah klon sehingga dia tidak khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.


Namun jika Tio membahayakan orang - orang yang sudah sangat dekat dengannya seperti Mathias, Nina, dan lainnya, maka Alex akan menyelamatkan mereka meskipun itu akan menyakiti Tio.


"Apa kita hanya membiarkan dia begitu saja jika dia memang berniat membunuh seseorang?" Tanya Alex kepada Owen dan Timothi.


"Selama ini aku hanya pernah sekali melihat orang yang memiliki warna hitam dan itu sudah sangat lama. Jadi aku juga tidak yakin apakah dia hanya mempunyai niat membunuh atau memang dia akan membunuh seseorang dalam waktu dekat. Kita tidak bisa begitu saja menangkap dan menginterogasi Tio tanpa bukti apapun." Timothi menggelengkan kepalanya.


"Dan juga, jika kita asal menangkapnya dan memberitahu semua penduduk bahwa Timothi memiliki sihir origin yang dapat mengetahui Tio mempunyai niat membunuh seseorang, tentu saja berita tentang Timothi yang mempunyai sihir origin akan menyebar kemana - mana." Lanjut Owen setelah Timothi berbicara.


"Apakah itu buruk?" Tanya Alex.


"Apakah kau tidak mengetahuinya? Umumnya mereka yang mempunyai kekuatan besar memiliki sihir origin. Mereka yang memiliki sihir origin akan cepat dalam menguasai sihir dibandingkan dengan yang tidak memilikinya." Owen bingung mengapa Alex yang sebelumnya berada di Fylomus Kingdom tidak mengetahuinya. Mungkin karena Alex adalah seorang budak disana maka ia tidak mendapat akses ke informasi tersebut. "Kita berada di suatu tempat terpencil tanpa akses mempelajari sihir. Bagaimana jika orang - orang jahat mengetahui ada seseorang di daerah terpencil seperti Timothi mempunyai sihir origin. Mereka dapat menculik Timothi dan menerapkan segel budak untuk membuat Timothi menjadi bawahan setia mereka." Lanjut Owen.


"Benarkah? Maka aku juga harus menyembunyikan kemampuanku dari orang lain." Alex kaget mendengar informasi tersebut.


"Aku malah bingung mengapa kau begitu mudahnya menunjukkan kemampuan itu kepada kami." Owen tersenyum masam sambil menggelengkan kepala.


Ini kedua kalinya Alex menunjukkan kemampuan inventory kepada orang lain dan beruntung mereka adalah orang baik. Ternyata tidak hanya di dunia asalnya. Di dunia ini pun ia tidak boleh menunjukkan kemampuan miliknya secara sembarangan di depan orang lain.

__ADS_1


"Bagaimana dengan obat itu? Apakah stoknya sudah cukup untuk dijual ke desa lain." Owen sudah belasan tahun menjadi kepala desa di desa Rod yang membuatnya memiliki banyak kenalan di desa lain. Tentu saja ia berniat membantu mereka semua dengan obat yang dibuat oleh Alex.


"Saat ini aku baru menghasilkan sekitar empat ratus obat. Kita dapat menjual semuanya ke desa lain."


Alex harus berpindah - pindah toko setiap ia membeli obat ponodal dalam jumlah yang banyak.


Ia melakukan hal tersebut agar tidak dianggap aneh terlebih lagi dianggap melakukan hal yang mencurigakan.


Owen berpikir bahwa dengan jumlah obat yang disebutkan Alex itu dapat membantu satu desa yang terkena wabah penyakit.


Oleh karena itu Owen menyampaikan kepada Timothi untuk segera bersiap - siap dengan Gren dan Nicholas agar mereka bertiga bergegas menuju desa lain siang ini.


Alex menyerahkan sekitar empat ratus obat kepada Owen lalu berpamitan dengan alasan harus segera membuat stok obat yang baru.


Setelah menyelesaikan transaksi dengan Bilson, Alex mengendarai motor bututnya menuju rumah yang ia tempati di tengah hutan.


Di jalan hutan menuju rumahnya, Alex samar - samar melihat sekelebat bayangan hitam menyerupai kucing yang bergerak beberapa kali lebih cepat daripada sepeda motor miliknya.


Alex tidak terlalu memikirkan hal tersebut dikarenakan ia sudah terbiasa merasakan makhluk - makhluk aneh yang berkeliaran di sekitar hutan dimana rumahnya berada. Lagipula, hewan aneh di hutan ini tidak pernah mengganggu Alex sedikitpun.


"Ngikk... Ngikk... Ngikk..." Saat sedang berpikir Alex tiba - tiba mengerem motornya secara mendadak dan membuat motor butut itu mengeluarkan suara yang sedikit aneh karena sudah lama tidak ia service di bengkel.


"Apa kamu baik - baik saja?" Alex terkejut melihat seseorang yang terbaring tak sadarkan diri di tengah jalan menuju rumahnya.


Memperbaiki posisi senter yang melekat di kepala, Alex turun dari motor dan berjalan perlahan menuju orang yang terbaring di depan.

__ADS_1


"Hei apa kamu baik - baik saja?" Alex mengulangi pertanyaan yang sama sebab ia bingung dengan kejadian ini.


Merasa orang di depannya tak sadarkan diri, Alex pun membalik tubuh orang tersebut sehingga ia dapat melihat wajahnya.


"Dino?" Alex tentu saja mengenali orang terunik di kelasnya karena meskipun ia terlihat malas dan selalu tidur di kelas, para guru tidak pernah memarahinya karena nilai Dino selalu tinggi dan selalu masuk dalam lima besar ranking kelas.


Mungkin karena wajahnya diterangi oleh senter di kepala Alex, Dino terlihat terganggu lalu perlahan membuka matanya, "Oh Alex, apa yang kau lakukan di sini? Aku sedang tidur, tolong matikan lampunya."


Alex kesal mendengar jawaban Dino dan ingin segera meninggalkannya begitu saja. Namun setelah memperhatikan bahu sebelah kanan Dino yang terlihat mengeluarkan darah, Alex menahan rasa kesalnya, "Apa maksudmu tidur di tengah jalan? Lagipula apa yang terjadi pada bahumu? Itu mengeluarkan banyak darah."


Mendengar pertanyaan Alex membuat Dino seakan mengingat sesuatu. "Oh ini luka karena terjatuh. Alex bisakah aku minta tolong untuk mengobati lukaku?"


"Baiklah. Rumahku tidak jauh di depan, mari kita ke sana lalu mengobati lukamu itu."


Alex bergegas mengambil motor dibelakangnya lalu segera membonceng Dino menuju rumahnya.


Di dalam rumah, Alex menyalakan lampu lalu memapah Dino menuju bangku di ruang tengah.


Membaringkan Dino di bangku panjang, Alex sadar ketika memperhatikan wajah Dino yang babak belur dan tangan serta kakinya memiliki beberapa lebam yang terlihat. Ketika pertama kali menemukan Dino, Alex terlalu fokus memperhatikan bahu Dino yang terluka sehingga Alex tidak melihat kondisi Dino yang babak belur, apalagi dalam perjalanan menuju rumahnya tidak ada satupun sumber cahaya yang ada selain dari lampu yang melekat di kepalanya. "Tidak mungkin jatuh bisa menghasilkan luka seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi Dino?"


Dino bingung harus berkata apa mendengar pertanyaan tersebut. Setelah berpikir sesaat, ia berpura - pura batuk keras lalu memejamkan matanya dengan lemah agar Alex berpikir bahwa ia telah pingsan.


"Hei Dino? Dino?" Alex yang melihat Dino tak sadarkan diri langsung khawatir.


Alex mencoba merasakan denyut nadi Dino dan setelah memastikan bahwa Dino hanya pingsan, ia mengambil kotak P3K dari dalam kamarnya lalu dengan hati - hati mengobati luka Dino.

__ADS_1


__ADS_2