Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Kemampuan Timothi


__ADS_3

Pada pukul tujuh malam, Alex bertemu dengan Bilson di depan bangunan satu lantai berukuran tiga puluh kali delapan puluh meter yang merupakan salah satu gudang khusus beras yang akan didistribusikan Bilson ke daerah lain.


Mereka memasuki bangunan itu lalu Bilson menyalakan sakelar lampu di dinding dekat ia berdiri.


Di sudut ruangan, Alex melihat puluhan karung beras yang menempati sebagian kecil dari seluruh ruangan yang luas.


"Aku sangat beruntung bertemu denganmu. Sebelumnya, aku mendapat permintaan dari temanku untuk memasok beras ke kota Jewena sebanyak lima puluh ton. Awalnya aku menangguhkan permintaan mereka karena pada saat itu aku baru saja menyalurkan hampir semua stok beras kami. Lihatlah itu, beras yang baru saja kudapatkan selama tiga hari hanya terkumpul sekitar empat ton." Bilson menunjuk puluhan karung beras di dalam gudang. "Aku takut aku tidak dapat memenuhi permintaan temanku dalam tiga minggu jika tidak bertemu denganmu sebelumnya." Lanjutnya dengan tawa.


"Hahahah. Pak Bilson tidak perlu terlalu memujiku. Lagipula aku tidak mungkin sanggup menyediakan lima puluh ton beras sekarang. Mungkin saat ini hanya beberapa ton saja, tapi dalam beberapa hari ke depan mungkin aku dapat menyediakan yang lainnya." Ketika pedagang datang ke desa Rod, Alex berniat membeli beras dari mereka dengan harga yang sama ketika mereka akan menjual beras itu di tempat lain. Lagipula pedagang selalu mencari untung, jadi Alex berpikir untuk melakukan transaksi dengan mereka.


"Tetap saja aku sangat berterima kasih. Kau telah meringankan sebagian beban pikiranku sejak beberapa hari ini." Bilson tersenyum kepada Alex. "Tentang harga, biasanya aku membeli tujuh puluh sen per kilo dari yang lain. Tetapi karena aku sudah mendengar tentangmu dari istriku selama ini dan ternyata kau adalah pemilik bakat sepertiku aku akan membelinya seharga delapan puluh sen per kilonya. Apakah kau setuju?" Lanjut Bilson membicarakan transaksi mereka.


"Tentu saja, aku sangat senang dengan harga tersebut." Mengingat harga jual beras di pasaran yaitu satu dollar per kilonya, dimana lagi Alex dapat secara langsung menjual beras dalam jumlah yang besar dengan harga tidak terlalu jauh dibawah harga pasaran. "Tapi sebelum itu, aku masih belum yakin mengenai berat beras yang kujual per karungnya, apakah aku dapat mempercayakan pak Bilson untuk menghitungnya nanti?" Sebelumnya Alex hanya mengira - ngira berat beras yang dibelinya dari kepala desa sebesar lima puluh kilogram dalam satu karung. Lagipula, belum tentu berat setiap karungnya sama mengingat tidak adanya alat pengukur massa yang dilihat Alex selama berada di desa Rod.


"Besok pagi pekerjaku dapat menghitungnya. Tapi bukankah besok kau sekolah?"


"Tentu saja aku sekolah. Aku akan meninggalkan beras yang akan dijual sekarang dan membiarkan pak Bilson menghitungnya besok pagi."


"Kau mempercayaiku?"


"Tentu saja aku mempercayai pak Bilson." Alex menganggukkan kepala dengan yakin.


"Hahahahh memang bagus untuk saling percaya dalam berdagang. Itu berguna untuk menjalin kerjasama yang baik di masa depan." Bilson tertawa sambil menepuk - nepuk punggung Alex. "Baiklah, besok aku akan memberitahu jumlahnya dan mentransfer uang sesuai kesepakatan ke rekeningmu. Sekarang, mulailah keluarkan berasnya dan tunjukkan bakat hebatmu itu lagi kepadaku." Lanjut Bilson selesai tertawa.

__ADS_1


Alex mengeluarkan satu per satu beras dari dalam inventory sedangkan di sisi lain, klonnya sedang memasukkan beras yang dibelinya dari Owen.


Karena ruang inventory Alex terbatas, ia telah memikirkan hal ini dan membuat jadwal yang bersamaan dalam membeli dan menjual beras.


Mengingat perbedaan waktu di desa Rod dan kota Alex berada sekitar dua belas jam, Alex membuat jadwal bertemu dengan Bilson jam tujuh malam sedangkan ia datang ke rumah Owen di pagi hari satu jam sebelum jadwal pertemuan dengan Bilson untuk mengatur waktu yang tepat ketika ia memasukkan beras yang dibelinya dari desa Rod ke dalam inventory dan mengeluarkan beras itu di depan Bilson.


Planet sihir.


Di depan Owen dan Timothi, Alex menunjukkan kemampuan inventory miliknya dengan memasukkan karung beras yang telah ia beli dari gudang desa.


Owen dan Timothi tercengang melihat kemampuan Alex yang terlihat hebat. Sebelumnya Owen mengatakan bersedia menjual seratus lima puluh karung beras sedangkan lima puluh akan ia jual kepada pedagang dan sisanya untuk persediaan pangan di desa.


Melihat Alex tidak membawa apapun selain kantung kulit berisi koin emas hasil penjualan obat di desa Muru, Owen bingung tentang bagaimana cara Alex memindahkan banyak beras yang akan ia beli. Melihatnya sekarang, ia sangat takjub dan kagum dengan kemampuan yang dimiliki Alex.


"Kau mempunyai sihir origin yang hebat Alex." Timothi berteriak takjub diiringi dengan anggukan ayahnya yang berdiri di samping.


"Itu sungguh hebat. Sihir originku bahkan.."


"Timothi!" Sela Owen memperingati Timothi yang akan menceritakan rahasianya.


"Tidak apa ayah, sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa Owen berwarna biru dan dapat dipercaya. Dia bahkan sudah membantu kita mengenai wabah penyakit dan menunjukkan sihir originnya kepada kita." Timothi menenangkan Owen yang terlihat resah. "Aku juga mempunyai sihir origin. Sihir originku ini seperti pendeteksi orang jahat." Lanjut Timothi memberitahu Alex akan kemampuannya.


"Pendeteksi orang jahat?" Alex bingung dengan maksud Timothi.

__ADS_1


"Sederhananya ketika aku mengaktifkan sihir originku, aku dapat mengetahui apakah orang tersebut adalah orang baik atau orang jahat."


"Bukankah itu hebat? Bisakah kau mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak?" Tanya Alex mengingat di depan tubuh utamanya terdapat seseorang yang memiliki kemampuan tersebut.


"Tidak juga, aku hanya dapat melihat warna seseorang saat aku mengaktifkan sihir originku. Umumnya yaitu biru dan merah, biru untuk orang yang memiliki sifat baik, merah untuk yang memiliki sifat jahat, dan sesekali abu - abu untuk orang yang sedang beralih antara merah dan biru." Timothi menjelaskan kemampuannya kepada Alex. "Dalam beberapa hari terakhir, aku juga melihat warna yang pertama kali kulihat dengan sihir originku." Lanjutnya dengan raut serius.


"Apa itu?" Tanya Alex setelah terbawa rasa penasaran akan kemampuan Timothi.


"Pertama kali aku melihatmu dengan sihir originku, aku melihat warna biru yang biasa ku lihat dari orang lain. Namun setelah memperhatikan dengan baik, samar - samar aku juga melihat sedikit warna emas yang sesekali terpancar disekitar warna birumu itu."


"Bukankah itu seperti aku adalah orang hebat?"


"Hahahaha aku tidak menyangkalnya. Lagipula kau memang telah membantu desa ini."


Alex sekarang mengerti mengapa Owen tidak menanyakan identitasnya selama pertemuan pertama mereka di aula desa. Kemampuan anaknya ternyata dapat membantu Owen sebagai kepala desa untuk memahami sifat yang dimiliki penduduk ataupun orang luar yang datang ke desa Rod.


"Sebenarnya aku juga tidak menjauhi orang yang memiliki sifat jahat, misalnya beberapa orang di kelompok pengumpul herbal ada yang berwarna merah." Timothi melanjutkan pembicaraan. "Tetapi untuk pertama kalinya sejak beberapa tahun yang lalu, aku kembali melihat warna yang tidak ingin kulihat lagi seumur hidupku."


"Warna apa itu?" Alex memelankan suara setelah melihat raut wajah Timothi yang seakan takut mengingat sesuatu.


"Warna hitam. Warna yang muncul jika seseorang merencanakan pembunuhan dalam waktu dekat." Owen yang sudah mengetahui apa yang ingin dikatakan Timothi menyelanya agar tidak melanjutkan kisah kelam yang pernah terjadi di desa Rod beberapa tahun lalu.


"Karena kau juga sudah tahu tentang sihir origin Timothi, kau juga harus waspada disekitar si hitam." Owen melanjutkan untuk menasihati Alex.

__ADS_1


"Siapa si hitam ini?" Tanya Alex.


"Dia adalah salah satu yang berada dalam kelompok pengumpul herbal disaat kami menemukanmu pertama kali. Seorang wanita munafik yang bernama Tio." Timothi kesal mengingat Tio yang selalu berpura - pura baik meskipun ia tahu sifat asli Tio melalui sihir originnya yang menunjukkan warna merah. Namun beberapa hari sebelumnya, Timothi dikejutkan dengan perubahan warna Tio dari merah menjadi warna yang tidak ingin dilihatnya lagi yaitu hitam.


__ADS_2