Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Ledakan Besar


__ADS_3

"Apakah kita langsung membunuhnya?"


"Tidak. Tujuan utama misi kita adalah sang alkemis jenius. Kita harus mengorek informasi dari orang ini untuk mengetahui keberadaannya."


"Baiklah... Tapi biarkan aku melumpuhkan kedua tangan dan kakinya yang lain."


"Hentikan... Jauhkan artefak itu dariku!"


Dor!!! Dor!!! Dor!!!


"Akhhhhh....."


Tiga peluru tepat mengenai betis serta kedua lengan atas pendeta biru. Kini, pendeta biru hanya dapat berguling-guling di lantai berusaha untuk mengurangi rasa sakit yang dia alami.


"Itu sudah cukup. Aku akan memanggil Zeff....."


"Oh tuan Jack yang agung, terimalah jiwaku ini di dalam surga yang telah kau buat. Persembahan jiwa!"


Teriakan serak pendeta biru memotong ucapan Christopher. Terlihat gumpalan berwarna hitam mengalir dari wadah jiwa yang melekat pada tongkat sihir di tangannya.


Gumpalan hitam itu mengalir menuruni tongkat dan menyusuri tangan pendeta biru hingga mencapai bagian dadanya. Seluruh bagian tubuhnya mengalami kejang-kejang serta pembekakan daging yang melewati batas kenormalan tubuh.


Mereka berlima segera waspada terhadap perubahan yang dialami pendeta biru. Mina segera meneriaki yang lain, "Jangan biarkan begitu saja. Mari kita habisi orang ini secepat mungkin!"


Tang! Tang! Tang!


Alex lebih dulu menyerangnya sebelum kalimat Mina berakhir.


Ketika peluru melesat menuju pendeta biru, aura gelap yang menyelimuti tubuhnya menangkal laju ketiga peluru tersebut.


"Pisau angin ganda!"


"Bola api!"


Tekanan yang dikeluarkan aura gelap menyebabkan mereka tidak dapat mendekati pendeta biru dengan mudah. Jean dan Christopher terpaksa menyerang menggunakan sihir mereka dari kejauhan, sedangkan Mina yang sudah kehabisan mana hanya bisa memperhatikan situasi dengan cemas.


Sama seperti tembakan Alex, kedua serangan yang dilancarkan Jean dan Christopher tidak dapat menyentuh pendeta biru sama sekali.


Kemudian Alex memperhatikan Big Three maju tiga langkah ke depan.


Berkat selang waktu setelah cadangan mananya habis, kini Big Three memiliki sejumlah kecil mana yang dapat dia gunakan untuk memperkuat tubuhnya.


Dia mengosongkan cadangan mananya yang baru saja terisi dalam jumlah kecil, dan mengalirkannya ke seluruh bagian tubuh.


Kemudian dia mempersempit jarak dalam kedipan mata, sambil menahan tekanan aura gelap tersebut dengan fisik murninya yang sebanding dengan kekuatan fisik tubuh utama Alex.

__ADS_1


"Tekanan ini tidak ada apa-apanya!!!"


Big Three tiba di depan pendeta biru lalu melayangkan tinju yang dialiri mana.


Pukulan kuat menghantam wajah, atau bagian yang menurut Big Three merupakan kepala dari tonjolan daging hitam mantan pendeta biru tersebut.


Bam!!!


Gumpalan daging hitam menabrak dinding ruangan hingga mengalami retakan besar.


Setelah debu menghilang, ekspresi kelimanya semakin tegang karena tekanan aura gelap yang dipancarkan semakin berat. Mereka juga memperhatikan serangan Big Three sebelumnya tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada gumpalan hitam tersebut!


"Apa... Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Kaki Mina bergetar menahan perintah otaknya untuk melarikan diri. Selama menjadi petualang, dia belum pernah mengalami situasi dimana persentase kematiannya mendekati seratus persen.


Kemudian dia memperhatikan yang lain. Meskipun keempatnya menunjukkan ekspresi cemas, mereka tetap dalam posisi bertarung tanpa ada niat melarikan diri dari ruangan tersebut. Bahkan Jean, wanita yang jauh lebih muda darinya tetap berdiri teguh di posisinya.


"Kalian berempat larilah. Aku akan menghabisinya dengan serangan terkuatku!"


"Apa maksudmu?


Jean berpikir Alex ingin mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mereka berempat.


"Tapi jika begitu kau akan....."


"Tenang saja, aku akan menyisakan sedikit mana dan membuat perisai tanah untuk diriku sendiri. Cepatlah pergi, percayakan saja padaku!"


Alex menyela kalimat Big Three menyuruh keempatnya segera bergegas meninggalkan lokasi.


Mata Alex memancarkan keyakinan yang kuat, membuat Big Three mengangguk tegas dan meyakinkan yang lain. "Aku melihat dengan mataku sendiri sebelumnya. Dia memiliki elemen tanah selain elemen api yang diperlihatkannya selama ini. Jika kita diam disini, kita hanya akan menjadi beban untuk dilindungi Alex. Percaya saja dan serahkan sisanya pada Alex!"


Christopher merasa tak puas dan mengepalkan tangannya dengan kuat. "Jika kau mati disini, aku akan membangun kuburanmu dengan tulisan petualang terbodoh yang pernah ada!"


Dia berbalik lalu melangkah bersama yang lain meninggalkan ruang bawah tanah tersebut.


"Sekarang tinggal kita berdua. Aku akan meledakkan seluruh tubuhmu hingga tak bersisa lagi!"


Alex mengambil posisi kuda-kuda dan mengalirkan mana dalam jumlah yang besar ke kedua telapak tangannya.


Sekarang, cadangan mananya hanya tersisa setengah. Mana yang dibutuhkan untuk menghasilkan api dalam jumlah besar hanyalah sebagian kecil dari cadangan mana miliknya. Yang paling menguras mananya selama pertempuran berlangsung adalah ketika dia menekan serta mengendalikan bola api seukuran basket, dengan banyak partikel sihir yang terkandung di dalamnya.


Wussssssh.....


Kobaran api tercipta di tengah telapak tangan Alex. Dia menekannya membentuk bola seukuran basket dan terus mengulangi hal tersebut selama beberapa saat.

__ADS_1


'Ini masih belum cukup!'


Tekanan bola api di tangannya kini menyamai bola api yang dia ciptakan saat memusnahkan seluruh makhluk terkutuk di terowongan.


Namun mengingat serangan Big Three sebelumnya, dia merasa ini masih belum cukup!


Dia terus menuangkan banyak api ke dalam bola, hingga menyisakan lima persen dari total cadangan mananya.


"Hei makhluk busuk, makan bola ini!"


Alex mendorong kedua tangannya ke depan sambil tetap mempertahankan bola api tersebut agar tidak meledak. Bola api itu melayang secara perlahan, menuju sosok yang mulai mewujudkan sebuah bentuk menyerupai manusia, dengan ukuran yang hampir menyentuh langit-langit ruang bawah tanah.


Seolah mendengar ucapan Alex, makhluk tersebut membuka bagian yang Alex duga adalah mulutnya, lalu menelan bola api yang melayang ke arahnya secara utuh.


"Dasar idiot!"


Sambil mempertahankan kendali terhadap bola api yang telah ditelan makhluk itu, Alex dengan susah payah membuat dinding tanah tebal yang menyerupai setengah kerucut dengan posisi ujung kerucut di depan, untuk mengokohkan pertahanan dirinya dari ledakan yang akan terjadi.


Bersamaan dengan mananya yang habis, kendalinya terhadap bola api akhirnya menghilang.


Booommmmm.....


***


"Ledakannya sangat kuat!"


Big Three mengangguk menyetujui ucapan Christopher. "Aku bahkan terkejut ketika dia memusnahkan seluruh makhluk terkutuk di terowongan saat itu."


Keempatnya saat ini berada di lokasi Zeff menyembunyikan diri. Ekspresi Zeff terlihat cemas mengkhawatirkan kondisi Alex yang mereka tinggalkan sendirian disana. "Apa kau yakin Alex selamat dari ledakan itu?"


"Sebelumnya aku melihat dia menggunakan elemen tanah untuk bertahan dari ledakan. Namun melihat besarnya ledakan ini, hahhh..." Big Three menggeleng dengan tidak yakin.


Mendengar itu, Zeff semakin khawatir akan keselamatan Alex. Jika sebelumnya dia melihat Alex sebagai bakat jenius, kini dia melihatnya sebagai monster yang bahkan menyembunyikan keberadaan elemen gandanya selama ini. Dia yakin Alex dapat mencapai peringkat mithril dalam waktu seratus tahun ke depan.


'Tidak, bahkan mungkin hanya perlu lima puluh tahun saja!'


Ekspresi Zeff semakin tenggelam memikirkan hal tersebut. "Mari kita periksa dia sekarang!"


Dia semakin tidak sabar ingin menyelamatkan Alex sesegera mungkin.


"Tapi..."


Christopher memegang pundak Mina dan menggelengkan kepala memotong ucapannya. "Tidak seperti kita bertiga, dia memiliki jalan yang lebih bersinar ke depannya. Aku memang tidak ingin mengakui ini. Tapi aku yakin, dia akan mendahuluiku sebagai salah satu The Number di masa mendatang."


Mina terdiam dengan perkataan Christopher. Yang lain hanya tersenyum masam mendengar kepercayaan dirinya, kemudian mereka berlima melompat dari atap dan berlari menuju lokasi pertempuran sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2