Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Transaksi Besar Dengan Benzir


__ADS_3

<>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 5 [+]


Vitalitas : 6 [+]


Skill :


- pemahaman bahasa : 3/3 [+]


- klon : 3/3 [+]


- berpikir cepat : 3/3 [+]


<>


<>


<>


<>


Poin system : 0


Koin emas : 601


Benzir diberikan salah satu ruangan yang tidak terpakai di aula sebagai kamarnya sama seperti Alex, sedangkan para petualang yang disewanya hanya dapat beristirahat di aula desa karena ruangan yang tersisa tidak mencukupi untuk menampung mereka semua.


"Timothi, apakah tuan Benzir ini dapat dipercaya?" Alex berbisik kepada Timothi di halaman depan aula desa.


"Ya! Tuan Benzir berwarna biru dan tidak pernah berubah dari dulu." Yakin Timothi dengan kemampuannya lalu melanjutkan, "Lagipula tuan Benzir dan ayahku sudah menjadi teman baik bahkan ketika aku masih kecil."


Alex mengangguk mendengar hal tersebut. Setelah Timothi dan Owen pulang, Alex masuk ke dalam kamarnya lalu memikirkan hal - hal apa saja yang kemungkinan besar tidak ada di dunia ini namun bisa dibeli di dunia asalnya dengan mudah sehingga ia bisa menjual barang tersebut dengan harga mahal kepada Benzir.

__ADS_1


Semua yang berupa hasil tanah seperti beras, buah - buahan, sayur, dan lainnya dapat ditemukan di dunia ini dengan harga yang murah. Bahkan gula termasuk barang yang murah meskipun ukuran gula di dunia ini besar dan tidak beraturan.


Setelah berpikir beberapa saat, Alex menyimpulkan bahwa tidak semua ada di dunia ini. Contohnya kopi, meskipun ia yakin terdapat tanaman kopi disini, namun proses membuat bubuk kopi secara manual sangatlah sulit tidak seperti di dunianya yang sudah memakai alat bantu, seperti proses memisahkan biji kopi dari kulitnya menggunakan mesin penggiling.


Alex mengeluarkan kopi instan yang baru saja dibeli tubuh utamanya di kota Lynden lalu keluar dari kamar dan mengetuk pintu ruangan Benzir.


"Tuan Benzir, apakah tuan masih bangun?" Alex mengecilkan suara takut jika Benzir sudah tertidur.


Tak lama pintu terbuka dan sosok Benzir muncul dari balik pintu. "Oh Alex, ada keperluan apa kau menemuiku?"


"Aku memiliki banyak barang yang dapat dijual, namun tidak yakin barang - barang apa saja yang diinginkan pak Benzir."


Mendengar perkataan Alex, mata Benzir seolah berubah menjadi koin emas lalu ia menyuruh Alex masuk ke dalam ruangan untuk membicarakannya.


"Apa tuan Benzir memiliki kelainan seperti yang digosipkan oleh para pedagang lain di kota?" Tanya Kyle kepada petualang di sampingnya melihat Alex masuk ke kamar Benzir.


"Aku tidak peduli. Mungkin saja mereka membicarakan bisnis yang menghasilkan banyak uang." Petualang itu menjawab dengan malas tidak memperdulikan hal tersebut.


Di dalam ruangan yang disediakan untuk Benzir, Alex menunjukkan satu renceng kopi instan yang disimpan dalam kantung kulit. "Apa pak Benzir pernah mendengar kopi?"


"Bukankah itu minuman terkenal di kalangan bangsawan?"


"Di dalam bungkusan ini adalah kopi yang takarannya sesuai untuk satu gelas. Pak Benzir dapat mencobanya."


"Benarkah?"


Alex menganggukkan kepala meyakinkan. Ia menuangkan satu kopi sachet ke dalam cangkir Benzir lalu mencampurkannya dengan air panas yang sengaja ia bawa ke ruang Benzir.


Melihat cangkir di tangannya, Benzir mencoba menghirup aroma kopi yang dikeluarkan. "Aromanya enak. Bukankah ini perlu dicampur gula?"


"Di dalam bungkusan ini sudah terdapat gula yang disesuaikan dengan takaran kopinya. Cobalah, jika menurut pak Benzir kurang, anda dapat menambahkan gula kedalamnya."


Benzir mencoba secangkir kopi hangat yang disediakan Alex lalu memejamkan mata. "Ini lebih nikmat dibandingkan kopi yang pernah kuminum dulu." Terlihat senyum di wajah Benzir mengenang rasa kopi yang dulu pernah diminumnya dengan harga mahal.


"Bagaimana? Apakah pak Benzir mau membeli persediaan kopi milikku?" Selama berbicara dengan Benzir, tubuh utama Alex telah membeli sekitar empat ratus kopi sachet di kota Lynden lalu memasukkannya ke dalam karung goni dan disimpan di dalam inventory.


Benzir memikirkan keuntungan yang didapat jika ia membeli kopi dari Alex. Kopi biasanya diminum di kalangan bangsawan Western Empire dan selama berada di kota Xyras, ia tidak pernah menemukan kopi disana. Jika ia memperkenalkan kopi kepada para petinggi serta orang kaya di kota Xyras, maka itu akan mengalirkan kekayaan kepadanya.

__ADS_1


"Aku ingin membelinya." Benzir menganggukkan kepala ke arah Alex, "Namun saat ini aku hanya bersedia membayar setengah dari harga pasaran kopi yang dijual di Western Empire." Lanjut Benzir.


Benzir belum bisa mematok harga yang sama dengan harga jual di Western Empire karena harus terlebih dulu mempromosikannya dengan harga di bawah itu.


"Berapa yang bisa pak Benzir tawarkan?"


"Saat ini mungkin empat puluh koin perak untuk satu bungkusnya. Jika nantinya kopi ini terkenal dalam kalangan orang kaya di kota Lynden, aku bersedia membelinya kembali darimu dengan harga delapan puluh koin perak." Di Western Empire, harga kopi per cangkirnya sebesar satu koin emas yang menjadikannya minuman untuk kalangan orang kaya serta kaum bangsawan.


Benzir berencana menjadi pemasok restoran besar di kota Lynden dan menjual kopi tersebut dengan harga sembilan puluh perak sehingga mendapat untung sepuluh perak per bungkus kopi.


"Baik, aku menerima harga empat puluh koin perak saat ini. Jika rencana pak Benzir dalam mempromosikan kopi berhasil, anda dapat datang lagi ke desa Rod dan membeli lagi dariku." Alex sebelumnya hanya mengeluarkan sekitar delapan puluh dolar untuk membeli semua kopi yang telah ia simpan di dalam inventory. Bahkan jika sebelumnya Benzir menyebutkan sepuluh koin perak, Alex sudah sangat bersedia menjualnya. "Aku akan mengambil kopinya terlebih dahulu di kamarku." Lanjut Alex berpura - pura agar tidak menunjukkan kemampuan inventory di depan Benzir.


Lima menit kemudian, Alex kembali ke ruangan Benzir dengan karung goni yang berisi sekitar empat ratus sachet kopi lalu menyerahkan karung itu kepada Benzir.


"Di dalamnya terdapat lebih dari empat ratus bungkus kopi seperti tadi. Pak Benzir cukup membayar empat ratus bungkus, sisanya anggap saja sebagai awal dari kerjasama kita di masa mendatang." Dengan senyum Alex menyerahkan karung itu yang diterima Benzir dengan tawa keras.


"Hahahaha, kau sungguh hebat dalam bertransaksi Alex. Terimakasih." Benzir terlihat akan mengeluarkan koin emas kantong penyimpanan yang ia letakkan di atas meja.


"Sebelum itu, apa pak Benzir tau ini?" Alex mengeluarkan pistol dari belakang tubuhnya yang sempat ia keluarkan di dalam kamarnya tadi.


Tangan Benzir berhenti sebelum membuka isi kantong penyimpanan. Ia mengambil pistol yang dikeluarkan Alex lalu membolak - baliknya sambil mengamati secara perlahan. "Apakah ini semacam artefak? Bentuknya mirip dengan artefak meriam yang dimiliki kaum kurcaci, hanya saja ukuran benda ini lebih kecil."


Mendengar itu Alex tersenyum, dunia ini ternyata tidak hanya memiliki elf saja, kurcaci bahkan ada juga disini.


"Benar itu adalah sebuah artefak dan memiliki fungsi yang hampir serupa dengan artefak milik kaum kurcaci." Jawab Alex pura - pura tahu.


Mendengar jawaban Alex, Benzir menjadi berhati - hati memegang pistol di tangannya lalu meletakkan pistol tersebut secara perlahan di atas meja. "Bukankah artefak ini berbahaya?" Lanjut Benzir dengan khawatir.


"Tenang saja, berbeda dengan artefak meriam milik kurcaci, artefak ini menghasilkan output kerusakan yang lebih kecil namun lebih terarah." Alex menjelaskan semua fungsi dan cara penggunaan pistol kepada Benzir. Ia terutama menekankan bahwa pistol di depannya bertujuan untuk perlindungan diri. "Di dalamnya terdapat enam belas peluru sehingga dapat melindungi diri sebanyak enam belas kali." Alex mengakhiri penjelasannya.


"Dapatkah aku mencobanya kepada petualang yang kubawa?" Benzir dengan semangat ingin membuktikan kata - kata Alex. Jika ternyata itu benar, ia bersedia membeli artefak ini dengan harga berapapun.


"Bukankah itu berbahaya, seperti yang kukatakan sebelumnya itu dapat membunuh seseorang." Alex khawatir melihat Benzir dengan semangat ingin mencoba menembakkan pistol kepada petualang yang ia bawa.


"Tenang saja, aku akan mengarahkan artefak ini ke kaki. Jika seperti yang kau katakan, luka seukuran ibu jari dapat disembuhkan dengan ramuan pemulihan yang kubawa." Benzir bersedia memakai ramuan pemulihan berharga miliknya.


Meskipun ramuan pemulihan berharga, itu relatif mudah dicari di kota - kota yang berdekatan dengan Great Forest karena para elf menjualnya dengan harga satu koin emas per botolnya.

__ADS_1


Tentu saja itu berbeda dengan harga di wilayah yang jauh karena satu - satunya penghasil ramuan pemulihan adalah para elf yang membuatnya dari daun pohon kehidupan di Great Forest atau yang sering disebut Dewa Pohon.


__ADS_2